Bab 14. Dibandingkan

Setelah keduanya selesai melakukan pemeriksaan USG, Yeon dan Mira pun sepakat untuk kembali menuju kediaman orang tua Yeon.

Di sepanjang jalan keduanya pun hanyut dalam pemikiran masing-masing.

"Yeon ..." ucap Mira dengan tiba-tiba.

"Hmm ... ada apa?" jawab Yeon dengan melirik sekilas ke arah istrinya tersebut.

"Apa kamu ingat tentang kenangan masa kecil kita?" tanya Mira kembali.

"Ingat, pertemuan terakhir kita waktu itu disaat kedua orang tua kamu berpamitan di kediaman orang tuaku. Mommy dan Daddy mu kan telah memutuskan untuk menetap di Indonesia. Kamu bahkan merengek menangis dengan sangat histeris dan tidak ingin ikut dengan kedua orang tua kamu dan ingin tetap tinggal di Korea," tutur Yeon dengan kembali menerawang jauh ke dalam masa lalu.

Gadis kecil dengan wajah yang begitu cantik dan menggemaskan yang selalu mengikuti kemana pun Yeon kecil pergi.

Dahulu di saat perusahaan keluarga nya hampir di ambang pailit akibat tangan kanan kepercayaan sang Daddy pergi melarikan diri setelah menggelapkan dana perusahaan hingga meninggalkan banyak hutang itu membuat Yeon kecil di jauhi seluruh teman-teman nya.

Bahkan untuk membayar uang sekolah taman kanak-kanak putra nya saja kedua orang tua Yeon tidak mampu.

Setiap hari harus berurusan dengan para lintah darat yang terus menerus datang dikediaman orang tua Yeon.

Jika bukan karena uluran tangan dari kedua orang tua Mira kecil maka keluarga nya sudah nyaris melakukan bunuh diri.

Sang Daddy yang telah berencana memberikan racun yang telah di masukkan ke dalam susu sang putra dan istri kesayangan nya karena tidak sanggup lagi melihat anak dan istrinya terus hidup dalam penderitaan.

Hingga di saat genting tersebut, datanglah Mira kecil dan kedua orang tua nya menawarkan modal saham untuk membuat perusahaan sang Daddy kembali dengan perlahan.

Seketika air mata Daddy Yeon pun luruh dan membuang semua susu yang telah di campur dengan racun yang akan di minum oleh anak dan istrinya.

Daddy Yeon pun terlihat sangat berterimakasih terhadap kebaikan hati dari orang tua Mira kecil yang telah membantu keluar dari masalah yang menimpa keluarga dan perusahaan nya.

Mengingat masa-masa kelam di dalam keluarga nya tersebut membuat Yeon kembali menitikkan air matanya.

Itulah yang membuat Yeon mau menerima pernikahan yang telah di tetapkan oleh sang Mommy untuk secepatnya menikahi Mira.

Untuk membalas seluruh kebaikan dari kedua orang tua Mira. Hanya itulah alasan yang memantapkan dirinya untuk menikahi Mira walaupun nantinya janin yang sedang dikandungnya tersebut tidaklah menunjukkan kecocokan DNA.

"Aku tau, kamu juga enggak mau pisah dariku kan waktu itu. Walau kamu hanya terdiam menatap kepergian mobil kami. Mama mertua sendiri yang cerita jika waktu itu kamu merasa tersiksa dan tidak rela atas kepergian ku hingga kamu demam selama berhari-hari," ucap Mira dengan menoel paha suaminya.

Mendapat sentuhan dari Mira pun membuat tubuh Yeon bereaksi, ada rasa yang berbeda yang membuat tubuhnya terasa seperti ada jutaan kupu-kupu yang terbang di sekitarnya.

"Mira! Jangan menyentuh ku secara sembarangan!" ucap Yeon dengan menampik sentuhan Mira dengan cepat.

"Bukan kah kamu adalah pria impoten? Seharusnya tidak masalah kan jika aku menyentuh tubuhmu? Atau jangan-jangan milikmu hanya bisa bereaksi dengan sentuhan ku saja ya??" ucap Mira dengan meremat senjata Yeon dari luar.

