Part 2

Thalia justru menarik rambut Casey dari belakang dan memukulnya.Casey pun kaget dan langsung menyerang balik Thalia.Yang akhirnya membuat mereka saling berkelahi.

Para pengikut Casey yang melihat pun tidak tinggal diam,dan langsung membantu Casey dengan menyerang balik Thalia.

Thalia pun akhirnya dikeroyok oleh Casey dan para pengikutnya.

Setengah jam kemudian..

Saat mereka sudah berhadapan dengan wali kelas.

Sang wali kelas yang melihat mereka hanya bisa menghela nafas.

"Jadi kenapa kalian berkelahi?"tanya sang wali kelas.

Casey tiba-tiba bangkit dan menatap dingin ke arah wali kelas.

"Kau tidak perlu bertanya padaku.Bereskan saja gadis sialan ini."sahut Casey langsung pergi.

Sang wali kelas hanya menghela nafas sambil memijat dahinya.

Ia pun tidak dapat memarahi Casey,karena ia juga tahu bagaimana posisi Casey di sekolah nya.

Jika ia mencoba melakukan protes,tentunya nasib dia akan berakhir menjadi seorang pengangguran.Yang akan dipecat secara tidak hormat.

Kini sang wali kelas menatap sinis ke arah Thalia.

"Lalu bagaimana kau akan bertanggung jawab??Apa kau siap menerima hukuman Thalia?" tanya sang wali kelas yang justru ingin menyudutkan Thalia.

Thalia pun langsung memandang bingung sambil mengernyitkan alisnya keatas.

"Jadi ibu ingin menyalahkan aku??Sedangkan ibu tidak tahu yang terjadi sebenarnya?" tanya balik Thalia.

"Akui saja kesalahan mu dan berdiri di lapangan sampai jam pelajaran usai.Dan jangan coba membantah." ujar sang wali kelas langsung memberi hukuman pada Thalia.

Thalia pun langsung tersenyum sambil mendengus.

"Sejak kapan seorang guru tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang tidak.Hanya karena ibu takut jika posisi mu disingkirkan?" sindir Thalia dengan beraninya.

Buk..

Sang wali pun langsung memukul kepala Thalia dengan cukup keras.

"Jaga ucapan mu bocah tengil.!!Cepat berdiri di lapangan sekarang juga.! Kau pikir akan ada orang yang akan membela mu !" sentak sang wali yang seketika emosi saat menerima sindiran dari Thalia.

Thalia pun langsung menatap tajam ke arah sang wali sembari beranjak bangkit.

"Apa??Jangan menatap ku seolah kau ingin menantang wali kelas mu Thalia.!" bentak sang wali kelas nya lagi yang tidak senang melihat tatapan Thalia yang seakan sedang menantangnya.

Tanpa menjawab,Thalia langsung melengos pergi dan berdiri di lapangan untuk menerima hukumannya.

Semua siswa yang berada diluar kelas pun seketika memandangi Thalia.Yang membuat Thalia menjadi sebuah tontonan menarik untuk mereka.

Sementara Thalia hanya bisa mengepalkan kedua tangannya.Tanpa memikirkan rasa malunya lagi karena ulah Casey.

*

*

Sepulang sekolah..

Thalia bergegas pulang ke rumah tanpa berpikir akan pergi main,seperti teman-temannya.

Namun,baru saja tiba di rumah.Ia langsung dikejutkan dengan sebuah pemandangan yang membuatnya seketika syok.

"Mama..!!!" teriak Thalia menghampiri sang ibu yang sudah tergeletak tak berdaya dengan mulut berbusa dan tidak sadarkan diri.

Thalia langsung membawa sang ibu ke rumah sakit.Perasaannya kini pun bercampur takut dan khawatir setelah melihat kondisi sang ibu yang benar-benar memprihatinkan.

Sang dokter pun segera memeriksakan keadaan ibu Thalia.Thalia hanya bisa menunggu dengan sabar saat ibunya sedang ditangani oleh sang dokter.

Setengah jam kemudian,sang dokter pun keluar dari ruang UGD.Dan terlihat raut wajah sang dokter yang murung.Seolah raut wajah tersebut yang akan memberikan kabar yang tidak ingin Thalia bayangkan.

"Maaf,saya sudah berusaha semaksimal mungkin.Tapi,sepertinya Tuhan berkehendak lain.Nyawa ibu anda tidak bisa diselamatkan,dan beliau sudah dinyatakan meninggal dunia."ungkap sang dokter dengan berat hati.

