Bab 10. Menduga-duga

Yeon yang melihat tatapan sang adik kepada istrinya Mira yang tidak terlihat seperti pada umum nya pun menjadi risih.

"Yuan, lekas habiskan makanan kamu. Biar kakak yang mengantarkan kamu ke sekolah kali ini," ucap Yeon dengan sengaja agar pandangan sang adik pun segera teralihkan.

"Benar Yuan, biar di antarkan oleh kakak mu saja. Sekalian kakakmu mengantarkan kakak ipar kamu ini untuk periksa ke dokter kandungan setelah itu. Kan searah," sambung sang Mommy.

"Baiklah, Mom," jawab Yuan yang terlihat begitu menurut.

Alasan nya menerima untuk di antar oleh kakaknya tersebut hanya satu, yaitu karena ada sang kakak ipar yang diam-diam di taksirnya tersebut yang ikut mengantarkan nya pergi ke sekolah.

Dengan cepat Yuan pun segera menghabiskan sarapan paginya itu.

Hingga kini Yeon, Mira, dan Yuan telah berada di satu mobil yang sama.

"Turunkan pandangan kamu, Yuan," ucap Yeon menegur sang adik yang begitu terlihat kentara memuja istrinya tersebut.

"Memangnya kenapa, Kak? Bukan kah kakak tidak menyukai nya? Aku siap untuk menggantikan posisi kak Yeon kok," jawab Yuan dengan setengah berbisik ke arah samping tepat di mana sang kakak berada.

"Carilah yang seumuran dengan kamu," balas Yeon dengan setengah berbisik juga.

Sedangkan Mira tidak terlalu peduli dengan apa yang di obrolkan oleh adik kakak yang berada di depan dirinya duduk bersandar saat ini.

Dalam benak Mira, hanya terbayang bagaimana lezatnya bakso mercon kuah lava super besar seperti yang tengah di tonton nya melalui handphone dan tampak begitu menggoda selera.

"Haih, andai disini ada yang jual bakso merco lava. Pasti akan sangat lezat," gumam Mira dengan lirih yang masih begitu terdengar jelas di telinga Yuan.

"Kak Mira ingin bakso mercon super pedas? Disini juga ada loh kak jangan salah. Kuahnya banyak varian pedasnya. Ayo aku tunjukkan jalan nya kak! Pasti Kak Mira sedang ngidam kan ini. Belok kiri juga bisa kak. Kita turuti kemauan Kak Mira saja dulu," ucap Yuan dengan semangat menunjukkan sebuah restoran bakso khas Indonesia yang berada di negeri gingseng ini.

Entah mengapa hati nurani Yeon pun menurut dengan petunjuk yang di berikan oleh sang adik dengan melupakan tujuan awal mereka berada di dalam mobil yang sama.

"Beneran dek disini ada baso super pedas yang dijual di Indonesia?" tanya Mira dengan mata berbinar begitu mendengar penuturan sang adik ipar.

"Panggil Yuan saja, Kak. Ada lho beneran. Nah itu restonya sudah ada di depan kita," jawab Yuan dengan menunjuk sebuah papan restoran bakso yang seperti nya memang khas bakso Indonesia.

Ketiga nya pun memasuki ke area restoran tersebut. Mencari tempat duduk yang pas dan membaca menu-menu yang tersedia.

Mata Mira pun semakin berbinar begitu mendapati restoran yang sesuai dengan apa yang sedang di inginkan nya tersebut.

Ketiga nya pun memesan dengan level pedas gila dengan toping bakso yang berbeda-beda.

Hingga tak berapa lama kemudian, hidangan pun tersaji di atas meja tersebut dengan bumbu sambal lava nya yang tumpah kemana-mana yang membuat Mira dan Yeon menjadi meneteskan air liurnya secara diam-diam.

"Oh astaga, enak sekali! Yuan, kamu memang paling mengerti. Ini sesuai dan cocok di lidahku saat ini," ucap Mira dengan menyendokkan buliran bakso yang di penuhi oleh banyak sambal.

