Setelah keduanya selesai melakukan pemeriksaan USG, Yeon dan Mira pun sepakat untuk kembali menuju kediaman orang tua Yeon.
Di sepanjang jalan keduanya pun hanyut dalam pemikiran masing-masing.
"Yeon ..." ucap Mira dengan tiba-tiba.
"Hmm ... ada apa?" jawab Yeon dengan melirik sekilas ke arah istrinya tersebut.
"Apa kamu ingat tentang kenangan masa kecil kita?" tanya Mira kembali.
"Ingat, pertemuan terakhir kita waktu itu disaat kedua orang tua kamu berpamitan di kediaman orang tuaku. Mommy dan Daddy mu kan telah memutuskan untuk menetap di Indonesia. Kamu bahkan merengek menangis dengan sangat histeris dan tidak ingin ikut dengan kedua orang tua kamu dan ingin tetap tinggal di Korea," tutur Yeon dengan kembali menerawang jauh ke dalam masa lalu.
Gadis kecil dengan wajah yang begitu cantik dan menggemaskan yang selalu mengikuti kemana pun Yeon kecil pergi.
Dahulu di saat perusahaan keluarga nya hampir di ambang pailit akibat tangan kanan kepercayaan sang Daddy pergi melarikan diri setelah menggelapkan dana perusahaan hingga meninggalkan banyak hutang itu membuat Yeon kecil di jauhi seluruh teman-teman nya.
Bahkan untuk membayar uang sekolah taman kanak-kanak putra nya saja kedua orang tua Yeon tidak mampu.
Setiap hari harus berurusan dengan para lintah darat yang terus menerus datang dikediaman orang tua Yeon.
Jika bukan karena uluran tangan dari kedua orang tua Mira kecil maka keluarga nya sudah nyaris melakukan bunuh diri.
Sang Daddy yang telah berencana memberikan racun yang telah di masukkan ke dalam susu sang putra dan istri kesayangan nya karena tidak sanggup lagi melihat anak dan istrinya terus hidup dalam penderitaan.
Hingga di saat genting tersebut, datanglah Mira kecil dan kedua orang tua nya menawarkan modal saham untuk membuat perusahaan sang Daddy kembali dengan perlahan.
Seketika air mata Daddy Yeon pun luruh dan membuang semua susu yang telah di campur dengan racun yang akan di minum oleh anak dan istrinya.
Daddy Yeon pun terlihat sangat berterimakasih terhadap kebaikan hati dari orang tua Mira kecil yang telah membantu keluar dari masalah yang menimpa keluarga dan perusahaan nya.
Mengingat masa-masa kelam di dalam keluarga nya tersebut membuat Yeon kembali menitikkan air matanya.
Itulah yang membuat Yeon mau menerima pernikahan yang telah di tetapkan oleh sang Mommy untuk secepatnya menikahi Mira.
Untuk membalas seluruh kebaikan dari kedua orang tua Mira. Hanya itulah alasan yang memantapkan dirinya untuk menikahi Mira walaupun nantinya janin yang sedang dikandungnya tersebut tidaklah menunjukkan kecocokan DNA.
"Aku tau, kamu juga enggak mau pisah dariku kan waktu itu. Walau kamu hanya terdiam menatap kepergian mobil kami. Mama mertua sendiri yang cerita jika waktu itu kamu merasa tersiksa dan tidak rela atas kepergian ku hingga kamu demam selama berhari-hari," ucap Mira dengan menoel paha suaminya.
Mendapat sentuhan dari Mira pun membuat tubuh Yeon bereaksi, ada rasa yang berbeda yang membuat tubuhnya terasa seperti ada jutaan kupu-kupu yang terbang di sekitarnya.
"Mira! Jangan menyentuh ku secara sembarangan!" ucap Yeon dengan menampik sentuhan Mira dengan cepat.
"Bukan kah kamu adalah pria impoten? Seharusnya tidak masalah kan jika aku menyentuh tubuhmu? Atau jangan-jangan milikmu hanya bisa bereaksi dengan sentuhan ku saja ya??" ucap Mira dengan meremat senjata Yeon dari luar.
"Mira! Jika kamu terus lancang menyentuhku lebih baik kamu segera turun dari mobilku!" pekik Yeon dengan segera menepikan mobilnya.
"Oke baiklah, lebih baik aku kembali ke apartemen menggunakan taksi saja sekarang. Dari pada menuruti suami seperti mu. Di sentuh istri sendiri saja begitu marahnya. Namun jika di sentuh yang bukan mahram kamu saja kamu tidak meneriakinya seheboh itu seperti kamu menariaki ku barusan," ucap Mira dengan nada yang amat kesal.
