Bab 9. Menyimpan Rasa

Pagi hari nya, Mira pun langsung terbangun dari tidur nyenyak ya semalaman.

Dikerjap-kerjap lah ke dua mata Mira. Pemandangan pertama yang dilihat oleh Mira adalah tangan Yeon yang terlihat memeluk tubuhnya dengan sangat erat.

'Dasar lain dimulut, lain di hati. Pada akhirnya, dia sendiri yang merangkak naik ke ranjang dan tidur dengan memeluk tubuhku dengan sangat posesif,' gerutu Mira di dalam hati.

Plakkk!! Plaakkk!! Plakk!!

Terdengar bunyi pukulan yang begitu nyaring hingga membuat Yeon terbangun seketika.

"Singkirkan tangan jelek kamu ini!" ucap Mira dengan nada kurang bersahabat sembari terus memukuli tangan yang masih terlihat melingkar di perut Mira.

Yeon yang begitu terkejut mendapati tangan nya yang tengah melingkar di tubuh Mira pun segera menarik diri.

"Laki-laki labil," gerutu Mira dengan kemudian melangkah kakinya menuju ke kamar mandi.

Sedangkan Yeon masih dalam mode bengong dan masih tidak percaya jika dirinya tidur dalam posisi memeluk tubuh Mira semalaman.

Hingga tak lama kemudian Mira pun terlihat telah segar bugar kembali setelah selesai membersihkan diri.

Dengan cekatan Mira pun segera mengambilkan baju ganti kasual untuk suaminya tersebut.

Karena hari ini kedua nya masih dalam masa cuti dari pekerjaan masing-masing atas perintah Mommy Yeon.

"Aneh, tumben sekali aku tidak merasakan mual-mual lagi di pagi hari," gumam Mira seorang diri di depan meja rias.

Ceklek.

Pintu kamar mandi pun nampak terbuka. Pandangan mata Yeon pun tertuju para seonggok baju ganti yang telah siap untuk di pakainya.

Dengan tanpa malu, Yeon pun melepas handuk yang melilit di tubuhny hingga terlihat tubuhnya yang polos tanpa sehelai kain pun.

Mira yang melihat tindakan Yeon yang seenaknya sendiri bertelanjang bulat tanpa sehelai benang pun membuat Mira reflek menutup kedua matanya.

"Ah! Mataku ternoda! Bergantilah di tempat lain!" pekik Mira dengan sedikit mengintip tubuh Yeon.

"Biasakan lah untuk menatap tubuhku setiap kali aku berganti pakaian. Lihatlah baik-baik senjata milikku ini yang masih nampak lembek agar kamu yakin jika aku ini benar-benar impoten," jawab Yeon dengan santainya.

Sedangkan Mira pun terlihat sedikit mengintip tubuh Yeon.

Glek! Mira pun nampak menelan ludahnya dengan susah payah karena begitu kagum melihat tubuh six pack milik suaminya tersebut.

Pandangan mata Mira pun sedikit demi sedikit mulai turun hingga melihat bentuk senjata milik Yeon tersebut.

Terlihat besar namun terkesan lembek. Kemudian Mira pun kembali menatap wajah Yeon.

"Sudah lihat kan bagaimana bentuk milikku?" tanya Yeon dengan tersenyum sinis ke arah Mira.

Lantas Yeon segera memakai bajunya dan keluar dari dalam kamar tersebut.

Mira pun masih terlihat syok setelah melihat bentuk senjata laki-laki yang sebenarnya.

Pertama kalinya Mira melihat tubuh telanjang laki-laki.

"Astaga! Menakutkan sekali bentuknya! Apa yang terlihat sebesar itu benar-benar impoten?" gumam Mira dengan terus menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan bayangan tubuh Yeon.

"Ah sebaiknya aku segera ikut turun," batin Mira dengan segera beranjak dari kamar tidur.

Menuruni anak tangga hingga sampailah Mira di meja makan yang telah tersaji banyak masakan lezat dan bergizi.

"Ayo di makan. Ambillah sesuka hatimu, menantu cantikku," ucap Mommy Yeon dengan cepat menyodorkan banyak makanan ke piring Mira.

