Bab 4. Membuat Perhitungan

Eughhh ...

Terdengar lenguhan samar dari mulut Mira. Mendengar lenguhan samar tersebut membuat sang asisten segera melihat kondisi sang boss muda nya.

"Nona jangan terlalu banyak bergerak terlebih dahulu. Sambil tiduran saja tidak masalah, Nona," ucap Araa sang asisten.

"Aku kenapa bisa sampai di rumah sakit, Ara? Apa yang terjadi dengan ku?" tanya Mira dengan menatap sekeliling ruang yang hampir seluruhnya bewarna putih dengan selang infus yang menempel di lengan kanan nya.

Araa yang mendapat pertanyaan seperti itu dari sang atasan pun membuat dirinya terlihat bingung harus menjawab bagaimana.

"Kenapa diam saja, Araa? Katakan lah," ucap Mira dengan tersenyum lembut kepada Araa.

"An—nu ... Kata Dokter, Nona Mira ha—hamil," ucap Araa tersendat-sendat dengan wajah panik.

Mendengar jawaban sang asisten pun membuat Mira terdiam seketika.

Asmiranda tidak menyangka jika malam naas yang tidak di ketahui dirinya secara pasti tentang siapa lelaki yang telah menodainya tersebut pun ternyata telah meninggalkan benih yang kini telah tumbuh di dalam perutnya.

"Aku merasa lebih nyaman untuk beristirahat di kediaman ku ketimbang di tempat ini, Araa. Tolong urus segala sesuatu nya agar aku bisa segera kembali ke rumahku," pinta Mira yang memang sedari dulu tidak menyukai bau obat-obatan di rumah sakit.

"Baik, Nona," jawab Araa dengan sigap segera keluar dari ruang inap VVIP tersebut untuk segera berkonsultasi kepada dokter yang menangani atasannya dan kemudian beralih mengurus seluruh biaya administrasi untuk mempercepat proses kepulangan sang atasan.

Hingga beberapa jam kemudian, kini Mira pun telah kembali ke apartemen mewahnya tersebut dengan masih di temani oleh Araa.

"Araa, segera pulang dan istirahat lah. Aku sudah merasa baikan kembali. Jangan lupa untuk memperhatikan kesehatan diri mu sendiri juga," ucap Mira yang sedari tadi melihat dan menyadari jika Araa terlihat cukup kelelahan karena terus mengurusnya.

"Tapi —," ucap Araa yang kemudian segera terpotong oleh ucapan atasannya kembali.

"Tidak ada sanggahan. Pulanglah," titah Mira yang kemudian merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya.

"Baik, Nona. Saya undur diri lebih dulu," pamit Araa undur diri.

Setelah kepergian Araa, dengan cepat Mira pun terlihat segera menghubungi seseorang melalui sambungan ponsel pintar nya.

"Bagaimana? Apakah sudah ada hasil dari penyelidikan yang aku minta?" tanya Mira.

"Sudah Nona, hasil penyelidikan akan segera saya kirim kan," ucap seorang detektif swasta yang diam-diam Mira sewa untuk menyelidiki malam kelam yang membuat diri nya kini tengah berbadan dua.

Ting!

Bunyi notif pesan pun berbunyi. Dengan cepat Mira segera membuka pesan tersebut yang memperlihatkan beberapa cuplikan video di saat dirinya di papah sang adik tiri menuju ke sebuah kamar hotel.

Hingga tak berapa lama kemudian sang adik terlihat keluar dari kamar tersebut seorang diri.

Beberapa menit kemudian terlihat seorang lelaki yang tengah mabuk berat dengan berjalan sempoyongan di koridor hotel tersebut.

Lelaki tersebut pun terlihat membuka satu persatu pintu kamar hotel yang telah dilalui nya tersebut yang seluruhnya nampak tertutup rapat.

Hingga tanpa sengaja lelaki tersebut pun terlihat berhasil memasuki kamar dimana Mira menginap yang ternyata pintu kamar tersebut belum menutup secara sempurna yang membuat lelaki tersebut berhasil masuk ke dalam kamar yang Mira tempati kala itu.

Hingga menjelang pagi, lelaki tersebut terlihat keluar dari dalam kamar hotel yang Mira temapti tersebut dengan tampilan yang terlihat berantakan.

Namun, ada satu cuplikan video yang kini tengah di putar seksama oleh Mira.

