Bab 11. Kesal!

"Apakah file yang kamu ingin kan itu sangat mendesak hingga meminta nya sampai di kediaman pribadi milik Mira?" tanya Yeon yang kemudian menatap datar wajah Adolfo.

"Dari kemarin aku sangat kesulitan menghubungi Mira. Asisten nya pun menjawab jika Mira sedang mengajukan cuti libur dan tidak memiliki salinan file yang aku minta. Ini saja juga karena kebetulan aku tadi bertemu dengan Mira yang tengah turun dari apartemen ini sewaktu aku akan berangkat menuju ke kantorku. Mungkin karena kita berdua memiliki ikatan chemistry hingga apartemen ku dengan apartemen nya tempatnya ternyata hanya cukup menyeberang jalan raya saja," ucap Adolfo dengan begitu antusias.

"Jadi ini adalah pertama kali nya kamu berkunjung kemari?" tanya Yeon dengan penuh selidik.

"Iya lah, tuan. Lalu untuk apa Tuan Yeon berkunjung ke apartemen Mira?" tanya Adolfo yang kemudian menatap curiga ke arah Yeon.

Di saat Yeon ingin membuka mulut dan ingin menjawab dengan sejujurnya pun terdengar suara nyaring dari istri nya tersebut.

"Tuan Yeon juga hanya ingin meminta file yang dia butuhkan sama seperti mu, Tuan Adolfo," jawab Mira dengan cepat.

Adolfo pun kemudian mengangguk dan tanpa bertanya lagi serta terlihat buru-buru segera melihat file tersebut.

"Baiklah, Mira. Aku akan kembali ke kantor dulu. Jika nanti ada sesuatu yang kurang nanti aku akan menghubungi mu lagi dengan segera," ucap Adolfo yang kemudian nampak segera berdiri dan berpamitan.

Setelah Adolfo keluar dari apartemen nya tersebut lantas Mira segera mengambilkan minuman serta camilan untuk suaminya tersebut.

"Untuk apa datang kemari? Masih ingat perjanjian kita untuk tidak membongkar status kita di hadapan orang lain kan?" tanya Mira dengan sorot mata yang terkesan kaku.

"Haih, aku kemari untuk memberikan bakso yang kamu minta tadi sebagai ucapan tanda maafku untukmu," jawab Yeon dengan sejujurnya.

Mira pun segera mengernyitkan kedua alisnya begitu mendengar ucapan suaminya tersebut.

"Namun aku sudah tidak menginginkan bakso yang tadi. Bawa pulang ke rumah mu saja. Kasihkan ke siapa saja yang mau," ucap Mira dengan menyalakan saluran televisi untuk mengalihkan obrolan dan tatapan wajah Yeon yang susah sekali untuk di tebak.

"Baiklah, nanti kamu kasihkan ke satpam yang ada di bawah saja. Dimana letak kamar mandi mu? Aku ingin segera buang air kecil, mendadak kebelet," ucap Yeon yang kemudian nampak berdiri.

Lalu Mira dengan cepat menunjukkan dimana letak ruang kamar mandinya.

Begitu ruangan yang di maksud oleh Yeon nampak begitu dekat, maka dengan cepat Yeon segera melesat ke dalam kamar mandi tersebut.

"Aish, milikku rasanya akhir-akhir ini menjadi sedikit tidak nyaman. Seperti ingin di tuntaskan namun masih terlihat loyo begini," gumam Yeon seorang diri di dalam kamar mandi tersebut.

Entah kenapa miliknya ketika memandang tubuh istri nya yang terlihat sangat sintal pun membuat miliknya sedikit gelisah.

Namun sialnya jika dirinya kembali menengok kondisi adik kecilnya tersebut pun masih tetap terlihat sama yakni lembek dan tidak bertenaga sama sekali yang membuat Yeon semakin frustasi.

"Kenapa sih dengan milikku?" tanya Yeon dengan menatap kembali senjatanya dengan wajah yang amat kesal.

