Tak berapa lama, ponsel Mira pun terdengar berbunyi nyaring.
Dengan langkah tertatih, dirinya pun segera mencoba untuk mengambil handbag croco nya yang tercecer di lantai kamar hotel tersebut.
Di buka nya ponsel nya tersebut, seperti yang di duga jika yang menelepon nya kali ini pasti adalah sang Daddy.
"Ya, Daddy. Mira akan segera pulang," jawab Asmiranda di dalam telepon nya tersebut.
Mira pun mengusap seluruh air mata nya dan berusaha setegar mungkin. Lantas dirinya pun segera membersihkan diri di dalam kamar mandi hotel yang biasa dirinya sewa.
"Semua ini pasti telah di rencakan dengan baik oleh adik tiri serta mommy tiri ku itu! Harusnya aku tidak mempercayai ucapan Astrid semalam untuk menerima minuman yang telah ia sodorkan untukku! Arrghh!! Astrid, sialan kau!!" umpat Mira dengan keras.
Setelah itu dirinya pun segera mengenakan pakaian semalam nya kembali dan bergegas menuju ke basement mobil dimana mobil Rolls Royce nya berada.
Dirinya pun segera melajukan mobilnya tersebut secepat mungkin dan berusaha merencanakan strategi untuk membalikkan seluruh tuduhan yang pasti akan terlontar dari mulut adik tirinya tersebut.
Tak berapa lama, mobil mewah milik Mira pun segera memasuki mansion mewah milik Daddy nya tersebut.
Semua pun menatap kedatangan Mira yang menggunakan mobil super mewahnya pun melirik sinis kehadiran nya, kecuali sang Daddy.
Dengan anggun, Mira pun melangkah dengan pasti ke arah orang-orang yang telah menunggu nya tersebut.
"Pasti mobil mewah itu adalah hasil dari menjual diri dan menjajakan tubuhnya. Menjijikkan sekali," ucap Christ yang terdengar nyaring sekali.
Hingga sang Daddy yang mendengar ucapan hinaan untuk sang putri yang sangat di sayangi dalam diam pun melotot tajam ke arah Christ.
"Daddy tahu sendiri kan kalau ternyata calon suami ku itu bermulut sangat pedas dengan sengaja menghinaku di depanmu, Dad. Daddy, hati putrimu ini sangatlah terpukul dan tidak merasa baik-baik saja. Hiks ..." ucap Mira dengan sengaja menangis tersedu-sedu di hadapan sang Daddy.
"Yang di katakan oleh Kak Christ mungkin benar ada nya, Dad. Mana mungkin seorang artis biasa seperti Kakak memiliki mobil super mewah yang berharga ratusan milyaran!" sanggah Astrid dengan lantang di depan sang Daddy.
"Benar sekali, Tuan Bruce Lee. Aku datang kemari seperti yang telah aku dan Astrid ceritakan jika kami berdua mendapati tubuh Mira yang telah ternoda oleh laki-laki lain dan itu telah membuat hatiku sangatlah sakit. Aku ingin Astrid lah yang akan menggantikan Mira untuk menjadi istriku. Aku tidak ingin memiliki istri yang telah ternoda seperti Mira, Tuan! Aku mohon restui permintaanku ini!" ucap Christ dengan sangat lantang.
Tuan Bruce Lee yang mendengar ucapan Christ yang sedari tadi menyudutkan putri mendiang istri pertama nya pun terlihat menghela nafas terus menerus.
"Apakah semua yang di katakan oleh Christ dan adikmu adalah sebuah kenyataan, Asmiranda??" tanya sang Daddy dengan menatap lekat wajah putri cantiknya tersebut.
"Ucapan yang mana dulu Daddy? Jika ucapan yang mereka katakan jika mobil mewah yang ku miliki sekarang adalah hasil membeli dari menjual diriku itu merupakan sebuah fitnah. Daddy tahu sendiri kan jika yang membelikan mobil tersebut adalah Daddy sendiri," jawab Mira dengan sangat menohok yang membuat Astrid terkejut begitu juga sang Ibu tirinya.
"Suamiku! Bagaimana mungkin kamu tidak adil dengan kedua putrimu! Bagaimana mungkin Astrid hanya kamu belikan sebuah mobil Alphard saja dan harganya pun sangat berbeda jauh dengan apa yang kamu berikan untuk Mira!" pekik sang Ibu tiri dengan menunjukkan wajah sesungguhnya kali ini.
Mendengar ucapan lantang sang Ibu tiri pun membuat Mira tersenyum sinis.
Begitu juga dengan sang Daddy yang kemudian terlihat sangat murka begitu dituding sang istri tidak berlaku adil terhadap kedua putrinya.