Dimana setelah lelaki yang terlihat mabuk sempoyongan tersebut memasuki kamar yang Mira tempati tersebut, tak lama kemudian terlihat seorang lelaki paruh baya dengan tubuh gembal dan perut buncit terus menekan tombol bell otomatis di depan pintu kamarnya tersebut.

Namun tak berapa lama kemudian, lelaki paruh baya bertubuh gempal itu terlihat meninggalkan pintu kamar hotel tersebut dengan raut wajah kesal.

"Sialan! Jadi Astrid berencana menjebakku tidur dengan lelaki paruh baya dengan perut yang terlihat sangat buncit itu!"

"Namun ternyata lelaki asing lain lah yang terlihat masuk lebih dulu tanpa sengaja dikamar yang telah Astrid siapkan untukku. Jadi lelaki pertama itulah yang telah membuatku hamil seperti ini!" gerutu Mira dengan menahan emosi yang meluap di dalam dada nya.

Mira pun kemudian terlihat menggeser layar ponsel nya kembali dan sesuai dugaan nya jika lelaki yang telah menodainya tanpa sengaja tersebut adalah tunangan dari salah satu rekan artis yang juga sedang naik daun dan juga terlibat di film yang sama dengan nya kala itu.

Yeon Adam Pratama, lelaki berdarah Korea-Indonesia tersebut lah yang telah menodai Mira, dan kemudian meninggalkan Mira tanpa ada ucapan maaf sepatah kata pun yang Yeon ucapkan untuk Mira.

"Lelaki brengsek! Mentang-mentang dirinya lah yang telah yang menjadi pemodal utama dalam film yang aku dan calon istrinya bintangi! Hingga seenaknya sendiri meninggalkan ku yang telah dinodainya hingga hamil seperti ini tanpa ucapan maaf sepatah kata pun darinya!" pekik Mira dengan wajah yang kembali terlihat murka.

"Baiklah! Jangan harap kamu bisa lolos dari ini semua," ucap Mira dengan segera merencanakan sesuatu untuk meminta pertanggung jawaban dari ayah dari janin yang tengah di kandung nya tersebut.

Dari awal pun Mira juga sudah terus menerus terlibat perdebatan sengit dengan artis pendatang baru yang merupakan tunangan dari lelaki yang tengah menghamilinya tersebut.

"Sebenarnya aku tidak ada niat sama sekali untuk merebut lelaki brengsek tersebut dari artis pendatang baru yang terlihat sok kecantikan tersebut. Namun karena adanya janin yang tumbuh di dal perut ku serta tidak ada kata maaf sama sekali dari mulut tunangan nya itu maka mau tidak mau aku harus membuat perhitungan untuk lelaki brengsek itu! Tak peduli lagi jika aku di cap sebagai perebut tunangan orang!" ucap Mira dengan geram.

Dengan segera Mira pun kembali merebahkan tubuhnya tersebut di atas kasur tidurnya dan berusaha menetralkan emosi yang masih menguasai hatinya agar bisa kembali tidur dengan tenang.

Hingga tak berapa lama Mira pun nampak telah tertidur dengan dahi yang masih terlihat berkerut yang terlihat jelas di wajahnya cantiknya tersebut.

Hoekk!!

Terlihat Mira yang terus bolak balik menuju wastafel karena perut nya terasa sangat mual sekali.

"Sepagi ini perutku sudah sangat mual sekali," gumam Mira dengan peluh yang membasahi wajah nya yang kini terlihat sangat pucat.

Setelah di rasa mualnya sedikit reda, dengan cepat Mira pun segera menuju ke dapur guna membuat satu gelas teh hangat untuk meredakan rasa mualnya tersebut.

"Seperti nya setelah ini aku harus segera menemui lelaki brengsek tersebut yang ternyata juga sedang memegang kendali di perusahaan yang tengah bekerja sama dengan perusahaan milikku di negara ini," gumam Mira yang kemudian terlihat meminum obat pereda mual yang telah di resepkan oleh Dokter yang memeriksanya kemarin.

Sedangkan disisi lain, terlihat Yeon yang semakin terlihat gelisah setelah mengetahui wanita yang pernah di temui nya di Indonesia satu bulan yang lalu dalam keadaan polos tanpa sehelai benang pun dengan sisa-sisa penyatuan percintaan di dalam sebuah kamar hotel tersebut dan kini dinyatakan hamil.

