Yeon kini tengah berada di dalam sebuah VVIP room di sebuah hotel berbintang lima dimana sang kekasih hati menginap.
"Kenapa kamu bertolak ke Korea tidak mengabariku, sayang?" tanya Yeon kepada Tyas yang kini tengah mengenakan balutan busana seksi.
"Aku ingin memberikan kejutan untuk mu lah sayang. Aku ingin lebih sering berkunjung kemari dan menjalin hubungan yang lebih sering dan intim," ucap Tyas dengan nada yang di buat semanja mungkin.
Tak lupa tangan Tyas pun terlihat meraba-raba tubuh Yeon dengan memberikan ketcupan di titik-titik sensitif milik Yeon.
"Sayang, jangan lakukan itu lagi. Yang ada bukan rasa nikmat yang kini aku rasakan. Namun perutku semakin terasa mual. Kamu memakai parfum apa sih, yang? Tumben bau nya menyengat sekali?" tanya Yeon dengan mendorong tubuh Tyas secepat mungkin.
"Say—" ucap Tyas yang kemudian terpotong oleh tanda yang di berikan oleh Yeon agar menjauh darinya.
"Jangan mendekat! Perutku rasanya mual sekali. Oh astaga, hoekk!!" Terdengar suara muntahan Yeon dari arah wastafel.
Hingga tak terasa sudah satu jam lebih Yeon terasa tersiksa oleh rasa mual di perutnya.
Setiap kali Tyas mendekat ke arah Yeon, otomatis mual yang ada di dalam perut Yeon kambuh seketika.
Tyas yang melihat kondisi Yeon yang terlihat bolak-balik menuju ke wastafel untuk memuntahkan seluruh isi yang ada di perutnya pun membuat dirinya kembali bingung.
Apalagi Yeon yang terlihat terus meminta Tyas untuk segera menjauh dan memberi jarak dari nya pun membuat Tyas cemberut seketika.
"Sayang, maaf. Sepertinya aku sedang sakit dan sebaiknya aku pulang lebih dulu. Nanti jika kondisi ku sudah kembali pulih maka aku akan segera kemari lagi," ucap Yeon dengan terus menutup hidung nya dan langsung keluar begitu saja dari dalam kamar hotel tersebut.
Tyas yang melihat sikap aneh kekasihnya pun menjadi bingung sendiri.
"Apakah aku bau? Seperti nya tidak," gumam Tyas dengan segera mencium bau badan nya sendiri.
"Ah yasudahlah jika Yeon tidak mau menemaniku maka aku bisa memanggil kekasih bayanganku yang lain lagi untuk memuaskan ku disini. Memang pria impoten sangat tidak bisa di andalkan, payah!" racau Tyas dengan terus mengumpat.
Dengan cepat Tyas pun terlihat menelepon seseorang.
"Iya sayang. Aku telah berada di Korea. Segera temui aku yaa ... I miss you," ucap Tyas dengan lawan bicaranya di balik telepon.
Setelah itu tak berapa lama terdengar suara hell pintu kamar hotel nya berbunyi.
Dengan cepat, Tyas pun segera membuka pintu tersebut dan senyum manja pun terpancar dari raut wajahnya.
Dengan secepat kilat, Tyas segera menutup pintu kamarnya dengan mencium lelaki simpanan nya dengan sangat brutal.
Pagutan demi pagutan pun tak terelakkan. Hingga keduanya kini dalam keadaan tanpa sehelai benang pun.
Bunyi-bunyian pergumulan pun tercipta di dalam kamar tersebut.
Plopp! Ploopp!! Ploopp!!
Bunyi gesekan pertemuan antara dua alat tempur pun tak terelakkan lagi. Ditambah suara jeritan manja dari mulut Tyas pun menambah panas suasana di dalam ruang tersebut.
"Ahhkk ... uhhhkk ... ahhkk. Faster baby! Hu'um benar seperti itu! Tenggelamkan lebih dalam dan cepat! Oucchh ... ahkk," racau Tyas dengan terus menggebu hingga dirinya mendapatkan pelepasan yang pertama.
Nama nya seorang hyper, mana mungkin cukup hanya dengan satu kali pelepasan.
Tyas pun terus merengkuh nikmatnya hentakan lelaki simpanan nya tersebut dengan berbagai gaya.
