Part 16

"Aku ada urusan bisnis,jadi aku harus mendadak ke luar kota." jawab Edward yang berbohong.Karena tidak ingin Kamila mengetahui jika ia sudah menghabiskan malamnya bersama Jasmine sang sekretaris yang sudah membuatnya candu dan tergila-gila.

"Mendadak keluar kota?Tapi kenapa kau tidak memberitahu ku??Kau tidak biasanya seperti ini." tanya Kamila yang tidak percaya begitu saja dengan alasan Edward.

"Aku 'kan sudah bilang ada urusan bisnis dan mendadak,jadi aku tidak sempat mengabari mu." jawab Edward langsung sewot.

"Awas ya,jika kau berani membohongi ku.Aku tidak akan pernah memaafkan mu.!" kata Kamila yang langsung memberi peringatan pada Edward.

Edward pun hanya diam dan tidak menanggapi ucapan Kamila.

"Apa kau sudah tahu,jika anak mu itu tiba-tiba datang dan muncul dihadapan ku." ungkap Kamila memberitahu tentang Thalia pada Edward.

Edward pun menatap penasaran.

"Apa maksud mu?" tanya Edward yang tidak mengerti dengan maksud Kamila.

"Anak mu Thalia.!Dia datang dan langsung menyerang ku,mengancam ku.Seolah dia ingin membalaskan dendamnya pada ku.!" jawab Kamila dengan nada kesalnya.

Edward pun langsung mengernyitkan alisnya ke atas.

"Apa kau yakin dia Thalia??Bukan ini sudah 15 tahun lamanya,tidak mungkin dia kembali lagi kesini." tanya Edward yang meragukan pernyataan Kamila.

"Kau pikir aku buta?kau pikir aku bodoh?tidak bisa membedakan dia anak mu atau bukan?" protes Kamila kesal karena Edward tidak mempercayai ucapannya.

"Tidak mungkin dia berani kembali setelah sekian tahun dia di sana." ujar Edward.

"Aku tidak peduli kau mau percaya atau tidak,tapi aku minta kau harus jauhkan dia dari keluarga kita.Aku tidak mau kembalinya dia kesini mengusik keluarga kita.!" tukas Kamila meninggalkan Edward sendirian di kamar.

Sementara Edward sejenak berpikir dengan perasaan bingung.

"Tidak mungkin Thalia kembali kesini,Apa mungkin kembalinya dia benar-benar ingin balas dendam?" ujar Edward bicara sendiri.

...****************...

Devan yang sudah mengantarkan Thalia pulang,ia pun bergegas pulang ke rumah.Mengingat Daffa sang anak berada di rumah yang hanya ditemani oleh asisten rumah tangga.Yang belum lama ia pekerjakan di rumahnya.

Saat baru saja tiba di rumah,Daffa tiba-tiba langsung menghampiri Devan dengan keadaan yang sudah menangis tersedu-sedu.

"Papa..Hiks..Mama,hiks." isak Daffa dengan polosnya menangis.

"Ada apa Daffa?Kenapa kamu menangis nak?" tanya Devan yang bingung dan penasaran.

Belum sempat menjawab,sang art bi Tuti menghampiri Devan.

"Tuan,syukurlah tuan sudah pulang..Itu tuan,nyonya Casey." sahut bi Tuti dengan keadaan panik.

"Kenapa bi?" tanya Devan sebelum menemui Casey,yang ternyata sudah tiba di rumah lebih dulu.

"Itu tuan,nyonya pulang-pulang langsung mengamuk.Semua barang-barang dikamar dibanting sampai hancur berantakan.Dan tuan Daffa sangat ketakutan tuan." jelas bi Tuti menceritakan apa yang terjadi sebelum Devan pulang ke rumah.

"Ya sudah,sebaiknya bi Tuti kemasi semua baju-baju Daffa dan juga bibi.Setelah itu langsung tunggu saya di mobil." ucap Devan menyuruh bi Tuti.

"Baik tuan.Ayo tuan Daffa,." jawab bi Tuti mengajak Daffa untuk ke kamar nya.

Daffa hanya mengangguk dan menuruti perkataan bi Tuti.

Sementara Devan langsung menemui Casey yang berada di kamarnya.

Saat memasuki kamar pribadinya,ia begitu syok dan terkejut.Karena melihat kondisi kamarnya yang memang sangat berantakan dan barang-barang yang hancur.Termasuk bingkai foto pernikahan mereka yang sebelumnya terpajang besar di dinding kamar.

