Bab 15. Menolak Dimadu

"Mom ..." ucap sang Daddy yang ingin berusaha menghentikan mulut pedas istrinya tersebut.

"Apa sih, Dad?? Lihatlah putra bungsu kamu itu karena terlalu sering kamu manjakan jadi kebiasaan bolos sekolahnya dan lebih memilih melakukan balap liar disana. Mau jadi apa nanti Yuan jika terus melakukan balap liar??" omel Mommy Yeon dengan menatap sengit sang suami.

"Tapi Mom ... bisakah jangan terus menerus membandingkan Yeon dengan Yuan? Keduanya adalah putra kita. Masing-masing anak pasti memiliki bakat dan hoki tersendiri," ujar Daddy Yeon dengan nada yang di buat agar tidak kembali membuat sang istri naik pitam.

"Iya karena pola pikir Daddy yang selalu mengatakan aku membandingkan antara putra sulung dan bungsuku itulah yang membuat Yuan terus tidak mengindahkan nasehatku. Ah ngomong sama Daddy bikin aku tambah kesal saja!" ucap Mommy Yeon yang kemudian terlihat berdiri dan meninggalkan sang suami serta anak mantu nya.

"Maaf ya, Mira. Kamu jadi ikut melihat perdebatan kecil keluarga kami. Kalian segeralah beristirahat. Daddy mau ke ruang kerja lebih dulu menyelesaikan banyak dokumen yang masih perlu Daddy tanda tangani dengan segera," ucap Daddy Yeon.

Mira beserta Yeon pun kompak menganggukkan kepala nya.

"Kamu naik lah ke atas dulu. Aku ingin membawa beberapa camilan lebih dulu. Barangkali nanti kamu ingin camilan secara tiba-tiba," ucap Yeon kepada sang istri.

"Hish, kalau kamu mendadak bersikap manis dan baik terhadap yang ada aku semakin di buat ketakutan. Ketakutan akan kehilangan perhatian kamu lagi," ucap Mira dengan meremat perlahan pantat suaminya tersebut.

Setelah itu Mira pun terlihat berlari secepat kilat menghindari kemarahan Yeon akibat sentuhan dadakan yang lagi-lagi Mira berikan.

"Mira! Jika kamu melakukan hal itu lagi maka jangan salahkan aku jika aku balas!" teriak Yeon.

"Wlee ... aku enggak takut. Kamu kan impoten," ucap Mira sambil menjulurkan lidahnya seraya mengejek sang suami.

Setelah itu Mira terlihat sudah memasuki kamar tidur keduanya. Sedangkan Yeon menuju ke dapur untuk mengambil minuman dan camilan sehat.

"Aish, sifat dari kecilnya tidak berubah. Dulu dia juga sering sekali memukul pantatku. Apa dia juga sering memukul pantat lelaki lain selain aku ya?" gumam Yeon dengan mengaduk-aduk susu ibu hamil untuk Mira.

Setelah itu Yeon pun membawanya menuju ke lantai atas dimana kamar pasangan suami istri baru tersebut berada.

"Minumlah selagi masih hangat," ucap Yeon kepada Mira.

Mira pun segera meraih segelas susu pemberian suaminya tersebut.

"Kenapa kamu membuat susu ibu hamilnya hingga dua gelas? Aku tidak sanggup jika harus meminum semuanya," ucap Mira dengan menaruh kembali satu gelas susu yang telah Mira habiskan.

"Yang satu untukku. Aku juga menyukai susu ibu hamil," jawab Yeon yang kemudian mendapat gelak tawa dari sang istri.

"Hahaha, sejak kapan kamu menyukai susu ibu hamil? Aneh-aneh saja kamu itu. Yang hamil aku, yang pengin minum kamu," ucap Mira dengan terkekeh.

"Aku pun baru-baru ini menyukai susu ibu hamil. Aku pun membawa camilan yang akhir-akhir ini aku sukai, kerupuk seblak yang aku beli di supermarket terbesar di disini yang menyediakan banyak camilan aneh khas Indonesia. Namun rasanya sangat cocok di lidahku," tutur Yeon panjang lebar sembari menyodorkan beberapa pouch kerupuk seblak serta makaroni dengan rasa pedas level setan.

