Part 20

Tidak jauh dari bangunan sekolah SMA, berdiri seorang anak gadis yang di saat itu baru saja pulang sekolah dan sedang memainkan ponselnya sembari menunggu sang supir yang belum juga datang menjemput. Tidak biasanya supirnya itu terlambat, sehingga membuatnya pun merasa bosan dan kesal.

Di saat itu tiba-tiba saja datang 2 orang pria yang lebih pantas disebut dengan preman, menghampiri gadis tersebut dan mengajaknya untuk berkenalan.

"Siapa kalian, jangan mendekati aku. Lebih baik sekarang kalian pergi dari sini!" Usir gadis tersebut yang tak lain adalah Kania, anak Edward dan Kamila.

"Jangan galak-galak dong Nona, kami hanya ingin mengajak berkenalan saja," kata salah satu preman dari mereka.

"Tapi yang galak seperti ini yang aku suka," kata preman 2 sembari mengerling kan matanya menggoda Kania.

"Pergi Kalian, jangan menggangguku!" Bentak Kania.

Akan tetapi kedua preman itu tak peduli, malah preman 1 dengan berani mencolek tangan Kania.

"Jangan kurang ajar ya. Sekali lagi kau menyentuhku, aku tidak akan tinggal diam," kata Kania yang membuat salah satu diantara preman itu sangat geram mendengarnya, lalu menarik tangan Kania dan mencekram nya dengan erat.

"Akh … lepaskan … , lepaskan aku!" Teriak Kania yang merintih kesakitan dan juga merasa takut.

"Ini akibatnya karena kau sudah berani bermain-main dengan kami, anak kecil belagu, sok kuat!" Bentak preman 2.

Disaat itu pula terlihat sebuah mobil Porsche berwarna hitam berhenti tepat di depan mereka, seorang pria keluar dari mobil tersebut dan langsung saja menghajar para preman yang telah mengganggu Kania tanpa berbasa-basi lagi.

Kania begitu terkejut melihatnya, tetapi ia juga merasa senang karena tiba-tiba saja datang seorang pangeran tampan yang telah menolongnya itu.

"Ya ampun, aku benar-benar sedang tidak bermimpi 'kan? Aku baru saja diganggu oleh kedua preman, lalu tiba-tiba saja datang seorang pahlawan yang menolongku," batin Kania yang tadinya merasa takut, saat ini malah merasa begitu bahagia.

Hingga tidak berapa lama kemudian, 2 preman itu pun berhasil dikalahkan dan langsung saja lari kocar-kacir, naik ke atas motor dan segera kabur dari sana.

"Kamu tidak apa-apa nona?" Tanya pria tersebut.

Akan tetapi dilihatnya Kania masih tampak bengong memandang kagum pria itu tanpa berkedip.

"Hai, kamu baik-baik saja?" Pria itu mengulangi pertanyaannya, hingga Kania pun tersadar dari lamunannya itu.

"Oh iya, aku baik-baik saja Om. Om juga baik-baik saja 'kan?" Jawab Kania dan menanyakan hal yang sama.

"Ya ampun, kau jangan memanggilkan Om. Memangnya aku terlihat sangat tua? Ya Meskipun aku lebih tua darimu, tapi aku juga belum memiliki istri. Jadi lebih pantas jika kau memanggilku Kakak," kata pria tersebut.

"Oh iya Kak. Kenalkan aku Kania," ucap wanita tersebut sembari menjulurkan tangannya.

"Aku Bryan," ucap pria itu pula yang menyambut uluran tangan Kania dengan lembut.

Keduanya pun saling memandang dan tersenyum. Kania yang baru pertama kali melihat pria itu pun merasa sangat terkesima, tak peduli jika pria itu lebih tua darinya.

"Terima kasih ya Kak karena sudah menolongku. Aku tidak tahu bagaimana nasibku jika tidak ada Kak Bryan," ucap Kania.

"Iya sama-sama. Kau sedang menunggu apa di sini? Kenapa belum pulang?" Tanya Bryan.

"Aku sedang menunggu supirku, tidak biasanya dia sangat lambat menjemput. Bahkan aku telepon juga tidak dijawab," terang Kania.

"Ya sudah dimana rumahmu? Biar aku saja yang mengantarmu pulang, tidak baik jika wanita cantik sepertimu terus sendirian berada di sini, pasti nantinya akan ada preman lain yang mengganggumu," kata Bryan, sehingga membuat wajah Kania memerah seperti kepiting rebus karena menahan malu dipuji oleh pria tampan di hadapannya itu.

"Rumahku ada di jalan xx Kak," jawab Kania.