"Mira! Jika kamu terus lancang menyentuhku lebih baik kamu segera turun dari mobilku!" pekik Yeon dengan segera menepikan mobilnya.

"Oke baiklah, lebih baik aku kembali ke apartemen menggunakan taksi saja sekarang. Dari pada menuruti suami seperti mu. Di sentuh istri sendiri saja begitu marahnya. Namun jika di sentuh yang bukan mahram kamu saja kamu tidak meneriakinya seheboh itu seperti kamu menariaki ku barusan," ucap Mira dengan nada yang amat kesal.

Mira pun segera berniat untuk membuka pintu mobil.

Namun lagi-lagi Yeon pun menahan nya.

"Jangan! Jika aku kembali pulang ke rumah kedua orang tua ku tanpa dirimu, apa jadinya? Kamu ingin aku terus di marahi Mommy jika kamu tidak ikut serta denganku?" tanya Yeon dengan menarik tangan Mira agar kembali ke tempat duduk semula.

"Kan aku hanya menurut apa kata suamiku. Disuruh turun ya tinggal turun saja. Kalau toh aku kembali ke rumah mertua dengan menggunakan taksi jika tahu oleh kedua orang tua kamu, apa kamu pikir kamu tidak akan mungkin kena marah?" tanya Mira dengan menatap wajah Yeon yang terlihat membenarkan ucapan Mira.

"Benar juga sih ucapan kamu itu. Tapi kamu janji jangan pegang-pegang bagian dari tubuhku ya? Sejujurnya rasanya geli sekali ketika di sentuh olehmu. Ah sudahlah kita fokus saja dengan perjalanan kita," ucap Yeon dengan sedikit mengalihkan pembicaraan yang terjadi di antara diri nya dan Mira.

Sedangkan Mira yang mendengar pengakuan dari Yeon jika merasa geli akan sentuhan nya pun seketika tersenyum di dalam hati.

'Itu artinya milikmu hanya bereaksi dengan sentuhan ku,' gumam Mira di dalam hati.

Setelah itu keduanya pun tidak saling berinteraksi kembali karena sibuk dengan pemikiran masing-masing.

Hingga tak lama kemudian mobil mewah yang di kendarai oleh Yeon pun telah memasuki halaman kediaman orang tua nya.

Kedua nya pun berjalan beriringan memasuki pintu utama rumah orang tua nya Yeon.

Sambutan antusias pun terpancar dari wajah Mommy Yeon.

"Menantuku sayang, bagaimana hasil USG nya? Kata Yuan kalian tadi sempat bertengkar hingga melupakan tujuan utama kalian untuk mengantarkan Yuan kesekolah ya??" cerca Mommy Yeon kepada sang menantu.

"Maaf, Mom. Mungkin karena akhir-akhir ini aku merasa agak mellow jika di bentak sedikit. Astaga aku pun baru ingat jika kita belum mengantarkan Yuan kesekolah!Ini pasti karena tujuan kita pun berubah haluan karena diriku menginginkan bakso sambal lava, Mom," ucap Mira dengan menggaruk tengkuknya.

"Yuan, maafkan kami ya. Ini semua karena Kakak yang melupakan tujuan utamanya untuk mengantarkan kami dulu ke sekolah," ucap Mira dengan meminta maaf kepada sang adik ipar.

"Tidak masalah sih, Kak. Aku juga suka kok jika kalian melupakan tujuan utama kalian untuk mengantarkan ku ke sekolah. Jadinya bisa bolos sekolah lagi deh dan bisa ikut makan bersama kalian. Hehehe," jawab Yuan dengan terkekeh perlahan.

Mendengar jawaban dari sang putra bungsu pun membuat sang Mommy naik pitam karena ada aja alasan agar bisa sering membolos sekolah.

"Enak saja bolos sekolah lagi! Mommy akan benar-benar memindahkan sekolah kamu di luar negeri jika kamu masih seperti itu! Kapan kamu akan bisa membanggakan Mommy jika terus seperti itu. Belajarlah dari kakak kamu yang pandai dalam segala aspek," ucap Mommy Yeon dengan menatap tajam ke arah Yuan.

