Bab 16. Tetap Dekat

Disisi lain, terlihat Yuan yang tengah merokok di basecamp geng balap motor nya dengan perasaan kacau.

"Kusut amat sih? Lagi ada masalah?" tanya Rommy sahabat karib Yuan di geng motor tersebut.

"Biasa, Mommy yang sangat ku sayangi tidak pernah menganggap prestasi yang aku peroleh," jawab Yuan dengan terus menyulut rokoknya tersebut.

"Kayak anak gadis saja sih, bro. Baru gitu aja udah bete. Ya kamu buktikan lah jika dengan hobi mu ini bisa membuat orang tua kamu bangga. Gimana persiapan buat ntar malem balap liar kita? Uang taruhan nya kali ini dua kali lipat dari sebelumnya," tutur Rommy kemudian.

"Siap lah. Makanya ini sudah meluncur kemari. Tolong sekalian checkin kondisi motorku ya. Barangkali ada sesuatu nya yang kurang pas," ucap Yuan yang kemudian menyerahkan kunci motornya kepada Rommy.

Dengan sigap Rommy pun menerima kunci tersebut dan terlihat mengutak-atik motor yang akan di gunakan untuk balap liar nanti malam oleh sohibnya tersebut.

Sedangkan Yuan pun masih terlihat menyulut rokoknya dengan mencari tempat yang lebih hening.

Kolam ikan koi lah pilihan tempat andalan favorit Yuan ketika ingin menyendiri.

"Galau lagi?" ucap Kim Naomi, seorang gadis cantik berparas Korea-Jepang.

Seperti biasa, Naomi lah yang menjadi pendengar setia atas segala keluh kesah lelaki yang diam-diam di sukai nya tersebut.

"Seperti nya aku menyukai kakak ipar ku sendiri," ucap Yuan tiba-tiba yang membuat Naomi terkejut.

"What?? Kamu gila ya, Yuan? Kayak enggak ada wanita lainnya saja hingga kakak ipar sendiri kamu taksir," ucap Naomi dengan hati yang mendadak berubah menjadi muram.

"Ini beda, Naomi. Yang aku rasakan ini adalah cinta pada pandangan pertama. Dan aku itu rasanya kesal sekali dengan kakak ku yang bodoh itu. Bisa-bisa nya punya istri secantik itu hanya dia jadikan kakakku sebagai istri kontraknya saja. Kesal sekali hatiku," ucap Yuan dengan melempar bebatuan kecil ke dalam kolam renang tersebut.

Naomi pun terlihat kebingungan harus menanggapi obrolan Yuan seperti apa. Karena pada dasarnya dirinya pun juga menyukai Yuan di awal pandangan pertama.

Namun sayangnya, perasaan Naomi tersebut terbukti bertepuk sebelah tangan dengan curhatan yang Yuan lontarkan kepada nya.

"Sebaiknya jangan menyukai istri kakak kamu sendiri, Yuan. Itu sedikit mustahil untuk kalian bisa bersatu dan sudah otomatis hubungan persaudaraan kalian juga akan hancur berantakan karena mencintai satu wanita yang sama," ucap Naomi dengan memberikan sedikit pengertian untuk Yuan dan demi kebaikan Yuan.

"Aku sebenarnya juga ingin menyukai wanita lain selain istri kakak ku, Naomi. Namun tak ada satupun wanita yang berhasil menggetarkan hatiku," ucap Yuan dengan sejujurnya.

"Bagaimana denganku, Yuan?" tanya Naomi dengan tiba-tiba yang membuat Yuan bingung akan pertanyaan wanita cantik di hadapan nya tersebut.

"Apa maksudmu, Naomi? Kamu memang terlihat sudah sangat cantik sejak kamu di lahirkan dan itu terlihat snagat jelas hingga sedewasa ini," ucap Yuan dengan jujur karena belum memahami konteks pembicaraan Naomi.

"Aku cantik kan? Kenapa kamu tidak bisa memandang kecantikan ku? Aku pun terima jika hanya kamu gunakan sebagai kekasih pelampiasan dan anggap saja aku ini adalah kakak ipar kamu," ucap Naomi dengan berani nya.