Plakk!!
Tamparan pun segera mendarat di pipi Ibu tiri Asmiranda.
"Dad!" pekik sang Ibu tiri tidak terima mendapatkan perlakuan kasar dari sang qsuami.
"Aku selalu bersikap adil terhadap kedua putriku! Aku pun memberikan sebuah mobil keluaran terbaru kepada Mira untuk mengapresiasi nya karena terbukti jika Mira telah mampu mengelola perusahaan ku dan perusahaan milik almarhum istri pertamaku di sela kesibukan nya sebagai artis!"
"Berbeda dengan Astrid yang sama sekali tidak bisa di andalkan dalam mengelola perusahaan ku dan kerja nya hanya menghambur-hamburkan uang yang aku berikan kepada nya tanpa mau membantuku sama sekali!" ucap Tuan Bruce Lee dengan wajah yang berubah menjadi sangat memerah karena menahan emosi yang bergejolak.
"Kenapa Daddy berbalik menyudutkan ku dan Mommy, Dad?? Bukankah seharusnya kita mengintrogasi Kak Mira tentang apa yang telah terjadi pada nya??" tanya Astrid dengan muka yang terlihat sangat kesal.
"Aku sangat percaya dengan putriku, Mira. Jika keinginan Christ telah bukat untuk menggantikan kamu sebagai calon istrinya, maka Daddy akan mengabulkan permintaan kalian itu,"
"Dan hukuman untukmu, Mira. Segera tinggalkan dunia hiburan yang sudah kamu tekuni selama ini. Fokuslah untuk meneruskan perusahaan almarhum Mommy mu yang berada di negeri gingseng. Aku tahu jika kamu tidak mungkin melakukan hal hina tersebut. Biar Daddy yang akan mencari tahu kebenaran atas apa yang terjadi kepadamu semalam," ucap sang Daddy dengan mengusap lembut rambut sang putri.
"Daddy percaya dengan, Mira?? Terimakasih banyak, Dad! Baiklah, Mira akan menuruti semua ucapan Daddy. Mira pun sudah merasa sangat lelah dan muak berada di rumah ini yang serasa seperti berada di sarang penyamun. Hanya Daddy yang mengerti perasaan Mira," ucap Mira dengan segera memeluk erat kepada sang Daddy dengan tersenyum mengejek ke arah ketiga bandit berbulu domba yang tengah menatapnya dengan nanar tersebut.
"Apa maksud perkataan kamu, Mira! Mommy juga telah merawat dan membesarkan kamu seperti anak kandung sendiri!" pekik sang Ibu tiri begitu mendengar ucapan sarkas dari sang putri tiri.
"Dad, Mira ingin istirahat ke kamar Mira lebih dulu. Setelah itu kapan pun Daddy mengirimkan diriku menuju ke Korea Selatan pastinya Mira akan siap dengan perintah yang Daddy buat," ucap Mira dengan melepas pelukannya.
"Baiklah, istirahat lah. Daddy pun sudah sangat terlambat datang ke kantor. Daddy pamit berangkat dulu," ucap sang Daddy kepada Mira.
Mira pun mengangguk dengan sangat cepat dan segera pergi menaiki anak tangga serta dengan segera masuk ke dalam kamarnya.
Begitu juga dengan Tuan Bruce Lee yang dengan cepat terlihat melangkah keluar tanpa memperdulikan sang istri serta Astrid dan calon menantu nya tersebut.
"Dad! Daddy! Pembicaraan kita belum selesai!" pekik sang istri yang terlihat mengejar langkah sang suami.
Sedangkan Astrid yang telah berencana menjelekkan sang Kakak di depan sang Daddy pun merasa sangat gagal total karena nyata nya sang Daddy masih terus membela sang Kakak tanpa mempermasalahkan tubuh sang Kakak yang telah ternoda.
Sial! Rencanaku membuat Daddy membenci Asmiranda pun gagal total! Tapi tidak mengapa lah, karena yang terpenting Christ telah berbalik jatuh hati kepadaku. Serta kesucian Asmiranda pun telah ternoda oleh lelaki asing yang aku pun tak tahu siapa itu, termasuk Asmiranda tentunya! Hahaha.
Batin Astrid dengan muka yang terlihat sangat gembira karena satu jebakan yang telah di persiapkan untuk Mira pun berhasil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
£rvina
tumben ada bpk yg bela anaknya, biasanya marah2 n ngusir... kerrrennn bapake👍💕
2023-11-10
0
Driasni Rina
menarik
2023-11-02
0
epifania rendo
ayah yang baik
2023-10-31
0