"Sudah Mom jangan terlalu banyak," sanggah Mira begitu melihat sang mama mertua yang hendak mengambilkan camilan yang lain nya lagi.

"Kamu sedang mengandung cucu Mommy. Jadi sudah sepantasnya Mommy mengambilkan banyak porsi untukmu," balas Mommy Yeon yang tak dapat di tolak lagi oleh Mira.

Mira pun menerima penuh makanan yang terlihat menggunung di piringnya tersebut.

"Kenapa kamu hanya memakan soul saja Yeon? Mana nasi dan laukmu?" tanya sang Mommy dengan wajah heran karena sudah beberapa kali terlihat Yeon yang hanya menyantap semangkuk soup saja.

"Entahlah Mom. Aku hanya ingin memakan semangkuk saja. Nanti kalau aku ingin makan yang lain nya tinggal ambil saja," ucap Yeon dengan sekena nya saja.

"Baiklah, kamu juga makan yang banyak Yuan. Jangan sering keluyuran ke luar sehabis pulang sekolah," ucap Mommy Yeon kepada putra bungsunya yang merupakan adik lelaki Yeon satu-satunya.

"Dengarkan kata Mommy. Jangan lagi kamu ikut balapan liar. Fokus dengan ujian kelulusan kamu dan setelah itu kuliah lah di luar negri untuk meneruskan bisnis Daddy bersama," ucap Yeon yang turut memberikan wejangan kepada adiknya tersebut.

Yuan pun hanya mengangguk sekena nya saja dengan sesekali terlihat mengambilkan beberapa potongan daging yang kemudian di berikan kepada sang kakak ipar.

"Haih, seharusnya yang pantas bersikap manis kepada kakak iparmu adalah Yeon bukan kamu Yuan," sanggah sang Daddy yang melihat sang putra bungsu terlihat begitu perhatian dengan menantu pertama nya tersebut.

"Jika Kak Yeon tidak mau untuk memberikan perhatian nya untuk Kak Mira maka dengan senang hati aku akan mengambil alih tugas Kak Yeon, Dad," ucap Yuan yang begitu tiba-tiba yang membuat Mira tersedak.

Uhukk!! Uhuukk!!

Reflek Yeon dan Yuan dengan bersamaan memberikan air putih kepada Mira.

Sedangkan sang Mommy dan Daddy yang melihat tingkah laku kedua putra nya tersebut pun hanya mampu menggelengkan kepalanya.

"Kakakmu itu pasti lah akan memberikan banyak perhatian untuk istri dan calon anaknya. Hanya saja kakakmu belum terbiasa melakukan nya di hadapan kita. Iya kan, Dad?" ucap sang Mommy yang kemudian terlihat melirik suaminya tersebut.

Daddy Yeon pun hanya mampu menjawab dengan anggukan kepala. Karena sang Daddy kini melihat wajah persaingan yang terlihat jelas di antara wajah putra bungsunya tersebut.

'Apakah putra bungsu ku itu menyukai kakak iparnya sendiri? Haih, mungkin hanya perasaanku saja lah ini. Mana mungkin Yuan menyukai kakak iparnya sendiri yang notabene nya jauh lebih tua dari umur Yuan,' gumam sang Daddy di dalam hati.

Begitu juga sang Mommy yang memiliki pemikiran yang sama dengan sang suami. Baru kali ini putra bungsunya terlihat begitu perhatian terhadap orang lain. Biasanya pun cuek dan cenderung tidak mau tahu dengan apa yang orang sekitar nya lakukan.

Dan sesuai dugaan kedua orangnya jika diam-diam Yuan pun menaruh hati sejak pandangan pertama kali dirinya bertatapan muka dengan Mira di rumahnya beberapa hari yang lalu.

Wajahnya yang putih dengan mata sipit serta rambut curly panjangnya serta senyuman yang begitu hangat pun mampu membuat jantung Yuan berdetak kencang untuk pertama kalinya.

Ditambah tanpa sengaja Yuan mencuri dengar pembicaraan antara sang kakak dan Mira jika pernikahan keduanya hanya akan bertahan setelah bayi yang di kandung Mira lahir kedua yang membuat Yuan bertekad untuk memberikan segenap hatinya untuk wanita di hadapan nya.