"Ak—aku tidak bisa," ucap Yuan dengan terbata serta dengan segera memalingkan wajahnya dari tatapan gadis cantik yang selalu mengikutinya kemanapun dirinya melakukan balap liar.

"Kenapa tidak? Bukankah katamu aku juga cantik? Bagaimana kamu bisa mengatakan tidak jika tidak mencoba menjalin hubungan denganku dulu? Kamu bisa merubah gaya penampilan ku seperti gaya kakak ipar kamu itu pun aku rela. Aku mencintaimu, Yuan," ucap Naomi dengan memeluk erat tubuh Yuan dari belakang.

Mendapatkan pelukan dari wanita yang selalu ada untuknya pun membuat hati Yuan bimbang.

Namun tawaran yang di buat oleh Naomi pun mampu membuat Yuan goyah.

Dengan perlahan Yuan pun membalikkan tubuhnya dan menatap wajah cantik Naomi tersebut.

"Kamu janji tidak akan tersakiti kan jika aku menjadikan kamu seperti kakak ipar ku dalam segala hal?" tanya Yuan dengan mengangkat dagu Naomi secara perlahan.

Mendengar ucapan Yuan yang menyetujui usulan nya pun membuat hati Naomi berbunga-bunga.

Dengan perlahan Yuan pun kemudian memagut bibir mungil milik Naomi tersebut.

"Jika lain hari aku memergoki kakak iparku sedang bercumbu dengan kakak ku dan aku menginginkan nya, apakah kamu bersedia melakukan hal itu denganku?" ucap Yuan dengan frontal yang membuat Naomi menjadi gelisah.

"Bercumbu bagaimana maksud kamu, Yuan?" tanya Naomi dengan raut muka bingung yang membuat dirinya terlihat sangat imut.

"Ya begitu melakukan hubungan badan. Apa kamu bersedia? Jika iya maka aku akan memberimu kesempatan untuk menjadikan mu sebagai obsesi rasa cintaku untuk Mira. Jika kamu keberatan maka kita akhiri saja sedari awal," ucap Yuan dengan maksud dan tujuan agar Naomi menghentikan niat awal nya sebagai pelampiasan nya tersebut.

Setelah berfikir sejenak maka Naomi pun terlihat menganggukkan kepalanya pertanda menyetujui seluruh keinginan dari lelaki yang sedari dulu di cintai nya dalam diam tersebut.

"Yasudah, besok kamu akan ku ajak berkunjung ke rumahku. Dan lihatlah sendiri bagaimana wajah kakak iparku itu mulai dari penampilan hingga kesukaan makanan nya secara mendetail," ucap Yuan dengan segera berlalu dari hadapan Naomi.

Sedangkan Naomi sendiri terlihat bingung dengan tindakan yang di ambilnya hari ini. Apakah akan membawa dampak buruk untuk dirinya kedepan nya atau tidak.

"Semoga dengan cara ekstrim ku ini bisa membuat Yuan jatuh cinta kepada ku dengan berjalan nya seiring waktu," gumam Naomi yang kemudian terlihat menyusul langkah Yuan yang kini telah berubah menjadi kekasihnya, walaupun hanya dengan status sebagai kekasih pelampiasan saja.

Sedangkan di dalam kamar tidur Yeon tersebut terlihat Mira yang tengah terlelap di alam mimpi seusai menyantap makan malam bersama dengan keluarga besar Yuan, walaupun tanpa kehadiran sang adik ipar.

"Haish, apakah setiap ibu hamil rata-rata seperti Mira yang sedikit-sedikit mengantuk dan kemudian dengan cepat nya tertidur?" gumam Yeon dengan menyelimuti tubuh istrinya tersebut.

Setelah itu Yeon pun memindahkan keperluan kerjanya yang harus di selesaikan malam ini juga karena esok hari dirinya akan melakukan perjalanan bisnis selama satu minggu di dalam kamarnya sembari sesekali menatap wajah istrinya yang masih terlelap tersebut.