Yeon pun kemudian kembali menuju ke ruangan semula di awal dirinya bertamu di apartemen istrinya itu.

"Sudah lega?" tanya Mira dengan tatapan yang masih tidak teralihkan dari layar televisi.

"Belum," jawab Yeon dengan sejujurnya.

Karena miliknya yang terlihat ingin segera dituntaskan keinginan nya namun masih terlihat loyo.

Mendengar jawaban absurd dari suaminya tersebut pun membuat Mira terheran-heran. Namun dirinya juga tidak mau mengambil pusing untuk ucapan aneh suaminya tersebut dengan segera menuju ke dapur.

Tak berapa lama kemudian terlihat Mira yang tengah memakai celemek dengan rambut yang telah di ikat tinggi-tinggi yang membuat leher jenjang putih milik nya tersebut nampak terekspos yang membuat nilai plus untuk wajah cantiknya tersebut.

Tak lama kemudian tercium aroma harum dari arah dapur yang membuat perut Yeon meronta seketika.

"Kamu sedang masak apa?" tanya Yeon yang tak berapa lama kemudian tengah berdiri tepat di belakang Mira yang membuat Mira terjingkat kaget.

"Astaga, Yeon! Kamu membuatku kaget ditempat karena tak ada suara langkah kaki mu mendekat namun terdengar suara kamu yang terdengar begitu menggelegar tepat di belakangku!" pekik Mira dengan memukul spatula yang kini tengah di pengangnya ke arah Yeon.

"Awh! Panas tahu, Mir," pekik Yeon yang mendapatkan serangan dari spatulla panas tersebut.

"Setelah selesai makan masakan ku ini maka kamu segera lah kembali pulang. Karena malam ini aku ingin menginap di apartemen ku sendiri dulu," ucap Mira dengan menuang dua porsi makanan yang telah siap di sajikan untuknya dan sang suami.

Yeon pun terlihat sama sekali tidak menjawab, namun terlihat segera duduk di kursi makan.

Masakan pun telah terhidang di dalam piringnya. Dengan cepat Yeon pun segera melahap makanan tersebut dengan sangat cepat.

Entah mengapa kini lidahnya terasa sangat nyaman dengan masakan ala Indonesia yang dibuatkan oleh istrinya tersebut.

Hingga tak berapa lama makanan di dalam piringnya pun terlihat sudah habis tanpa sisa.

Setelah itu, Yeon pun terlihat menatap lekat wajah cantik istrinya tersebut. Perpaduan wajah Korea-Indonesia seperti dirinya.

Bibir merah muda milik istrinya yang terlihat sangat sensual ketika mengunyah makanan pun membuat hati Yeon berdesir kembali.

Hingga tak berapa lama kemudian terdengar bunyi nada dering telepon yang nyaring sekali dan berasal dari ponsel Yeon yang membuat Mira menatap wajah suaminya tersebut dengan jengah.

"Pasti dari pujaan hati kamu kan? Angkatlah dan segera pergi dari apartemen ku," ucap Mira dengan segera mengambil piring-piring kotor dan segera mencuci piringnya tersebut.

"Ya sayang, baiklah. Aku akan segera menuju ke hotel dimana kamu berada," ucap Yeon menjawab ucapan sang lawan bicaranya di dalam telepon tersebut dengan cepat dan segera menutup sambungan teleponnya.

Yeon pun nampak melirik istrinya tersebut yang masih tengah mencuci piring.

Terbesit sedikit rasa berdosa di hati Yeon. Namun bagaimana lagi karena sedari awal dia telah memiliki kekasih hati yakni Tyas.

"Aku keluar dulu. Nanti sore aku jemput kembali untuk periksa kandungan kamu bersama," ucap Yeon dengan serta mencium kening istrinya tersebut.

Yeon pun juga tidak tahu mengapa dirinya bersikap begitu konyol dengan sang istri.

Begitu juga dengan Mira yang kemudian merasakan desiran dihatinya karena mendapatkan kecupan mendadak dari suami nya tersebut.

