"Kenapa hal ini nenek bisa tidak tahu?bahkan mereka sudah menikah dan istrinya sedang mengandung anak dari anak mu sendiri nek." ungkap Thalia lagi.
Arumi pun semakin syok.
"Dan mirisnya lagi,setelah anak mu meninggalkan ibu ku dan mengambil apa yang sudah menjadi milik ibuku.Ibu ku stres dan pada akhirnya mati bunuh diri.Dan aku dikeluarkan dari sekolah karena anak mu juga,supaya aku tidak bisa tinggal bersama mereka.Bagaimana hal ini kau masih tidak mengetahuinya nek?" ungkap Thalia menjelaskan lagi panjang lebar.
Arumi pun hanya bisa duduk lemas dan syok,setelah mendengar semua cerita Thalia.Ia benar-benar tidak tahu jika Edward sang anak kesayangannya sudah tega mengkhianati keluarganya sendiri dan membuat hidup cucunya hancur begitu saja.Karena Edward memilih wanita yang sekarang ini ia cintai.
Arumi pun mendekati Thalia dan memeluk tubuhnya dengan erat.Ia merasa prihatin dan tidak tega.Melihat nasib sang cucunya yang sudah seperti sebatang kara.
"Maafkan nenek,nenek benar-benar tidak tahu..Nenek turut prihatin dengan apa yang sudah terjadi pada mu sayang." ungkap Arumi saat memeluk Thalia.
Thalia hanya bisa memendam kesedihannya dalam hati.Ia pun tidak bisa menunjukkan rasa sedihnya lagi.Karena perasaan hatinya yang sudah terluka karena ulah ayah kandungnya sendiri yaitu Edward dan juga Kamila ibu tirinya.
"Ya sudah,mulai hari ini kau hidup bersama ku.Aku akan merawat mu dan mendidik mu sebagai anak yang kuat.Jangan terlihat lemah dan lupakan kesedihan mu karena ulah ayah mu.Suatu saat ayah mu pasti akan menyesali perbuatannya." ucap Arumi yang kini mendukung Thalia.Karena biar bagaimana pun hanya Thalia yang menjadi cucu kesayangannya.
...****************...
Beberapa bulan kemudian..
Saat usia kandungan Kamila sudah mulai memasuki usia 9 bulan.Kama hanya menghabiskan waktu di rumah untuk beristirahat.Sementara putra semata wayangnya seperti biasa beraktifitas dengan bersekolah.
Arumi berencana untuk pulang ke Indonesia dan mengunjungi kediaman Edward.
Ia memilih pulang seorang diri tanpa mengajak Thalia.Agar Thalia tetap fokus pada pendidikannya.
Tiba didepan kediaman Edward,Arumi masih berada didalam mobil.Seolah ia sedang memperhatikan rumah mewah yang sekarang kini dihuni Edward.
Arumi tak mengira setelah Edward menghancurkan pernikahannya dan melepaskan tanggung jawabnya untuk Thalia.Ia justru memilih tinggal di rumah mewah dengan wanita pilihannya yang sekarang sudah menjadi istrinya.
Saat Arumi masih tengah memperhatikan situasi rumah Edward.Tanpa sengaja ia melihat seorang anak lelaki bernama Kevin pulang dari sekolah dengan diantarkan bus sekolah.
Arumi pun langsung turun dan menghampiri anak lelaki itu.
"Halo..apakah kamu tinggal di rumah ini?" tanya Arumi dengan nada ramah.
Kevin pun mengangguk dengan polosnya.
"Kalau saya boleh tahu,Siapa nama ayah dan ibu mu?" tanya Arumi lagi sambil tersenyum tipis,agar tidak membuat Kevin takut.
"Nama papa ku Edward dan mami ku Kamila nyonya." jawab Kevin masih dengan polosnya.
Arumi kembali tersenyum sambil mengusap rambut bocah lelaki itu.
Kevin pun langsung meninggalkan Arumi dan memasuki kediaman Edward.
Arumi hanya memandang bocah polos itu sambil menghela nafas.
Beberapa saat Arumi pun berniat memasuki pekarangan rumah Edward.Dan langsung menekan tombol pintu rumahnya.
Saat dibuka terlihat bi Tuti yang berdiri menyambut Arumi.
"Maaf,nyonya cari siapa?" tanya bi Tuti.
"Aku mencari tuan mu Edward.Beritahu dia jika ibu nya sudah datang." jawab Arumi dengan tenang.