"Bagaimana pun seperti nya milikku sedikit demi sedikit seperti nya sudah menunjukkan reaksi jika berada di dekat Mira. Ada kemajuan untuk menjadi tidak impoten lagi. Seperti nya Mira memang harus tetap aku ikat di sampingku untuk membuat milikku sembuh secara total. Bagaimana pun juga hatiku masih terpaut untuk Tyas dan tidak memiliki perasaan apa pun untuk Mira. Mungkin bisa aku uji coba untuk melakukan itu dengan Tyas selama di Jerman besok," gumam Yeon di dalam hati.

Setelah menyelesaikan dan mengemas barang yang akan dirinya gunakan ke esokan harinya untuk bertolak ke Jerman, dengan segera Yeon pun merebahkan tubuhnya di samping Mira dan kemudian merengkuh nya ke dalam dekapan.

Terpopuler

Comments

mamae zaedan

mamae zaedan

hanya dibuat obsesi fantasi aja,,sungguh tega kamu yuan😣😔

2023-11-09

0

epifania rendo

epifania rendo

dasar Ceo goblok

2023-10-31

0

*, AIRES*,,,

*, AIRES*,,,

eh paijo dimn mn klu mencoba itu sm istri sendiri ..bkn sm Tyeas ..meskipun km melakukan nya ..km gk akan bisa gagang sapu MU itu berdiri tegak ..kecuali sm pawang nya sendiri yaitu Mira ..dasar CEO..bodoh

