Mommy serta Daddy Yeon pun bergegas menuju ke kamar tidur milik putra pertama nya tersebut dengan meninggalkan Mira yang masih terlihat kebingungan seorang diri.
"Yeon! Kamu jangan mengarang cerita jika dirimu mengidap impotensi! Bagaimana mungkin senjata milikmu tidak mampu berdiri di usia produktif mu saat ini?? Senjata milik Daddy mu yang sudah berumur saja setiap saat masih mampu tegak berdiri menantang jika bersentuhan dengan tubuh Mommy mu ini! Bagaimana mungkin putra Mommy mengidap impoten?" ucap Mommy Yeon dengan nada syok di dalam kamar putra nya tersebut.
Sedangkan raut wajah sang suami yang mendengar ucapan istrinya tersebut pun terlihat bersemu merah antara senang di puji sang istri dan mendadak malu di hadapan sang putra karena harus membahas masalah seksual antara dirinya dan sang istri.
"Aku dan Daddy berbeda, Mom. Makanya tidak mungkin jika wanita itu hamil darah dagingku. Milikku yang tengah melihat bentuk tubuh mulus Tyas tanpa sehelai benang pun saja tidak mampu berdiri sama sekali. Padahal kami telah mencoba pemanasan berbagai cara, namun semua nya tidak ada yang mampu untuk membangunkan senjata milikku, Mom. Mommy tahu sendiri kan jika aku sangat mencintai dan tergila-gila dengan tunanganku Tyas sejak dulu," ucap Yeon dengan begitu santai nya di depan sang Mommy perihal sejauh apa hubungannya dengan sang tunangan.
"Oh, Astaga! Sejak kapan kalian saling memandang tanpa sehelai benang pun! Dan sejak kapan Mommy dan Daddy merestui pertunangan kalian! Pertunangan itu tidak akan sah sampai kapanpun karena tidak ada andil restu dari kami sebagai orang tua kamu, Yeon! " pekik sang Mommy dengan terus memukul tubuh putra sulungnya tersebut dengan beringas.
"Aku tidak lagi peduli dengan restu Mommy dan Daddy. Yang paling penting adalah aku sangat mencintai tunanganku Tyas, dan kami saling mencintai," jawab Yeon dengan entengnya.
"Yeon! Apa kamu sudah buta! Wanita itu bukan wanita baik-baik! Dia pernah menjajakan tubuhnya dengan rekan bisnis Daddy kamu sebelum berubah haluan menjadi artis pendatang baru di negara asalnya!" pekik sang Mommy dengan wajah terlihat semakin memerah karena menahan kesal dan amarah.
"Sabar, Mom," ucap Daddy Yeon dengan menenangkan sang istri yang nafasnya pun terlihat naik turun memburu.
"Aku tidak peduli dengan masa lalunya, Mom. Yang terpenting saat ini kami saling mencintai satu sama lain dan Tyas tidak pernah menduakan ku sama sekali. Dan yang patut di sebut sebagai wanita murahan adalah wanita yang tiba-tiba datang kerumah ini dan mengaku hamil benih dariku," ucap Yeon dengan bersiap kembali menuju ke kantornya.
"Astaga! Kamu memang sudah di butakan oleh rayuan wanita matrealistis seperti Tyas. Bagaimana mungkin wanita itu tidak tergila-gila kepadamu jika kamu tidak memberikan banyak kartu kredit tanpa limit untuknya yang suka berfoya-foya?!" ucap Mommy Yeon dengan memekik terlihat sangat frustasi untuk segera menyadarkan sang anak.
"Sudah sepantasnya aku memanjakan kekasihku dengan harta milikku, Mom. Toh dia adalah calon istriku kelak. Bye Mommy, jangan banyak marah. Putramu ini mau berangkat kerja lagi. Muach," ucap Yeon dengan mengecup kening Mommy nya dan melenggang keluar begitu saja.
"Ini karena Daddy terlalu memanjakan nya sedari kecil!" ucap Mommy Yeon dengan menatap tajam ke arah sang suami.
"Ya, Mom. Semua adalah salah Daddy," balas sang suami dengan pasrah agar tidak menimbulkan amarah lagi dari sang istri yang amat di cintai nya tersebut.
Lantas kedua nya pun turun kembali menemui putri dari almarhumah sahabatnya tersebut.
Nampak Mira yang tengah menangis terisak seorang diri di sofa ruang tamu tersebut pun membuat Mommy serta Daddy Yeon tidak tega akan keadaan Mira tersebut.
"Aku percaya kepadamu, Nak. Memang putra ku itu tengah salah bergaul dan salah memilih pasangan. Hingga mengaku-ngaku impoten segala. Tante pastikan jika kalian akan menikah segera sebelum perut kamu terlihat semakin membesar. Mulai sekarang menginap dan tinggal lah di rumah Tante. Serta panggil lah Tante dengan sebutan Mommy. Begitu juga dengan Daddy Yeon," ucap Mommy Yeon dengan mengelus punggung Mira dengan lembut agar tangisnya tersebut segera reda.
