Waktu begitu cepat berlalu. Tanpa terasa hari pernikahan antara Mira dengan Yeon pun tiba.
"Sahhh!!" terdengar para hadirin pun menggema di dalam ruangan tersebut.
Keduanya pun telah resmi di nyatakan sebagai pasangan suami istri yang sah secara agama dan negara.
Diantara sekian hadirin yang ada di tempat tersebut, terlihat mommy tiri serta adik tiri Mira yang nampak saling berbisik yang sesekali kedapatan melirik Mira dengan tatapan sinis.
"Mom ... kenapa Mira berhasil menggaet lelaki yang lebih tampan dan kaya dari pada Kak Christ. Tidak ku sangka jika lelaki yang menodai Mira kala itu adalah CEO kaya raya yang merupakan calon suami dari artis pendatang baru yang bernama Tyas itu. Aneh nya menurut desas desus yang aku dengar jika banyak sekali orang yang menggosipkan suaminya Mira itu seorang impoten, Mom. Pasti bayi yang di kandung Mira itu bukan lah milik dari CEO Jee Group," bisik Astrid kepada sang Ibu.
"Ssstt diamlah. Jangan sembarangan bicara disini apalagi menyangkut masa depan pemilik Jee Group," jawab Ibu Tiri Mira dengan sangat pelan.
"Baiklah, Mom," jawab Astrid dengan hati yang masih di liputi dengan rasa iri dengki.
'Aku yang telah menyerahkan tubuhku kepada Kak Christ saja hingga kini tidak ada tanda-tanda Kak Christ untuk segera datang melamarku. Sialnya lagi jika Kak Christ hampir mencapai puncaknya selalu meneriakkan nama Mira lagi dan lagi hingga membuatku semakin geram! Kenapa setiap lelaki yang aku sukai justru hanya mampu memandang Mira seorang!' gerutu Astrid di dalam hati.
Malam harinya, sepasang suami-istri baru yang seharusnya di liputi dengan penuh kegembiraan pun sangat bertolak belakang dengan Yeon.
Yeon pun terlihat masih mengobrol dengan Tyas yang kini berubah menjadi kekasih gelapnya dengan penuh bujuk rayu terhadap kekasih nya tersebut.
"Sayang ... sudah jangan lagi marah ya? Kamu boleh berbelanja apa saja sesuka hati kamu. Asalkan hubungan kita masih tetap harmonis seperti sedia kala," ucap Jee Yeon di dalam telepon nya tersebut.
"Ini bukan masalah berbelanja sayang. Aku takutnya nanti perasaan kamu berubah menjadi lebih mencintai istri baru itu di banding mencintai ku," jawab Tyas di balik sambungan telepon dengan nada di buat sesedih mungkin.
Padahal kenyataan yang ada ketakutan di dalam diri Tyas adalah kehilangan ATM berjalan nya yakni uang dari Yeon lah yang bisa Tyas manfaatkan sesuka hatinya.
"Tidak mungkin sayang. Aku akan berjanji tidak akan tidur seranjang dengan wanita murahan itu. Lagi pula diriku ini kan seorang impoten yang tidak akan mungkin bisa memberikan reaksi apa pun terhadap tubuh Mira," tutur Yeon yang masih tetap kekeh pada pendirian jika dirinya tidak akan mungkin tertarik dengan Mira.
"Baiklah sayang. Aku percaya dengan kamu. Aku mau istirahat dulu. Ingat untuk selalu mengingatku dimana pun dan kapan pun ya sayang. Emuach, good night," balas Tyas yang kemudian mematikan sambungan telepon nya secara sepihak.
Sedangkan Mira yang sedari tadi mendengarkan percakapan antara lelaki yang baru sah menjadi suaminya dengan kekasihnya pun terlihat cuek-cuek saja dengan terus memoles wajahnya dengan rangkaian cream kecantikan sebelum dirinya berlabuh ke alam mimpi.
Sedangkan Yeon yang tengah melewati keberadaan istri barunya tersebut pun sekejap cukup terkesima dengan penampilan cantik dengan balutan baju tipis menerawang yang nampak memperlihatkan bentuk lekuk tubuhnya yang terlihat sangat menggoda itu.