2023-10-18

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jebakan Adik Tiri
2 Bab 2. Pembelaan Daddy
3 Bab 3. Ketakutan Yeon
4 Bab 4. Membuat Perhitungan
5 Bab 5. Impoten
6 Bab 6. Berteman Baik Sejak Bayi
7 Bab 7. Kekasih Gelap Tyas
8 Bab 8. Seranjang
9 Bab 9. Menyimpan Rasa
10 Bab 10. Menduga-duga
11 Bab 11. Kesal!
12 Bab 12. Simpanan Tyas
13 Bab 13. Perang Batin
14 Bab 14. Dibandingkan
15 Bab 15. Menolak Dimadu
16 Bab 16. Tetap Dekat
17 Bab 17. Perubahan Sikap Mira
18 Bab 18. Kedatangan Naomi
19 Bab 19. Senjata Telah Bereaksi
20 Bab 20. Tertekan dan Frustasi
21 Bab 21. Menerima Permintaan
22 Bab 22. Parfum Halusinasi
23 Bab 23. Drama Dipagi Hari
24 Bab 24. Rencana Merdukun
25 Bab 25. Bisikan untuk Sang Baby
26 Bab 26. Geli Didalam Mimpi
27 Bab 27. Tak Kunjung Kembali
28 Bab 28. Sakit
29 Bab 29. Bodyguard
30 Bab 30. Tersedak
31 Bab 31. Pingsan
32 Bab 32. Mencari Tahu Kebenaran
33 Bab 33. Yeon Vs Adolfo
34 Bab 34. Bukti
35 Bab 35. Hadiah untuk Mira
36 Bab 36. Praduga Mira
37 Bab 37. Perseteruan Antar Dua Lelaki
38 Bab 38. Bermalam Bersama di Rumah Sakit
39 Bab 39. Rencana Darren
40 Bab 40. Saran untuk Naomi
41 Bab 41. Tyas Hamil dengan Siapa?
42 Bab 42. Janin Ini Milik Yeon!
43 Bab 43. Darren Kebingungan
44 Bab 44. Tidak Lagi Impoten
45 Bab 45. Meminta Bantuan
46 Bab 46. Tidak Mampu Berdiri
47 Bab 47. Rasa Cinta yang Sesungguhnya
48 Bab 48. Amarah Tyas
49 Bab 49. Rahasia Daddy Yeon
50 Bab 50. Mantan Sekretaris Tuan Jee
51 Bab 51. Di Landa Kegelisahan
52 Bab 52. Menangkap Hama
53 Bab 53. Rasa Cemas
54 Bab 54. Berbagai Jenis Kartu Permainan
55 Bab 55. Pengingat Diri
56 Bab 56. Cantik Sejak Bayi
57 Bab 57. Joreme
58 Bab 58. Yeon Cemburu
59 Bab 59. Rasa Ke Tidak Relaan Jerome
60 Bab 60. Sekertaris X Presdir
61 Bab 61. Tak Ada Celah
62 Bab 62. Bukan Saingan
63 Bab 63. Karena Mira
64 Bab 64. Resign
65 Bab 65. Melahirkan
66 Bab 66. Presdir Arogan
67 Bab 67. Di Buat Malu
68 Bab 68. Yeon vs Christ
69 Bab 69. Mommy Jerome
70 Bab 70. Undangan Pernikahan
71 Bab 71. Happy Ending
72 Bonchap. Baby Alric
73 Promo Novel Pelayan Cantik Tawanan Hot CEO
74 Secret Wife New Novel
75 Promo Novel
76 Novel baru - My Husband is Mine!
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Jebakan Adik Tiri
2
Bab 2. Pembelaan Daddy
3
Bab 3. Ketakutan Yeon
4
Bab 4. Membuat Perhitungan
5
Bab 5. Impoten
6
Bab 6. Berteman Baik Sejak Bayi
7
Bab 7. Kekasih Gelap Tyas
8
Bab 8. Seranjang
9
Bab 9. Menyimpan Rasa
10
Bab 10. Menduga-duga
11
Bab 11. Kesal!
12
Bab 12. Simpanan Tyas
13
Bab 13. Perang Batin
14
Bab 14. Dibandingkan
15
Bab 15. Menolak Dimadu
16
Bab 16. Tetap Dekat
17
Bab 17. Perubahan Sikap Mira
18
Bab 18. Kedatangan Naomi
19
Bab 19. Senjata Telah Bereaksi
20
Bab 20. Tertekan dan Frustasi
21
Bab 21. Menerima Permintaan
22
Bab 22. Parfum Halusinasi
23
Bab 23. Drama Dipagi Hari
24
Bab 24. Rencana Merdukun
25
Bab 25. Bisikan untuk Sang Baby
26
Bab 26. Geli Didalam Mimpi
27
Bab 27. Tak Kunjung Kembali
28
Bab 28. Sakit
29
Bab 29. Bodyguard
30
Bab 30. Tersedak
31
Bab 31. Pingsan
32
Bab 32. Mencari Tahu Kebenaran
33
Bab 33. Yeon Vs Adolfo
34
Bab 34. Bukti
35
Bab 35. Hadiah untuk Mira
36
Bab 36. Praduga Mira
37
Bab 37. Perseteruan Antar Dua Lelaki
38
Bab 38. Bermalam Bersama di Rumah Sakit
39
Bab 39. Rencana Darren
40
Bab 40. Saran untuk Naomi
41
Bab 41. Tyas Hamil dengan Siapa?
42
Bab 42. Janin Ini Milik Yeon!
43
Bab 43. Darren Kebingungan
44
Bab 44. Tidak Lagi Impoten
45
Bab 45. Meminta Bantuan
46
Bab 46. Tidak Mampu Berdiri
47
Bab 47. Rasa Cinta yang Sesungguhnya
48
Bab 48. Amarah Tyas
49
Bab 49. Rahasia Daddy Yeon
50
Bab 50. Mantan Sekretaris Tuan Jee
51
Bab 51. Di Landa Kegelisahan
52
Bab 52. Menangkap Hama
53
Bab 53. Rasa Cemas
54
Bab 54. Berbagai Jenis Kartu Permainan
55
Bab 55. Pengingat Diri
56
Bab 56. Cantik Sejak Bayi
57
Bab 57. Joreme
58
Bab 58. Yeon Cemburu
59
Bab 59. Rasa Ke Tidak Relaan Jerome
60
Bab 60. Sekertaris X Presdir
61
Bab 61. Tak Ada Celah
62
Bab 62. Bukan Saingan
63
Bab 63. Karena Mira
64
Bab 64. Resign
65
Bab 65. Melahirkan
66
Bab 66. Presdir Arogan
67
Bab 67. Di Buat Malu
68
Bab 68. Yeon vs Christ
69
Bab 69. Mommy Jerome
70
Bab 70. Undangan Pernikahan
71
Bab 71. Happy Ending
72
Bonchap. Baby Alric
73
Promo Novel Pelayan Cantik Tawanan Hot CEO
74
Secret Wife New Novel
75
Promo Novel
76
Novel baru - My Husband is Mine!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!