Pagi hari nya, Mira pun langsung terbangun dari tidur nyenyak ya semalaman.
Dikerjap-kerjap lah ke dua mata Mira. Pemandangan pertama yang dilihat oleh Mira adalah tangan Yeon yang terlihat memeluk tubuhnya dengan sangat erat.
'Dasar lain dimulut, lain di hati. Pada akhirnya, dia sendiri yang merangkak naik ke ranjang dan tidur dengan memeluk tubuhku dengan sangat posesif,' gerutu Mira di dalam hati.
Plakkk!! Plaakkk!! Plakk!!
Terdengar bunyi pukulan yang begitu nyaring hingga membuat Yeon terbangun seketika.
"Singkirkan tangan jelek kamu ini!" ucap Mira dengan nada kurang bersahabat sembari terus memukuli tangan yang masih terlihat melingkar di perut Mira.
Yeon yang begitu terkejut mendapati tangan nya yang tengah melingkar di tubuh Mira pun segera menarik diri.
"Laki-laki labil," gerutu Mira dengan kemudian melangkah kakinya menuju ke kamar mandi.
Sedangkan Yeon masih dalam mode bengong dan masih tidak percaya jika dirinya tidur dalam posisi memeluk tubuh Mira semalaman.
Hingga tak lama kemudian Mira pun terlihat telah segar bugar kembali setelah selesai membersihkan diri.
Dengan cekatan Mira pun segera mengambilkan baju ganti kasual untuk suaminya tersebut.
Karena hari ini kedua nya masih dalam masa cuti dari pekerjaan masing-masing atas perintah Mommy Yeon.
"Aneh, tumben sekali aku tidak merasakan mual-mual lagi di pagi hari," gumam Mira seorang diri di depan meja rias.
Ceklek.
Pintu kamar mandi pun nampak terbuka. Pandangan mata Yeon pun tertuju para seonggok baju ganti yang telah siap untuk di pakainya.
Dengan tanpa malu, Yeon pun melepas handuk yang melilit di tubuhny hingga terlihat tubuhnya yang polos tanpa sehelai kain pun.
Mira yang melihat tindakan Yeon yang seenaknya sendiri bertelanjang bulat tanpa sehelai benang pun membuat Mira reflek menutup kedua matanya.
"Ah! Mataku ternoda! Bergantilah di tempat lain!" pekik Mira dengan sedikit mengintip tubuh Yeon.
"Biasakan lah untuk menatap tubuhku setiap kali aku berganti pakaian. Lihatlah baik-baik senjata milikku ini yang masih nampak lembek agar kamu yakin jika aku ini benar-benar impoten," jawab Yeon dengan santainya.
Sedangkan Mira pun terlihat sedikit mengintip tubuh Yeon.
Glek! Mira pun nampak menelan ludahnya dengan susah payah karena begitu kagum melihat tubuh six pack milik suaminya tersebut.
Pandangan mata Mira pun sedikit demi sedikit mulai turun hingga melihat bentuk senjata milik Yeon tersebut.
Terlihat besar namun terkesan lembek. Kemudian Mira pun kembali menatap wajah Yeon.
"Sudah lihat kan bagaimana bentuk milikku?" tanya Yeon dengan tersenyum sinis ke arah Mira.
Lantas Yeon segera memakai bajunya dan keluar dari dalam kamar tersebut.
Mira pun masih terlihat syok setelah melihat bentuk senjata laki-laki yang sebenarnya.
Pertama kalinya Mira melihat tubuh telanjang laki-laki.
"Astaga! Menakutkan sekali bentuknya! Apa yang terlihat sebesar itu benar-benar impoten?" gumam Mira dengan terus menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan bayangan tubuh Yeon.
"Ah sebaiknya aku segera ikut turun," batin Mira dengan segera beranjak dari kamar tidur.
Menuruni anak tangga hingga sampailah Mira di meja makan yang telah tersaji banyak masakan lezat dan bergizi.
"Ayo di makan. Ambillah sesuka hatimu, menantu cantikku," ucap Mommy Yeon dengan cepat menyodorkan banyak makanan ke piring Mira.
"Sudah Mom jangan terlalu banyak," sanggah Mira begitu melihat sang mama mertua yang hendak mengambilkan camilan yang lain nya lagi.
"Kamu sedang mengandung cucu Mommy. Jadi sudah sepantasnya Mommy mengambilkan banyak porsi untukmu," balas Mommy Yeon yang tak dapat di tolak lagi oleh Mira.
Mira pun menerima penuh makanan yang terlihat menggunung di piringnya tersebut.
