Pagi harinya, seperti nya Mira sudah tidak kembali syok dan meneriaki Yeon ketika bangun dari tidurnya mendapati tubuhnya yang kembali berada dalam dekapan sang suami.
Dengan perlahan Mira pun menyingkirkan tangan suaminya tersebut.
"Mau kemana ..." ucap Yeon dengan suara serak dan begitu lirih ketika dekapan hangatnya disepanjang malam tersebut berusaha untuk melepaskan diri dari pelukan nya tersebut.
"Mau mandi, bukan kah hari ini kamu akan segera berangkat menuju Jerman? Kenapa masih kunjung bangun dan bersiap?" tanya Mira dengan berjalan cepat menuju ke kamar mandi tanpa menunggu jawaban dari sang suami.
Yeon yang hendak menjawab pertanyaan dari istrinya tersebut pun mendadak mengurungkan niat nya begitu kamar mandi telah di tutup oleh Mira dari dalam.
"Haish ..." terdengar helaan nafas dari mulut Yeon.
Dengan cepat dirinya pun meregangkan otot-otot di tubuhnya sambil menggeliat ke kanan dan kiri.
Entah mengapa perjalanan bisnis kali ini rasanya Yeon malas sekali untuk bertolak ke Jerman dalam kurun waktu satu minggu.
Padahal di hari-hari sebelum dirinya kembali bertemu dengan Mira pun sangat menikmati waktunya ketika melakukan perjalanan bisnis ke berbagai negara bersama sang kekasih hati, yakni Tyas.
"Apakah ini yang dinamakan ketidak relaan seorang suami untuk berjauhan dengan istri sah nya? Apa setiap lelaki yang baru menikah seperti ku akan merasa kan apa yang aku rasa kan saat ini? Rasanya aku sedikit tidak rela meninggalkan Mira selama satu Minggu," gumam Yeon seorang diri.
Kemudian Yeon pun melepas kaos yang melekat di tubuhnya karena terasa sangat gerah dan pengap. Dengan langkah perlahan kemudian Yeon pun terlihat membuka pintu balkon di kamarnya tersebut dan menghirup udara pagi sebanyak-banyaknya.
Hingga tak lama kemudian terlihat Mira yang telah berganti kostum dengan mengenakan baju formalnya sehari-hari yang biasa dirinya pakai untuk bekerja sebagai presdir dan pemilik sah perusahaan Lee group.
Yeon pun terlihat memasuki kembali kamarnya dan menutup pintu balkon dengan cepat.
Mendapati sang istri yang telah rapi dengan setelan baju formal nya pun membuat Yeon terkejut.
"Hari ini kamu sudah kembali bekerja?" tanya Yeon dengan memandangi tubuh sang istri dari atas hingga bawah.
"Kalau sudah tahu kenapa bertanya sih? Bukankah kamu juga akan segera berangkat melakukan perjalanan bisnis selama satu minggu di Jerman? Jadi aku pun juga ingin kembali bekerja dan menyibukkan diriku kembali dalam urusan perusahaan. Cepatlah mandi, dan turun untuk sarapan bersama," ucap Mira memberikan instruksi kepada sang suami sembari memoles rangakaian make up natural ke wajahnya tersebut.
Yeon pun secepat kilat menuju ke kamar mandi dan kemudian membersihkan diri.
Hingga tak lama kemudian Yeon pun keluar dari kamar mandi dan sudah tidak melihat keberadaan sang istri di dalam kamarnya tersebut.
"Katanya mengajak ku turun bersama untuk sarapan! Nyatanya juga di tinggalkan dan memilih turun terlebih dahulu. Dasar istri labil," gerutu Yeon seorang diri sembari memasang dasi serapi mungkin.
Setelah itu Yeon pun terlihat menuruni anak tangga dan segera menuju ke meja makan.
Yeon pun sempat melirik sang istri yang ikut membantu Mommy nya untuk menata sajian sarapan pagi ini.
Setelah itu Yeon pun mendudukkan tubuhnya di kursi makan yang tersedia dan tepat bersebelahan dengan Mira.
Dengan sigap dan tanpa di komando, Mira pun mengambilkan menu sarapan pagi untuk suaminya tersebut.
