Bab 13. Perang Batin

Tak berapa lama kemudian, Yeon pun telah berada di dalam apartemen milik Mira kembali.

"Kenapa secepat itu sudah kembali lagi?" tanya Mira dengan penuh selidik.

"Aku tadi merasa tidak enak badan. Jadi aku putuskan untuk kembali lagi kemari," jawab Yeon dengan mengambil minuman dingin di dalam lemari pendingin.

"Kamu sakit?" tanya Mira dengan memegang kening Yeon.

"Tidak panas," ucap Mira kemudian.

Sedangkan Yeon pun kemudian nampak melangkah menduduk kan pantatnya di sofa.

"Jangan ganggu aku. Aku ingin beristirahat disini sebentar saja. Bangunkan aku sebelum jam empat sore. Lalu kita pergi untuk memeriksa janin kamu yang katanya adalah calon anakku," ucap Yeon yang tak lama kemudian nampak terlelap di mini sofa.

"Huh, aneh. Aku pun jadi ikut mengantuk, hoamm ..." ucap Mira dengan sesekali terlihat menguap.

Pada akhirnya Mira pun memutuskan untuk merebahkan diri di dalam kamar nya tersebut.

Hingga tak lama kemudian, Mira pun juga terlelap dalam mimpi.

Disisi lain, terlihat Tyas dan Darren tengah melakukan tes kehamilan menggunakan test pack di dalam kamar mandi.

"Yah, ternyata cuma muncul garis satu, sayang. Padahal aku sudah sangat berharap jika saat ini kamu tengah hamil anakku," ucap Darren dengan menghela nafas dengan raut wajah kecewa.

"Sudahlah sayang. Aku juga sedih ini karena aku kira diriku terlambat datang bulan karena tengah mengandung. Nyatanya ini hanya tertera garis satu yang artinya aku hanya telat datang bulan biasa," ucap Tyas dengan merubah ekspresi muka nya berpura-pura terlihat sedih.

Padahal di dalam hatinya dirinya pun bersorak senang karena diri nya masih bisa bermain fantasi dengan banyak pria lain nya dan masih bisa mendalami peran sebagai artis pendatang baru di negeranya.

Darren pun terlihat mengangguk dan mengusap punggung wanita yang selalu membayarnya dengan banyak uang.

Darren juga tidak menampik jika menjadi seorang gigolo merupakan pekerjaan yang sangat menjanjikan untuk menghasilkan pundi-pundi uang dengan sangat cepat.

Apalagi di era zaman sekarang ini yang sangat susah untuk mendapatkan pekerjaan yang cukup layak dengan gaji yang bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jadi jalan pintas yang di ambil oleh Darren setelah menikah dengan istrinya adalah menjadi seorang gigolo.

Untungnya istri Darren sama sekali tidak mengetahui pekerjaan Darren yang sesungguhnya. Setiap kali Darren di tanya tentang pekerjaan nya maka dia akan menjawab bekerja di bidang jasa pelayanan.

Dan istrinya mempercayai hal tersebut. Sebenarnya jauh sebelum menikah pun Darren sangat mencintai istrinya tersebut.

Namun seiring berjalan nya waktu karena sang istri tidak segera kunjung hamil pun membuat Darren gelisah hingga dirinya lebih sering melakukan hubungan tersebut tanpa menggunakan pengaman ketika bersama dengan Tyas yang notabene nya sering menggunakan jasanya.

Hingga setelah Tyas merasa terpuaskan akan pelayanan yang diberikan oleh Darren tersebut maka Tyas akan memberikan banyak uang kepada Darren dan segera menyuruhnya untuk segera pulang.

"Baiklah aku akan segera pulang, sayang. Jangan lupa jika menginginkan kembali pelayanan dariku segera hubungi aku," ucap Darren dengan memberikan sebuah kecupan singkat di bibir Tyas.

