Setelah Mira selesai membersihkan diri, Mira pun segera menuruni anak tangga dan segera bergabung dengan pacar sang adik ipar dan mama mertua nya.
Lantas ke tiga perempuan tersebut pun sesekali terlihat tertawa bersama. Apalagi sang mama mertua yang terus membahas masa kecil Yeon dan Yuan yang terasa lucu di mata Mira serta Naomi.
"Naomi, ayo aku antar pulang sebelum hari berubah menjadi petang," ucap Yuan dengan memberikan sebuah instruksi agar Naomi segera beranjak dan mematuhi ucapan Yuan tersebut.
"Loh? Kenapa di suruh pulang? Biar Naomi ikut bergabung dengan makan malam kita, Yuan," ucap sang Mommy yang membuat Yuan pada akhirnya mengalah dan membiarkan Naomi ikut bergabung dalam makan malam di rumahnya tersebut.
"Ayo kita berganti tempat ke dapur," ucap Mommy Yeon kepada Mira dan Naomi.
Mira dan Naomi pun menurut dan mengikuti sang mama mertua menuju ke ruang dapur.
Hingga tak berapa lama, terlihat Mira serta Naomi yang kini tengah sibuk membantu sang mama mertua menyiapkan bahan makanan.
Mommy Yeon pun memberitahu kan masing-masing makanan kesukaan dari kedua putra nya tersebut kepada Mira serta Naomi.
Keduanya pun terus membantu sang mama mertua hingga masakan pun terhidang di meja makan dengan banyak sajian menu.
"Kenapa sedari tadi ku perhatikan kok seperti nya adik Naomi terus mencuri pandang terhadap ku? Jika ada yang ingin di tanyakan bialng saja, oke?" ucap Mira dengan setengah berbisik kepada Naomi.
Naomi pun merasa sidikit kikuk begitu ketahuan jika sesekali mengamati gerak tubuh Mira.
"Kakak cantik, itulah mengapa aku terus memandangi kakak secara diam-diam," balas Naomi juga dengan setengah berbisik.
"Astaga, jangan menakutiku dengan kalimat kamu itu, dek. Aku masih normal. Aku bukan penyuka sesama jenis," balas Mira dengan setengah berbisik lagi dengan terkekeh perlahan.
Keduanya pun terlihat berbisik dan tertawa bersama. Hingga makan malam di keluarga tersebut usai, maka dengan cepat Yuan mengantarkan Naomi kembali kerumahnya.
"Bagaimana menurut kamu tentang Kak Mira?" tanya Yuan di sela-sela mengemudinya.
"Sangat baik dan sangat cantik. Mulai besok aku akan merubah penampilanku seperti Kak Mira. Kamu tenang saja," ucap Naomi dengan tersenyum manis ke arah kekasihnya tersebut.
Sedangkan disisi lain, Mira yang tengah merebahkan tubuhnya seorang diri di kasur empuk yang ada di kamar tidur milik sang suami yang terlihat sangat luas pun membuatnya sedikit bebas dari kehadiran sang suami yang terkadang baik dan terkadang menyebalkan.
"Ah nyaman sekali," gumam Mira dengan terus berguling kenanan dan ke kiri dengan menggunakan piyama seksinya tersebut.
Yeon yang melihat tingkah sang istri yang terlihat lucu di dalam cctv yang dipasangnya secara sembunyi-sembunyi pun membuat Yeon tersenyum perlahan.
"Seperti nya dia sangat menikmati untuk menguasai tempat tidurku di kala tanpa kehadiranku. Haish, kenapa juga dia selalu menggunakan piyama tidur kurang bahan yang membuat mata ku terus ternoda," gumam Yeon lagi.
"Sayang, apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Tyas yang kini tengah berada di dalam kamar hotel yang sama dengan kekasihnya tersebut.
Tyas pun terlihat berjalan mendekati Yeon dengan mengenakan lingerie yang terlihat mempertontonkan dua buah melon nya tersebut.
Dengan cepat Yeon pun mematikan ponselnya tersebut agar tidak ketahuan jika dirinya sedang mengamati gerak gerik istrinya di rumah.
Yeon yang sedari tadi terbayang oleh tubuh seksi istrinya di dalam kamera cctv tersebut pun membuat nya merona.
Hingga kedua melon lokar Tyas yang menyentuh dada bidang Yeon pun terlihat sangat dinikmati oleh Yeon. Di satu sisi Yeon pun membayangkan jika yang menyentuh dada nya saat ini adalah kedua melon seksi milik Mira.
Mendapat respons tak terduga dari Yeon yang terlihat meremas kedua melon nya dengan sangat buas pun membuat Tyas tersenyum senang.
