Bab 17. Perubahan Sikap Mira

Pagi harinya, seperti nya Mira sudah tidak kembali syok dan meneriaki Yeon ketika bangun dari tidurnya mendapati tubuhnya yang kembali berada dalam dekapan sang suami.

Dengan perlahan Mira pun menyingkirkan tangan suaminya tersebut.

"Mau kemana ..." ucap Yeon dengan suara serak dan begitu lirih ketika dekapan hangatnya disepanjang malam tersebut berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan nya tersebut.

"Mau mandi, bukan kah hari ini kamu akan segera berangkat menuju Jerman? Kenapa masih kunjung bangun dan bersiap?" tanya Mira dengan berjalan cepat menuju ke kamar mandi tanpa menunggu jawaban dari sang suami.

Yeon yang hendak menjawab pertanyaan dari istrinya tersebut pun mendadak mengurungkan niat nya begitu kamar mandi telah di tutup oleh Mira dari dalam.

"Haish ..." terdengar helaan nafas dari mulut Yeon.

Dengan cepat dirinya pun meregangkan otot-otot di tubuhnya sambil menggeliat ke kanan dan kiri.

Entah mengapa perjalanan bisnis kali ini rasanya Yeon malas sekali untuk bertolak ke Jerman dalam kurun waktu satu minggu.

Padahal di hari-hari sebelum dirinya kembali bertemu dengan Mira pun sangat menikmati waktunya ketika melakukan perjalanan bisnis ke berbagai negara bersama sang kekasih hati, yakni Tyas.

"Apakah ini yang dinamakan ketidak relaan seorang suami untuk berjauhan dengan istri sah nya? Apa setiap lelaki yang baru menikah seperti ku akan merasa kan apa yang aku rasa kan saat ini? Rasanya aku sedikit tidak rela meninggalkan Mira selama satu Minggu," gumam Yeon seorang diri.

Kemudian Yeon pun melepas kaos yang melekat di tubuhnya karena terasa sangat gerah dan pengap. Dengan langkah perlahan kemudian Yeon pun terlihat membuka pintu balkon di kamarnya tersebut dan menghirup udara pagi sebanyak-banyaknya.

Hingga tak lama kemudian terlihat Mira yang telah berganti kostum dengan mengenakan baju formalnya sehari-hari yang biasa dirinya pakai untuk bekerja sebagai presdir dan pemilik sah perusahaan Lee group.

Yeon pun terlihat memasuki kembali kamarnya dan menutup pintu balkon dengan cepat.

Mendapati sang istri yang telah rapi dengan setelan baju formal nya pun membuat Yeon terkejut.

"Hari ini kamu sudah kembali bekerja?" tanya Yeon dengan memandangi tubuh sang istri dari atas hingga bawah.

"Kalau sudah tahu kenapa bertanya sih? Bukankah kamu juga akan segera berangkat melakukan perjalanan bisnis selama satu minggu di Jerman? Jadi aku pun juga ingin kembali bekerja dan menyibukkan diriku kembali dalam urusan perusahaan. Cepatlah mandi, dan turun untuk sarapan bersama," ucap Mira memberikan instruksi kepada sang suami sembari memoles rangakaian make up natural ke wajahnya tersebut.

Yeon pun secepat kilat menuju ke kamar mandi dan kemudian membersihkan diri.

Hingga tak lama kemudian Yeon pun keluar dari kamar mandi dan sudah tidak melihat keberadaan sang istri di dalam kamarnya tersebut.

"Katanya mengajak ku turun bersama untuk sarapan! Nyatanya juga di tinggalkan dan memilih turun terlebih dahulu. Dasar istri labil," gerutu Yeon seorang diri sembari memasang dasi serapi mungkin.

Setelah itu Yeon pun terlihat menuruni anak tangga dan segera menuju ke meja makan.

Yeon pun sempat melirik sang istri yang ikut membantu Mommy nya untuk menata sajian sarapan pagi ini.