"Kenapa kamu hanya memakan soul saja Yeon? Mana nasi dan laukmu?" tanya sang Mommy dengan wajah heran karena sudah beberapa kali terlihat Yeon yang hanya menyantap semangkuk soup saja.
"Entahlah Mom. Aku hanya ingin memakan semangkuk saja. Nanti kalau aku ingin makan yang lain nya tinggal ambil saja," ucap Yeon dengan sekena nya saja.
"Baiklah, kamu juga makan yang banyak Yuan. Jangan sering keluyuran ke luar sehabis pulang sekolah," ucap Mommy Yeon kepada putra bungsunya yang merupakan adik lelaki Yeon satu-satunya.
"Dengarkan kata Mommy. Jangan lagi kamu ikut balapan liar. Fokus dengan ujian kelulusan kamu dan setelah itu kuliah lah di luar negri untuk meneruskan bisnis Daddy bersama," ucap Yeon yang turut memberikan wejangan kepada adiknya tersebut.
Yuan pun hanya mengangguk sekena nya saja dengan sesekali terlihat mengambilkan beberapa potongan daging yang kemudian di berikan kepada sang kakak ipar.
"Haih, seharusnya yang pantas bersikap manis kepada kakak iparmu adalah Yeon bukan kamu Yuan," sanggah sang Daddy yang melihat sang putra bungsu terlihat begitu perhatian dengan menantu pertama nya tersebut.
"Jika Kak Yeon tidak mau untuk memberikan perhatian nya untuk Kak Mira maka dengan senang hati aku akan mengambil alih tugas Kak Yeon, Dad," ucap Yuan yang begitu tiba-tiba yang membuat Mira tersedak.
Uhukk!! Uhuukk!!
Reflek Yeon dan Yuan dengan bersamaan memberikan air putih kepada Mira.
Sedangkan sang Mommy dan Daddy yang melihat tingkah laku kedua putra nya tersebut pun hanya mampu menggelengkan kepalanya.
"Kakakmu itu pasti lah akan memberikan banyak perhatian untuk istri dan calon anaknya. Hanya saja kakakmu belum terbiasa melakukan nya di hadapan kita. Iya kan, Dad?" ucap sang Mommy yang kemudian terlihat melirik suaminya tersebut.
Daddy Yeon pun hanya mampu menjawab dengan anggukan kepala. Karena sang Daddy kini melihat wajah persaingan yang terlihat jelas di antara wajah putra bungsunya tersebut.
'Apakah putra bungsu ku itu menyukai kakak iparnya sendiri? Haih, mungkin hanya perasaanku saja lah ini. Mana mungkin Yuan menyukai kakak iparnya sendiri yang notabene nya jauh lebih tua dari umur Yuan,' gumam sang Daddy di dalam hati.
Begitu juga sang Mommy yang memiliki pemikiran yang sama dengan sang suami. Baru kali ini putra bungsunya terlihat begitu perhatian terhadap orang lain. Biasanya pun cuek dan cenderung tidak mau tahu dengan apa yang orang sekitar nya lakukan.
Dan sesuai dugaan kedua orangnya jika diam-diam Yuan pun menaruh hati sejak pandangan pertama kali dirinya bertatapan muka dengan Mira di rumahnya beberapa hari yang lalu.
Wajahnya yang putih dengan mata sipit serta rambut curly panjangnya serta senyuman yang begitu hangat pun mampu membuat jantung Yuan berdetak kencang untuk pertama kalinya.
Ditambah tanpa sengaja Yuan mencuri dengar pembicaraan antara sang kakak dan Mira jika pernikahan keduanya hanya akan bertahan setelah bayi yang di kandung Mira lahir kedua yang membuat Yuan bertekad untuk memberikan segenap hatinya untuk wanita di hadapan nya.
"Jika kakak ku menceraikan Kak Mira setelah bayinya lahir di dunia, maka aku akan siap merebut kak Mira dan menjadi ayah sambung yang baik untuk bayi yang tak berdosa itu," gumam Yuan di dalam hati dengan terus menatap lekat wajah cantik kakak iparnya tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Yaser Levi
persaingan sehat itu namanya
2024-07-26
1
Yusria Mumba
semangat yuan,
2023-11-15
1
Juan Sastra
yeon yeon, seorang istri pakai lengrey di depan suami di bilang murahan tak tahu malu, lalu apa kabarnya tiyas yg telanjang tanpa sehelai benang pun dengan kamu mengobrak abrik kemaluannya...sebutan apa lagi yg lebih pantas selain murahan , jalangkah perek mungkin atau lacur lebih tepatnya
2023-10-25
4