"Mir, jangan banyak-banyak. Nanti perut kamu sakit lho," ucap Yeon yang begitu ketar-ketir mendapati sang istri yang begitu lahap memakan bakso yang di penuhi oleh sambal lava tersebut.

"Sudah kamu tenang saja. Aku sudah terbiasa makan makanan pedas seperti ini di Indonesia. Kalau kamu tidak kuat dengan rasa pedasnya mending kamu kasihkan saja kepadaku," sela Mira dengan terus mengunyah bakso di hadapan nya tersebut.

"Tapi kamu ini lagi hamil lho, Mir. Berbahaya untuk bayi yang ada di perut kamu," sanggahnya Yeon lagi.

Entah mengapa di dalam lubuk hati Yeon yang paling dalam begitu khawatir dengan bayi yang di kandung oleh istrinya tersebut.

"Sudah jangan banyak-banyak. Nanti bayinya di dalam perut jadi kepedesan jika terus kamu isi dengan banyak sambal cabe seperti itu," ucapnya Yeon dengan merebut mangkuk Mira dengan sangat kasar.

Hingga sambal nya pun nampak tercecer mengenai tangan Mira dan area meja.

Melihat bakso nya di rebut oleh Yeon dengan kasar pun membuat hati Mira mendadak sedih dan sakit.

Bahkan air mata Mira pun mengalir begitu saja. Hingga tak lama kemudian Mira pun nampak menangis tersedu-sedu yang membuat Yeon dan Yuan kebingungan.

"Mir, jangan menangis seperti itu. Malu di liatin banyak orang," bisik Yeon dengan berusaha menenangkan sang istri kembali.

"Kamu jahat, sudah anak tidak di akui hingga ingin makan ini pun juga di larang. Yasudah lah aku mau pulang, jangan ikuti aku!" ucap Mira dengan air mata yang terus mengalir pergi keluar meninggalkan area restoran tersebut dengan menyetop sebuah taksi.

"Ck! Kenapa sih Kak Yeon seperti itu sama Kak Mira? Wanita hamil itu keinginan nya harus di penuhi. Kalau ingin menasehati itu jangan asal tarik mangkok Kak Mira dengan sangat kasar. Hati wanita hamil itu memang lebih sensitif. Tuh kan, malah enggak di kejar dan di biarin naik taksi sendiri!" ucap Yuan dengan menatap kesal ke arah sang kakak.

Yuan pun dengan sigap berdiri dan segera keluar mencari taksi yang baru guna untuk mengikuti kemana arah taksi yang di tumpangi oleh kakak ipar yang di taksirnya diam-diam tersebut.

Namun sayangnya Yuan pun kehilangan jejak taksi yang di tumpangi oleh kakak ipar terebut.

Sedangkan Yeon masih tertahan di restoran tersebut karena harus membayar bill tagihan nya terlebih dahulu.

Tak lupa Yeon pun memesan satu porsi bakso lava yang sama seperti yang di pesan oleh Mira tadi untuk di bungkus.

Sedikit terselip rasa bersalah di hati nya karena telah merebut makanan yang di sukai oleh istrinya tersebut dengan sangat kasar.

Dengan mengandalkan feeling saja, kini Yeon mengemudikan mobilnya menuju ke apartemen yang Mira miliki sebelum menikah dengan nya.

Dengan cepat Yeon pun segera memarkirkan mobilnya dan menuju ke lift memencet tombol angka yang akan membawa nya menuju lantai apartemen yang di tempati oleh sang istri.

Tak lama kemudian Yeon pun telah sampai di depan pintu apartemen milik istrinya tersebut.

Dengan perasaan berkecamuk akhirnya Yeon pun memencet tombol bell. Hingga tak lama kemudian terlihat wajah lelaki yang tidak begitu asing yang membuka kan pintu untuknya.

"Dimana Mira?" tanya Yeon dengan tatapan tajam ke arah Adolfo.

"Oh astaga, tuan Yeon juga bertamu ke apartemen, Nona Mira? Masuklah tuan. Nona Mira sedang menyiapkan beberapa file yang saya perlukan," ucap Adolfo yang mengenal CEO muda Jee Yeon Adi Pratama.

