Part 6

Hal itu seketika membuat Kamila langsung menoleh tajam ke arah Arumi.

"Bu tolong jaga ucapan mu.!Jangan hanya menyalahkan ku sepihak,kenapa ibu tidak menyalahkan Edward juga?Bukan aku yang memaksa Edward harus menikahi ku.!" jawab Kamila yang langsung membela dirinya.Karena tidak terima jika Arumi menyalahkan dirinya sepenuhnya.

"Bagi ku,wanita yang sudah merusak rumah tangga orang lain artinya kau tidak berharga di mata ku..Jangan pikir kalian bisa hidup bahagia selamanya,terlebih di atas penderitaan seorang anak yang kehilangan ibunya karena ulah kalian.!" ucap Arumi memberi peringatan pada Kamila.

"Kau harus ingat,kau sudah menyakiti dan menghancurkan hati seorang anak yang tidak tahu apa-apa karena kehancuran rumah tangga orang tuanya.Suatu saat dia pasti akan datang dan melihat kehancuran rumah tangga kalian.Karena atas perbuatan kalian di masa lalu." ucap Arumi kembali memberi peringatan dan langsung pergi meninggalkan kediaman Kamila.

Kamila pun seketika emosi dan membuang gelas yang ada di atas meja.Yang sebelumnya disuguhkan untuk Arumi.Tapi sedikit pun disentuh oleh Arumi

Prang..

Suara gelas hancur pun terdengar.Membuat Kevin sang anak yang tengah menikmati makan siangnya terkejut dan menoleh ke arah Kamila.Tapi ia tidak berkata apa pun melihat tindakan Kamila.

*Wanita tua sialan.!!Beraninya dia memberiku peringatan..Brengsek!sialan.! umpat Kamila dalam hatinya.

Malam harinya..

Ketika Edward baru saja pulang,ia terlihat bingung.Karena melihat sikap Kamila yang memasang wajah cemberut dan sama sekali tidak menunjukkan senyuman.

"Kau kenapa sayang?" tanya Edward penasaran.

"Apa kau memang tidak mengetahui jika ibu mu datang ke Indonesia??Dan bahkan datang ke rumah kita tanpa memberitahu mu sama sekali?"tanya Kamila dengan nada ketus.

"Hah??Ibu ku??Datang kesini??Kau serius?" tanya Edward yang kaget dan heran.

"Memangnya kau pikir aku terlihat sedang bercanda?" tanya balik Kamila menunjukkan wajah seriusnya.

"Maaf sayang,hal ini aku benar-benar tidak tahu.Dia sama sekali tidak memberitahu ku.Lalu,apa yang sudah kalian bicarakan?" ujar Edward yang tidak tahu dan bertanya lagi.

"Dia datang kesini hanya untuk menghina ku dan bahkan memberi ku peringatan,jika suatu saat kita akan menerima karma nya.Karena kita sudah menghancurkan hidup anak mu Thalia.!" jawab Kamila menjelaskan dengan perasaan yang sewot.

Edward pun seketika mematung dan syok.Tidak mengira jika ibunya akan melakukan hal itu Kamila.

"Tenang sayang,aku akan bereskan ini semua.Thalia pasti sudah mengatakan sesuatu yang buruk tentang kita.Aku akan menemuinya." ujar Edward langsung pergi dengan berniat ingin menemui ibunya.

Kamila pun tidak menghentikan niat Edward untuk menemui ibunya.Karena ia hanya ingin Edward berada dipihaknya.Dan tidak ingin menerima penghinaan yang diucapkan oleh Arumi ibunya.

Edward pun langsung melajukan kendaraannya menuju suatu tempat.Dimana tempat sang ibu berada saat ini.

Tiba di sebuah perumahan elit,Edward pun memarkir kan mobilnya di depan sebuah rumah yang begitu besar.

Rumah itu adalah rumah Evaline,yang tidak lain adalah rumah sang kakak.

Edward langsung memasuki rumah tersebut tanpa permisi.

Dan Evaline langsung menyambut kedatangan Edward.

"Dimana ibu?" tanya Edward dengan nada dingin.

"Sedang istirahat.Bagaimana kau tahu dia disini?Bukankah ibu bilang dia datang tanpa memberitahu mu?" tanya Evaline sembari memberitahu keberadaan ibunya.

Tanpa menjawab,Edward justru langsung menemui ibunya yang berada dikamar.

