Part 4

Plak..

Sebuah tamparan kembali mendarat ke wajah Thalia.

"Kau sungguh membuat ku muak.!Menyesal aku pernah memiliki anak seperti mu.Dan aku juga sangat menyesal mengasihani mu, membiarkan mu tinggal di rumah ku.Aku akan buat perhitungan padamu.Kau tunggu saja nanti.!" ucap Edward memberi peringatan ancaman pada Thalia dan langsung pergi meninggalkan Thalia begitu saja.

Thalia hanya bisa mendengus dan memandang tajam saat Edward pergi.

...****************...

Beberapa hari kemudian..

Saat Thalia baru saja tiba di sekolah,Casey kembali menghampiri Thalia dengan tatapan sinis.Thalia pun hanya memandang Casey dengan sengit.

"Kenapa kau masih saja berani muncul disekolah ini??Apakah kau masih belum tahu,jika kau sudah dikeluarkan dari sekolah ini?Gadis sampah.!" sahut Casey yang tiba-tiba mengungkapkan sesuatu yang tidak ia tahu.

"Kau pikir aku akan percaya kata-kata mu?Cih." ujar Thalia yang justru menanggapinya dengan ketus dan akan berjalan melalui gadis yang dianggapnya sangat menyebalkan.

"Kalau kau tidak percaya,kita lihat saja.Saat kau masuk kelas pasti wali kelas mu akan mengusir mu seperti hewan.Haha."ledek Casey pada Thalia.

Tapi Thalia pun tak peduli dan mengabaikan ledekan Casey untuknya.

Namun,saat jam pelajaran sudah akan mulai.Thalia yang sudah duduk di kursinya,sesaat menjadi perhatian para teman-temannya dikelas.

"Thalia,bukankah kau sudah keluar dari sekolah ini?"tanya salah satu teman sekelasnya.

"Keluar?Apakah Casey yang bilang ini pada kalian?" tanya Thalia yang heran dan tak percaya begitu saja.

"Bukan,tapi wali kelas kita sendiri.Dia bilang kau sendiri yang mengundurkan diri dari sekolah." jawab temannya menjelaskan.

Thalia hanya diam dan sedikit merasa bingung.Sebab ia tidak tahu,bagaimana bisa ada berita yang mengatasnamakan dirinya keluar dari sekolahnya.

Tak lama kemudian sang wali kelas pun memasuki kelas.Dan sang wali yang menyadari kehadiran Thalia,perhatiannya pun langsung tertuju pada Thalia.

"Thalia,seharusnya hari ini kau sudah tidak diperkenankan untuk melanjutkan pendidikan mu di sekolah ini.Kau sudah dikeluarkan." ungkap sang wali kelas dengan nada datar dan tatapan dingin.

"Hah??Dikeluarkan??Jadi ini serius??Siapa yang sudah mengeluarkan aku dari sini??Apakah ini karena ulah Casey bu?" tanya Thalia yang langsung kaget dan syok.

"Jangan asal menuduh orang lain karena kesalahan mu.Karena ini atas permintaan orang tua mu.Jadi silakan keluar dari kelas saya."jawab sang wali kelas masih dengan nada datar.Karena ia benar-benar tidak menyukai sikap Thalia sejak perdebatannya yang sebelumnya.

Thalia pun hanya bisa mendengus dan langsung meninggalkan kelasnya.

Ia langsung menuju pulang ke rumah,berniat ingin mencari Edward sang ayah.

Beruntung,ia langsung bertemu saat Edward baru tiba di rumah membawa Kamila pulang dari rumah sakit.

"Pa,apa maksudnya aku mengundurkan diri dari sekolah?Kenapa hal ini papa tidak bicarakan dulu padaku?" tanya Thalia dengan nada geram dan emosi.

"Bi Tuti tolong antar kan nyonya ke kamarnya untuk beristirahat." perintah Edward pada bi Tuti saat bi Tuti membantu membawakan barang-barang Kamila.

"Baik tuan." jawab bi Tuti langsung mengangguk dan membawa Kamila ke kamarnya.

Edward sengaja tidak ingin melibatkan Kamila dalam urusan Thalia lagi.Sebab ia tidak mau membuat Kamila stres karena tingkah laku Thalia yang sudah kelewatan.

Edward pun berjalan ke ruang tamu dan langsung duduk dengan tenang.Sementara Thalia masih memandang ayahnya dengan tatapan amarah.

"Aku memang sengaja mengeluarkan mu dari sekolah itu." jawab Edward.