"Jika kakak ku menceraikan Kak Mira setelah bayinya lahir di dunia, maka aku akan siap merebut kak Mira dan menjadi ayah sambung yang baik untuk bayi yang tak berdosa itu," gumam Yuan di dalam hati dengan terus menatap lekat wajah cantik kakak iparnya tersebut.

Terpopuler

Comments

Yaser Levi

Yaser Levi

persaingan sehat itu namanya

2024-07-26

1

Yusria Mumba

Yusria Mumba

semangat yuan,

2023-11-15

1

Juan Sastra

Juan Sastra

yeon yeon, seorang istri pakai lengrey di depan suami di bilang murahan tak tahu malu, lalu apa kabarnya tiyas yg telanjang tanpa sehelai benang pun dengan kamu mengobrak abrik kemaluannya...sebutan apa lagi yg lebih pantas selain murahan , jalangkah perek mungkin atau lacur lebih tepatnya

2023-10-25

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jebakan Adik Tiri
2 Bab 2. Pembelaan Daddy
3 Bab 3. Ketakutan Yeon
4 Bab 4. Membuat Perhitungan
5 Bab 5. Impoten
6 Bab 6. Berteman Baik Sejak Bayi
7 Bab 7. Kekasih Gelap Tyas
8 Bab 8. Seranjang
9 Bab 9. Menyimpan Rasa
10 Bab 10. Menduga-duga
11 Bab 11. Kesal!
12 Bab 12. Simpanan Tyas
13 Bab 13. Perang Batin
14 Bab 14. Dibandingkan
15 Bab 15. Menolak Dimadu
16 Bab 16. Tetap Dekat
17 Bab 17. Perubahan Sikap Mira
18 Bab 18. Kedatangan Naomi
19 Bab 19. Senjata Telah Bereaksi
20 Bab 20. Tertekan dan Frustasi
21 Bab 21. Menerima Permintaan
22 Bab 22. Parfum Halusinasi
23 Bab 23. Drama Dipagi Hari
24 Bab 24. Rencana Merdukun
25 Bab 25. Bisikan untuk Sang Baby
26 Bab 26. Geli Didalam Mimpi
27 Bab 27. Tak Kunjung Kembali
28 Bab 28. Sakit
29 Bab 29. Bodyguard
30 Bab 30. Tersedak
31 Bab 31. Pingsan
32 Bab 32. Mencari Tahu Kebenaran
33 Bab 33. Yeon Vs Adolfo
34 Bab 34. Bukti
35 Bab 35. Hadiah untuk Mira
36 Bab 36. Praduga Mira
37 Bab 37. Perseteruan Antar Dua Lelaki
38 Bab 38. Bermalam Bersama di Rumah Sakit
39 Bab 39. Rencana Darren
40 Bab 40. Saran untuk Naomi
41 Bab 41. Tyas Hamil dengan Siapa?
42 Bab 42. Janin Ini Milik Yeon!
43 Bab 43. Darren Kebingungan
44 Bab 44. Tidak Lagi Impoten
45 Bab 45. Meminta Bantuan
46 Bab 46. Tidak Mampu Berdiri
47 Bab 47. Rasa Cinta yang Sesungguhnya
48 Bab 48. Amarah Tyas
49 Bab 49. Rahasia Daddy Yeon
50 Bab 50. Mantan Sekretaris Tuan Jee
51 Bab 51. Di Landa Kegelisahan
52 Bab 52. Menangkap Hama
53 Bab 53. Rasa Cemas
54 Bab 54. Berbagai Jenis Kartu Permainan
55 Bab 55. Pengingat Diri
56 Bab 56. Cantik Sejak Bayi
57 Bab 57. Joreme
58 Bab 58. Yeon Cemburu
59 Bab 59. Rasa Ke Tidak Relaan Jerome
60 Bab 60. Sekertaris X Presdir
61 Bab 61. Tak Ada Celah
62 Bab 62. Bukan Saingan
63 Bab 63. Karena Mira
