Pagi itu Yeon telah kembali berkutat dengan pekerjaan nya sebagai CEO di perusahaan milik sang ayah.
Mendadak handphone nya pun terus bergetar sedari tadi tiada henti.
Tertera nama sang mommy lah yang telah melakukan panggilan berulang kali ke nomer ponselnya tersebut.
"Kenapa sih mommy mendadak telepon berkali-kali? Bukan kah kita baru perpisah kurang dari satu jam yang lalu??" gumam Jee Yeon dengan raut bingung serta bertanya-tanya dalam hati.
"Hallo Mo—" sapaan Yeon pun langsung terputus oleh teriakan sang mommy.
"Cepat segera pulang!" pekik sang mommy di dalam telepon tersebut dan langsung di matikan secara sepihak.
Sedangkan Yeon yang mendengar ucapan di sertai nada amarah dari sang mommy pun bergegas menurut sesuai perintah sang mommy.
Setelah menyerahkan seluruh tugasnya kepada sang asisten pun kemudian Yeon segera melajukan mobilnya menuju kediaman orang tuanya.
Sedangkan yang terjadi di kediaman orang tua Yeon pun terjadi kehebohan begitu kedatangan tamu seorang wanita muda yang amat cantik dan mengaku sedang hamil benih sang tuan muda.
Siapa lagi kalau bukan Asmiranda. Dengan berbekal foto hasil USG serta bukti-bukti Jee Yeon yang tengah masuk ke dalam kamar hotel yang sedang ditempati oleh Asmiranda kala itu yang kini tengah di berikan kepada kedua orang tua Yeon.
"Siapa nama kamu, nak?" tanya Mommy Yeon dengan melihat penampilan Mira dari atas hingga bawah.
Mommy Yeon yang melihat wajah Mira yang terlihat sangat tidak asing lagi untuknya pun membuat jiwa ingin tahunya untuk mengulik identitas wanita yang mengaku tengah hamil cucunya tumbuh.
"Nama saya Asmiranda Bruce Lee, Tante. Saya sedang memperjuangkan nasib janin yang tumbuh di dalam perut saya. Karena di saat itu keadaan saya yang tengah tidak sadarkan diri karena dalam pengaruh obat bius yang di berikan oleh saudara tiri saya hingga saya terbangun sudah mendapati tubuh saya telah ternoda hingga hamil seperti ini. Lelaki yang telah menodai saya pun tidak mengatakan sepatah kata apa pun untuk saya, karena begitu saya terbangun saya tidak mendapati siapa pun itu. Dan hanya sebuah cincin ini yang saya temukan di tempat tidur saya," ucap Mira dengan panjang dan lebar serta menyerahkan cincin tersebut kepada Mommy Yeon.
Mommy Yeon yang mendengar nama panjang Mira pun tersentak kaget.
"Apakah kamu putrinya Esmeralda Lee??" tanya Mommy Yeon dengan wajah yang berubah menjadi berbinar.
"Apa Tante mengenal Mommy ku?" tanya Mira dengan raut wajah bingung karena Mommy Yeon yang tiba-tiba menyebut nama sang mommy.
"Oh Astaga!! Ternyata kamu Mira kecil! Pantas saja wajah kalian sangat mirip sekali. Bagaimana kabar mommy kamu, Nak? Aku seperti kehilangan jejak Mommy kamu setelah kalian memutuskan untuk pindah ke Indonesia waktu itu," ucap Mommy Yeon dengan segera duduk di samping Mira.
"Mommy ku telah meninggal dalam sebuah kecelakaan, Tante," ucap Mira dengan wajah yang berubah sedih.
"Astaga, Esmeraldaku telah meninggal dunia?? Kamu tidak bercanda kan, Nak? Kalian bahkan sering kemari kala itu. Aku tidak menyangka jika sahabat terbaik ku telah meninggal kan ku dengan begitu cepat," ucap Mommy Yeon dengan raut muka yang mendadak berubah menjadi mendung.
Sedangkan Mira yang mendengar ucapan dari Mommy Yeon pun bingung harus menjawab apa. Karena tujuan nya bertandang ke rumah Yeon adalah untuk meminta pertanggung jawaban dan bukan untuk bernostalgia.
"Tante, saya kemari dengan tujuan meminta pertanggung jawaban dari Yeon, Tante. Saya pun telah siap untuk melakukan tes DNA terhadap janin yang sedang ku kandung jika Yeon dan seluruh keluarga masih ragu," ucap Mira dengan tegas serta kembali ke tujuan pembicaraan topik semula.
"Kita percaya dengan kamu, Nak. Tidak mungkin putri dari seorang Esmeralda berani berbohong terhadap orang lain. Kalau bukan karena bantuan Esmeralda pun belum tentu perusahaan milik Daddy Yeon bisa berkembang maju seperti ini jika bukan karena bantuan Mommy kamu kala itu," ucap Mommy Yeon dengan menyodorkan banyak camilan sehat untuk putri sahabat nya dulu sekaligus calon menantu nya tersebut.