Dengan tanpa kata lagi, Yeon pun terlihat keluar dan meninggalkan Mira seorang diri.

"Haish, aku jadi terlihat seperti istri kedua jika seperti ini!" ucap Mira dengan raut wajah kesal serta segera merebahkan tubuhnya diatas ranjangnya.

"Jika bukan karena dia lah sang pelaku yang membuat diriku hamil maka mana sudi aku menikahi lelaki yang sudah memiliki tambatan hati!" pekik Mira dengan kesal serta dengan meninju-ninju guling yang ada di sampingnya tersebut.

Terpopuler

Comments

epifania rendo

epifania rendo

benar2 suaminya

2023-10-31

1

Maria Lina

Maria Lina

klo gk mau ya tgl kn aj mira tu ap bertahan tau

2023-09-12

3

DawnLover❣️

DawnLover❣️

wkwkkwkwkw lembek😂

2023-05-31

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jebakan Adik Tiri
2 Bab 2. Pembelaan Daddy
3 Bab 3. Ketakutan Yeon
4 Bab 4. Membuat Perhitungan
5 Bab 5. Impoten
6 Bab 6. Berteman Baik Sejak Bayi
7 Bab 7. Kekasih Gelap Tyas
8 Bab 8. Seranjang
9 Bab 9. Menyimpan Rasa
10 Bab 10. Menduga-duga
11 Bab 11. Kesal!
12 Bab 12. Simpanan Tyas
13 Bab 13. Perang Batin
14 Bab 14. Dibandingkan
15 Bab 15. Menolak Dimadu
16 Bab 16. Tetap Dekat
17 Bab 17. Perubahan Sikap Mira
18 Bab 18. Kedatangan Naomi
19 Bab 19. Senjata Telah Bereaksi
20 Bab 20. Tertekan dan Frustasi
21 Bab 21. Menerima Permintaan
22 Bab 22. Parfum Halusinasi
23 Bab 23. Drama Dipagi Hari
24 Bab 24. Rencana Merdukun
25 Bab 25. Bisikan untuk Sang Baby
26 Bab 26. Geli Didalam Mimpi
27 Bab 27. Tak Kunjung Kembali
28 Bab 28. Sakit
29 Bab 29. Bodyguard
30 Bab 30. Tersedak
31 Bab 31. Pingsan
32 Bab 32. Mencari Tahu Kebenaran
33 Bab 33. Yeon Vs Adolfo
34 Bab 34. Bukti
35 Bab 35. Hadiah untuk Mira
36 Bab 36. Praduga Mira
37 Bab 37. Perseteruan Antar Dua Lelaki
38 Bab 38. Bermalam Bersama di Rumah Sakit
39 Bab 39. Rencana Darren
40 Bab 40. Saran untuk Naomi
41 Bab 41. Tyas Hamil dengan Siapa?
42 Bab 42. Janin Ini Milik Yeon!
43 Bab 43. Darren Kebingungan
44 Bab 44. Tidak Lagi Impoten
45 Bab 45. Meminta Bantuan
46 Bab 46. Tidak Mampu Berdiri
47 Bab 47. Rasa Cinta yang Sesungguhnya
48 Bab 48. Amarah Tyas
49 Bab 49. Rahasia Daddy Yeon
50 Bab 50. Mantan Sekretaris Tuan Jee
51 Bab 51. Di Landa Kegelisahan
52 Bab 52. Menangkap Hama
53 Bab 53. Rasa Cemas
54 Bab 54. Berbagai Jenis Kartu Permainan
55 Bab 55. Pengingat Diri
56 Bab 56. Cantik Sejak Bayi
57 Bab 57. Joreme
58 Bab 58. Yeon Cemburu
59 Bab 59. Rasa Ke Tidak Relaan Jerome
60 Bab 60. Sekertaris X Presdir
61 Bab 61. Tak Ada Celah
62 Bab 62. Bukan Saingan
63 Bab 63. Karena Mira
64 Bab 64. Resign