Setelah Darren keluar dari kamar yang ditempati nya maka dengan cepat Tyas memanggil petugas house keeping untuk membersihkan dan merapikan kamarnya kembali.

Sembari menunggu kamarnya selesai di bersihkan maka Tyas pun membuka pesan dan panggilan yang masuk di dalam ponsel nya tersebut.

"Oh astaga, banyak sekali pesan dan telepon yang masuk dari Yeon. Untung saja aku tadi tidak mendengar bunyi kamar tempat menginapku di ketuk. Kalau Yeon menangkap basah apa yang sedang aku lakukan matilah aku," gumam Tyas dengan mengambil jaket Yeon yang tertinggal dan kemudian melipatnya.

Sedangkan disisi lain, Yeon dan Mira pun telah berada di dalam ruang dokter kandungan.

Perut Mira pun tengah di oles menggunakan gel oleh dokter kandungan tersebut.

Dengan segera sang dokter pun memeriksa perut Mira yang tak lama kemudian terpampang gambaran bentuk gumpalan hitam putih yang terpampang di layar USG.

"Kondisi janin Nyonya Mira sangat sehat, Tuan. Ingat untuk menjaga pola makan dengan hati-hati serta jangan beraktivitas yang berat-berat lebih dulu karena usia kandungan Nyonya Mira yang masih rentan di usia trimester pertama. Jangan melakukan hubungan suami istri terlebih dahulu hingga usia kandungan menginjak trimester kedua ya, Tuan Yeon," ucap sang dokter dengan gamblang yang membuat wajah Yeon dan Mira memerah seketika.

'Siapa juga juga yang akan menyentuh Mira, Dok. Karena milikku tidak bisa bereaksi dengan cara apa pun,' gumam Yeon di dalam hati.

"Anu, Dok ... apakah usia kandungan istri saya ini sudah bisa untuk melakukan test DNA terhadap janin?" ucap Yeon dengan nada hati-hati.

Mendengar pertanyaan dari sang pemegang saham terbesar di rumah sakit yang saat ini menaunginya pun membuat sang dokter sedikit terkaget.

Begitu juga dengan Mira. Namun Mira telah mempersiapkan mental dan tidak berusaha bersikap baik-baik saja untuk membuktikan kepada Yeon jika bayi yang di kandung nya benar-benar darah dagingnya.

"Belum bisa, Tuan. Dua minggu lagi datang lah kemari kembali dan usia kandungan nya sudah bisa untuk melakukan test DNA terhadap janin yang di kandung Nyonya Mira, di usia sepuluh minggu," ucap sang Dokter.

"Baiklah, Dok. Dua minggu kemudian kami akan kembali melakukan test di rumah sakit ini. Saya harap doketer bisa menjaga privasi saya agar rumor tidak merebak di luaran sana," ucap Yeon dengan raut wajah mengintimidasi.

"Baik, Tuan. Percayakan kepada kami," jawab sang Dokter.

Yeon dan Mira pun segera keluar dari dalam ruangan tersebut.

"Kamu tidak tersinggung kan jika aku mengatakan ingin melakukan test DNA secepatnya?" tanya Yeon dengan terus melangkah di sepanjang koridor rumah sakit.

"Untuk apa tersinggung. Itu lebih baik di lakukan dengan cepat agar kita tahu hasilnya dengan segera. Kamu boleh menceraikan ku di tempat jika hasil DNA tidak menunjukkan kecocokan. Namun jika terbukti janin ini adalah milikmu maka kita akan tetap sepakat untuk bercerai setelah aku berhasil melahirkan bayi yang ku kandung. Dan jangan sekalipun berniat untuk memiliki bayiku," ucap Mira dengan gamblang yang membuat hati Yeon terasa tercubit di akhir kalimat yang terucap dari bibir mungil istrinya tersebut.

Yeon pun nampak diam tanpa memberikan jawaban apapun atas ucapan Mira. Karena Yeon khawatir jika ternyata Janin yang di kandung istrinya saat ini adalah benar-benar darah dagingnya.