Setelah itu Yeon pun mendudukkan tubuhnya di kursi makan yang tersedia dan tepat bersebelahan dengan Mira.

Dengan sigap dan tanpa di komando, Mira pun mengambilkan menu sarapan pagi untuk suaminya tersebut.

Walaupun pernikahan nya hanyalah pernikahan kontrak dan hanya bertahan sembilan bulan yang artinya setelah Mira melahirkan sang buah hati, namun kali ini Mira berinisiatif akan melakukan tugasnya sebagai seorang istri yang baik untuk sang suami.

Mommy dan Daddy Yeon yang melihat rasa perhatian Mira kepada Yeon pun membuat kedua mertua nya senang bukan kepalang.

Begitu juga dengan Yeon yang merasa sangat senang dan seperti di spesial kan oleh sang istri yang dengan sigap mengambilkan menu sarapan untuknya.

"Jangan hanya memakan semangkuk sup saja suamiku. Kamu akan melakukan perjalanan bisnis selama beberapa hari. Maka dari itu makan lah menu sarapan yang aku ambilkan ini," ucap Mira dengan spontan yang memanggil Yeon dengan kata suamiku.

Mendengar sang istri memanggil dirinya dengan sebutan suamiku pun membuat Yeon reflek tersedak. "Uhukk!! Uhukk!"

"Astaga, ini di minum dulu," ucap Mira dengan sigap menyodorkan segelas air putih untuk Yeon.

Yeon pun segera meneguk air putih pemberian dari istrinya tersebut hingga tandas tanpa sisa.

'Belajar dan kesambet dari mana sih wanita ini hingga berani menyebutku dengan kata suamiku di depan seluruh keluarga ku?' gumam Yeon di dalam hati dengan menyantap menu sarapan nya secara perlahan.

Hingga sarapan keluarga besar tersebut usai kemudian terlihat Mommy Yeon dengan tergesa membantu sang putra sulung memasukan koper nya ke dalam bagasi mobilnya.

"Lain kali jika kamu melakukan perjalanan bisnis selama itu lebih baik ajaklah istri kamu dan perkenalkan lah Mira sebagai istri kamu di depan para rekan bisnis kamu itu, Nak," ucap Mommy Yeon yang membuat Yeon dan Mira saling pandang.

"Tidak usah, Mom. Mira juga tidak bisa meninggalkan perusahaan yang saat ini Mira pegang terlalu lama. Biarkan suamiku ini pergi melakukan perjalanan bisnis bersama sang asisten nya saja agar lebih fokus mengepakkan sayapnya di kancah internasional. Mira percaya jika suamiku yang tampan ini tidak akan berani bermacam-macam di belakang ku bersama wanita murahan di luaran sana. Iya kan, sayang?" ucap Mira dengan menepuk dada Yeon dengan sehalus mungkin.

Yeon yang mendengar ucapan sang istri yang terkesan menyindirnya karena turut serta membawa Tyas ikut dalam perjalanan bisnisnya pun membuat Yeon mengangguk dengan wajah bingung.

Dengan cepat terlihat Mira tanpa malu sedikit pun segera mencium tangan sang suami serta ibu mertua nya dan berpamitan akan berangkat bekerja.

Setelah nya Mira pun segera masuk ke dalam mobil Rolls-Royce nya tersebut. Mobilnya pun perlahan keluar dari halaman kediaman sang mertua dengan di iringi pandangan aneh dari sang Yeon yang terus menerus di buat terkejut oleh tingkah istrinya tersebut.

"Kamu memang tidak salah menghamili wanita, Yeon. Mommy selalu bangga dengan kamu," ucap sang Mommy yang kemudian kembali masuk ke dalam rumahnya dengan perasaan riang gembira.

Sedangkan Yeon, terlihat segera kembali mengecek perlengkapan yang akan di bawanya bertolak ke Jerman dan memastikan kembali jika tidak ada yang tertinggal.

