"Apakah file yang kamu ingin kan itu sangat mendesak hingga meminta nya sampai di kediaman pribadi milik Mira?" tanya Yeon yang kemudian menatap datar wajah Adolfo.
"Dari kemarin aku sangat kesulitan menghubungi Mira. Asisten nya pun menjawab jika Mira sedang mengajukan cuti libur dan tidak memiliki salinan file yang aku minta. Ini saja juga karena kebetulan aku tadi bertemu dengan Mira yang tengah turun dari apartemen ini sewaktu aku akan berangkat menuju ke kantorku. Mungkin karena kita berdua memiliki ikatan chemistry hingga apartemen ku dengan apartemen nya tempatnya ternyata hanya cukup menyeberang jalan raya saja," ucap Adolfo dengan begitu antusias.
"Jadi ini adalah pertama kali nya kamu berkunjung kemari?" tanya Yeon dengan penuh selidik.
"Iya lah, tuan. Lalu untuk apa Tuan Yeon berkunjung ke apartemen Mira?" tanya Adolfo yang kemudian menatap curiga ke arah Yeon.
Di saat Yeon ingin membuka mulut dan ingin menjawab dengan sejujurnya pun terdengar suara nyaring dari istri nya tersebut.
"Tuan Yeon juga hanya ingin meminta file yang dia butuhkan sama seperti mu, Tuan Adolfo," jawab Mira dengan cepat.
Adolfo pun kemudian mengangguk dan tanpa bertanya lagi serta terlihat buru-buru segera melihat file tersebut.
"Baiklah, Mira. Aku akan kembali ke kantor dulu. Jika nanti ada sesuatu yang kurang nanti aku akan menghubungi mu lagi dengan segera," ucap Adolfo yang kemudian nampak segera berdiri dan berpamitan.
Setelah Adolfo keluar dari apartemen nya tersebut lantas Mira segera mengambilkan minuman serta camilan untuk suaminya tersebut.
"Untuk apa datang kemari? Masih ingat perjanjian kita untuk tidak membongkar status kita di hadapan orang lain kan?" tanya Mira dengan sorot mata yang terkesan kaku.
"Haih, aku kemari untuk memberikan bakso yang kamu minta tadi sebagai ucapan tanda maafku untukmu," jawab Yeon dengan sejujurnya.
Mira pun segera mengernyitkan kedua alisnya begitu mendengar ucapan suaminya tersebut.
"Namun aku sudah tidak menginginkan bakso yang tadi. Bawa pulang ke rumah mu saja. Kasihkan ke siapa saja yang mau," ucap Mira dengan menyalakan saluran televisi untuk mengalihkan obrolan dan tatapan wajah Yeon yang susah sekali untuk di tebak.
"Baiklah, nanti kamu kasihkan ke satpam yang ada di bawah saja. Dimana letak kamar mandi mu? Aku ingin segera buang air kecil, mendadak kebelet," ucap Yeon yang kemudian nampak berdiri.
Lalu Mira dengan cepat menunjukkan dimana letak ruang kamar mandinya.
Begitu ruangan yang di maksud oleh Yeon nampak begitu dekat, maka dengan cepat Yeon segera melesat ke dalam kamar mandi tersebut.
"Aish, milikku rasanya akhir-akhir ini menjadi sedikit tidak nyaman. Seperti ingin di tuntaskan namun masih terlihat loyo begini," gumam Yeon seorang diri di dalam kamar mandi tersebut.
Entah kenapa miliknya ketika memandang tubuh istri nya yang terlihat sangat sintal pun membuat miliknya sedikit gelisah.
Namun sialnya jika dirinya kembali menengok kondisi adik kecilnya tersebut pun masih tetap terlihat sama yakni lembek dan tidak bertenaga sama sekali yang membuat Yeon semakin frustasi.
"Kenapa sih dengan milikku?" tanya Yeon dengan menatap kembali senjatanya dengan wajah yang amat kesal.
Yeon pun kemudian kembali menuju ke ruangan semula di awal dirinya bertamu di apartemen istrinya itu.
"Sudah lega?" tanya Mira dengan tatapan yang masih tidak teralihkan dari layar televisi.
"Belum," jawab Yeon dengan sejujurnya.
Karena miliknya yang terlihat ingin segera dituntaskan keinginan nya namun masih terlihat loyo.