"Tapi kenapa pa?Apa alasannya papa mengeluarkan aku dari sekolah itu?Apa papa tidak tahu,tidak mudah aku bisa masuk ke sekolah yang menjadi favorit di kota ini.!" protes Thalia yang tidak terima dengan cara Edward.

"Karena aku akan mengirim mu ke Malaysia.Kau harus tinggal bersama nenek mu.!" ungkap Edward dengan tegas.

"Apa??" seru Thalia yang seketika syok saat mendengar Edward akan mengirimnya ke Malaysia.

Kamila yang mendengar hanya bisa tersenyum puas.

"Bagus,dengan begitu tidak akan ada lagi penghalang seperti anak sialan itu.!" ujarnya bicara sendiri.

...****************...

Seminggu kemudian..

Thalia akhirnya pergi ke Malaysia,karena paksaan Edward.Ia cuma bisa pasrah dengan keputusan sang ayah.Daripada hidupnya terancam karena tidak akan bisa lagi melanjutkan pendidikan nya lagi.Walau ia begitu berat hati,saat ia harus tinggal bersama sang nenek.Tapi ia pun tak dapat berbuat apa pun lagi.Selain menuruti hingga ia lulus sekolah nantinya.

Namun,kini dihatinya tersimpan akan rasa sakit hati dan dendam atas perilaku ayahnya sendiri.Dan bahkan Kamila yang menjadi orang pertama,yang menjadi penyebab kehancurannya keluarga yang selama ini dianggap paling sempurna dan bahagia.

Karena kehadiran Kamila,semua harapan dan impiannya pun hancur seketika.Ia harus kehilangan ibu yang sangat dicintainya dan sosok ayah yang dia butuhkan pun sudah tidak memperdulikan dirinya.

Seketika membuat dendam dihati Thalia pun semakin dalam hingga merasuki seluruh pikirannya.

"Aku bersumpah,aku akan kembali dan membuat kalian menyesal.! Akan ku rebut apa yang menjadi milik ku.!" ucap Thalia dalam hatinya.

Tiba di negara jiran Malaysia,Thalia langsung dijemput oleh kakak sepupunya.

"Selamat datang di Malaysia Thalia." sahut Axel pemuda 22tahun yang menyambutnya dengan ramah,saat mereka masih di bandara.

"Jangan basa basi,dimana nenek ku?kenapa cuma kau saja?" tanya Thalia dengan sikap datarnya.

"Dia ada di rumah,dia tidak bisa ikut menjemput mu.Ayo kita segera ke rumah ya." jawab Axel langsung membawakan kopernya menuju kediaman sang nenek.

Tiba di kediaman,Arumi sang nenek langsung menyambutnya dengan sikap dingin.

"Kenapa kau harus di kirim ke sini??Apa kau sudah membuat masalah untuk mereka?" tanya Arumi dengan nada sewot

"Kalau nenek membiarkan papa ku menikah dengan wanita ja*ang,aku juga tidak akan datang ke tempat mu nek." jawab Thalia dengan datar.

Seketika membuat Arumi pun terkejut.

"Hah??Menikah??Apa maksud mu Thalia??Aku tidak mengerti?" tanya Arumi yang tidak paham.

"Oh,ternyata papa ku benar-benar pemain drama yang handal.Sampai-sampai nenek sebagai ibu nya sendiri pun tidak tahu jika anak lelaki mu menikah lagi dan membuat ibu ku istrinya sendiri meninggal karena stres." ungkap Thalia dengan jelas.

Sontak membuat Arumi semakin syok.

"Apa kau serius nak?Aku memang tidak tahu untuk hal ini." tanya Arumi memastikan lagi.

Sementara Axel hanya menyimak tanpa ikut berkomentar.Karena menurutnya bukan lah saat nya ia ikut campur.

Melihat wanita tua yang sudah menginjak 75tahun itu merasa syok.Thalia hanya bisa menyunggingkan bibirnya keatas.Seakan ia tidak percaya jika Arumi sebagai nenek dan ibu dari ayahnya.Bisa tidak tahu akan perbuatan anaknya sendiri.

Terpopuler

Comments

Ig: @putriaayu_98

Ig: @putriaayu_98

Semangat lanjut kak @♡ Rya Kurniawan ♡ sama kak @Ovelia.Shin collabnya, aku kirim mawar yak 😘

2023-04-03

1

Warijah Warijah

Warijah Warijah

Lanjut Thor..

2023-04-02

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!