Dikepung

Kini kaki Kiryu sudah mulai tak terlihat dan sepenuhnya tubuh Kiryu sudah tertelan oleh sang monster ular tingkat sedang itu. Dan perlahan kristal biru yang tertanam pada salah satu tentakelnya, kini sudah mulai berubah menjadi warna merah redup. Yeap, monster ular itu kini telah berevolusi!

Shu, Zoe, Yumeko dan Eren tentu saja meresa sangat terkejut melihat monster itu berevolusi dengan menggunakan tubuh Kiryu. Mereka juga sangat syok menyaksikan semua itu.

Namun rupanya monster itu malah segera melakukan sebuah serangan kejutan dengan cukup kuat dan cepat.

BEETTT ...

Ekor besar monster itu dengan cepat berkelebat dan menyerang Yumeko. Sehingga serangan pisau listrik Yumeko seketika terhenti, dan tubuh gadis itu terhempas cukup jauh dan keras hingga menabrak kaca bus tua itu hingga retak.

BRAKK ...

BRUGHH ...

"Agghh ..." pekiknya yang sudah terjatuh kembali dekat salah satu tempat duduk bus tua itu.

"Hiaatthh ..." Zoe juga segera mengayunkan pedangnya.

Namun serangan dari Zoe dipatahkan begitu saja oleh monster ular yang sudah berevolusi itu dengan salah satu tentakelnya yang yang juga sudah semakin membesar. Bahkan tubuh monster ular itu juga semakin membesar setelah berevolusi.

SSRRTTT ...

BRAKK ...

Tubuh Zoe juga dihempaskan begitu saja hingga terjatuh di salah satu bangku dari bus tua itu hingga membuatnya memuntahkan seteguk darah segar.

"Shu!! Gunakan pedang cahaya bulan! Hanya pedang itu yang bisa kita andalkan saat ini!!" pekik Zoe yang berusaha untuk bangun kembali sambil memegangi dadanya.

Salah satu tentakel dari monster ular tingkat tinggi itu kini sudah bersiap untuk menyerang Eren yang saat ini berapa paling dekat dengannya.

Namun kali ini Shu yang sudah menarik pedang cahaya bulan itu dari sarungnya pedangnya, segera mengayunkannya ke arah monster ular itu.

SRREETT ...

Salah satu tentakel yang kini memiliki ukuran seperti lengan seorang pria dewasa mulai terpotong. Darah berwarna kebiruan mulai mengucur dari potongan yang terluka itu.

Namun hal itu hanya selama beberapa saat saja. Karena dalam beberapa detik saja, tentakel itu sudah tumbuh kembali dengan sempurna.

"Shu, serang tentakel yang tertanam dengan batu kristal itu! Dan hancurkan segera batu kristal itu dengan pedang cahaya bulan itu! Cepat!" ucap Eren dengan cepat.

"Aku akan mengalihkan perhatiannya, sebisa mungkin serang titik lemahnya itu dan hancurkan kristal itu! Ayo!" imbuh Eren mulai memungut tombak milik Kiryu yang terjatuh sebelum Kiryu menjadi santapan untuk monster ular itu.

"Baik! Hati-hati!" Shu menyauti singkat.

Eren segera berjalan cepat dan sedikit memutar untuk menyerang monster ular itu dengan tombak itu. Dan sebenarnya dia sedang berusaha untuk mengalihkan perhatian monster ular itu dan berusaha sekuat mungkin untuk menahan rasa sakit pada pinggang dan kakinya.

"Hiaatthh ..." Eren berusaha untuk mengayunkan tombak itu untuk melukai bagian ekor dari monster itu.

JLEBB ...

Eren berhasil melukai ekor minster ular itu, namun disaat bersamaan monster ular itu segera memutar kepalanya dan menggunakan salah satu tentakelnya untuk menyerang Eren.

SSRRTT ...

Serangan itu gagal, karena tiba-tiba Zoe datang dan membantu Eren dengan memotong tentakel itu kembali. Dan disaat monster ular itu sedang memulihkan tentakelnya kembali, secara diam-diam Shu segera menyerangnya dengan menargetkan salah satu tentakel bagian dalam yang tertanam dengan batu kristal itu dengan mengggunakan pedang cahaya bulannya.

"Hiatthhh ... rasakan ini!! Ini pembalasan karena kamu sudah membuat Kiryu berakhir!!"

KRAKK ...

JLEBBB ...

Serangan dari Shu berhasil mengenai targetnya dengan baik. Batu kristal itu akhirnya retak hingga berakhir pecah menjadi beberapa kepingan. Dan disaat itu Zoe segera menggunakan pedangnya dan menghunuskannya beberapa kali untuk menyerang tubuh monster ular yang sudah melemah karena kehilangan batu kristal itu.