Mendengar jawaban absurd dari suaminya tersebut pun membuat Mira terheran-heran. Namun dirinya juga tidak mau mengambil pusing untuk ucapan aneh suaminya tersebut dengan segera menuju ke dapur.
Tak berapa lama kemudian terlihat Mira yang tengah memakai celemek dengan rambut yang telah di ikat tinggi-tinggi yang membuat leher jenjang putih milik nya tersebut nampak terekspos yang membuat nilai plus untuk wajah cantiknya tersebut.
Tak lama kemudian tercium aroma harum dari arah dapur yang membuat perut Yeon meronta seketika.
"Kamu sedang masak apa?" tanya Yeon yang tak berapa lama kemudian tengah berdiri tepat di belakang Mira yang membuat Mira terjingkat kaget.
"Astaga, Yeon! Kamu membuatku kaget ditempat karena tak ada suara langkah kaki mu mendekat namun terdengar suara kamu yang terdengar begitu menggelegar tepat di belakangku!" pekik Mira dengan memukul spatula yang kini tengah di pengangnya ke arah Yeon.
"Awh! Panas tahu, Mir," pekik Yeon yang mendapatkan serangan dari spatulla panas tersebut.
"Setelah selesai makan masakan ku ini maka kamu segera lah kembali pulang. Karena malam ini aku ingin menginap di apartemen ku sendiri dulu," ucap Mira dengan menuang dua porsi makanan yang telah siap di sajikan untuknya dan sang suami.
Yeon pun terlihat sama sekali tidak menjawab, namun terlihat segera duduk di kursi makan.
Masakan pun telah terhidang di dalam piringnya. Dengan cepat Yeon pun segera melahap makanan tersebut dengan sangat cepat.
Entah mengapa kini lidahnya terasa sangat nyaman dengan masakan ala Indonesia yang dibuatkan oleh istrinya tersebut.
Hingga tak berapa lama makanan di dalam piringnya pun terlihat sudah habis tanpa sisa.
Setelah itu, Yeon pun terlihat menatap lekat wajah cantik istrinya tersebut. Perpaduan wajah Korea-Indonesia seperti dirinya.
Bibir merah muda milik istrinya yang terlihat sangat sensual ketika mengunyah makanan pun membuat hati Yeon berdesir kembali.
Hingga tak berapa lama kemudian terdengar bunyi nada dering telepon yang nyaring sekali dan berasal dari ponsel Yeon yang membuat Mira menatap wajah suaminya tersebut dengan jengah.
"Pasti dari pujaan hati kamu kan? Angkatlah dan segera pergi dari apartemen ku," ucap Mira dengan segera mengambil piring-piring kotor dan segera mencuci piringnya tersebut.
"Ya sayang, baiklah. Aku akan segera menuju ke hotel dimana kamu berada," ucap Yeon menjawab ucapan sang lawan bicaranya di dalam telepon tersebut dengan cepat dan segera menutup sambungan teleponnya.
Yeon pun nampak melirik istrinya tersebut yang masih tengah mencuci piring.
Terbesit sedikit rasa berdosa di hati Yeon. Namun bagaimana lagi karena sedari awal dia telah memiliki kekasih hati yakni Tyas.
"Aku keluar dulu. Nanti sore aku jemput kembali untuk periksa kandungan kamu bersama," ucap Yeon dengan serta mencium kening istrinya tersebut.
Yeon pun juga tidak tahu mengapa dirinya bersikap begitu konyol dengan sang istri.
Begitu juga dengan Mira yang kemudian merasakan desiran dihatinya karena mendapatkan kecupan mendadak dari suami nya tersebut.
Dengan tanpa kata lagi, Yeon pun terlihat keluar dan meninggalkan Mira seorang diri.
"Haish, aku jadi terlihat seperti istri kedua jika seperti ini!" ucap Mira dengan raut wajah kesal serta segera merebahkan tubuhnya diatas ranjangnya.
"Jika bukan karena dia lah sang pelaku yang membuat diriku hamil maka mana sudi aku menikahi lelaki yang sudah memiliki tambatan hati!" pekik Mira dengan kesal serta dengan meninju-ninju guling yang ada di sampingnya tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
epifania rendo
benar2 suaminya
2023-10-31
1
Maria Lina
klo gk mau ya tgl kn aj mira tu ap bertahan tau
2023-09-12
3
DawnLover❣️
wkwkkwkwkw lembek😂
2023-05-31
0