Sedangkan Yuan yang mendengar ucapan sang Mommy pun seketika teriris hatinya.

Yuan yang kembali merasa di banding-bandingkan dengan sang kakak pun seketika mengambil kunci moge nya dan keluar dari kediaman mewah tersebut dengan perasaan kecewa dan amarah kepada sang Mommy.

Terpopuler

Comments

™•~•zira Kanaya°•°

™•~•zira Kanaya°•°

Mira krakter nya wanita lemah , hemm 🥴
mau ajja sama laki² bekas jalang yang sering di celup² 🤧
hanya demi anak sebuah Alasan ' cukup di akui sudah tinggal kan laki² bejat yang doyan jalang 🤮

2023-11-14

0

AIRA COMEL

AIRA COMEL

aku pun tidak suka bila di bandingkan dengan org lain 😩

2023-11-09

0

Ida Zuraida

Ida Zuraida

kereeen

2023-11-03

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jebakan Adik Tiri
2 Bab 2. Pembelaan Daddy
3 Bab 3. Ketakutan Yeon
4 Bab 4. Membuat Perhitungan
5 Bab 5. Impoten
6 Bab 6. Berteman Baik Sejak Bayi
7 Bab 7. Kekasih Gelap Tyas
8 Bab 8. Seranjang
9 Bab 9. Menyimpan Rasa
10 Bab 10. Menduga-duga
11 Bab 11. Kesal!
12 Bab 12. Simpanan Tyas
13 Bab 13. Perang Batin
14 Bab 14. Dibandingkan
15 Bab 15. Menolak Dimadu
16 Bab 16. Tetap Dekat
17 Bab 17. Perubahan Sikap Mira
18 Bab 18. Kedatangan Naomi
19 Bab 19. Senjata Telah Bereaksi
20 Bab 20. Tertekan dan Frustasi
21 Bab 21. Menerima Permintaan
22 Bab 22. Parfum Halusinasi
23 Bab 23. Drama Dipagi Hari
24 Bab 24. Rencana Merdukun
25 Bab 25. Bisikan untuk Sang Baby
26 Bab 26. Geli Didalam Mimpi
27 Bab 27. Tak Kunjung Kembali
28 Bab 28. Sakit
29 Bab 29. Bodyguard
30 Bab 30. Tersedak
31 Bab 31. Pingsan
32 Bab 32. Mencari Tahu Kebenaran
33 Bab 33. Yeon Vs Adolfo
34 Bab 34. Bukti
35 Bab 35. Hadiah untuk Mira
36 Bab 36. Praduga Mira
37 Bab 37. Perseteruan Antar Dua Lelaki
38 Bab 38. Bermalam Bersama di Rumah Sakit
39 Bab 39. Rencana Darren
40 Bab 40. Saran untuk Naomi
41 Bab 41. Tyas Hamil dengan Siapa?
42 Bab 42. Janin Ini Milik Yeon!
43 Bab 43. Darren Kebingungan
44 Bab 44. Tidak Lagi Impoten
45 Bab 45. Meminta Bantuan
46 Bab 46. Tidak Mampu Berdiri
47 Bab 47. Rasa Cinta yang Sesungguhnya
48 Bab 48. Amarah Tyas
49 Bab 49. Rahasia Daddy Yeon
50 Bab 50. Mantan Sekretaris Tuan Jee
51 Bab 51. Di Landa Kegelisahan
52 Bab 52. Menangkap Hama
53 Bab 53. Rasa Cemas
54 Bab 54. Berbagai Jenis Kartu Permainan
55 Bab 55. Pengingat Diri
56 Bab 56. Cantik Sejak Bayi
57 Bab 57. Joreme
58 Bab 58. Yeon Cemburu
59 Bab 59. Rasa Ke Tidak Relaan Jerome
60 Bab 60. Sekertaris X Presdir
61 Bab 61. Tak Ada Celah
62 Bab 62. Bukan Saingan
63 Bab 63. Karena Mira
64 Bab 64. Resign