"Sudah aman, tidak ada yang tertinggal," gumam Yeon yang kemudian melakukan mobilnya menuju ke Bandara.

Dimana sang asisten serta sang kekasih hati yang telah menunggu kedatangan untuk bertolak ke Jerman secara bersama.

Terpopuler

Comments

epifania rendo

epifania rendo

lanjut

2023-10-31

0

Wirda Wati

Wirda Wati

lanjuut

2023-04-26

3

Agyus wdd

Agyus wdd

sudah nyaman dengan dekapan sang suami ya mira🤭

2023-04-17

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jebakan Adik Tiri
2 Bab 2. Pembelaan Daddy
3 Bab 3. Ketakutan Yeon
4 Bab 4. Membuat Perhitungan
5 Bab 5. Impoten
6 Bab 6. Berteman Baik Sejak Bayi
7 Bab 7. Kekasih Gelap Tyas
8 Bab 8. Seranjang
9 Bab 9. Menyimpan Rasa
10 Bab 10. Menduga-duga
11 Bab 11. Kesal!
12 Bab 12. Simpanan Tyas
13 Bab 13. Perang Batin
14 Bab 14. Dibandingkan
15 Bab 15. Menolak Dimadu
16 Bab 16. Tetap Dekat
17 Bab 17. Perubahan Sikap Mira
18 Bab 18. Kedatangan Naomi
19 Bab 19. Senjata Telah Bereaksi
20 Bab 20. Tertekan dan Frustasi
21 Bab 21. Menerima Permintaan
22 Bab 22. Parfum Halusinasi
23 Bab 23. Drama Dipagi Hari
24 Bab 24. Rencana Merdukun
25 Bab 25. Bisikan untuk Sang Baby
26 Bab 26. Geli Didalam Mimpi
27 Bab 27. Tak Kunjung Kembali
28 Bab 28. Sakit
29 Bab 29. Bodyguard
30 Bab 30. Tersedak
31 Bab 31. Pingsan
32 Bab 32. Mencari Tahu Kebenaran
33 Bab 33. Yeon Vs Adolfo
34 Bab 34. Bukti
35 Bab 35. Hadiah untuk Mira
36 Bab 36. Praduga Mira
37 Bab 37. Perseteruan Antar Dua Lelaki
38 Bab 38. Bermalam Bersama di Rumah Sakit
39 Bab 39. Rencana Darren
40 Bab 40. Saran untuk Naomi
41 Bab 41. Tyas Hamil dengan Siapa?
42 Bab 42. Janin Ini Milik Yeon!
43 Bab 43. Darren Kebingungan
44 Bab 44. Tidak Lagi Impoten
45 Bab 45. Meminta Bantuan
46 Bab 46. Tidak Mampu Berdiri
47 Bab 47. Rasa Cinta yang Sesungguhnya
48 Bab 48. Amarah Tyas
49 Bab 49. Rahasia Daddy Yeon
50 Bab 50. Mantan Sekretaris Tuan Jee
51 Bab 51. Di Landa Kegelisahan
52 Bab 52. Menangkap Hama
53 Bab 53. Rasa Cemas
54 Bab 54. Berbagai Jenis Kartu Permainan
55 Bab 55. Pengingat Diri
56 Bab 56. Cantik Sejak Bayi
57 Bab 57. Joreme
58 Bab 58. Yeon Cemburu
59 Bab 59. Rasa Ke Tidak Relaan Jerome
60 Bab 60. Sekertaris X Presdir
61 Bab 61. Tak Ada Celah
62 Bab 62. Bukan Saingan
63 Bab 63. Karena Mira
64 Bab 64. Resign
65 Bab 65. Melahirkan
66 Bab 66. Presdir Arogan
67 Bab 67. Di Buat Malu
68 Bab 68. Yeon vs Christ
69 Bab 69. Mommy Jerome