64 Bab 64. Resign
65 Bab 65. Melahirkan
66 Bab 66. Presdir Arogan
67 Bab 67. Di Buat Malu
68 Bab 68. Yeon vs Christ
69 Bab 69. Mommy Jerome
70 Bab 70. Undangan Pernikahan
71 Bab 71. Happy Ending
72 Bonchap. Baby Alric
73 Promo Novel Pelayan Cantik Tawanan Hot CEO
74 Secret Wife New Novel
75 Promo Novel
76 Novel baru - My Husband is Mine!
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Jebakan Adik Tiri
2
Bab 2. Pembelaan Daddy
3
Bab 3. Ketakutan Yeon
4
Bab 4. Membuat Perhitungan
5
Bab 5. Impoten
6
Bab 6. Berteman Baik Sejak Bayi
7
Bab 7. Kekasih Gelap Tyas
8
Bab 8. Seranjang
9
Bab 9. Menyimpan Rasa
10
Bab 10. Menduga-duga
11
Bab 11. Kesal!
12
Bab 12. Simpanan Tyas
13
Bab 13. Perang Batin
14
Bab 14. Dibandingkan
15
Bab 15. Menolak Dimadu
16
Bab 16. Tetap Dekat
17
Bab 17. Perubahan Sikap Mira
18
Bab 18. Kedatangan Naomi
19
Bab 19. Senjata Telah Bereaksi
20
Bab 20. Tertekan dan Frustasi
21
Bab 21. Menerima Permintaan
22
Bab 22. Parfum Halusinasi
23
Bab 23. Drama Dipagi Hari
24
Bab 24. Rencana Merdukun
25
Bab 25. Bisikan untuk Sang Baby
26
Bab 26. Geli Didalam Mimpi
27
Bab 27. Tak Kunjung Kembali
28
Bab 28. Sakit
29
Bab 29. Bodyguard
30
Bab 30. Tersedak
31
Bab 31. Pingsan
32
Bab 32. Mencari Tahu Kebenaran
33
Bab 33. Yeon Vs Adolfo
34
Bab 34. Bukti
35
Bab 35. Hadiah untuk Mira
36
Bab 36. Praduga Mira
37
Bab 37. Perseteruan Antar Dua Lelaki
38
Bab 38. Bermalam Bersama di Rumah Sakit
39
Bab 39. Rencana Darren
40
Bab 40. Saran untuk Naomi
41
Bab 41. Tyas Hamil dengan Siapa?
42
Bab 42. Janin Ini Milik Yeon!
43
Bab 43. Darren Kebingungan
44
Bab 44. Tidak Lagi Impoten
45
Bab 45. Meminta Bantuan
46
Bab 46. Tidak Mampu Berdiri
47
Bab 47. Rasa Cinta yang Sesungguhnya
48
Bab 48. Amarah Tyas
49
Bab 49. Rahasia Daddy Yeon
50
Bab 50. Mantan Sekretaris Tuan Jee
51
Bab 51. Di Landa Kegelisahan
52
Bab 52. Menangkap Hama
53
Bab 53. Rasa Cemas
54
Bab 54. Berbagai Jenis Kartu Permainan
55
Bab 55. Pengingat Diri
56
Bab 56. Cantik Sejak Bayi
57
Bab 57. Joreme
58
Bab 58. Yeon Cemburu
59
Bab 59. Rasa Ke Tidak Relaan Jerome
60
Bab 60. Sekertaris X Presdir
61
Bab 61. Tak Ada Celah
62
Bab 62. Bukan Saingan
63
Bab 63. Karena Mira
64
Bab 64. Resign
65
Bab 65. Melahirkan
66
Bab 66. Presdir Arogan
67
Bab 67. Di Buat Malu
68
Bab 68. Yeon vs Christ
69
Bab 69. Mommy Jerome
70
Bab 70. Undangan Pernikahan
71
Bab 71. Happy Ending
72
Bonchap. Baby Alric
73
Promo Novel Pelayan Cantik Tawanan Hot CEO
74
Secret Wife New Novel
75
Promo Novel
76
Novel baru - My Husband is Mine!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!