"Tidak! Bukan aku! Tidak mungkin jika aku yang telah menghamili nya! Karena selama ini milikku kan tidak pernah bisa bereaksi dengan siapa pun! Pasti wanita itu lah yang telah menjebak ku agar terlihat aku lah yang telah menodainya. Ya! Mungkin itu hanyalah akal-akalan dari wanita itu untuk membuat diriku berpaling dari Tyas Fernando, tunangan yang amat ku cintai," gumam Yeon masih terlihat mondar-mandir di dalam kamar tidurnya di mansion mewah milik orang tuanya tersebut.

"Ya! Bagaimana mungkin diriku yang telah di vonis impoten oleh dokter pribadiku bisa menghamili seorang wanita. Pasti wanita itu telah melakukan hubungan berkali-kali dengan pria-pria di luar sana. Jangan sampai diriku bertemu kembali dengan wanita itu. Apalagi sampai di jebak dan di tuntut untuk menikahinya segera," gumam Yeon kemudian dengan segera merebahkan tubuhnya di kamar yang bernuansa maskulin tersebut.

Terpopuler

Comments

hìķàwäþî

hìķàwäþî

tau dr mn kl dy hamil?

2023-11-12

0

epifania rendo

epifania rendo

lanjut

2023-10-31

0

Juan Sastra

Juan Sastra

sdh impotens belagu pula kau,,,sok ggak mau nikah sama mira , kau pikir tiyas mau sama lelaki impoten kayak kau,,ggaklah mana enak tidur sama suami yg letoy..😂