Sedangkan Daddy Yeon pun hanya mampu mengikuti ultimatum dari sang istri tercinta karena memang benar selama ini jika seluruh kekayaan yang mereka miliki saat ini berkat campur tangan dari sahabat karib istrinya tersebut.
"Apa kamu merasakan mual-mual, Nak?" tanya Mommy Yeon kepada Mira dengan berinisiatif memijat perlahan pundak sang calon menantu.
"Iya, Tante. Akhir-akhir ini aku merasakan mual yang sangat luar biasa. Namun entah mengapa setelah sampai di kediaman ini rasa mualku mendadak hilang seketika dan merasa sangat nyaman sekali," ucap Mira dengan jujur.
Sedangkan tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki datang dari arah pintu depan dengan begitu tergesa.
"Mom—" ucapan Yeon pun terpotong begitu mendapati wanita yang kemarin di antarkan nya kerumah sakit kini telah berada di rumahnya bersama sang Mommy.
Sedangkan sang mommy pun terlihat memberikan instruksi kepada putranya tersebut untuk segera duduk dikursi yang tak jauh dari tempat sang Mommy berada.
Dengan patuh Yeon pun segera duduk di tempat yang sang mommy perintah kan untuknya dengan hati yang berdebar-debar.
"Kenapa Mommy memintaku untuk kembali kerumah? Padahal Mommy tahu sendiri kan jika diriku sangatlah sibuk?" tanya Yeon dengan hati yang masih sangat cemas karena wanita yang sedari tadi duduk di samping sang mommy pun menatap wajahnya dengan tatapan membunuh.
"Segera nikahi Mira karena janin yang ada di dalam perut Mira adalah calon cucuku," ucap Mommy Yeon dengan tanpa basa-basi.
"What?? Bagaimana mungkin aku bisa menghamili wanita asing ini, Mom??" tanya Yeon dengan menatap tajam ke arah Mira yang juga sedang menatap sengit ke arah Yeon.
"Dasar badjingan! Setelah menodai ku yang sedang tidak sadarkan diri di dalam kamar hotel waktu itu dan kamu pergi begitu saja setelah mengambil paksa kesucianku tanpa menunggu ku hingga sadarkan diri! Dasar lelaki bren9sek!" ucap Mira dengan memukul Yeon dengan menjadi-jadi mendengar jawaban yang terlontar dari mulut Yeon tersebut.
"Tidak Mom! Bukan aku! Bukan aku yang menodainya! Ketika bangun dari tidurku pun aku sudah mendapati tubuh wanita itu dengan keadaan tanpa busana! Pasti wanita itu telah di nodai oleh lelaki lain dan kemudian menjebak ku!" jawab Yeon dengan cepat dan lantang hingga membuat seluruh orang yang mendengar ucapan Yeon dan Mira pun bingung seketika.
"Tidak mungkin! Dia lah yang menghamiliku, Tante! Semua bukti-bukti sudah saya berikan kepada, Tante!" pekik Mira tak kalah lantang serta kembali memukuli Yeon dengan semakin beringas.
"Tidak! Bukan aku! Karena milikku tidak pernah mau bangun oleh apa pun itu! Dan dokter telah mengatakan jika aku mengidap impotensi! Jadi tidak mungkin jika aku menghamili wanita itu!" pekik Yeon dengan lantang serta menunjuk wajah Mira yang begitu terkejut setelah mendengar penuturan Yeon.
"What?? Impoten?!" pekik Mira, Mommy Yeon, serta Daddy Yeon bersamaan.
"Iya! Maka dari itu, bagaimana mungkin seorang impoten seperti ku bisa membuat wanita itu hamil?? Toh aku sudah memiliki tunangan yang amat ku cintai, Dad, Mom. Tidak mungkin jika aku mengkhianati nya," ucap Yeon dengan kemudian berjalan menaiki tangga menuju ke lantai atas dimana kamarnya.
Sedangkan Mommy serta Daddy Yeon pun masih dalam kondisi mencerna ucapan putra mereka apakah benar-benar impotensi ataukah hanya akal-akalan nya semata.
"Dad, sebaiknya kita harus memeriksa keadaan putra kita ke dokter secara bersamaan agar bisa mengetahui kebenaran tentang ucapan putra badung kita itu," ucap Mommy Yeon dengan menatap sang suami.
Sedangkan Mira pun tak kalah bingung dengan ucapan Yeon yang mengatakan jika lelaki tersebut mengidap impotensi.
"Bagaimana mungkin impotensi jika milikku pagi itu rasanya terasa sangat sakit sekali hingga kini diriku dinyatakan hamil??" batin Mira dengan raut muka bingung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 76 Episodes
Comments
mamae zaedan
nikahi aja yeon,,palingan tunanganmu tak lebih cantik dri mira🤭🤭
2023-11-09
1
epifania rendo
anak siapa jadinya
2023-10-31
0
Fajar Ayu Kurniawati
.
2023-10-27
0