Namun hati dan logika Yeon pun terus berkecamuk. Bagaimana mungkin senjata miliknya yang tidak mampu berdiri tersebut bisa menghasilkan buah cinta yang tumbuh di dalam perut istrinya sekarang ini?

Terpopuler

Comments

epifania rendo

epifania rendo

semoga anaknya

2023-10-31

0

Juan Sastra

Juan Sastra

mira hanya mengharap dapat nazab bagi anaknya kelak agar bisa mendapat akta kelahiran..👍👍

2023-10-26

1

Tarmi Widodo

Tarmi Widodo

jd ribet 😀😀😀

2023-10-15

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jebakan Adik Tiri
2 Bab 2. Pembelaan Daddy
3 Bab 3. Ketakutan Yeon
4 Bab 4. Membuat Perhitungan
5 Bab 5. Impoten
6 Bab 6. Berteman Baik Sejak Bayi
7 Bab 7. Kekasih Gelap Tyas
8 Bab 8. Seranjang
9 Bab 9. Menyimpan Rasa
10 Bab 10. Menduga-duga
11 Bab 11. Kesal!
12 Bab 12. Simpanan Tyas
13 Bab 13. Perang Batin
14 Bab 14. Dibandingkan
15 Bab 15. Menolak Dimadu
16 Bab 16. Tetap Dekat
17 Bab 17. Perubahan Sikap Mira
18 Bab 18. Kedatangan Naomi
19 Bab 19. Senjata Telah Bereaksi
20 Bab 20. Tertekan dan Frustasi
21 Bab 21. Menerima Permintaan
22 Bab 22. Parfum Halusinasi
23 Bab 23. Drama Dipagi Hari
24 Bab 24. Rencana Merdukun
25 Bab 25. Bisikan untuk Sang Baby
26 Bab 26. Geli Didalam Mimpi
27 Bab 27. Tak Kunjung Kembali
28 Bab 28. Sakit
29 Bab 29. Bodyguard
30 Bab 30. Tersedak
31 Bab 31. Pingsan
32 Bab 32. Mencari Tahu Kebenaran
33 Bab 33. Yeon Vs Adolfo
34 Bab 34. Bukti
35 Bab 35. Hadiah untuk Mira
36 Bab 36. Praduga Mira
37 Bab 37. Perseteruan Antar Dua Lelaki
38 Bab 38. Bermalam Bersama di Rumah Sakit
39 Bab 39. Rencana Darren
40 Bab 40. Saran untuk Naomi
41 Bab 41. Tyas Hamil dengan Siapa?
42 Bab 42. Janin Ini Milik Yeon!
43 Bab 43. Darren Kebingungan
44 Bab 44. Tidak Lagi Impoten
45 Bab 45. Meminta Bantuan
46 Bab 46. Tidak Mampu Berdiri
47 Bab 47. Rasa Cinta yang Sesungguhnya
48 Bab 48. Amarah Tyas
49 Bab 49. Rahasia Daddy Yeon
50 Bab 50. Mantan Sekretaris Tuan Jee
51 Bab 51. Di Landa Kegelisahan
52 Bab 52. Menangkap Hama
53 Bab 53. Rasa Cemas
54 Bab 54. Berbagai Jenis Kartu Permainan
55 Bab 55. Pengingat Diri
56 Bab 56. Cantik Sejak Bayi
57 Bab 57. Joreme
58 Bab 58. Yeon Cemburu
59 Bab 59. Rasa Ke Tidak Relaan Jerome
60 Bab 60. Sekertaris X Presdir
61 Bab 61. Tak Ada Celah
62 Bab 62. Bukan Saingan
63 Bab 63. Karena Mira
64 Bab 64. Resign
65 Bab 65. Melahirkan
66 Bab 66. Presdir Arogan
67 Bab 67. Di Buat Malu
68 Bab 68. Yeon vs Christ
69 Bab 69. Mommy Jerome