Sontak membuat perasaan Thalia pun hancur seketika.

"Tidak..!!!" teriak Thalia histeris dan menangis sekuat nya.Dengan posisi terduduk lemas di lantai.

*

*

Pemakaman..

Hampir setengah jam Thalia menangis di samping kuburan sang ibu.Ia masih tak percaya dan seakan sedang bermimpi jika dirinya harus kehilangan sang ibu yang sangat dia cintai.

Dunianya pun seakan runtuh begitu saja,karena tidak memiliki sosok satu-satunya wanita yang lebih mengerti dirinya.

Terlebih setelah sang ayah meninggalkan mereka demi wanita lain.Hidup Thalia pun semakin suram dan tak bersemangat.Tapi,ia masih sedikit bersyukur masih memiliki ibunya yang akan setia mendampinginya.

Namun,takdir Tuhan berkata lain.Ternyata Thalia harus merelakan kehilangan sang ibu.Dan harus menjalani hidup seorang diri tanpa satu pun orang yang akan peduli padanya lagi.

"Hiks..Ma,kenapa kau harus pergi secepatnya ini?Bukankah kau sudah janji akan melihat kelulusan ku nanti??Hanya tinggal beberapa bulan lagi ma..Hiks.." isak Thalia yang terus menangis tanpa henti.

"Hidup ku sekarang seakan tidak berarti lagi jika kau pergi secepat ini.Bagaimana aku akan bertahan melewati semua ini..Huaa.." isak Thalia yang kini semakin histeris.

...****************...

Seminggu kemudian..

Kediaman Edward..

Setelah meninggalkan Thalia dan mantan istrinya,kini Edward memulai kehidupan barunya dengan wanita yang sudah menjadi istri sah barunya.

Kehidupan Edward pun tampak bahagia,terlebih saat jabatannya sudah dinaikkan menjadi seorang manager disebuah perusahaan terbesar di kotanya.Apalagi sekarang Kamila tengah hamil anak dari hasil pernikahan mereka.Yang semakin menambah kesempurnaan dalam rumah tangga mereka.

Edward dan Kamila kini sedang menikmati makan malam bersama.

Disela makan malam,seorang asisten rumah tangga datang menghampiri mereka.

"Maaf tuan,ada tamu mencari tuan." sahut seorang Art memberitahu.

"Mencari saya??siapa bi?" tanya Edward lebih dulu.

"Saya tidak tahu tuan,dia tidak menyebutkan nama.Hanya bilang bahwa dia dari anak tuan." jawab art tersebut menjelaskan.

Edward pun memandang Kamila sesaat.

"Mungkin Thalia pa,temui saja." sahut Kamila dengan datar.

"Ya sudah,suruh dia menunggu." ujar Edward menyuruh art untuk menemui Thalia.

Yang ternyata sengaja ingin menemui Edward.

Setelah sang art menyuruh Thalia menunggu.Thalia pun sesaat memperhatikan kondisi rumah baru sang ayah.Rumah yang cukup besar dan luas.

"Sepertinya papa membeli rumah ini dari hasil menjual rumah kami." gerutu Thalia bicara sendiri.

Tak berapa lama,orang yang ditunggu lun datang.Edward pun datang menemui Thalia bersama Kamila yang berada disisinya.Hal itu jelas membuat Thalia sangat muak melihat wanita yang sudah menghancurkan kebahagiaan keluarga mereka dulunya.

"Dari mana kau tahu aku tinggal disini?" tanya Edward dengan nada tegas sambil duduk berhadapan dengan Thalia.

"Mama sudah meninggal,dan aku memutuskan untuk tinggal bersama mu.Karena cuma kau satu-satunya orang tua yang ku miliki dan bertanggung jawab untuk ku." ungkap Thalia dengan tegas.

"Oh..Ternyata wanita itu sudah meninggal..Tidak ku sangka rupanya dia sangat lemah." ucap Edward yang seakan tidak merasa bersalah atas ulahnya.Yang sebenarnya karena dirinya lah yang sudah menghancurkan kebahagiaan keluarganya sebelumnya.

Terpopuler

Comments

Warijah Warijah

Warijah Warijah

Thalia hrs bisa tinngal bersama ayahny dn ibu tirinya untuk melancarkan balas dendamnya ke 2 orang itu..

2023-04-01

4

Alya Yuni

Alya Yuni

Hade ibu gru mkn gji buta
guru mcm it gk baik jdi gru

2023-04-01

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!