Pandangan Devan pun kini tertuju pada Casey,yang tengah duduk disisi kasur sambil menghisap sebatang rokok.Sesuatu pemandangan yang tidak pernah Devan lihat,membuatnya hanya menarik nafas panjangnya.

"Apa yang sudah kau lakukan dengan kamar ini?" tanya Devan dengan nada dingin.

Casey sesaat melirik ke arah Devan dengan tatapan dingin.

"Kau bertanya apa yang sudah ku lakukan?Memangnya apa yang sudah kau lakukan dibelakang ku suami sialan?" tanya balik Casey yang langsung menyebut Devan dengan kata kasar.

"Bukankah seharusnya kau sadar,kenapa aku melakukannya dibelakang mu??Dan aku tidak akan membela diri ku." jawab Devan dengan nada tenang.

"Kau tidak membela diri?Jadi kau anggap yang kau lakukan itu tidak salah?Lalu bagaimana dengan perasaanku,setelah kau mengkhianati ku Devan.!" kata Casey mulai meninggikan nada bicaranya pada Devan.

"Aku tidak akan mengkhianati mu jika kau sudah menjadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga kita.!Seharusnya kau sadar,aku seperti ini itu juga berawal dari diri mu sendiri.!" tukas Devan yang kini mengungkit kesalahan Casey.

"Bukankah kau sendiri yang mendukung aku untuk berkarir,seharusnya kau yang memahami ku.Aku memang sibuk dengan karir tapi aku tidak pernah berpikir untuk mengkhianati mu Devan.!" jawab Casey mulai emosi.

"Tapi bukan berarti kau mengabaikan kewajiban dan tanggung jawab mu sebagai seorang istri dan ibu untuk Daffa.Itu sangat membuat ku kecewa.!Kau bahkan tidak pernah memperhatikan Daffa,sekedar menemaninya untuk sarapan pagi saja,kau seperti melupakan dia.Bagaimana aku bisa bersabar menghadapi mu seperti ini.!!" protes Devan yang terus mengungkit kesalahan Casey.

"Jangan jadikan Daffa sebagai alasan untuk kau bisa berselingkuh dibelakang ku.!!Cara mu sungguh sangat kelewatan.Aku sungguh tidak terima dengan cara mu Devan.!" sentak Casey semakin emosi dengan pernyataan Devan.

"Yah,memang cara ku salah.Tapi seharusnya kau sadar aku terlanjur mengkhianati mu karena kau lah yang sudah mengecewakan ku dari awal.!" kata Devan.

Casey pun mendekati Devan dan langsung menampar wajah Devan dengan cukup keras.

Plak..

"Tinggalkan wanita itu atau pernikahan kita akan berakhir." ucap Casey memberi perintah pada Devan.

"Tidak akan." jawab Devan singkat.

Membuat Casey langsung mengernyitkan pandangannya pada Devan.

"A..Apa maksud mu??Kau ingin tetap bersama ja*ang itu?" tanya Casey memastikan jawaban Devan.

"Yah,karena aku sudah terlanjur jatuh cinta padanya." jawab Devan dengan tegas.

"Jadi kau lebih memilih pernikahan kita berakhir??" tanya Casey lagi.

"Jika itu yang terbaik untuk kita,aku rela mengakhiri pernikahan ini..Mari kita berpisah.Aku akan mengurusi semua surat perpisahan kita." jawab Devan lagi dengan tegas.

"Arggghh..!!!" teriak Casey yang langsung membanting barang-barang yang ada diatas nakasnya.Seakan Casey langsung melampiaskan seluruh amarahnya dengan membanting dan membuang barang yang ada di depan matanya.

Prang..

Bruak..

Sedangkan Devan hanya diam dan menyaksikan emosional Casey yang sudah tidak terkendali.

"Sialan.!Brengsek kau Devan.!Kau sungguh keterlaluan.!!" teriak Casey yang benar-benar amarahmya tidak terkendali.

Devan pun akhirnya memilih meninggalkan Casey sendirian di kamarnya.Dan membawa Daffa beserta bi Tuti menuju kediaman sang ibu.Untuk membuat Daffa lebih aman dari amarah Casey yang sudah seperti orang gilam

Terpopuler

Comments

Rosy

Rosy

jadi orang terlalu songong sih..lupa ya kalau status kamu itu adalah seorang istri dan seorang ibu..jagalah apa yg kamu punya jangan sampai menyesal saat kamu kehilangan mereka

2023-04-13

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!