Apalagi kini Yeon terlihat asik menyedot kedua melon milik Tyas secara bergantian di atas ranjang di dalam kamar hotel tersebut dengan sangat bersemangat.
"Sayang ..." desahh Tyas dengan perlahan karena tengah menikmati sensasi dari hisapan di kedua chocochipnya.
Yeon pun terus menikmati tubuh Tyas dengan membayangkan tubuh Mira lah yang saat ini dengan dia sentuh.
Kini Yeon pun telah bertelanjang bulat tanpa sehelai benang pun yang melekat pada tubuhnya.
Bagitu juga dengan Tyas yang telah melepaskan seluruh pakaiannya tersebut dengan terus tersenyum senang.
Apalagi milik kekasihnya tersebut ternyata sudah terlihat turn on dengan berdiri dengan tegak.
Namun Tyas pun tidak ingin merusak momen-momen tersebut dan terus menikmati sentuhan yang Yeon berikan.
Sebenarnya sedari tadi, Yeon pun tanpa sedikit pun melirik wajah Tyas sama sekali. Karena Yeon hanya ingin melihat tubuh Tyas sebagai tubuh istrinya yang mampu membuatnya terasa panas dingin seperti ini.
Sebenarnya, Yeon pun sangat terkejut begitu mendapati senjatanya yang telah terlihat berdiri tegak menjulang dengan sangat keras pun membuat hati Yeon senang bukan kepalang.
Yeon pun masih melanjutkan aksinya tersebut dengan sangat beringas hingga membuat Tyas kewalahan mengimbangi cumbuann dari kekasihnya yang sangat membuatnya mabuk kepayang dan ingin segera di masuki.
Senjata milik Yeon pun telah bersiap untuk memasuki lembah milik Tyas.
"Iyaa sayang, akhir nya milikmu sudah sembuh dan berfungsi dengan baik. Ah, sentuhan mu pun membuatku sangat ingin untuk segera di hujami oleh milikmu. Ayo sayang, masuki lah," ucap Tyas dengan suara yang terus menerus di buat semanja mungkin agar terdengar begitu menawan di mata Yeon.
Namun justru reaksi setelah mendengarkan ******* yang berulang kali terus keluar dari mulut Tyas pun membuat senjata miliknya kembali tertidur dan loyo.
Seolah tidak mau lagi untuk di ajak bermain-main dan kembali berhibernasi di dalam tidur panjangnya.
"Sial!" umpat Yeon dengan melempar keras tubuh Tyas agar segera menjauh dari tubuh nya.
"Kenapa sayang? Bukankah milikmu sudah bisa bereaksi? Milikku pun sudah tidak sabar sekali untuk di masuki olehmu," ucap Tyas dengan kembali memeluk tubuh Yeon dari belakang.
"Minggirlah! Milikku sudah kembali tertidur dan aku tidak bisa melanjutkan kegiatan panas kita kembali," ucap Yeon dengan segera menuju ke dalam kamar mandi.
"Senjata sialan! Dasar pria impoten!" umpat Tyas dengan perlahan.
Dengan cepat Tyas pun membuka koper nya dan mengambil salah satu vibrator nya untuk menuntaskan hasrat yang sedari tadi melekat di tubuhnya.
"Ouh ahh, akhirnya keluar juga," ucap Tyas dengan wajah yang telah terlihat kembali sumringah dan segera memasukkan kembali alat tersebut ke dalam kopernya.
Sedangkan di dalam kamar mandi, Yeon pun terlihat berendam di dalam bathtub dengan terus melihat kegiatan istrinya di kamar tidur pribadinya tersebut yang ternyata telah tertidur dengan sangat pulas.
Yeon pun nampak memperbesar rekaman cctv tersebut dan terpampang lah tubuh seksi milik istrinya tersebut yang mempertontonkan paha putih mulus yang terlihat begitu menggoda serta kedua bongkahan melon milik istrinya yang terlihat mencuat keluar.
Hingga tanpa Yeon sadari, senjata miliknya pun nampak kembali terbangun yang membuat Yeon kembali merasakan miliknya terasa mengeras dan hanya dengan sekali putaran tangan saja pun telah membuat miliknya berkedut dengan hebat serta cairan miliknya pun keluar dengan sendirinya.
"Astaga, seenak ini rasanya," gumam Yeon dengan wajah yang terlihat sangat puas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
hìķàwäþî
sakit jiwa..
2023-11-15
0
epifania rendo
mira pawangnya
2023-10-31
0
Juan Sastra
akan lebih kau gugat cetailah yeon mira dari pada kau hanya di jadikan obat pelampiasan dan fantasi hasrat liarnya yeon saat dia bersama tyas
2023-10-26
0