2023-10-25

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jebakan Adik Tiri
2 Bab 2. Pembelaan Daddy
3 Bab 3. Ketakutan Yeon
4 Bab 4. Membuat Perhitungan
5 Bab 5. Impoten
6 Bab 6. Berteman Baik Sejak Bayi
7 Bab 7. Kekasih Gelap Tyas
8 Bab 8. Seranjang
9 Bab 9. Menyimpan Rasa
10 Bab 10. Menduga-duga
11 Bab 11. Kesal!
12 Bab 12. Simpanan Tyas
13 Bab 13. Perang Batin
14 Bab 14. Dibandingkan
15 Bab 15. Menolak Dimadu
16 Bab 16. Tetap Dekat
17 Bab 17. Perubahan Sikap Mira
18 Bab 18. Kedatangan Naomi
19 Bab 19. Senjata Telah Bereaksi
20 Bab 20. Tertekan dan Frustasi
21 Bab 21. Menerima Permintaan
22 Bab 22. Parfum Halusinasi
23 Bab 23. Drama Dipagi Hari
24 Bab 24. Rencana Merdukun
25 Bab 25. Bisikan untuk Sang Baby
26 Bab 26. Geli Didalam Mimpi
27 Bab 27. Tak Kunjung Kembali
28 Bab 28. Sakit
29 Bab 29. Bodyguard
30 Bab 30. Tersedak
31 Bab 31. Pingsan
32 Bab 32. Mencari Tahu Kebenaran
33 Bab 33. Yeon Vs Adolfo
34 Bab 34. Bukti
35 Bab 35. Hadiah untuk Mira
36 Bab 36. Praduga Mira
37 Bab 37. Perseteruan Antar Dua Lelaki
38 Bab 38. Bermalam Bersama di Rumah Sakit
39 Bab 39. Rencana Darren
40 Bab 40. Saran untuk Naomi
41 Bab 41. Tyas Hamil dengan Siapa?
42 Bab 42. Janin Ini Milik Yeon!
43 Bab 43. Darren Kebingungan
44 Bab 44. Tidak Lagi Impoten
45 Bab 45. Meminta Bantuan
46 Bab 46. Tidak Mampu Berdiri
47 Bab 47. Rasa Cinta yang Sesungguhnya
48 Bab 48. Amarah Tyas
49 Bab 49. Rahasia Daddy Yeon
50 Bab 50. Mantan Sekretaris Tuan Jee
51 Bab 51. Di Landa Kegelisahan
52 Bab 52. Menangkap Hama
53 Bab 53. Rasa Cemas
54 Bab 54. Berbagai Jenis Kartu Permainan
55 Bab 55. Pengingat Diri
56 Bab 56. Cantik Sejak Bayi
57 Bab 57. Joreme
58 Bab 58. Yeon Cemburu
59 Bab 59. Rasa Ke Tidak Relaan Jerome
60 Bab 60. Sekertaris X Presdir
61 Bab 61. Tak Ada Celah
62 Bab 62. Bukan Saingan
63 Bab 63. Karena Mira
64 Bab 64. Resign
65 Bab 65. Melahirkan
66 Bab 66. Presdir Arogan
67 Bab 67. Di Buat Malu
68 Bab 68. Yeon vs Christ
69 Bab 69. Mommy Jerome
70 Bab 70. Undangan Pernikahan
71 Bab 71. Happy Ending
72 Bonchap. Baby Alric
73 Promo Novel Pelayan Cantik Tawanan Hot CEO
74 Secret Wife New Novel
75 Promo Novel
76 Novel baru - My Husband is Mine!
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Jebakan Adik Tiri
2
Bab 2. Pembelaan Daddy
3
Bab 3. Ketakutan Yeon
4
Bab 4. Membuat Perhitungan
5
Bab 5. Impoten
6
Bab 6. Berteman Baik Sejak Bayi
7
Bab 7. Kekasih Gelap Tyas
8
Bab 8. Seranjang
9
Bab 9. Menyimpan Rasa
10
Bab 10. Menduga-duga
11
Bab 11. Kesal!
12
Bab 12. Simpanan Tyas
13
Bab 13. Perang Batin
14
Bab 14. Dibandingkan
15
Bab 15. Menolak Dimadu
16
Bab 16. Tetap Dekat
17
Bab 17. Perubahan Sikap Mira
18
Bab 18. Kedatangan Naomi
19
Bab 19. Senjata Telah Bereaksi
20
Bab 20. Tertekan dan Frustasi
21
Bab 21. Menerima Permintaan
22
Bab 22. Parfum Halusinasi
23
Bab 23. Drama Dipagi Hari
24
Bab 24. Rencana Merdukun
25
Bab 25. Bisikan untuk Sang Baby
26
Bab 26. Geli Didalam Mimpi
27
Bab 27. Tak Kunjung Kembali
28
Bab 28. Sakit
29
Bab 29. Bodyguard
30
Bab 30. Tersedak
31
Bab 31. Pingsan
32
Bab 32. Mencari Tahu Kebenaran
33
Bab 33. Yeon Vs Adolfo
34
Bab 34. Bukti
35
Bab 35. Hadiah untuk Mira
36
Bab 36. Praduga Mira
37
Bab 37. Perseteruan Antar Dua Lelaki
38
Bab 38. Bermalam Bersama di Rumah Sakit
39
Bab 39. Rencana Darren
40
Bab 40. Saran untuk Naomi
41
Bab 41. Tyas Hamil dengan Siapa?
42
Bab 42. Janin Ini Milik Yeon!
43
Bab 43. Darren Kebingungan
44
Bab 44. Tidak Lagi Impoten
45
Bab 45. Meminta Bantuan
46
Bab 46. Tidak Mampu Berdiri
47
Bab 47. Rasa Cinta yang Sesungguhnya
48
Bab 48. Amarah Tyas
49
Bab 49. Rahasia Daddy Yeon
50
Bab 50. Mantan Sekretaris Tuan Jee
51
Bab 51. Di Landa Kegelisahan
52
Bab 52. Menangkap Hama
53
Bab 53. Rasa Cemas
54
Bab 54. Berbagai Jenis Kartu Permainan
55
Bab 55. Pengingat Diri
56
Bab 56. Cantik Sejak Bayi
57
Bab 57. Joreme
58
Bab 58. Yeon Cemburu
59
Bab 59. Rasa Ke Tidak Relaan Jerome
60
Bab 60. Sekertaris X Presdir
61
Bab 61. Tak Ada Celah
62
Bab 62. Bukan Saingan
63
Bab 63. Karena Mira
64
Bab 64. Resign
65
Bab 65. Melahirkan
66
Bab 66. Presdir Arogan
67
Bab 67. Di Buat Malu
68
Bab 68. Yeon vs Christ
69
Bab 69. Mommy Jerome
70
Bab 70. Undangan Pernikahan
71
Bab 71. Happy Ending
72
Bonchap. Baby Alric
73
Promo Novel Pelayan Cantik Tawanan Hot CEO
74
Secret Wife New Novel
75
Promo Novel
76
Novel baru - My Husband is Mine!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!