70 Bab 70. Undangan Pernikahan
71 Bab 71. Happy Ending
72 Bonchap. Baby Alric
73 Promo Novel Pelayan Cantik Tawanan Hot CEO
74 Secret Wife New Novel
75 Promo Novel
76 Novel baru - My Husband is Mine!
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Jebakan Adik Tiri
2
Bab 2. Pembelaan Daddy
3
Bab 3. Ketakutan Yeon
4
Bab 4. Membuat Perhitungan
5
Bab 5. Impoten
6
Bab 6. Berteman Baik Sejak Bayi
7
Bab 7. Kekasih Gelap Tyas
8
Bab 8. Seranjang
9
Bab 9. Menyimpan Rasa
10
Bab 10. Menduga-duga
11
Bab 11. Kesal!
12
Bab 12. Simpanan Tyas
13
Bab 13. Perang Batin
14
Bab 14. Dibandingkan
15
Bab 15. Menolak Dimadu
16
Bab 16. Tetap Dekat
17
Bab 17. Perubahan Sikap Mira
18
Bab 18. Kedatangan Naomi
19
Bab 19. Senjata Telah Bereaksi
20
Bab 20. Tertekan dan Frustasi
21
Bab 21. Menerima Permintaan
22
Bab 22. Parfum Halusinasi
23
Bab 23. Drama Dipagi Hari
24
Bab 24. Rencana Merdukun
25
Bab 25. Bisikan untuk Sang Baby
26
Bab 26. Geli Didalam Mimpi
27
Bab 27. Tak Kunjung Kembali
28
Bab 28. Sakit
29
Bab 29. Bodyguard
30
Bab 30. Tersedak
31
Bab 31. Pingsan
32
Bab 32. Mencari Tahu Kebenaran
33
Bab 33. Yeon Vs Adolfo
34
Bab 34. Bukti
35
Bab 35. Hadiah untuk Mira
36
Bab 36. Praduga Mira
37
Bab 37. Perseteruan Antar Dua Lelaki
38
Bab 38. Bermalam Bersama di Rumah Sakit
39
Bab 39. Rencana Darren
40
Bab 40. Saran untuk Naomi
41
Bab 41. Tyas Hamil dengan Siapa?
42
Bab 42. Janin Ini Milik Yeon!
43
Bab 43. Darren Kebingungan
44
Bab 44. Tidak Lagi Impoten
45
Bab 45. Meminta Bantuan
46
Bab 46. Tidak Mampu Berdiri
47
Bab 47. Rasa Cinta yang Sesungguhnya
48
Bab 48. Amarah Tyas
49
Bab 49. Rahasia Daddy Yeon
50
Bab 50. Mantan Sekretaris Tuan Jee
51
Bab 51. Di Landa Kegelisahan
52
Bab 52. Menangkap Hama
53
Bab 53. Rasa Cemas
54
Bab 54. Berbagai Jenis Kartu Permainan
55
Bab 55. Pengingat Diri
56
Bab 56. Cantik Sejak Bayi
57
Bab 57. Joreme
58
Bab 58. Yeon Cemburu
59
Bab 59. Rasa Ke Tidak Relaan Jerome
60
Bab 60. Sekertaris X Presdir
61
Bab 61. Tak Ada Celah
62
Bab 62. Bukan Saingan
63
Bab 63. Karena Mira
64
Bab 64. Resign
65
Bab 65. Melahirkan
66
Bab 66. Presdir Arogan
67
Bab 67. Di Buat Malu
68
Bab 68. Yeon vs Christ
69
Bab 69. Mommy Jerome
70
Bab 70. Undangan Pernikahan
71
Bab 71. Happy Ending
72
Bonchap. Baby Alric
73
Promo Novel Pelayan Cantik Tawanan Hot CEO
74
Secret Wife New Novel
75
Promo Novel
76
Novel baru - My Husband is Mine!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!