"Mom ..." ucap sang Daddy yang ingin berusaha menghentikan mulut pedas istrinya tersebut.
"Apa sih, Dad?? Lihatlah putra bungsu kamu itu karena terlalu sering kamu manjakan jadi kebiasaan bolos sekolahnya dan lebih memilih melakukan balap liar disana. Mau jadi apa nanti Yuan jika terus melakukan balap liar??" omel Mommy Yeon dengan menatap sengit sang suami.
"Tapi Mom ... bisakah jangan terus menerus membandingkan Yeon dengan Yuan? Keduanya adalah putra kita. Masing-masing anak pasti memiliki bakat dan hoki tersendiri," ujar Daddy Yeon dengan nada yang di buat agar tidak kembali membuat sang istri naik pitam.
"Iya karena pola pikir Daddy yang selalu mengatakan aku membandingkan antara putra sulung dan bungsuku itulah yang membuat Yuan terus tidak mengindahkan nasehatku. Ah ngomong sama Daddy bikin aku tambah kesal saja!" ucap Mommy Yeon yang kemudian terlihat berdiri dan meninggalkan sang suami serta anak mantu nya.
"Maaf ya, Mira. Kamu jadi ikut melihat perdebatan kecil keluarga kami. Kalian segeralah beristirahat. Daddy mau ke ruang kerja lebih dulu menyelesaikan banyak dokumen yang masih perlu Daddy tanda tangani dengan segera," ucap Daddy Yeon.
Mira beserta Yeon pun kompak menganggukkan kepala nya.
"Kamu naik lah ke atas dulu. Aku ingin membawa beberapa camilan lebih dulu. Barangkali nanti kamu ingin camilan secara tiba-tiba," ucap Yeon kepada sang istri.
"Hish, kalau kamu mendadak bersikap manis dan baik terhadap yang ada aku semakin di buat ketakutan. Ketakutan akan kehilangan perhatian kamu lagi," ucap Mira dengan meremat perlahan pantat suaminya tersebut.
Setelah itu Mira pun terlihat berlari secepat kilat menghindari kemarahan Yeon akibat sentuhan dadakan yang lagi-lagi Mira berikan.
"Mira! Jika kamu melakukan hal itu lagi maka jangan salahkan aku jika aku balas!" teriak Yeon.
"Wlee ... aku enggak takut. Kamu kan impoten," ucap Mira sambil menjulurkan lidahnya seraya mengejek sang suami.
Setelah itu Mira terlihat sudah memasuki kamar tidur keduanya. Sedangkan Yeon menuju ke dapur untuk mengambil minuman dan camilan sehat.
"Aish, sifat dari kecilnya tidak berubah. Dulu dia juga sering sekali memukul pantatku. Apa dia juga sering memukul pantat lelaki lain selain aku ya?" gumam Yeon dengan mengaduk-aduk susu ibu hamil untuk Mira.
Setelah itu Yeon pun membawanya menuju ke lantai atas dimana kamar pasangan suami istri baru tersebut berada.
"Minumlah selagi masih hangat," ucap Yeon kepada Mira.
Mira pun segera meraih segelas susu pemberian suaminya tersebut.
"Kenapa kamu membuat susu ibu hamilnya hingga dua gelas? Aku tidak sanggup jika harus meminum semuanya," ucap Mira dengan menaruh kembali satu gelas susu yang telah Mira habiskan.
"Yang satu untukku. Aku juga menyukai susu ibu hamil," jawab Yeon yang kemudian mendapat gelak tawa dari sang istri.
"Hahaha, sejak kapan kamu menyukai susu ibu hamil? Aneh-aneh saja kamu itu. Yang hamil aku, yang pengin minum kamu," ucap Mira dengan terkekeh.
"Aku pun baru-baru ini menyukai susu ibu hamil. Aku pun membawa camilan yang akhir-akhir ini aku sukai, kerupuk seblak yang aku beli di supermarket terbesar di disini yang menyediakan banyak camilan aneh khas Indonesia. Namun rasanya sangat cocok di lidahku," tutur Yeon panjang lebar sembari menyodorkan beberapa pouch kerupuk seblak serta makaroni dengan rasa pedas level setan.
"Woww asikk, kebetulan aku juga sangat ingin ini. Ayo lebih baik kita makan ini sambil melihat drakor romantis yang sedang trend yang baru selesai aku download," ucap Mira dengan segera menyalakan televisi yang kemudian di sambungkan ke dalam video hasil download an Mira.