Bahkan Tyas pun merasakan sensasi yang lebih nikmat dikala dirinya sambil melihat dan merekam kegiatan keduanya dalam sebuah video.
"Honey, jika kekasih atm berjalan kamu itu sudah tidak impoten lagi apa kamu masih mau melakukan hal ini denganku?" tanya lelaki simpanan Tyas sembari ******* dua chocochip milik Tyas secara bergantian.
"Tetap permainan kamu yang paling bisa memuaskan ku, Darrel sayang. Bagaimana pun juga Yeon akan tetap terus impoten seperti itu. Bahkan jika aku sampai hamil pun aku juga akan tetap membuat seolah-olah janin yang sedang aku kandung ini adalah milik Yeon agar dirinya mau segera menikahi ku seperti apa yang telah di lakukan oleh istri baru nya yang tengah hamil itu," ucap Tyas dengan menggigit bibir bawahnya menahan rasa geli yang menjalar di sekujur tubuhnya.
"Kamu hamil, sayang?? Hamil anakku atau dengan pria mu yang lain?" tanya lelaki yang bernama Darrel tersebut yang terlihat menghentikan permainan nya secara tiba-tiba.
"Seperti nya jika aku benar hamil maka janin yang aku kandung adalah milikmu. Karena kamu lah satu-satunya yang selalu tidak mau untuk mengenakan pelindung apa pun ketika memuaskan ku," ucap Tyas dengan memeluk manja tubuh Darrel yang merupakan pria beristri dan gigolo panggilan.
"Baguslah jika itu milikku, sayang. Aku akan segera menceraikan istri ku di rumah jika di dalam perut kamu ini benar-benar telah tumbuh buah cinta kita. Mungkin istriku itu wanita mandul yang hingga kini pun belum ada tanda-tanda kehamilan walaupun aku telah melakukan nya berkali-kali," ucap Darrel dengan terus mengecup perut Tyas.
"Terserah kamu sayang. Namun kamu jangan marah ya jika anak ini nanti akan menjadi anak Yeon juga jika aku telah berhasil menikahinya. Namun kita masih tetap bisa melakukan hal tersebut dengan sesering mungkin jika Yeon sedang sibuk bekerja dan uang kita pun tidak akan kehabisan pundi-pundi keuangan sama sekali," ucap Tyas dengan senyum penuh kemenangan.
"Baiklah sayang, akan aku dukung apa pun yang kamu lakukan," jawab Darrel dengan kembali merengkuh tubuh Tyas kembali.
"Kamu memang gigolo tertampan dan terpanas yang pernah aku cicipi, sayang. Tidak sia-sia aku memanjakan kamu dengan uang-uang ku itu," ucap Tyas dengan menahan suara jeritannya.
"Jangan di pendam sayang. Menjeritlah jika kamu ingin," ucap Darrel yang mengerti akan bahasa tubuh Tyas tersebut.
Hingga tak lama kemudian keduanya pun terkulai lemah di atas ranjang dengan sisa-sisa cairan yang telah tercecer dimana-mana.
'Dasar Darrel bodoh! Aku saja tidak tahu menahu dengan siapa aku hamil. Makanya aku segera bertandang kemari untuk membuat jebakan yang akan segera aku tujukan untuk Yeon agar anak ini terlahir sebagai anak Yeon,' gumam Tyas di dalam hati.
Hingga tak terasa mata kantuk pun menyerang kedua nya. Satu hal yang tidak Tyas sadari jika Yeon sedari tadi tengah menghubungi nya dan menunggunya di depan pintu kamar hotel yang kini tengah di tempati oleh Tyas tersebut.
Karena jaket milik Yeon yang di lepas di dalam kamar yang Tyas tempati pun lupa belum di bawa oleh Yeon.
"Haish, yasudah lah mungkin Tyas sudah tertidur. Hanya sebuah jaket saja untuk apa aku panik," gumam Yeon yang kemudian meninggalkan hotel tersebut dengan melajukan mobilnya ke apartemen milik sang istri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
hìķàwäþî
g pnh disunat x
2023-11-15
0
™•~•zira Kanaya°•°
suara apa tuh ? 🤔
Becek dan Dowerr kah lubangnya?🤣🤣🤣
2023-11-14
0
epifania rendo
dasar bodoh
2023-10-31
0