"Woww asikk, kebetulan aku juga sangat ingin ini. Ayo lebih baik kita makan ini sambil melihat drakor romantis yang sedang trend yang baru selesai aku download," ucap Mira dengan segera menyalakan televisi yang kemudian di sambungkan ke dalam video hasil download an Mira.

Keduanya pun menonton drama tersebut dengan sangat khidmat hingga tanpa mereka sadari posisi keduanya pun terlihat sangat intim.

Hingga beberapa kali di dalam tayangan tersebut yang mempertontonkan adegan ciuman dengan suara decapan yang begitu menggoda iman pun membuat kedua nya menelan ludah.

Hingga tanpa Mira duga, dengan secepat kilat tubuh Mira pun terlihat di dekap erat oleh sang suami.

Dengan perlahan Yeon pun menyentuh bibir sensual milik istrinya tersebut.

Mira yang mendapat ciuman mendadak pun tubuhnya bergetar dengan hebat. Gelanyar aneh pun merasuki tubuh Mira.

Ciuman yang di berikan oleh Yeon pun semakin dalam hingga membuat kedua nya hanyut dalam sapuan lembut dari bibir masing-masing.

Hingga tak lama kemudian ciuman keduanya pun terhenti karena bunyi ponsel Yeon yang berdering dengan sangat keras.

"Ang-angkatlah," titah Mira dengan suara terbata karena menahan malu akibat aksi sentuhan bibir keduanya.

Yeon pun menurut dengan apa yang di katakan oleh istrinya tersebut.

"Hallo," ucap Yeon di dalam sambungan telepon nya tersebut.

"Kata asisten pribadi kamu besok pagi sudah mulai melakukan perjalanan bisnis ke Jerman ya, sayang? Seperti biasa nya pasti aku kamu ikutkan dalam perjalanan bisnis kamu kan sayang? Sekalian aku ingin berbelanja disana memperbanyak koleksiku," ucap Tyas dengan suara centil nya tersebut.

Walaupun suara telepon nya tidak di loud speaker namun pembicaraan keduanya pun mampu Mira dengar dengan sangat jelas.

Sedangkan Yeon pun terlihat dilema dan bingung harus menjawab apa karena di satu sisi dirinya harus tetap menjaga perasaan Mira yang telah sangat berjasa dahulunya hingga perusahaan nya menjadi sebesar itu.

"Eum, nanti aku kabari lagi," ucap Yeon dengan segera memutus sambungan telepon nya secara sepihak.

Yeon pun kemudian menatap wajah istrinya tersebut.

"Kamu mendengar obrolanku tadi kan? Kamu jangan sakit hati dulu. Karena Tyas jauh lebih dulu ada di dalam hatiku. Setiap ada perjalanan bisnis memang aku selalu mengajak nya untuk selalu berada di dekat ku jika dia ada di Korea," ucap Yeon dengan gamblang.

Hal tersebut pun membuat hati Mira sedikit teriris menahan kesal yang membuncah di dadanya.

"Terserah kamu. Untuk apa menjelaskan nya kepadaku. Bukan kah hubungan kita akan segera berakhir jika anak yang ku kandung telah lahir di dunia," jawab Mira dengan nada ketus.

Mendengar jawaban dari istrinya tersebut pun seketika membuat hati Yeon di selimuti oleh kabut gelap.

"Tergantung, jika janin yang kamu kandung itu benar anakku maka aku belum tentu akan menceraikan mu. Namun aku akan mengambil Tyas sebagai istri ke dua ku," ucap Yeon dengan nada dingin nya dan kemudian keluar dari kamar tersebut dengan menutup pintu kamar tersebut dengan sangat keras.

Brakkk

Mira pun seketika terkaget.

