Tak berapa lama kemudian, Yeon pun telah berada di dalam apartemen milik Mira kembali.
"Kenapa secepat itu sudah kembali lagi?" tanya Mira dengan penuh selidik.
"Aku tadi merasa tidak enak badan. Jadi aku putuskan untuk kembali lagi kemari," jawab Yeon dengan mengambil minuman dingin di dalam lemari pendingin.
"Kamu sakit?" tanya Mira dengan memegang kening Yeon.
"Tidak panas," ucap Mira kemudian.
Sedangkan Yeon pun kemudian nampak melangkah menduduk kan pantatnya di sofa.
"Jangan ganggu aku. Aku ingin beristirahat disini sebentar saja. Bangunkan aku sebelum jam empat sore. Lalu kita pergi untuk memeriksa janin kamu yang katanya adalah calon anakku," ucap Yeon yang tak lama kemudian nampak terlelap di mini sofa.
"Huh, aneh. Aku pun jadi ikut mengantuk, hoamm ..." ucap Mira dengan sesekali terlihat menguap.
Pada akhirnya Mira pun memutuskan untuk merebahkan diri di dalam kamar nya tersebut.
Hingga tak lama kemudian, Mira pun juga terlelap dalam mimpi.
Disisi lain, terlihat Tyas dan Darren tengah melakukan tes kehamilan menggunakan test pack di dalam kamar mandi.
"Yah, ternyata cuma muncul garis satu, sayang. Padahal aku sudah sangat berharap jika saat ini kamu tengah hamil anakku," ucap Darren dengan menghela nafas dengan raut wajah kecewa.
"Sudahlah sayang. Aku juga sedih ini karena aku kira diriku terlambat datang bulan karena tengah mengandung. Nyatanya ini hanya tertera garis satu yang artinya aku hanya telat datang bulan biasa," ucap Tyas dengan merubah ekspresi muka nya berpura-pura terlihat sedih.
Padahal di dalam hatinya dirinya pun bersorak senang karena diri nya masih bisa bermain fantasi dengan banyak pria lain nya dan masih bisa mendalami peran sebagai artis pendatang baru di negeranya.
Darren pun terlihat mengangguk dan mengusap punggung wanita yang selalu membayarnya dengan banyak uang.
Darren juga tidak menampik jika menjadi seorang gigolo merupakan pekerjaan yang sangat menjanjikan untuk menghasilkan pundi-pundi uang dengan sangat cepat.
Apalagi di era zaman sekarang ini yang sangat susah untuk mendapatkan pekerjaan yang cukup layak dengan gaji yang bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Jadi jalan pintas yang di ambil oleh Darren setelah menikah dengan istrinya adalah menjadi seorang gigolo.
Untungnya istri Darren sama sekali tidak mengetahui pekerjaan Darren yang sesungguhnya. Setiap kali Darren di tanya tentang pekerjaan nya maka dia akan menjawab bekerja di bidang jasa pelayanan.
Dan istrinya mempercayai hal tersebut. Sebenarnya jauh sebelum menikah pun Darren sangat mencintai istrinya tersebut.
Namun seiring berjalan nya waktu karena sang istri tidak segera kunjung hamil pun membuat Darren gelisah hingga dirinya lebih sering melakukan hubungan tersebut tanpa menggunakan pengaman ketika bersama dengan Tyas yang notabene nya sering menggunakan jasanya.
Hingga setelah Tyas merasa terpuaskan akan pelayanan yang diberikan oleh Darren tersebut maka Tyas akan memberikan banyak uang kepada Darren dan segera menyuruhnya untuk segera pulang.
"Baiklah aku akan segera pulang, sayang. Jangan lupa jika menginginkan kembali pelayanan dariku segera hubungi aku," ucap Darren dengan memberikan sebuah kecupan singkat di bibir Tyas.
Setelah Darren keluar dari kamar yang ditempati nya maka dengan cepat Tyas memanggil petugas house keeping untuk membersihkan dan merapikan kamarnya kembali.
Sembari menunggu kamarnya selesai di bersihkan maka Tyas pun membuka pesan dan panggilan yang masuk di dalam ponsel nya tersebut.
