Setelah keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian, Yeon pun memutuskan untuk menyewa kamar hotel satu lagi untuk dirinya sendiri.
"Sayang ... kenapa kamu mendadak ingin menyewa kamar disebelah? Kita kan sudah terbiasa berbagi kamar seperti ini setiap kali aku ikut kamu dalam perjalanan bisnis keluar negeri? Atau ini semua karena hasutan dari istrimu itu hingga kamu tega mengabaikan ku ya, sayang?" cerca Tyas dengan air mata yang mulai berjatuhan.
Tyas pun sudah mengetahui kelemahan dari seorang Yeon yakni tidak sanggup untuk melihat dirinya menangis dengan tersedu-sedu.
Akting menangis pun segera di lancarkan oleh Tyas.
Dan benar saja, Yeon pun menjadi bimbang kembali akan keinginan nya untuk menyewa kamar di sebelah.
Yeon pun mendekap Tyas di dalam pelukan nya.
"Aku hanya ingin fokus mengerjakan segala dokumen-dokumen yang di butuhkan untuk besok. Karena aku sangat berharap jika kali ini berhasil mendapatkan tender perusahaan besar untuk kembali berkolaborasi dengan perusahaan ku. Jika disini, maka aku semakin tidak fokus karena terus kamu suguhkan pemandangan lekuk tubuhmu ini. Mohon pengertiannya ya, Sayang? Jika tender telah berhasil aku dapat kan maka aku akan membelanjakan kamu apa saja yang kamu inginkan," bujuk Yeon dengan mengelus pelan rambut Tyas.
Mendengar kata berbelanja apa saja pun membuat senyum di wajah Tyas pun kembali merekah.
"Benar ya kamu ingin berpindah kamar di sebelah itu bukan karena hasutan dari istri kamu dan murni karena keinginan kamu untuk fokus ke pekerjaan kamu ya?" cerca Tyas lagi dengan menatap kedua bola mata Yeon.
Yeon pun dengan cepat menganggukkan kepalanya dan mencium kening Tyas secara perlahan.
"Iya benar. Mira tidak pernah protes dan tetap mengizinkan ku untuk tetap bersama dengan kamu, sayang," ucap Yeon dengan mendudukkan perlahan pantatnya di sofa yang tersedia di dalam kamar hotel tersebut.
"Benar begitu? Apakah Mira sanggup dan mau untuk segera kamu cerai kan setelah melahirkan bayinya yang belum tentu milikmu itu?" tanya Tyas dengan wajah yang terlihat agak khawatir.
"Jika bayi itu lahir, dan dan terbukti merupakan darah dagingku sedangkan disisi lain Mira keberatan untuk aku ceraikan maka aku akan meminta izin kepada Mira untuk menikah sebagai istri kedua ku. Ide bagus kan sayang?" ucap Yeon dengan begitu entengnya untuk mengatakan akan menikahi Tyas sebagai yang kedua.
Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Yeon yang seolah tetap ingin mempertahankan Mira pun membuat emosi di hati Tyas pun meluap.
"Apa kata orang lain sayang jika aku menjadi istri kedua kamu? Yang ada semua orang akan mengira jika aku lah duri di balik pernikahan kalian. Padahal sebenarnya aku lah kekasihmu hang sesungguhnya sebelum kamu menikahi wanita itu," ucap Tyas dengan tangan terlihat terkepal erat menahan amarah.
"Mau gimana lagi, sayang. Belum tentu juga bayi yang ada di dalam kandungan Mira adalah darah dagingku. Kamu kan tahu sendiri jika milikku impoten," jawab Yeon yang masih meyakini jika miliknya tersebut masih belum bisa turn on dan masih nampak lembek.
"Impoten apanya?? Tadi sewaktu kamu mencumbui ku saja milik kamu sudah terlihat tegak menjulang. Itu artinya milik kamu tidaklah impoten secara permanen. Aku sangat sedih sayang jika ternyata janin yang di kandung Mira adalah hasil percintaan panas kalian yang mungkin tanpa sengaja itu. Aku sangat merasa terpukul sekali. Aku pun juga ingin kamu nikahi dan memiliki anak kita di dalam rahim aku sendiri, bukan dari wanita lain. Hiks ... hiks ..." isak tangis pun kembali terdengar dari diri Tyas.
Yeon pun terlihat mencerna apa yang di ucapkan Tyas ada benarnya.