Dan secara bersamaan,Kamila datang menghampiri bi Tuti karena penasaran ingin melihat siapa yang datang.
Dan Kamila pun hanya menatap heran melihat Arumi yang ternyata tidak ia kenal sekali pun.
"Halo..Apa kabar?Aku ibunya Edward.Artinya aku adalah ibu mertua mu." ucap Arumi sambil mengulurkan tangannya dan memperkenalkan dirinya pada Kamila.
Sontak membuat Kamila syok dan berdiri memaku.
Kini Kamila pun duduk berhadapan dengan wanita yang mengaku adalah ibu mertuanya.
"Ba..Bagaimana anda tahun kami tinggal disini?" tanya Kamila penasaran.
"Kenapa pertanyaan mu harus seperti itu?Apakah begini cara mu menyambut ku??" tanya balik Arumi dengan sengaja.
"Bu..Bukan seperti itu maksud ku.Tapi aku tidak tahu jika anda akan datang mengunjungi kami tanpa memberitahu kami sebelumnya." ujar Kamila berdalih.
"Sebagai seorang ibu,aku tidak perlu meminta ijin untuk datang ke rumah anak ku sendiri.Apakah karena kau baru menjadi istrinya,jadi harus meminta ijin dulu dengan mu?" jawab Arumi menyindir Kamila.
Kamila hanya tersenyum kicut dengan ucapan Arumi.
"Lalu,berapa lama ibu akan berada di Indonesia?Edward jam segini biasanya masih berada di kantornya." kata Kamila memberitahu Arumi.
"Aku tahu,kedatangan ku kesini sebenarnya bukan untuk menemui Edward.Dia bahkan tidak tahu jika aku akan datang ke rumah kalian." kata Arumi dengan nada ketus.
"Jadi?" tanya Kamila yang penasaran.
"Kedatangan ku justru ingin melihat langsung siapa sosok wanita yang sudah merusak rumah tangga anak ku." kata Arumi dengan nada tegas.
Membuat Kamila seketika tersentak dengan ucapan Arumi yang justru mengarah padanya.
"Tapi aku ingin bertanya terlebih dulu pada mu.Apakah anak laki-laki itu adalah anak dari kalian atau anak mu sendiri?" tanya Arumi yang sesaat menunjuk ke arah Kevin yang sedang menikmati makan siangnya.
Kamila pun langsung menoleh ke arah Kevin anak semata wayangnya.
"Oh,dia adalah anak ku.Tapi bukan dari anak Edward.Justru kehamilan ku saat ini adalah anak dari hasil pernikahan kami berdua." jawab Kamila tanpa rasa malu.Karena ternyata dia sudah mempersiapkan dirinya jika suatu saat dirinya akan disalahkan.
Karena menikahi pria yang sudah beristri dan dia pun sudah memiliki seorang anak tapi tidak memiliki ayah.Karena lelaki yang telah menghamili Kamila ternyata memilih kabur tanpa berniat ingin bertanggung jawab untuknya.
Hal itu yang membuat Edward merasa tidak tega.Dan dengan rasa cinta yang tumbuh kembali semakin mendalam.Membuat Edward nekat ingin menikahi Kamila,walaupun ia harus menerima anak Kamila dari hasil diluar nikah.
"Wah..Ternyata kau wanita yang luar biasa.Berani menikah dengan anak ku dengan sudah memiliki seorang anak yang bukan darah dagingnya sendiri.Dan kau juga mendukung Edward mengirim anak kandungnya padaku,agar kalian bisa hidup bahagia,setelah kau menghancurkan keluarga mereka.Begitukah menurut mu?" ungkap Arumi mengungkit semuanya yang sudah diceritakan oleh Thalia sebelumnya.
Sesaat Kamila menunduk dan tidak mau menjawab semua yang dikatakan Arumi.
"Aku tidak tahu,apakah kau dari wanita baik-baik atau tidak.Terlepas dari apa yang sudah ku ketahui semuanya.Kau tidak ada bedanya dengan wanita ja*ang diluar sana." kata Arumi dengan tajam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Widi Widurai
ga tega ngurus anak org. anak sendiri ditelantarin. lelaki sedeng emang
2023-05-13
0
Rosy
bagus nenek Arumi..buat hidup mereka tidak tenang 😆
2023-04-11
1
Warijah Warijah
Manfus kau pelakor .. mantap untuk neneknyaxThalia 👍🏻
2023-04-03
0