"Oh … kebetulan sekali aku juga mau ke arah sana. Jika kau mau,kalau aku akan mengantarmu sekalian," tawar Bryan.

"Iya kak mau." jawab Kania langsung menerima tawaran Bryan.

Tentu saja Kania tidak menolaknya, dengan senang hati ia pun langsung saja menyetujuinya. Lalu Bryan membukakan pintu mobil untuk Kania dan setelah keduanya masuk ke dalam mobil, segera saja Bryan melaju untuk mengantar Kania pulang ke rumahnya.

***************

Setelah 1 bulan lamanya berada di Indonesia, kini Thalia pun sudah resmi membuka perusahaannya itu. Meskipun belum terlalu banyak beroperasi, tetapi ia juga sudah merekrut beberapa karyawan yang bekerja di perusahaannya tersebut.

Hingga di saat ia saat sedang mencari beberapa kandidat untuk bekerja di perusahaannya, tidak sengaja Thalia melihat CV Kevin, yaitu anak dari Kamila yang dulu pernah ditemuinya sewaktu masih kecil, kira-kira berusia 5 tahun. Memang Thalia sudah tahu infomasi Kevin saat ini, bahkan wajah Kevin Thalia sudah melihatnya dari ponsel melalui orang-orang suruhannya.

"Lusi, keruangan saya sekarang," panggil Thalia lewat telepon.

Lusi yang berada di luar ruangannya itu pun segera saja masuk ke dalam.

"Iya Nona, ada apa?" Tanya Lusi yang kini sudah berada di hadapan Thalia.

"Duduk!" Titah Thalia, hingga Lusi pun duduk di kursi depan meja kerja Thalia itu.

"Perhatikan CV ini, apakah ini Kevin anak Kamila?" Tanya Thalia ingin memastikan.

Lucy pun segera saja memperhatikan CV yang dimaksud oleh bos-nya itu, "Iya benar Nyonya, ini adalah Kevin yang waktu itu saya ceritakan. Meskipun dia adalah anak kandung Nyonya kamila, tetapi Kevin diperlakukan sangat berbeda jauh dengan adiknya. Bahkan yang aku tahu Kevin sampai bekerja di perusahaan sebagai cleaning service untuk menghidupi dirinya, karena kedua orang tuanya itu tidak mau memberikan uang untuk kebutuhannya. Berbeda dengan adiknya, Kania. Dia selalu dimanjakan, apapun permintaannya selalu dituruti oleh Nyonya Kamila dan Tuan Edward," terang Lusi.

"Sangat kebetulan sekali ya, dan Kevin ini juga sangat cepat mendapatkan informasi jika perusahaan ku sedang membutuhkan karyawan. Sekarang juga kamu beritahu HRD untuk memanggil pria ini!" Titah Thalia.

"Apa Nona berniat akan mempekerjakannya di sini?" Tanya Lusi.

"Ya, tentu saja. Aku merasa kasihan melihatnya, karena Kamila itu benar-benar tidak punya hati. Aku heran padahal Kevin ini anak kandungnya, tetapi kenapa dia membedakannya dari Kania. Mungkin ayah kandung Kevin ini orang baik, sehingga sifat Kevin juga baik, tidak seperti Edward dan Kamila yang membuat mereka tidak menyukainya. Atau mungkin Kevin ini dari anak pria yang dibenci oleh Kamila, dia hanya terpaksa saja merawat Kevin," ucap Thalia yang menebak-nebak.

"Mungkin saja seperti itu Nona. Dan aku yakin Nona Thalia begitu baik pasti karena keturunan dari sifat Ibu Nona," puji Lusi.

Akan tetapi, mendengar pujian itu bukan membuat kania merasa senang, ia mendadak menjadi sedih karena mengingat mendiang ibunya yang telah meninggal 15 tahun yang lalu, akibat ulah Edward dan Kamila. Sehingga ia pun sudah sangat bertekad membalas dendam kepada mereka atas kematian ibunya itu.

Bersambung …

Terpopuler

Comments

The Lovely

The Lovely

Emng lo gak pnya santun bngt sma yg lebih tua apalagi sma papa kandungnya gimnapun darah dlm tubuhnya itu darah papahnya hrsnya sbg anak lo berantas Si Jalang Kamila itu yg rebut ksh syng papa ke anaknya bkn sma papa lo jg itu durhaka namanya di laknat mampus lo

2023-04-18

0

Rosy

Rosy

Kania sudah kena jebakan Batman nih..
kamu harus bantu Kevin Lia..kasihan..dia menanggung biaya hidupnya seorang diri dg bekerja seadanya..

2023-04-17

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!