Disisi lain, terlihat Yuan yang tengah merokok di basecamp geng balap motor nya dengan perasaan kacau.
"Kusut amat sih? Lagi ada masalah?" tanya Rommy sahabat karib Yuan di geng motor tersebut.
"Biasa, Mommy yang sangat ku sayangi tidak pernah menganggap prestasi yang aku peroleh," jawab Yuan dengan terus menyulut rokoknya tersebut.
"Kayak anak gadis saja sih, bro. Baru gitu aja udah bete. Ya kamu buktikan lah jika dengan hobi mu ini bisa membuat orang tua kamu bangga. Gimana persiapan buat ntar malem balap liar kita? Uang taruhan nya kali ini dua kali lipat dari sebelumnya," tutur Rommy kemudian.
"Siap lah. Makanya ini sudah meluncur kemari. Tolong sekalian checkin kondisi motorku ya. Barangkali ada sesuatu nya yang kurang pas," ucap Yuan yang kemudian menyerahkan kunci motornya kepada Rommy.
Dengan sigap Rommy pun menerima kunci tersebut dan terlihat mengutak-atik motor yang akan di gunakan untuk balap liar nanti malam oleh sohibnya tersebut.
Sedangkan Yuan pun masih terlihat menyulut rokoknya dengan mencari tempat yang lebih hening.
Kolam ikan koi lah pilihan tempat andalan favorit Yuan ketika ingin menyendiri.
"Galau lagi?" ucap Kim Naomi, seorang gadis cantik berparas Korea-Jepang.
Seperti biasa, Naomi lah yang menjadi pendengar setia atas segala keluh kesah lelaki yang diam-diam di sukai nya tersebut.
"Seperti nya aku menyukai kakak ipar ku sendiri," ucap Yuan tiba-tiba yang membuat Naomi terkejut.
"What?? Kamu gila ya, Yuan? Kayak enggak ada wanita lainnya saja hingga kakak ipar sendiri kamu taksir," ucap Naomi dengan hati yang mendadak berubah menjadi muram.
"Ini beda, Naomi. Yang aku rasakan ini adalah cinta pada pandangan pertama. Dan aku itu rasanya kesal sekali dengan kakak ku yang bodoh itu. Bisa-bisa nya punya istri secantik itu hanya dia jadikan kakakku sebagai istri kontraknya saja. Kesal sekali hatiku," ucap Yuan dengan melempar bebatuan kecil ke dalam kolam renang tersebut.
Naomi pun terlihat kebingungan harus menanggapi obrolan Yuan seperti apa. Karena pada dasarnya dirinya pun juga menyukai Yuan di awal pandangan pertama.
Namun sayangnya, perasaan Naomi tersebut terbukti bertepuk sebelah tangan dengan curhatan yang Yuan lontarkan kepada nya.
"Sebaiknya jangan menyukai istri kakak kamu sendiri, Yuan. Itu sedikit mustahil untuk kalian bisa bersatu dan sudah otomatis hubungan persaudaraan kalian juga akan hancur berantakan karena mencintai satu wanita yang sama," ucap Naomi dengan memberikan sedikit pengertian untuk Yuan dan demi kebaikan Yuan.
"Aku sebenarnya juga ingin menyukai wanita lain selain istri kakak ku, Naomi. Namun tak ada satupun wanita yang berhasil menggetarkan hatiku," ucap Yuan dengan sejujurnya.
"Bagaimana denganku, Yuan?" tanya Naomi dengan tiba-tiba yang membuat Yuan bingung akan pertanyaan wanita cantik di hadapan nya tersebut.
"Apa maksudmu, Naomi? Kamu memang terlihat sudah sangat cantik sejak kamu di lahirkan dan itu terlihat snagat jelas hingga sedewasa ini," ucap Yuan dengan jujur karena belum memahami konteks pembicaraan Naomi.
"Aku cantik kan? Kenapa kamu tidak bisa memandang kecantikan ku? Aku pun terima jika hanya kamu gunakan sebagai kekasih pelampiasan dan anggap saja aku ini adalah kakak ipar kamu," ucap Naomi dengan berani nya.
"Ak—aku tidak bisa," ucap Yuan dengan terbata serta dengan segera memalingkan wajahnya dari tatapan gadis cantik yang selalu mengikutinya kemanapun dirinya melakukan balap liar.
"Kenapa tidak? Bukankah katamu aku juga cantik? Bagaimana kamu bisa mengatakan tidak jika tidak mencoba menjalin hubungan denganku dulu? Kamu bisa merubah gaya penampilan ku seperti gaya kakak ipar kamu itu pun aku rela. Aku mencintaimu, Yuan," ucap Naomi dengan memeluk erat tubuh Yuan dari belakang.