Walaupun pernikahan nya hanyalah pernikahan kontrak dan hanya bertahan sembilan bulan yang artinya setelah Mira melahirkan sang buah hati, namun kali ini Mira berinisiatif akan melakukan tugasnya sebagai seorang istri yang baik untuk sang suami.
Mommy dan Daddy Yeon yang melihat rasa perhatian Mira kepada Yeon pun membuat kedua mertua nya senang bukan kepalang.
Begitu juga dengan Yeon yang merasa sangat senang dan seperti di spesial kan oleh sang istri yang dengan sigap mengambilkan menu sarapan untuknya.
"Jangan hanya memakan semangkuk sup saja suamiku. Kamu akan melakukan perjalanan bisnis selama beberapa hari. Maka dari itu makan lah menu sarapan yang aku ambilkan ini," ucap Mira dengan spontan yang memanggil Yeon dengan kata suamiku.
Mendengar sang istri memanggil dirinya dengan sebutan suamiku pun membuat Yeon reflek tersedak. "Uhukk!! Uhukk!"
"Astaga, ini di minum dulu," ucap Mira dengan sigap menyodorkan segelas air putih untuk Yeon.
Yeon pun segera meneguk air putih pemberian dari istrinya tersebut hingga tandas tanpa sisa.
'Belajar dan kesambet dari mana sih wanita ini hingga berani menyebutku dengan kata suamiku di depan seluruh keluarga ku?' gumam Yeon di dalam hati dengan menyantap menu sarapan nya secara perlahan.
Hingga sarapan keluarga besar tersebut usai kemudian terlihat Mommy Yeon dengan tergesa membantu sang putra sulung memasukan koper nya ke dalam bagasi mobilnya.
"Lain kali jika kamu melakukan perjalanan bisnis selama itu lebih baik ajaklah istri kamu dan perkenalkan lah Mira sebagai istri kamu di depan para rekan bisnis kamu itu, Nak," ucap Mommy Yeon yang membuat Yeon dan Mira saling pandang.
"Tidak usah, Mom. Mira juga tidak bisa meninggalkan perusahaan yang saat ini Mira pegang terlalu lama. Biarkan suamiku ini pergi melakukan perjalanan bisnis bersama sang asisten nya saja agar lebih fokus mengepakkan sayapnya di kancah internasional. Mira percaya jika suamiku yang tampan ini tidak akan berani bermacam-macam di belakang ku bersama wanita murahan di luaran sana. Iya kan, sayang?" ucap Mira dengan menepuk dada Yeon dengan sehalus mungkin.
Yeon yang mendengar ucapan sang istri yang terkesan menyindirnya karena turut serta membawa Tyas ikut dalam perjalanan bisnisnya pun membuat Yeon mengangguk dengan wajah bingung.
Dengan cepat terlihat Mira tanpa malu sedikit pun segera mencium tangan sang suami serta ibu mertua nya dan berpamitan akan berangkat bekerja.
Setelah nya Mira pun segera masuk ke dalam mobil Rolls-Royce nya tersebut. Mobilnya pun perlahan keluar dari halaman kediaman sang mertua dengan di iringi pandangan aneh dari sang Yeon yang terus menerus di buat terkejut oleh tingkah istrinya tersebut.
"Kamu memang tidak salah menghamili wanita, Yeon. Mommy selalu bangga dengan kamu," ucap sang Mommy yang kemudian kembali masuk ke dalam rumahnya dengan perasaan riang gembira.
Sedangkan Yeon, terlihat segera kembali mengecek perlengkapan yang akan di bawanya bertolak ke Jerman dan memastikan kembali jika tidak ada yang tertinggal.
"Sudah aman, tidak ada yang tertinggal," gumam Yeon yang kemudian melakukan mobilnya menuju ke Bandara.
Dimana sang asisten serta sang kekasih hati yang telah menunggu kedatangan untuk bertolak ke Jerman secara bersama.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
epifania rendo
lanjut
2023-10-31
0
Wirda Wati
lanjuut
2023-04-26
3
Agyus wdd
sudah nyaman dengan dekapan sang suami ya mira🤭
2023-04-17
2