"Tapi, Tante. Hatiku rasanya sakit sekali mendengar ucapan putra Tante. Walaupun kami tidak saling mengenal sebelumnya, namun hatiku sakit sekali saat dirinya mengatakan impoten dan menolak mengakui bayi yang sedang ku kandung," ucap Mira dengan masih sesenggukan.
"Sudah jangan kamu masukkan ke hati. Kalian bahkan sudah saling mengenal semenjak dari bayi. Tumbuh bersama hingga kanak-kanak. Bahkan Yeon sendiri setiap hari selalu mencarimu jika kalian tidak bertemu barang sedetik pun. Apalagi semasa keluarga kalian memutuskan untuk pindah ke Indonesia, yang paling terpukul adalah Yeon karena harus kehilangan dirimu hingga demam selama berhari-hari," ucap Mommy Yeon dengan menceritakan sedikit kisah keduanya yang ternyata sudah saling terlupakan.
"Maaf, Tante ... namun sejujurnya aku pun sudah merasa tidak asing lagi ketika menginjakkan kaki kemari. Rasanya seperti sudah pernah kemari namun entahlah, mungkin terlupakan begitu saja karena faktor waktu rentang berpisah kita yang terlalu lama," jawab Mira dengan jujur.
Lantas Mommy Yeon pun terlihat mengambil sesuatu di laci yang tak jauh dari saat ini Mira berada.
"Lihatlah foto-foto kalian berdua semasa kecil," ucap Mommy Yeon kembali duduk di sebelah Mira dengan membuka satu buku album foto.
Mira pun segera melihat isi foto yang ada di dalam foto album tersebut.
Memang benar jika foto anak gadis kecil tersebut adalah dirinya semasa kecil.
"Aku ingat Tante! Namun lebih seringnya aku memanggilnya dengan panggilan Jee dan bukan Yeon. Haish, ternyata dunia sempit sekali. Kenapa anak lelaki yang dulu selalu mengikuti kemana pun dengan riang gembira namun setelah tumbuh dewasa menjadi sosok yang tidak bertanggung jawab," ucap Mira dengan wajah yang berubah menjadi sendu.
"Sudah, jangan sedih. Panggil Tante ini dengan panggilan Mommy ya! Biar nanti Mommy yang urus semuanya tentang pernikahan kalian," ucap Mommy Yeon dengan mengusap lembut tangan calon menantunya tersebut.
"Sebenarnya jika Jee tidak mau menikahi ku pun aku tidak ingin memaksanya Mom. Sejujurnya diriku kemari pun karena terbakar rasa amarahku dan kecewaku terhadap Jee yang telah menodaiku namun tidak meninggalkan sepatah kata pun untuk ku hingga aku hamil bayi nya pun masih terus menyangkal. Aku hanya ingin mencoba tes DNA saja Mom untuk membuktikan bahwa bayi yang ku kandung adalah miliknya dan tanpa harus menikah," ucap Mira yang terlihat sudah tidak ada keinginan untuk menikah dengan Jee Yeon.
Disatu sisi Mira pun merasa canggung karena Yeon yang telah memiliki tunangan dan Mira tidak ingin merusak hubungan antara Yeon dengan sang tunangan.
Di sisi lain nya, jika dirinya tidak kunjung menikah maka bayi yang di kandung nya tersebut terancam tidak memiliki orang tua lengkap sebagaimana keluarga pada umumnya.
"Kalian harus tetap menikah! Mommy tahu pasti alasan impoten hanyalah akal-akalan putra badung Mommy saja. Kamu jangan khawatir kan apa pun, Nak. Cukup terima beres dan Mommy serta Daddy yang akan mengurus sisanya," ucap Mommy Yeon dengan nada tegas serta menatap lekat wajah cantik calon menantunya tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Yaser Levi
coba aja mira telanjang depan yeon..gmn..?bangun gak tu burungnya😁
2024-07-26
1
Juan Sastra
udahlah mira ggak perku ngemis sama yeon,,biarkan saja dia tidak mau mengakui anaknya , toh kamu kan mampu dan pasti bisa menjadi ibu sekaligus sosok ayah bagi bayimu,,saksikan tangisan penyesalan yeon karena nantinya dia tidak akan punya keturunan jika burungnya ggak bisa tegak..saat itulah kita tertawa di atas penderitaan yeon.
2023-10-25
26
🌺𝕭𝖊𝖗𝖊-𝖆𝖟𝖛𝖆🌺
lahhh td katanya bilang bodo amat kl pun tunangan orang... sekarang beda lg...udah Mira jgn mikir 2x...rebut aja si Yeon itu...biar tunangan nya kapok..
2023-10-03
3