Mendapatkan pelukan dari wanita yang selalu ada untuknya pun membuat hati Yuan bimbang.
Namun tawaran yang di buat oleh Naomi pun mampu membuat Yuan goyah.
Dengan perlahan Yuan pun membalikkan tubuhnya dan menatap wajah cantik Naomi tersebut.
"Kamu janji tidak akan tersakiti kan jika aku menjadikan kamu seperti kakak ipar ku dalam segala hal?" tanya Yuan dengan mengangkat dagu Naomi secara perlahan.
Mendengar ucapan Yuan yang menyetujui usulan nya pun membuat hati Naomi berbunga-bunga.
Dengan perlahan Yuan pun kemudian memagut bibir mungil milik Naomi tersebut.
"Jika lain hari aku memergoki kakak iparku sedang bercumbu dengan kakak ku dan aku menginginkan nya, apakah kamu bersedia melakukan hal itu denganku?" ucap Yuan dengan frontal yang membuat Naomi menjadi gelisah.
"Bercumbu bagaimana maksud kamu, Yuan?" tanya Naomi dengan raut muka bingung yang membuat dirinya terlihat sangat imut.
"Ya begitu melakukan hubungan badan. Apa kamu bersedia? Jika iya maka aku akan memberimu kesempatan untuk menjadikan mu sebagai obsesi rasa cintaku untuk Mira. Jika kamu keberatan maka kita akhiri saja sedari awal," ucap Yuan dengan maksud dan tujuan agar Naomi menghentikan niat awal nya sebagai pelampiasan nya tersebut.
Setelah berfikir sejenak maka Naomi pun terlihat menganggukkan kepalanya pertanda menyetujui seluruh keinginan dari lelaki yang sedari dulu di cintai nya dalam diam tersebut.
"Yasudah, besok kamu akan ku ajak berkunjung ke rumahku. Dan lihatlah sendiri bagaimana wajah kakak iparku itu mulai dari penampilan hingga kesukaan makanan nya secara mendetail," ucap Yuan dengan segera berlalu dari hadapan Naomi.
Sedangkan Naomi sendiri terlihat bingung dengan tindakan yang di ambilnya hari ini. Apakah akan membawa dampak buruk untuk dirinya kedepan nya atau tidak.
"Semoga dengan cara ekstrim ku ini bisa membuat Yuan jatuh cinta kepada ku dengan berjalan nya seiring waktu," gumam Naomi yang kemudian terlihat menyusul langkah Yuan yang kini telah berubah menjadi kekasihnya, walaupun hanya dengan status sebagai kekasih pelampiasan saja.
Sedangkan di dalam kamar tidur Yeon tersebut terlihat Mira yang tengah terlelap di alam mimpi seusai menyantap makan malam bersama dengan keluarga besar Yuan, walaupun tanpa kehadiran sang adik ipar.
"Haish, apakah setiap ibu hamil rata-rata seperti Mira yang sedikit-sedikit mengantuk dan kemudian dengan cepat nya tertidur?" gumam Yeon dengan menyelimuti tubuh istrinya tersebut.
Setelah itu Yeon pun memindahkan keperluan kerjanya yang harus di selesaikan malam ini juga karena esok hari dirinya akan melakukan perjalanan bisnis selama satu minggu di dalam kamarnya sembari sesekali menatap wajah istrinya yang masih terlelap tersebut.
"Bagaimana pun seperti nya milikku sedikit demi sedikit seperti nya sudah menunjukkan reaksi jika berada di dekat Mira. Ada kemajuan untuk menjadi tidak impoten lagi. Seperti nya Mira memang harus tetap aku ikat di sampingku untuk membuat milikku sembuh secara total. Bagaimana pun juga hatiku masih terpaut untuk Tyas dan tidak memiliki perasaan apa pun untuk Mira. Mungkin bisa aku uji coba untuk melakukan itu dengan Tyas selama di Jerman besok," gumam Yeon di dalam hati.
Setelah menyelesaikan dan mengemas barang yang akan dirinya gunakan ke esokan harinya untuk bertolak ke Jerman, dengan segera Yeon pun merebahkan tubuhnya di samping Mira dan kemudian merengkuh nya ke dalam dekapan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
mamae zaedan
hanya dibuat obsesi fantasi aja,,sungguh tega kamu yuan😣😔
2023-11-09
0
epifania rendo
dasar Ceo goblok
2023-10-31
0
*, AIRES*,,,
eh paijo dimn mn klu mencoba itu sm istri sendiri ..bkn sm Tyeas ..meskipun km melakukan nya ..km gk akan bisa gagang sapu MU itu berdiri tegak ..kecuali sm pawang nya sendiri yaitu Mira ..dasar CEO..bodoh
2023-10-18
1