Mira pun telah kembali ke rutinitas sehari-hari nya menjalankan perusahaan peninggalan sang Mommy.
Setumpuk dokumen pun telah menanti di meja nya. Selain itu pertemuan nya dengan kliennya pun terjadwal hingga sore hari.
"Nona Mira, kemarin Tuan Adolfo sempat bertanya kepada saya tentang hubungan Nona dengan Tuan Yeon. Namun saya enggan untuk menjawab karena saya takut jika ada salah kata yang keluar dari tutur kata saya," ucap Mira di sela-sela perjalanan menuju ke perusahaan yang di pimpin oleh Adolfo.
"Baiklah, Araa. Biar saya jelaskan sendiri kepada Tuan Adolfo jika dirinya bertanya secara langsung kepada ku nanti," ucap Mira dengan membaca berkas-berkas yang akan di gunakan untuk meeting nanti.
Sedangkan Araa terlihat begitu kerepotan membawakan camilan yang telah Mira beli di pinggiran jalan.
Ada odeng, kimbap, tteobokki, corndog mozarella saus lava, dan beberapa jajanan lainnya yang terlihat bewarna merah dan aroma cabai yang menguar kuat di dalam mobil yang kedua nya tumpangi.
"Nona, apa tidak takut perutnya sakit karena kepedesan? Hati-hati nona, jangan sampai saus nya menetes di helai kertas," ucap Araa dengan menatap mulut boss nya yang begitu di penuhi oleh makanan tak sehat.
"Makanlah jika kamu ingin, Araa. Ini sangatlah enak. Jangan julid ya kamu, memang begini keadaan nya jika dalam keadaan mengandung. Makan banyak dan rasanya ingin yang bervariasi dari yang manis, asin, asem, dan pedas," jawab Mira dengan terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya tiada henti.
Hingga tak lama kemudian, mobil pun telah berhenti tepat di depan perusahaan milik Adolfo.
"Nona, kita telah sampai di lobby depan perusahaan milik Adolf group," ucap sang sopir mengingatkan boss muda nya tersebut agar segera bersiap.
Mira pun kemudian menganggukkan kepalanya serta merapikan kembali penampilan nya.
Setelah di rasa rapi, Mira pun segera keluar dari dalam mobil tersebut dengan di ikuti oleh Araa, sang asisten.
Keduanya pun di sambut dengan hormat dan dipersilahkan untuk segera menuju ke ruang meeting.
Tak lama kemudian meeting pun berlangsung hingga memakan waktu kurang lebih selama dua jam dengan perut Mira yang kembali terasa keroncongan.
"Nona Mira, Tuan kami telah menyiapkan makan siang bersama di sebuah restoran tak jauh dari perusahaan. Mari ikuti saya," ucap asisten pribadi Adolfo dengan cepat menunjukkan jalan untuk segera menuju ke dalam mobil pribadi sang boss besar.
"Sebentar, saya tidak ingin makan siang hanya berdua saja dengan Tuan Adolfo. Araa harus ikut denganku. Kalau tidak maka jangan harap aku akan ikut dalam acara makan siang tersebut," ucap Mira yang telah mengetahui jika Adolfo menaruh hati kepada nya.
"Tidak masalah, Nona," ucap sang Asisten kepercayaan Adolfo dengan membuka pintu mobil secara perlahan.
"Hai, Nona Mira. Senang kembali bertemu dengan mu," sapa Adolfo yang ternyata telah duduk di kursi penumpang lebih dulu.
"Astaga, Tuan Adolf kenapa anda mengagetkan saya. Saya pikir di bangku penumpang belum ada siapa pun," jawab Mira yang kemudian segera diduduk di samping Adolfo.
Sedangkan Araa pada akhirnya mengalah untuk duduk di samping sang asisten Tuan Adolfo yang terlihat fokus menyetir.
Hingga tak lama kemudian mereka berempat pun tiba di sebuah restoran yang terlihat sangat mewah.
"Pilihlah menu sesuka mu disini. Kokinya sangat handal. Bahkan kamu bisa request menu makanan khas Indonesia sekalipun," ucap Adolfo dengan begitu berbangga diri.
Karena memang sedari awal Adolfo telah merekrut koki handal asli orang Indonesia di dalam restoran miliknya tersebut. Ya, restoran mewah tersebut adalah salah satu waralaba dengan menu terlengkap dari sajian berbagai negara milik Adolfo.
"Benarkah??" tanya Mira dengan mata berbinar.
Sebenarnya sedari tadi dia sangat menginginkan makanan yang hanya di Indonesia yang tak lain adalah pempek khas Palembang.