Memang miliknya telah menunjukkan tanda-tanda bangun dari tidur panjang nya.
"Lalu apa yang harus aku lakukan untuk menebus segala kesalahan ku kepadamu sayang?" tanya Yeon yang larut dalam kesedihan yang Tyas ciptakan.
"Aku ingin tinggal bertiga bersama kamu dan Mira di penthouse pribadi mu sayang. Aku ingin memantau keseharian kalian berdua. Aku tidak ingin kembali kecolongan dan tak akan pernah aku biarkan kamu jatuh ke dalam pelukan Mira. Karena sejatinya aku lah wanita pertama yang datang lebih dulu di dalam kehidupan kamu," ucap Tyas yang dengan tegas meminta hidup satu atap dengan Yeon dan Mira.
Yeon pun cukup tercengang mendengar permintaan Tyas yang terlihat sangat berat baginya.
Apalagi harus memasukkan dua wanita di dalam satu atap yang sama. Ditambah ketakutannya terhadap amukan sang mommy jika mengetahui membawa wanita lain di dalam ikatan pernikahan nya dengan Mira.
"Apa keinginan kamu tidak bisa di ganti dengan yang lain, sayang? Misalnya barang-barang limited edition yang sedang kamu incar mungkin?" ucap Yeon sembari bernegosiasi agar Tyas mengurungkan keinginan konyolnya untuk tinggal di atap yang sama dengan nya.
"Tidak bisa, sayang. Jika kamu tidak bisa memenuhi keinginan aku itu maka hubungan kita sebaiknya kita akhiri sampai disini dan rahasia impoten kamu serta hubungan skandal pernikahan kamu pun akan segera aku ekspos ke para awak media. Aku melakukan hal ini karena aku sangat mencintaimu kamu dan tidak ingin kehilanganmu, Yeon," ucap Tyas dengan air mata yang kembali menganak sungai.
Mau tidak mau maka Yeon pun dengan terpaksa menyetujui keinginan Tyas untuk tinggal di dalam satu atap yang sama.
"Baiklah, sayang. Jangan menangis lagi. Nanti akan aku pikirkan caranya agar kita bisa hidup satu atap yang sama," ucap Yeon dengan memeluk kembali tubuh Tyas.
Mendengar jawaban Yeon pun membuat hati Tyas berbunga-bunga karena Tyas pun akan melakukan hal-hal licik lain nya untuk mencelakai Mira jika telah hidup di dalam atap yang sama.
Sedangkan Yeon, nampak terlihat linglung dan bingung dengan keputusan nya tersebut.
"Yasudah, aku pindah ke kamar sebelah. Jika perlu sesuatu telpon saja ya sayang," ucap Yeon dengan mengecup singkat kening Tyas.
Tyas pun dengan segera menganggukkan kepalanya.
"Semangat ya sayang. Semoga bisa terus memenangkan tender-tender besar yang sedang kamu incar untuk kamu ajak bekerja sama," ucap Tyas dengan melambaikan tangan nya begitu Yeon telah berada di depan pintu.
Yeon pun hanya menganggukkan kepalanya secara singkat serta dengan cepat melangkahkan kaki menuju ke lantai satu untuk memesan kamar yang lain nya lagi untuk dirinya agar lebih fokus lagi.
Setelah mendapat kan kamar yang terlihat sangat nyaman pun dengan segera Yeon merebahkan tubuhnya.
Sembari menatap lampu kamar tidur dan memikirkan alasan apa yang akan dirinya katakan kepada Mira untuk menerima keberadaan Tyas di atas yang sama dan tanpa di ketahui oleh siapa pun termasuk kedua orang tua nya.
"Astaga, pusing sekali rasanya. Begini ternyata rasanya memiliki dua wanita dan semua itu terjadi secara tidak terduga," ucap Yeon yang terus mengacak rambutnya seperti orang yang sedang tertekan dan frustasi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Yaser Levi
mira seorang direktur sukses, tp goblok tdk punya pendirian..
2023-11-14
0
epifania rendo
jangan mau mira dasar yoen bodoh
2023-10-31
0
*, AIRES*,,,
knp parang peran utama nya kok pada goblok sih Thour ..bikin emosi baca nya ..gk ada tegas 2 nya si Yeon..jadi pengen Awi banting NIH HP ..saling kesel nya ..plese Thor buat selingkuhan nya tyas terungkap Thor
2023-10-18
1