Beberapa serangan dilakukan, higga akhirnya tubuh monster ular itu mulai melebur dan binasa menjadi buturan-butiran debu di udara. Kini hanya menyisakan sebuah pecahan batu kristal berwarna putih berkilauan yang mengambang di udara.

Shu segera meraih pecahan tersebut dan menggenggamnya. Lalu perlahan Shu mulai membuka jemarinya dan menatap nanar pecahan batu kristal itu. Namun kali ini kemenangan yang telah mereka raih ini, tak cukup membuatnya merasa senang.

Begitu juga dengan Zoe, Eren dan Yumeko. Sangat terlihat dengan jelas raut wajah mereka diselimuti dengan duka dan kesedihan.

Bahkan Yumeko sudah ambruk terduduk tak berdaya menatap ke arah dimana monster ular itu binasa. Sepasang manik-maniknya juga sudah mulai berkaca-kaca. Dia merasa sangat terpukul dan bersedih saat ini karena harus kehilangan salah satu teman satu teamnya di depan matanya sendiri dengan cara yang sangat tragis.

Tak ada yang yang bersuara saat ini. Mereka semua terdiam dan terhanyut dalam kesedihan karena kepergian dari Kiryu. Isak tangis Yumeko mulai terdengar karena dia sudah tak bisa menahannya lagi.

Namun kesedihan itu hanya berlangsung sangat cepat, karena alam seolah tak akan membiarkan mereka untuk merasa tenang dan aman saat ini. Karena tiba-tiba saja puluhan monster tingkat sedang mulai mendatangi bus tua itu dan mengepung mereka dari berbagai arah.

Seketika mereka berempat menjadi waspada kembali dan bersiaga dengan senjata mereka masing-masing.

"Mereka semua monster tingkat rendah. Tapi jumlah mereka cukup banyak. Ini juga sangat berbahaya. Hanya fokus untuk menyerang batu kristalnya saja, karena itulah titik lemah mereka!" ucap Zoe masih mengekori menatap para moster dengan segala bentuk yang kira-kira ada 10 monster.

"Hhm. Eren, sebaiknya kamu tetap berada di dalam bus dan bersembunyi dulu saja. Kamu belum pulih sepenuhnya. Ini akan sangat berbahaya untukmu. Jumlah mereka sangat banyak. Bahkan jumlah kita tak seimbang dengan jumlah mereka." ucap Shu yang juga mengawasi para moster itu dengan ekor matanya.

Shu, Zoe dan Yumeko sudah berdiri saling membelakangi dan mengawasi pergerakan sepuluh monster yang sudah semakin mendekati bus tua itu. Sementara Eren masih terduduk di dekat sebuah kursi bus tua itu. Dia tak bisa membantah lagi, karema kondisinya memang belum sepenuhnya pulih.

"Baiklah. Aku akan tetap disini. Tapi kalian harus berhati-hati!" sahut Eren masih dengan nada bicara seperti biasanya, yang selalu terdengar tegas dan cool.

BRAKK ...

GUBRAKK ...

BRUUKKK ...

Moster-monster tingkat rendah dengan bentuk beraneka ragam itu mulai menabrakkan tubuh mereka pada bus tua itu beberapa kali.

"Ternyata mereka masih saja bodoh! Bahkan di dekat mereka ada pintu yang tak terkunci, ada juga kaca jendela yang pecah dan bisa digunakan untuk masuk. Kita masih beruntung, karena kebodohan mereka ini. Sebaiknya kita gunakan penyerangan jarak jauh untuk mengakhiri mereka satu persatu sebelum memicu monster lainnya lagi untuk datang kemari!" ucap Zoe menganalisa dan mulai mengatur strategi.

Terpopuler

Comments

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐀⃝🥀𝑰voᷠnͦeͮℛᵉˣ

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐀⃝🥀𝑰voᷠnͦeͮℛᵉˣ

Sediihh...harus ada yang jadi korban..tapi semoga saja pengorbanan Kiryu tidak sia2,justru akan menjadi semangat untuk teman2nya berjuang lebih keras lagi untuk mengalahkan para monster dan segala rintangan.

2023-07-08

1

🍁𝐀𝐑𝐀❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

🍁𝐀𝐑𝐀❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

kasihan kiryu

2023-07-08

0

🍁𝐀𝐑𝐀❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

🍁𝐀𝐑𝐀❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

ayoo Shu benar yang di katakan Zoe

2023-07-08

0

lihat semua
Episodes
Episodes

Updated 44 Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!