Adolfo pun nampak mengangguk. "Benar, silahkan request sesuka kamu. Disini restoran serba ada. Hehehehe," ucap Adolfo dengan terkekeh perlahan.
Kemudian Mira pun segera menuliskan menu yang di inginkan tersebut dengan cepat.
Ada pempek khas Palembang, seblak hot janda kembang, pentol ndower level genderuwo, dan masih banyak camilan yang lain nya lagi.
Dengan sigap, para koki andalan pun bekerja untuk membuat menu tersebut dengan penuh suka cita.
Hingga tak berapa lama, seluruh hidangan pesanan Mira pun tersaji di atas meja.
Semua nya pun terlihat sangat menggugah selera. Hingga Mira pun nampak menelan air ludah nya berkali-kali karena tidak sabar untuk segera mencicipi hidangan yang ada di depan matanya tersebut.
"Silahkan di habiskan, Nona Mira. Jangan sungkan. Silahkan semuanya mengambil peranan yang telah kalian pesan," ucap Adolfo dengan wajah antusias.
Mira pun segera memakan satu persatu makanan yang telah di pesan nya tersebut dengan menikmati rasa rempah-rempah yang begitu cocok di lidahnya hingga di cocolnya sambal yang tersisa tersebut menggunakan kerupuk udang.
Adolfo yang melihat betapa antusias dan lahapnya Mira memakan masakan para koki nya pun seketika ada rasa lega dan bangga di hatinya.
"Bagaimana penilaian Nona Mira tentang masakan koki disini?" tanya Adolfo kemudian.
"Mantap benar, semuanya endesss dan top markotop, Tuan. Rasanya besok aku ingin kembali makan siang kesini. Sangat cocok di lidahku," jawab Mira dengan menahan rasa pedas yang membakar di mulut nya.
Kemudian Mira pun meneguk es cendol dawet yang rasanya seperti memang asli buatan Indonesia.
"Bilang saja kepadaku jika akan berkunjung kemari. Dengan senang hati saya akan menemani makan siang Nona Mira," ucap Adolfo dengan mengusap sisa santan yang tertinggal di sudut mulut Mira dengan tissue.
Mira pun terkejut mendapati tindakan Adolfo yang dengan lancang mengusap sudut bibirnya tanpa permisi tersebut.
"Maaf, reflek tangan saya, Nona," kilah Adolfo dengan segera menarik kembali tangan nya.
"Tidak masalah, Tuan. Namun lain kali jika hal ini terjadi lagi maka cukup Tuan Adolfo memberitahu ke saya tanpa harus menyentuh bagian dari tubuh saya," ucap Mira dengan tegas.
Bagaimana pun juga dirinya kini telah memiliki suami yang harus di jaga harkat dan martabat nya agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Walaupun pernikahan nya akan berakhir setelah bayi yang di kandung nya lahir di dunia.
Setiap momen nya, Mira akan berusaha menjalani dengan penuh riang gembira demi buah hati yang kini telah bersemayam di perutnya tersebut.
Hingga makan siang bersama Adolfo berakhir, Mira dan sang asisten pun segera bertolak kembali ke perusahaan.
Hingga sore hari, Mira kini telah berada di kediaman mertua nya kembali. Dengan seorang tamu wanita cantik yang ternyata kekasih dari sang adik ipar.
"Hallo, Kak Mira. Senang bertemu dengan Kakak," ucap Naomi dengan tersenyum manis memandangi wajah kakak ipar kekasihnya tersebut yang memang terlihat sangat cantik.
"Wah, adik ipar ternyata tidak salah memilih pasangan. Kamu sangat cantik dan manis. Namun sebentar ya, aku mau mandi dulu sebentar. Nanti kita mengobrol lagi, oke? " puji Mira dengan berpamitan dengan kekasih Yuan tersebut dengan di temani oleh sang Mommy.
"Iya, Nak. Mandilah. Menantu-menantuku terlihat cantik semua. Mommy suka sekali melihat banyak wanita cantik mendominasi di rumah ini. Mommy sudah tidak akan kesepian lagi seharusnya," ucap Mommy Yuan dengan begitu antusias.
"Ayo, di makan dan di minum dulu, Naomi," ucap Mommy Yuan dengan tersenyum ramah.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Irma Meliana
Mira ngidam peracian sama kayak aku pas hamil hahaha 🤣
2023-11-10
0
Anonymous
BJIR jdi lapar cuy😭☝🏻
2023-10-15
0
Ruk Mini
udeh tinggalkan sj ..lakik kek gtu mh..kualat sm yg halal
2023-10-11
0