Yeon pun segera masuk ke dalam apartemen tersebut dan mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sang istri.

"Baru sehari menikah dengan ku saja sudah berani memasukkan lelaki asing ke dalam apartemen. Atau jangan-jangan lelaki ini adalah ayah biologis dari janin yang di kandung oleh Mira?" batin Yeon dengan hati yang semakin tak karuan dengan sorot tajam menatap lelaki yang bernama Adolfo tersebut.

"Apa ada yang salah dengan muka saya, Tuan Yeon?" tanya Adolfo dengan perasaan aneh ketika mendapatkan tatapan menghunus tajam dari CEO muda yang tengah merajai banyak bisnis di negeri gingseng tersebut.

Terpopuler

Comments

Yusria Mumba

Yusria Mumba

cemburukan,

2023-11-15

0

mamae zaedan

mamae zaedan

ikut ngiler lihat baksonya🤭😙

2023-11-09

0

epifania rendo

epifania rendo

makanya perhatian smaa istrimu

2023-10-31

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jebakan Adik Tiri
2 Bab 2. Pembelaan Daddy
3 Bab 3. Ketakutan Yeon
4 Bab 4. Membuat Perhitungan
5 Bab 5. Impoten
6 Bab 6. Berteman Baik Sejak Bayi
7 Bab 7. Kekasih Gelap Tyas
8 Bab 8. Seranjang
9 Bab 9. Menyimpan Rasa
10 Bab 10. Menduga-duga
11 Bab 11. Kesal!
12 Bab 12. Simpanan Tyas
13 Bab 13. Perang Batin
14 Bab 14. Dibandingkan
15 Bab 15. Menolak Dimadu
16 Bab 16. Tetap Dekat
17 Bab 17. Perubahan Sikap Mira
18 Bab 18. Kedatangan Naomi
19 Bab 19. Senjata Telah Bereaksi
20 Bab 20. Tertekan dan Frustasi
21 Bab 21. Menerima Permintaan
22 Bab 22. Parfum Halusinasi
23 Bab 23. Drama Dipagi Hari
24 Bab 24. Rencana Merdukun
25 Bab 25. Bisikan untuk Sang Baby
26 Bab 26. Geli Didalam Mimpi
27 Bab 27. Tak Kunjung Kembali
28 Bab 28. Sakit
29 Bab 29. Bodyguard
30 Bab 30. Tersedak
31 Bab 31. Pingsan
32 Bab 32. Mencari Tahu Kebenaran
33 Bab 33. Yeon Vs Adolfo
34 Bab 34. Bukti
35 Bab 35. Hadiah untuk Mira
36 Bab 36. Praduga Mira
37 Bab 37. Perseteruan Antar Dua Lelaki
38 Bab 38. Bermalam Bersama di Rumah Sakit
39 Bab 39. Rencana Darren
40 Bab 40. Saran untuk Naomi
41 Bab 41. Tyas Hamil dengan Siapa?
42 Bab 42. Janin Ini Milik Yeon!
43 Bab 43. Darren Kebingungan
44 Bab 44. Tidak Lagi Impoten
45 Bab 45. Meminta Bantuan
46 Bab 46. Tidak Mampu Berdiri
47 Bab 47. Rasa Cinta yang Sesungguhnya
48 Bab 48. Amarah Tyas
49 Bab 49. Rahasia Daddy Yeon
50 Bab 50. Mantan Sekretaris Tuan Jee
51 Bab 51. Di Landa Kegelisahan
52 Bab 52. Menangkap Hama
53 Bab 53. Rasa Cemas
54 Bab 54. Berbagai Jenis Kartu Permainan
55 Bab 55. Pengingat Diri
56 Bab 56. Cantik Sejak Bayi
57 Bab 57. Joreme
58 Bab 58. Yeon Cemburu
59 Bab 59. Rasa Ke Tidak Relaan Jerome
60 Bab 60. Sekertaris X Presdir
61 Bab 61. Tak Ada Celah