"Ibu,aku perlu bicara dengan mu." ujar Edward yang langsung membangunkan Arumi yang tengah tertidur.

Arumi yang tengah tertidur langsung terbangun dan membuka matanya.

"Oh,kau datang." ujarnya sembari bangkit dari ranjangnya dan berjalan ke luar kamar.

"Kenapa ibu datang tanpa memberitahu ku?" tanya Edward.

"Memangnya kenapa??Apa salah jika ibu mu pulang ke Indonesia?" tanya balik Arumi dengan santai nya.

"Tidak salah,tapi salah kalau ibu datang ke rumah ku tanpa seijinku.!" jawab Edward langsung protes.

"Oh,jadi harus ijin mu dulu apa istri baru mu itu??Wanita yang kau nikahi tanpa sepengetahuan ku?" ungkap Arumi yang langsung mengungkit.

"Hal ini aku bisa jelaskan,tapi ibu tidak perlu datang dan menghina istri ku." jawab Edward langsung membela Kamila.

"Heuh..Istri ya,cepat sekali kau mengakui wanita ja*ang itu sebagai istri mu.Sementara kau sudah menjalani pernikahan selama 15tahun lebih.Dimana otak mu selama ini kau pakai??" sentak Arumi seketika kesal.

"Bu..Pernikahan ku dengan Tamara sudah berakhir.Kami sudah tidak memiliki kecocokan dan kenyamanan.Untuk apa aku mempertahankan rumah tangga yang sama sekali tidak membuat ku bahagia.!" jawab Edward yang masih memihak Kamila dan merasa dirinya tidak bersalah.

"Omong kosong.!!Kau mengkhianatinya disaat kalian masih berumah tangga.Memang kau saja yang tidak becus menjadi suami untuk Tamara.Kau bukan hanya mengkhianatinya,tapi kau juga sudah merebut semua harta yang dimiliki Tamara.!!Bagaimana bisa kau melakukan itu semua,disaat kau memiliki seorang anak perempuan.!!" bentak Arumi memarahi Edward.

Sesaat Edward pun terdiam.

"Jangan pikir aku akan merestui pernikahan kalian.!Ayah macam apa kau,dengan teganya membuang anak kandung mu sendiri demi anak haram yang dimiliki perempuan itu.!!Kau harus ingat karma itu sangat berlaku.Dan aku tidak akan pernah membenarkan kelakuan mu selama ini.!!" ucap Arumi memberi peringatan tegas pada Edward.

Edward pun hanya bisa diam dan menatap tajam ke arah Arumi sang ibu.

"Terserah apa kata mu bu,mulai detik ini jangan pernah datang dan menampakkan diri mu di depan keluarga ku.Bahkan aku tidak akan mengijinkan Thalia untuk bertemu dengan ku.!" jawab Edward membalas Arumi dengan peringatannya.

"Jangan terlalu percaya diri Edward..Aku tidak akan pernah menginjakkan kaki ku di rumah kalian dari hasil mencuri yang bukan milik kalian.Dan kau tidak perlu khawatir untuk Thalia.Dia juga tidak akan sudi untuk bertemu dengan mu lagi.Kau harus tahu bagaimana rasa sakit hatinya sampai saat ini karena ulah kalian.Yang sudah dengan teganya menghancurkan hidupnya." jawab Arumi dengan nada sengit.

Edward pun memilih menyudahi perdebatan nya dengan meninggalkan kediaman Evaline.Ia begitu geram dan emosi melihat sikap ibunya yang terus menyalahkan dirinya.

Sementara dirinya merasa tidak bersalah,karena yang dilakukan hanya untuk kebahagiaan nya.

Melihat Edward sudah pergi,Evaline langsung menenangkan Arumi ibunya.Sejak perdebatan tadi,Evaline memang memilih untuk bungkam dan tidak ingin ikut campur.Walau pun ia sudah mengetahui semuanya.Ia juga masih tidak percaya jika Edward adiknya tega sekali menghancurkan pernikahannya hanya demi wanita lain.Yang tidak tahu asal usul hidupnya.

Terpopuler

Comments

BhaGha

BhaGha

Tamara atau Tiara? kayanya Tiara deh Thor. cmiiw

2023-08-21

0

Esther Nelwan

Esther Nelwan

aku suka gayamu nyonya...

2023-04-26

0

Rosy

Rosy

karena Edward laki2 b*d*h dan t*l*l..siap2 saja menerima karma dari kak othor 🤭

2023-04-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!