"Dasar suami gila! Siapa juga yang mau di madu! Awas saja jika setelah tes DNA dan terbukti jika bayi yang ku kandung adalah darah dagingmu maka aku akan segera melepaskan diri dari jerat kamu lebih dulu!" pekik Mira dengan melempar bantal serta guling ke arah pintu.

"Kamu pikir aku wanita gampangan dan miskin yang menikah kontrak untuk mendapatkan uang? Sungguh menyesalnya diriku karena telah meminta pertanggung jawaban kemari dan menikah denganmu, Yeon!" teriak nya Mira lagi sembari meninju-ninju bantal dan guling yang tersisa di dekatnya untuk melampiaskan amarah yang begitu menggebu.

Terpopuler

Comments

Yusria Mumba

Yusria Mumba

sabar mira,

2023-11-15

0

mamae zaedan

mamae zaedan

untung juga yeon masih perduli

2023-11-09

0

epifania rendo

epifania rendo

suamimu memang gila

2023-10-31

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Jebakan Adik Tiri
2 Bab 2. Pembelaan Daddy
3 Bab 3. Ketakutan Yeon
4 Bab 4. Membuat Perhitungan
5 Bab 5. Impoten
6 Bab 6. Berteman Baik Sejak Bayi
7 Bab 7. Kekasih Gelap Tyas
8 Bab 8. Seranjang
9 Bab 9. Menyimpan Rasa
10 Bab 10. Menduga-duga
11 Bab 11. Kesal!
12 Bab 12. Simpanan Tyas
13 Bab 13. Perang Batin
14 Bab 14. Dibandingkan
15 Bab 15. Menolak Dimadu
16 Bab 16. Tetap Dekat
17 Bab 17. Perubahan Sikap Mira
18 Bab 18. Kedatangan Naomi
19 Bab 19. Senjata Telah Bereaksi
20 Bab 20. Tertekan dan Frustasi
21 Bab 21. Menerima Permintaan
22 Bab 22. Parfum Halusinasi
23 Bab 23. Drama Dipagi Hari
24 Bab 24. Rencana Merdukun
25 Bab 25. Bisikan untuk Sang Baby
26 Bab 26. Geli Didalam Mimpi
27 Bab 27. Tak Kunjung Kembali
28 Bab 28. Sakit
29 Bab 29. Bodyguard
30 Bab 30. Tersedak
31 Bab 31. Pingsan
32 Bab 32. Mencari Tahu Kebenaran
33 Bab 33. Yeon Vs Adolfo
34 Bab 34. Bukti
35 Bab 35. Hadiah untuk Mira
36 Bab 36. Praduga Mira
37 Bab 37. Perseteruan Antar Dua Lelaki
38 Bab 38. Bermalam Bersama di Rumah Sakit
39 Bab 39. Rencana Darren
40 Bab 40. Saran untuk Naomi
41 Bab 41. Tyas Hamil dengan Siapa?
42 Bab 42. Janin Ini Milik Yeon!
43 Bab 43. Darren Kebingungan
44 Bab 44. Tidak Lagi Impoten
45 Bab 45. Meminta Bantuan
46 Bab 46. Tidak Mampu Berdiri
47 Bab 47. Rasa Cinta yang Sesungguhnya
48 Bab 48. Amarah Tyas
49 Bab 49. Rahasia Daddy Yeon
50 Bab 50. Mantan Sekretaris Tuan Jee
51 Bab 51. Di Landa Kegelisahan
52 Bab 52. Menangkap Hama
53 Bab 53. Rasa Cemas
54 Bab 54. Berbagai Jenis Kartu Permainan
55 Bab 55. Pengingat Diri
56 Bab 56. Cantik Sejak Bayi
57 Bab 57. Joreme
58 Bab 58. Yeon Cemburu
59 Bab 59. Rasa Ke Tidak Relaan Jerome
60 Bab 60. Sekertaris X Presdir
61 Bab 61. Tak Ada Celah
62 Bab 62. Bukan Saingan
63 Bab 63. Karena Mira
64 Bab 64. Resign
65 Bab 65. Melahirkan
66 Bab 66. Presdir Arogan
67 Bab 67. Di Buat Malu
68 Bab 68. Yeon vs Christ
69 Bab 69. Mommy Jerome
70 Bab 70. Undangan Pernikahan
71 Bab 71. Happy Ending
72 Bonchap. Baby Alric
73 Promo Novel Pelayan Cantik Tawanan Hot CEO
74 Secret Wife New Novel
75 Promo Novel
76 Novel baru - My Husband is Mine!
Episodes