70 Bab 70. Undangan Pernikahan
71 Bab 71. Happy Ending
72 Bonchap. Baby Alric
73 Promo Novel Pelayan Cantik Tawanan Hot CEO
74 Secret Wife New Novel
75 Promo Novel
76 Novel baru - My Husband is Mine!
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Jebakan Adik Tiri
2
Bab 2. Pembelaan Daddy
3
Bab 3. Ketakutan Yeon
4
Bab 4. Membuat Perhitungan
5
Bab 5. Impoten
6
Bab 6. Berteman Baik Sejak Bayi
7
Bab 7. Kekasih Gelap Tyas
8
Bab 8. Seranjang
9
Bab 9. Menyimpan Rasa
10
Bab 10. Menduga-duga
11
Bab 11. Kesal!
12
Bab 12. Simpanan Tyas
13
Bab 13. Perang Batin
14
Bab 14. Dibandingkan
15
Bab 15. Menolak Dimadu
16
Bab 16. Tetap Dekat
17
Bab 17. Perubahan Sikap Mira
18
Bab 18. Kedatangan Naomi
19
Bab 19. Senjata Telah Bereaksi
20
Bab 20. Tertekan dan Frustasi
21
Bab 21. Menerima Permintaan
22
Bab 22. Parfum Halusinasi
23
Bab 23. Drama Dipagi Hari
24
Bab 24. Rencana Merdukun
25
Bab 25. Bisikan untuk Sang Baby
26
Bab 26. Geli Didalam Mimpi
27
Bab 27. Tak Kunjung Kembali
28
Bab 28. Sakit
29
Bab 29. Bodyguard
30
Bab 30. Tersedak
31
Bab 31. Pingsan
32
Bab 32. Mencari Tahu Kebenaran
33
Bab 33. Yeon Vs Adolfo
34
Bab 34. Bukti
35
Bab 35. Hadiah untuk Mira
36
Bab 36. Praduga Mira
37
Bab 37. Perseteruan Antar Dua Lelaki
38
Bab 38. Bermalam Bersama di Rumah Sakit
39
Bab 39. Rencana Darren
40
Bab 40. Saran untuk Naomi
41
Bab 41. Tyas Hamil dengan Siapa?
42
Bab 42. Janin Ini Milik Yeon!
43
Bab 43. Darren Kebingungan
44
Bab 44. Tidak Lagi Impoten
45
Bab 45. Meminta Bantuan
46
Bab 46. Tidak Mampu Berdiri
47
Bab 47. Rasa Cinta yang Sesungguhnya
48
Bab 48. Amarah Tyas
49
Bab 49. Rahasia Daddy Yeon
50
Bab 50. Mantan Sekretaris Tuan Jee
51
Bab 51. Di Landa Kegelisahan
52
Bab 52. Menangkap Hama
53
Bab 53. Rasa Cemas
54
Bab 54. Berbagai Jenis Kartu Permainan
55
Bab 55. Pengingat Diri
56
Bab 56. Cantik Sejak Bayi
57
Bab 57. Joreme
58
Bab 58. Yeon Cemburu
59
Bab 59. Rasa Ke Tidak Relaan Jerome
60
Bab 60. Sekertaris X Presdir
61
Bab 61. Tak Ada Celah
62
Bab 62. Bukan Saingan
63
Bab 63. Karena Mira
64
Bab 64. Resign
65
Bab 65. Melahirkan
66
Bab 66. Presdir Arogan
67
Bab 67. Di Buat Malu
68
Bab 68. Yeon vs Christ
69
Bab 69. Mommy Jerome
70
Bab 70. Undangan Pernikahan
71
Bab 71. Happy Ending
72
Bonchap. Baby Alric
73
Promo Novel Pelayan Cantik Tawanan Hot CEO
74
Secret Wife New Novel
75
Promo Novel
76
Novel baru - My Husband is Mine!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!