65 Bab 65. Melahirkan
66 Bab 66. Presdir Arogan
67 Bab 67. Di Buat Malu
68 Bab 68. Yeon vs Christ
69 Bab 69. Mommy Jerome
70 Bab 70. Undangan Pernikahan
71 Bab 71. Happy Ending
72 Bonchap. Baby Alric
73 Promo Novel Pelayan Cantik Tawanan Hot CEO
74 Secret Wife New Novel
75 Promo Novel
76 Novel baru - My Husband is Mine!
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Jebakan Adik Tiri
2
Bab 2. Pembelaan Daddy
3
Bab 3. Ketakutan Yeon
4
Bab 4. Membuat Perhitungan
5
Bab 5. Impoten
6
Bab 6. Berteman Baik Sejak Bayi
7
Bab 7. Kekasih Gelap Tyas
8
Bab 8. Seranjang
9
Bab 9. Menyimpan Rasa
10
Bab 10. Menduga-duga
11
Bab 11. Kesal!
12
Bab 12. Simpanan Tyas
13
Bab 13. Perang Batin
14
Bab 14. Dibandingkan
15
Bab 15. Menolak Dimadu
16
Bab 16. Tetap Dekat
17
Bab 17. Perubahan Sikap Mira
18
Bab 18. Kedatangan Naomi
19
Bab 19. Senjata Telah Bereaksi
20
Bab 20. Tertekan dan Frustasi
21
Bab 21. Menerima Permintaan
22
Bab 22. Parfum Halusinasi
23
Bab 23. Drama Dipagi Hari
24
Bab 24. Rencana Merdukun
25
Bab 25. Bisikan untuk Sang Baby
26
Bab 26. Geli Didalam Mimpi
27
Bab 27. Tak Kunjung Kembali
28
Bab 28. Sakit
29
Bab 29. Bodyguard
30
Bab 30. Tersedak
31
Bab 31. Pingsan
32
Bab 32. Mencari Tahu Kebenaran
33
Bab 33. Yeon Vs Adolfo
34
Bab 34. Bukti
35
Bab 35. Hadiah untuk Mira
36
Bab 36. Praduga Mira
37
Bab 37. Perseteruan Antar Dua Lelaki
38
Bab 38. Bermalam Bersama di Rumah Sakit
39
Bab 39. Rencana Darren
40
Bab 40. Saran untuk Naomi
41
Bab 41. Tyas Hamil dengan Siapa?
42
Bab 42. Janin Ini Milik Yeon!
43
Bab 43. Darren Kebingungan
44
Bab 44. Tidak Lagi Impoten
45
Bab 45. Meminta Bantuan
46
Bab 46. Tidak Mampu Berdiri
47
Bab 47. Rasa Cinta yang Sesungguhnya
48
Bab 48. Amarah Tyas
49
Bab 49. Rahasia Daddy Yeon
50
Bab 50. Mantan Sekretaris Tuan Jee
51
Bab 51. Di Landa Kegelisahan
52
Bab 52. Menangkap Hama
53
Bab 53. Rasa Cemas
54
Bab 54. Berbagai Jenis Kartu Permainan
55
Bab 55. Pengingat Diri
56
Bab 56. Cantik Sejak Bayi
57
Bab 57. Joreme
58
Bab 58. Yeon Cemburu
59
Bab 59. Rasa Ke Tidak Relaan Jerome
60
Bab 60. Sekertaris X Presdir
61
Bab 61. Tak Ada Celah
62
Bab 62. Bukan Saingan
63
Bab 63. Karena Mira
64
Bab 64. Resign
65
Bab 65. Melahirkan
66
Bab 66. Presdir Arogan
67
Bab 67. Di Buat Malu
68
Bab 68. Yeon vs Christ
69
Bab 69. Mommy Jerome
70
Bab 70. Undangan Pernikahan
71
Bab 71. Happy Ending
72
Bonchap. Baby Alric
73
Promo Novel Pelayan Cantik Tawanan Hot CEO
74
Secret Wife New Novel
75
Promo Novel
76
Novel baru - My Husband is Mine!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!