"Oh astaga, banyak sekali pesan dan telepon yang masuk dari Yeon. Untung saja aku tadi tidak mendengar bunyi kamar tempat menginapku di ketuk. Kalau Yeon menangkap basah apa yang sedang aku lakukan matilah aku," gumam Tyas dengan mengambil jaket Yeon yang tertinggal dan kemudian melipatnya.
Sedangkan disisi lain, Yeon dan Mira pun telah berada di dalam ruang dokter kandungan.
Perut Mira pun tengah di oles menggunakan gel oleh dokter kandungan tersebut.
Dengan segera sang dokter pun memeriksa perut Mira yang tak lama kemudian terpampang gambaran bentuk gumpalan hitam putih yang terpampang di layar USG.
"Kondisi janin Nyonya Mira sangat sehat, Tuan. Ingat untuk menjaga pola makan dengan hati-hati serta jangan beraktivitas yang berat-berat lebih dulu karena usia kandungan Nyonya Mira yang masih rentan di usia trimester pertama. Jangan melakukan hubungan suami istri terlebih dahulu hingga usia kandungan menginjak trimester kedua ya, Tuan Yeon," ucap sang dokter dengan gamblang yang membuat wajah Yeon dan Mira memerah seketika.
'Siapa juga juga yang akan menyentuh Mira, Dok. Karena milikku tidak bisa bereaksi dengan cara apa pun,' gumam Yeon di dalam hati.
"Anu, Dok ... apakah usia kandungan istri saya ini sudah bisa untuk melakukan test DNA terhadap janin?" ucap Yeon dengan nada hati-hati.
Mendengar pertanyaan dari sang pemegang saham terbesar di rumah sakit yang saat ini menaunginya pun membuat sang dokter sedikit terkaget.
Begitu juga dengan Mira. Namun Mira telah mempersiapkan mental dan tidak berusaha bersikap baik-baik saja untuk membuktikan kepada Yeon jika bayi yang di kandung nya benar-benar darah dagingnya.
"Belum bisa, Tuan. Dua minggu lagi datang lah kemari kembali dan usia kandungan nya sudah bisa untuk melakukan test DNA terhadap janin yang di kandung Nyonya Mira, di usia sepuluh minggu," ucap sang Dokter.
"Baiklah, Dok. Dua minggu kemudian kami akan kembali melakukan test di rumah sakit ini. Saya harap doketer bisa menjaga privasi saya agar rumor tidak merebak di luaran sana," ucap Yeon dengan raut wajah mengintimidasi.
"Baik, Tuan. Percayakan kepada kami," jawab sang Dokter.
Yeon dan Mira pun segera keluar dari dalam ruangan tersebut.
"Kamu tidak tersinggung kan jika aku mengatakan ingin melakukan test DNA secepatnya?" tanya Yeon dengan terus melangkah di sepanjang koridor rumah sakit.
"Untuk apa tersinggung. Itu lebih baik di lakukan dengan cepat agar kita tahu hasilnya dengan segera. Kamu boleh menceraikan ku di tempat jika hasil DNA tidak menunjukkan kecocokan. Namun jika terbukti janin ini adalah milikmu maka kita akan tetap sepakat untuk bercerai setelah aku berhasil melahirkan bayi yang ku kandung. Dan jangan sekalipun berniat untuk memiliki bayiku," ucap Mira dengan gamblang yang membuat hati Yeon terasa tercubit di akhir kalimat yang terucap dari bibir mungil istrinya tersebut.
Yeon pun nampak diam tanpa memberikan jawaban apapun atas ucapan Mira. Karena Yeon khawatir jika ternyata Janin yang di kandung istrinya saat ini adalah benar-benar darah dagingnya.
Namun hati dan logika Yeon pun terus berkecamuk. Bagaimana mungkin senjata miliknya yang tidak mampu berdiri tersebut bisa menghasilkan buah cinta yang tumbuh di dalam perut istrinya sekarang ini?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
epifania rendo
semoga anaknya
2023-10-31
0
Juan Sastra
mira hanya mengharap dapat nazab bagi anaknya kelak agar bisa mendapat akta kelahiran..👍👍
2023-10-26
1
Tarmi Widodo
jd ribet 😀😀😀
2023-10-15
0