Updated 76 Episodes

1
Bab 1. Jebakan Adik Tiri
2
Bab 2. Pembelaan Daddy
3
Bab 3. Ketakutan Yeon
4
Bab 4. Membuat Perhitungan
5
Bab 5. Impoten
6
Bab 6. Berteman Baik Sejak Bayi
7
Bab 7. Kekasih Gelap Tyas
8
Bab 8. Seranjang
9
Bab 9. Menyimpan Rasa
10
Bab 10. Menduga-duga
11
Bab 11. Kesal!
12
Bab 12. Simpanan Tyas
13
Bab 13. Perang Batin
14
Bab 14. Dibandingkan
15
Bab 15. Menolak Dimadu
16
Bab 16. Tetap Dekat
17
Bab 17. Perubahan Sikap Mira
18
Bab 18. Kedatangan Naomi
19
Bab 19. Senjata Telah Bereaksi
20
Bab 20. Tertekan dan Frustasi
21
Bab 21. Menerima Permintaan
22
Bab 22. Parfum Halusinasi
23
Bab 23. Drama Dipagi Hari
24
Bab 24. Rencana Merdukun
25
Bab 25. Bisikan untuk Sang Baby
26
Bab 26. Geli Didalam Mimpi
27
Bab 27. Tak Kunjung Kembali
28
Bab 28. Sakit
29
Bab 29. Bodyguard
30
Bab 30. Tersedak
31
Bab 31. Pingsan
32
Bab 32. Mencari Tahu Kebenaran
33
Bab 33. Yeon Vs Adolfo
34
Bab 34. Bukti
35
Bab 35. Hadiah untuk Mira
36
Bab 36. Praduga Mira
37
Bab 37. Perseteruan Antar Dua Lelaki
38
Bab 38. Bermalam Bersama di Rumah Sakit
39
Bab 39. Rencana Darren
40
Bab 40. Saran untuk Naomi
41
Bab 41. Tyas Hamil dengan Siapa?
42
Bab 42. Janin Ini Milik Yeon!
43
Bab 43. Darren Kebingungan
44
Bab 44. Tidak Lagi Impoten
45
Bab 45. Meminta Bantuan
46
Bab 46. Tidak Mampu Berdiri
47
Bab 47. Rasa Cinta yang Sesungguhnya
48
Bab 48. Amarah Tyas
49
Bab 49. Rahasia Daddy Yeon
50
Bab 50. Mantan Sekretaris Tuan Jee
51
Bab 51. Di Landa Kegelisahan
52
Bab 52. Menangkap Hama
53
Bab 53. Rasa Cemas
54
Bab 54. Berbagai Jenis Kartu Permainan
55
Bab 55. Pengingat Diri
56
Bab 56. Cantik Sejak Bayi
57
Bab 57. Joreme
58
Bab 58. Yeon Cemburu
59
Bab 59. Rasa Ke Tidak Relaan Jerome
60
Bab 60. Sekertaris X Presdir
61
Bab 61. Tak Ada Celah
62
Bab 62. Bukan Saingan
63
Bab 63. Karena Mira
64
Bab 64. Resign
65
Bab 65. Melahirkan
66
Bab 66. Presdir Arogan
67
Bab 67. Di Buat Malu
68
Bab 68. Yeon vs Christ
69
Bab 69. Mommy Jerome
70
Bab 70. Undangan Pernikahan
71
Bab 71. Happy Ending
72
Bonchap. Baby Alric
73
Promo Novel Pelayan Cantik Tawanan Hot CEO
74
Secret Wife New Novel
75
Promo Novel
76
Novel baru - My Husband is Mine!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!