Mira pun segera berniat untuk membuka pintu mobil.
Namun lagi-lagi Yeon pun menahan nya.
"Jangan! Jika aku kembali pulang ke rumah kedua orang tua ku tanpa dirimu, apa jadinya? Kamu ingin aku terus di marahi Mommy jika kamu tidak ikut serta denganku?" tanya Yeon dengan menarik tangan Mira agar kembali ke tempat duduk semula.
"Kan aku hanya menurut apa kata suamiku. Disuruh turun ya tinggal turun saja. Kalau toh aku kembali ke rumah mertua dengan menggunakan taksi jika tahu oleh kedua orang tua kamu, apa kamu pikir kamu tidak akan mungkin kena marah?" tanya Mira dengan menatap wajah Yeon yang terlihat membenarkan ucapan Mira.
"Benar juga sih ucapan kamu itu. Tapi kamu janji jangan pegang-pegang bagian dari tubuhku ya? Sejujurnya rasanya geli sekali ketika di sentuh olehmu. Ah sudahlah kita fokus saja dengan perjalanan kita," ucap Yeon dengan sedikit mengalihkan pembicaraan yang terjadi di antara diri nya dan Mira.
Sedangkan Mira yang mendengar pengakuan dari Yeon jika merasa geli akan sentuhan nya pun seketika tersenyum di dalam hati.
'Itu artinya milikmu hanya bereaksi dengan sentuhan ku,' gumam Mira di dalam hati.
Setelah itu keduanya pun tidak saling berinteraksi kembali karena sibuk dengan pemikiran masing-masing.
Hingga tak lama kemudian mobil mewah yang di kendarai oleh Yeon pun telah memasuki halaman kediaman orang tua nya.
Kedua nya pun berjalan beriringan memasuki pintu utama rumah orang tua nya Yeon.
Sambutan antusias pun terpancar dari wajah Mommy Yeon.
"Menantuku sayang, bagaimana hasil USG nya? Kata Yuan kalian tadi sempat bertengkar hingga melupakan tujuan utama kalian untuk mengantarkan Yuan kesekolah ya??" cerca Mommy Yeon kepada sang menantu.
"Maaf, Mom. Mungkin karena akhir-akhir ini aku merasa agak mellow jika di bentak sedikit. Astaga aku pun baru ingat jika kita belum mengantarkan Yuan kesekolah!Ini pasti karena tujuan kita pun berubah haluan karena diriku menginginkan bakso sambal lava, Mom," ucap Mira dengan menggaruk tengkuknya.
"Yuan, maafkan kami ya. Ini semua karena Kakak yang melupakan tujuan utamanya untuk mengantarkan kami dulu ke sekolah," ucap Mira dengan meminta maaf kepada sang adik ipar.
"Tidak masalah sih, Kak. Aku juga suka kok jika kalian melupakan tujuan utama kalian untuk mengantarkan ku ke sekolah. Jadinya bisa bolos sekolah lagi deh dan bisa ikut makan bersama kalian. Hehehe," jawab Yuan dengan terkekeh perlahan.
Mendengar jawaban dari sang putra bungsu pun membuat sang Mommy naik pitam karena ada aja alasan agar bisa sering membolos sekolah.
"Enak saja bolos sekolah lagi! Mommy akan benar-benar memindahkan sekolah kamu di luar negeri jika kamu masih seperti itu! Kapan kamu akan bisa membanggakan Mommy jika terus seperti itu. Belajarlah dari kakak kamu yang pandai dalam segala aspek," ucap Mommy Yeon dengan menatap tajam ke arah Yuan.
Sedangkan Yuan yang mendengar ucapan sang Mommy pun seketika teriris hatinya.
Yuan yang kembali merasa di banding-bandingkan dengan sang kakak pun seketika mengambil kunci moge nya dan keluar dari kediaman mewah tersebut dengan perasaan kecewa dan amarah kepada sang Mommy.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
™•~•zira Kanaya°•°
Mira krakter nya wanita lemah , hemm 🥴
mau ajja sama laki² bekas jalang yang sering di celup² 🤧
hanya demi anak sebuah Alasan ' cukup di akui sudah tinggal kan laki² bejat yang doyan jalang 🤮
2023-11-14
0
AIRA COMEL
aku pun tidak suka bila di bandingkan dengan org lain 😩
2023-11-09
0
Ida Zuraida
kereeen
2023-11-03
1