62 Bab 62. Bukan Saingan
63 Bab 63. Karena Mira
64 Bab 64. Resign
65 Bab 65. Melahirkan
66 Bab 66. Presdir Arogan
67 Bab 67. Di Buat Malu
68 Bab 68. Yeon vs Christ
69 Bab 69. Mommy Jerome
70 Bab 70. Undangan Pernikahan
71 Bab 71. Happy Ending
72 Bonchap. Baby Alric
73 Promo Novel Pelayan Cantik Tawanan Hot CEO
74 Secret Wife New Novel
75 Promo Novel
76 Novel baru - My Husband is Mine!
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Jebakan Adik Tiri
2
Bab 2. Pembelaan Daddy
3
Bab 3. Ketakutan Yeon
4
Bab 4. Membuat Perhitungan
5
Bab 5. Impoten
6
Bab 6. Berteman Baik Sejak Bayi
7
Bab 7. Kekasih Gelap Tyas
8
Bab 8. Seranjang
9
Bab 9. Menyimpan Rasa
10
Bab 10. Menduga-duga
11
Bab 11. Kesal!
12
Bab 12. Simpanan Tyas
13
Bab 13. Perang Batin
14
Bab 14. Dibandingkan
15
Bab 15. Menolak Dimadu
16
Bab 16. Tetap Dekat
17
Bab 17. Perubahan Sikap Mira
18
Bab 18. Kedatangan Naomi
19
Bab 19. Senjata Telah Bereaksi
20
Bab 20. Tertekan dan Frustasi
21
Bab 21. Menerima Permintaan
22
Bab 22. Parfum Halusinasi
23
Bab 23. Drama Dipagi Hari
24
Bab 24. Rencana Merdukun
25
Bab 25. Bisikan untuk Sang Baby
26
Bab 26. Geli Didalam Mimpi
27
Bab 27. Tak Kunjung Kembali
28
Bab 28. Sakit
29
Bab 29. Bodyguard
30
Bab 30. Tersedak
31
Bab 31. Pingsan
32
Bab 32. Mencari Tahu Kebenaran
33
Bab 33. Yeon Vs Adolfo
34
Bab 34. Bukti
35
Bab 35. Hadiah untuk Mira
36
Bab 36. Praduga Mira
37
Bab 37. Perseteruan Antar Dua Lelaki
38
Bab 38. Bermalam Bersama di Rumah Sakit
39
Bab 39. Rencana Darren
40
Bab 40. Saran untuk Naomi
41
Bab 41. Tyas Hamil dengan Siapa?
42
Bab 42. Janin Ini Milik Yeon!
43
Bab 43. Darren Kebingungan
44
Bab 44. Tidak Lagi Impoten
45
Bab 45. Meminta Bantuan
46
Bab 46. Tidak Mampu Berdiri
47
Bab 47. Rasa Cinta yang Sesungguhnya
48
Bab 48. Amarah Tyas
49
Bab 49. Rahasia Daddy Yeon
50
Bab 50. Mantan Sekretaris Tuan Jee
51
Bab 51. Di Landa Kegelisahan
52
Bab 52. Menangkap Hama
53
Bab 53. Rasa Cemas
54
Bab 54. Berbagai Jenis Kartu Permainan
55
Bab 55. Pengingat Diri
56
Bab 56. Cantik Sejak Bayi
57
Bab 57. Joreme
58
Bab 58. Yeon Cemburu
59
Bab 59. Rasa Ke Tidak Relaan Jerome
60
Bab 60. Sekertaris X Presdir
61
Bab 61. Tak Ada Celah
62
Bab 62. Bukan Saingan
63
Bab 63. Karena Mira
64
Bab 64. Resign
65
Bab 65. Melahirkan
66
Bab 66. Presdir Arogan
67
Bab 67. Di Buat Malu
68
Bab 68. Yeon vs Christ
69
Bab 69. Mommy Jerome
70
Bab 70. Undangan Pernikahan
71
Bab 71. Happy Ending
72
Bonchap. Baby Alric
73
Promo Novel Pelayan Cantik Tawanan Hot CEO
74
Secret Wife New Novel
75
Promo Novel
76
Novel baru - My Husband is Mine!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!