65 Bab 65. Melahirkan
66 Bab 66. Presdir Arogan
67 Bab 67. Di Buat Malu
68 Bab 68. Yeon vs Christ
69 Bab 69. Mommy Jerome
70 Bab 70. Undangan Pernikahan
71 Bab 71. Happy Ending
72 Bonchap. Baby Alric
73 Promo Novel Pelayan Cantik Tawanan Hot CEO
74 Secret Wife New Novel
75 Promo Novel
76 Novel baru - My Husband is Mine!
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Jebakan Adik Tiri
2
Bab 2. Pembelaan Daddy
3
Bab 3. Ketakutan Yeon
4
Bab 4. Membuat Perhitungan
5
Bab 5. Impoten
6
Bab 6. Berteman Baik Sejak Bayi
7
Bab 7. Kekasih Gelap Tyas
8
Bab 8. Seranjang
9
Bab 9. Menyimpan Rasa
10
Bab 10. Menduga-duga
11
Bab 11. Kesal!
12
Bab 12. Simpanan Tyas
13
Bab 13. Perang Batin
14
Bab 14. Dibandingkan
15
Bab 15. Menolak Dimadu
16
Bab 16. Tetap Dekat
17
Bab 17. Perubahan Sikap Mira
18
Bab 18. Kedatangan Naomi
19
Bab 19. Senjata Telah Bereaksi
20
Bab 20. Tertekan dan Frustasi
21
Bab 21. Menerima Permintaan
22
Bab 22. Parfum Halusinasi
23
Bab 23. Drama Dipagi Hari
24
Bab 24. Rencana Merdukun
25
Bab 25. Bisikan untuk Sang Baby
26
Bab 26. Geli Didalam Mimpi
27
Bab 27. Tak Kunjung Kembali
28
Bab 28. Sakit
29
Bab 29. Bodyguard
30
Bab 30. Tersedak
31
Bab 31. Pingsan
32
Bab 32. Mencari Tahu Kebenaran
33
Bab 33. Yeon Vs Adolfo
34
Bab 34. Bukti
35
Bab 35. Hadiah untuk Mira
36
Bab 36. Praduga Mira
37
Bab 37. Perseteruan Antar Dua Lelaki
38
Bab 38. Bermalam Bersama di Rumah Sakit
39
Bab 39. Rencana Darren
40
Bab 40. Saran untuk Naomi
41
Bab 41. Tyas Hamil dengan Siapa?
42
Bab 42. Janin Ini Milik Yeon!
43
Bab 43. Darren Kebingungan
44
Bab 44. Tidak Lagi Impoten
45
Bab 45. Meminta Bantuan
46
Bab 46. Tidak Mampu Berdiri
47
Bab 47. Rasa Cinta yang Sesungguhnya
48
Bab 48. Amarah Tyas
49
Bab 49. Rahasia Daddy Yeon
50
Bab 50. Mantan Sekretaris Tuan Jee
51
Bab 51. Di Landa Kegelisahan
52
Bab 52. Menangkap Hama
53
Bab 53. Rasa Cemas
54
Bab 54. Berbagai Jenis Kartu Permainan
55
Bab 55. Pengingat Diri
56
Bab 56. Cantik Sejak Bayi
57
Bab 57. Joreme
58
Bab 58. Yeon Cemburu
59
Bab 59. Rasa Ke Tidak Relaan Jerome
60
Bab 60. Sekertaris X Presdir
61
Bab 61. Tak Ada Celah
62
Bab 62. Bukan Saingan
63
Bab 63. Karena Mira
64
Bab 64. Resign
65
Bab 65. Melahirkan
66
Bab 66. Presdir Arogan
67
Bab 67. Di Buat Malu
68
Bab 68. Yeon vs Christ
69
Bab 69. Mommy Jerome
70
Bab 70. Undangan Pernikahan
71
Bab 71. Happy Ending
72
Bonchap. Baby Alric
73
Promo Novel Pelayan Cantik Tawanan Hot CEO
74
Secret Wife New Novel
75
Promo Novel
76
Novel baru - My Husband is Mine!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!