Keduanya pun menonton drama tersebut dengan sangat khidmat hingga tanpa mereka sadari posisi keduanya pun terlihat sangat intim.
Hingga beberapa kali di dalam tayangan tersebut yang mempertontonkan adegan ciuman dengan suara decapan yang begitu menggoda iman pun membuat kedua nya menelan ludah.
Hingga tanpa Mira duga, dengan secepat kilat tubuh Mira pun terlihat di dekap erat oleh sang suami.
Dengan perlahan Yeon pun menyentuh bibir sensual milik istrinya tersebut.
Mira yang mendapat ciuman mendadak pun tubuhnya bergetar dengan hebat. Gelanyar aneh pun merasuki tubuh Mira.
Ciuman yang di berikan oleh Yeon pun semakin dalam hingga membuat kedua nya hanyut dalam sapuan lembut dari bibir masing-masing.
Hingga tak lama kemudian ciuman keduanya pun terhenti karena bunyi ponsel Yeon yang berdering dengan sangat keras.
"Ang-angkatlah," titah Mira dengan suara terbata karena menahan malu akibat aksi sentuhan bibir keduanya.
Yeon pun menurut dengan apa yang di katakan oleh istrinya tersebut.
"Hallo," ucap Yeon di dalam sambungan telepon nya tersebut.
"Kata asisten pribadi kamu besok pagi sudah mulai melakukan perjalanan bisnis ke Jerman ya, sayang? Seperti biasa nya pasti aku kamu ikutkan dalam perjalanan bisnis kamu kan sayang? Sekalian aku ingin berbelanja disana memperbanyak koleksiku," ucap Tyas dengan suara centil nya tersebut.
Walaupun suara telepon nya tidak di loud speaker namun pembicaraan keduanya pun mampu Mira dengar dengan sangat jelas.
Sedangkan Yeon pun terlihat dilema dan bingung harus menjawab apa karena di satu sisi dirinya harus tetap menjaga perasaan Mira yang telah sangat berjasa dahulunya hingga perusahaan nya menjadi sebesar itu.
"Eum, nanti aku kabari lagi," ucap Yeon dengan segera memutus sambungan telepon nya secara sepihak.
Yeon pun kemudian menatap wajah istrinya tersebut.
"Kamu mendengar obrolanku tadi kan? Kamu jangan sakit hati dulu. Karena Tyas jauh lebih dulu ada di dalam hatiku. Setiap ada perjalanan bisnis memang aku selalu mengajak nya untuk selalu berada di dekat ku jika dia ada di Korea," ucap Yeon dengan gamblang.
Hal tersebut pun membuat hati Mira sedikit teriris menahan kesal yang membuncah di dadanya.
"Terserah kamu. Untuk apa menjelaskan nya kepadaku. Bukan kah hubungan kita akan segera berakhir jika anak yang ku kandung telah lahir di dunia," jawab Mira dengan nada ketus.
Mendengar jawaban dari istrinya tersebut pun seketika membuat hati Yeon di selimuti oleh kabut gelap.
"Tergantung, jika janin yang kamu kandung itu benar anakku maka aku belum tentu akan menceraikan mu. Namun aku akan mengambil Tyas sebagai istri ke dua ku," ucap Yeon dengan nada dingin nya dan kemudian keluar dari kamar tersebut dengan menutup pintu kamar tersebut dengan sangat keras.
Brakkk
Mira pun seketika terkaget.
"Dasar suami gila! Siapa juga yang mau di madu! Awas saja jika setelah tes DNA dan terbukti jika bayi yang ku kandung adalah darah dagingmu maka aku akan segera melepaskan diri dari jerat kamu lebih dulu!" pekik Mira dengan melempar bantal serta guling ke arah pintu.
"Kamu pikir aku wanita gampangan dan miskin yang menikah kontrak untuk mendapatkan uang? Sungguh menyesalnya diriku karena telah meminta pertanggung jawaban kemari dan menikah denganmu, Yeon!" teriak nya Mira lagi sembari meninju-ninju bantal dan guling yang tersisa di dekatnya untuk melampiaskan amarah yang begitu menggebu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
Yusria Mumba
sabar mira,
2023-11-15
0
mamae zaedan
untung juga yeon masih perduli
2023-11-09
0
epifania rendo
suamimu memang gila
2023-10-31
0