Yeon hanya mampu menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan segala bentuk debaran di jantung nya yang mendadak berubah tempo.
Ada rasa geli yang menjalar di dalam tubuhnya begitu melihat penampilan seksi istrinya tersebut.
Tanpa Yeon sadari, sebenarnya senjata miliknya pun nampah menunjukkan tanda-tanda jika dirinya tidak sepenuhnya impoten.
Perlahan senjata tersebut pun terlihat menyembul di balik piyama yang di kenakan oleh Yeon.
Namun dirinya yang masih belum menyadarinya pun nampak segera berlalu dan mulai merebahkan tubuhnya di kasur empuknya tersebut.
"Jika kamu masih ingin menjadi istriku maka kamu harus tidur di sofa itu. Dan jangan pernah sekalipun kamu berfikir untuk menggoda diriku dengan merangkak naik di atas ranjangku ini," ucap Yeon dengan menunjuk sebuah sofa yang tak jauh dari ranjang tidurnya itu.
"Tidak mau! Enak saja tidak boleh tidur dikasur! Pokoknya aku yang tidur di kasur dan kamu yang di sofa! Atau segera aku adukan kepada mama mertua jika kamu masih bersikap begitu terhadapku!" protes Mira dengan menatap tajam ke arah Yeon.
Dengan cepat Mira pun segera merebahkan tubuhnya di atas ranjang tersebut yang membuat Yeon mendelik kasar ke arah istri keras kepalanya tersebut.
"Awas kamu! Setelah hasil tes DNA nya keluar nanti dan hasilnya menunjukkan tidak ada ikatan apa pun antara aku dengan janin yang kamu kandung maka jangan harap kamu masih bisa berlaku sesuka hatimu seperti sekarang ini," ucap Yeon dengan menarik kasar selimut miliknya dan segera berpindah posisi untuk merebahkan dirinya di atas sofa.
"Whatever," jawab Mira dengan acuh tak acuh yang juga telah menyaman kan diri nya di kasur tersebut.
Hingga tak berapa lama Mira pun terlihat telah tertidur pulas dengan tubuh yang tergolek di atas ranjang king size tersebut dengan baju seksi yang memperlihatkan paha mulus serta bentuk tubuh indah Mira yang lain nya.
Sedangkan Yeon yang tidak terbiasa untuk tidur di ranjang sempit seperti sofa yang kini di jadikan tempat nya untuk merebahkan diri pun terlihat kesulitan memejamkan matanya.
Yeon pun terus membalikkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri hingga membuat kepala nya pun terasa sangat pening serta tubuhnya yang mendadak terasa pegal-pegal.
"Haish!" pekik Yeon yang kemudian terlihat mendudukkan dirinya di sofa tersebut.
Pandangan nya pun tanpa sengaja tertuju pada tubuh Mira yang tengah tertidur pulas dengan balutan baju seksi nya yang nampak memperlihatkan bentuk tubuhnya tersebut.
"Aku sudah tidak sanggup jika harus tidur di atas sofa sempit ini," gumam Yeon yang kemudian berpindah posisi menuju ke ranjang king size nya dengan perlahan.
"Nanti pagi sebelum Mira terbangun maka aku harus segera terbangun lebih dulu," ucap Yeon dengan merebahkan tubuhnya secara perlahan di samping Mira.
Yeon pun melirik wajah pulas Mira dengan belahan dada yang terlihat menyembul hingga membuat wajah Yeon memerah seketika.
"Sial! Dasar wanita penggoda dan tidak punya rasa malu untuk mengenakan baju kurang bahan di depan pria dewasa. Walaupun diriku adalah seorang impoten sih," gumam Yeon dengan langsung berubah haluan memunggungi tubuh istrinya tersebut.
Hingga tak terasa Yeon pun telah jatuh ke dalam alam mimpinya dengan tubuh yang telah berubah menjadi saling berpelukan satu sama lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Dino
ahah lebai
2023-10-17
0
Denzo_sian_alfoenzo
alamak yeon ni ternyt ceo tp og gk pinter c 🤯 bnr2 edian cocok klo sma tyas klo sma mira gk cocok mira pinter
2023-10-10
2
DawnLover❣️
he elehhhh alasan beud nih si Yeon
2023-05-07
1