Part 15

Devan langsung menyambut Thalia dengan tersenyum lebar.

"Maaf,aku sudah membuat mu menunggu." sahut Thalia.

"Tidak masalah,aku juga baru datang.Maaf aku meminta mu untuk bertemu." jawab Devan sembari menarik kursi dan mempersilahkan Thalia duduk.

"Aku juga tidak masalah,kebetulan aku tidak sedang sibuk." jawab Thalia.

"Bagus lah,kuharap undangan dinner ini membuatmu terkesan.Karena aku sengaja memilih restoran ini khusus untuk mu.Sebab restoran ini sudah sangat terkenal dengan sajian makanannya." jelas Devan.

"Benarkah?Aku merasa terharu dengan undangan mu Devan." kata Thalia kembali tersenyum.

Devan pun memesankan makanan yang spesial untuk Thalia.Karena Thalia lebih mengikuti yang disarankan oleh Devan untuk hal makanan.

Tak berapa lama menunggu,makanan yang di tunggu pun datang.Devan dan Thalia langsung menikmati sajian makanan tersebut.

Namun,disela mereka sedang menikmati makan malam berdua.Devan tak menyadari jika Casey ternyata datang ke restoran tersebut.Untuk menghadiri undangan makan malam dengan seorang pria.

Casey begitu terkejut saat melihat Devan tengah menikmati makan malamnya bersama seorang wanita asing yang tidak ia kenal.

Sorot mata Casey seketika menjadi tajam,kala ia melihat Devan begitu menikmatinya sambil tersenyum memperhatikan wanita yang duduk tepat dihadapannya.

"Brengsek.!Siapa wanita yang bersama Devan." gerutu Casey beberapa saat menahan emosinya.Dengan posisinya yang masih berdiri memperhatikan Devan dan Thalia.

Dan seketika emosinya memuncak,saat Devan akan menyuapkan sesendok ke arah Thalia.

Casey langsung menghampiri mereka berdua.Tanpa basa basi,Casey meraih segelas minuman yang ada di meja dan langsung menyiramnya ke arah wajah Thalia.

Byuarr..

Sontak membuat Devan dan Thalia terkejut,hingga membuat mereka langsung bangkit.

"Casey.-" seru Devan yang kaget.

"Wanita ja*ang sialan.!Apa yang sudah kau lakukan bersama suami ku?!" sentak Casey yang langsung meluapkan emosinya pada Thalia.

Thalia pun tidak menjawab dan justru membersihkan kepala dan tubuhnya karena basah.

Devan pun langsung mendekati Thalia yang akan membantunya.

"Kau tidak apa-apa?" tanya Devan pada Thalia dengan panik.

Thalia hanya menggelengkan kepalanya.

Devan pun kini menoleh ke arah Casey dengan tatapan yang tajam.

"Casey,apa yang kau lakukan?" tegur Devan pada Casey.

Casey pun membalasnya dengan tatapan tajam juga ke arah Devan.

"Jadi ini yang kau lakukan dibelakang ku??Kau sengaja mencari pelampiasan pada wanita ja*ang ini?!" tanya Casey semakin emosi.

"Jaga ucapan mu.Jangan asal bicara!" tegur Devan dengan nada kesal.

"Kenapa kau membela dia?Memang kenyataannya dia wanita ja*ang 'kan?Dan kau,apa kau sudah kehabisan stok pria sampai mencari pria beristri?Hah?" kata Casey mengeluarkan kata-kata yang tajam sambil menunjuk ke arah Thalia.

"Maaf Devan,lebih baik aku pulang saja.Selamat tinggal." sahut Thalia langsung mengambil tasnya dan berniat akan pergi meninggalkan Devan dan Casey.

Namun,Casey justru menarik rambut Thalia dari belakang secara kasar karena tidak terima dengan sikap Thalia.Yang seakan pergi tanpa merasa bersalah.

"Akh." lirih Thalia langsung memegangi rambutnya yang ditarik oleh Casey.

"Jangan kira kau bisa pergi begitu saja wanita sialan.!" pekik Casey yang terus menatap tajam ke arah Thalia.

"Lepaskan,apa kau sudah gila.!" sentak Thalia yang berusaha melepaskan cengkraman tangan Casey dari rambutnya.

Tapi Casey justru tidak peduli dan terus mencengkram rambut Thalia dengan kuat.

Melihat tindakan Casey,Devan langsung menarik paksa tangan Casey.Agar melepaskan tangannya dari rambut Thalia.

Saat Casey melepaskannya,Devan justru mendorong Casey hingga terhempas jatuh.

Bug..

"Devan .!" teriak Casey saat Devan mendorong tubuhnya hingga terjatuh.

"Jangan pikir kau bisa menyentuhnya,karena aku tidak akan segan membuat mu menyesal..Ayo,kita pergi saja dari sini." ucap Devan dengan serius dan langsung meninggalkan Casey begitu saja.Tanpa peduli dengan keadaan Casey atau pun tindakannya yang lebih memihak Thalia.

"Arggghh..Sialan kalian berdua.!!" teriak Casey kembali meluapkan emosinya.Tanpa memperdulikan keadaannya yang saat ini sudah menjadi pusat perhatian pengunjung restoran.

Devan pun mengantarkan Thalia pulang,karena permintaan Thalia.

"Maaf,aku sudah membuat mu tidak nyaman karena dia." ucap Devan mengungkapkan rasa bersalahnya.

"Tidak apa-apa.Jadi sebenarnya kau sudah menikah dan dia istrimu?" jawab Thalia dan bertanya.

Sesaat Devan langsung menghela nafas panjangnya.

"Yah,tapi pernikahan ku seperti sudah diujung tanduk." jawab Devan dengan raut wajah yang murung.

Thalia pun langsung melihat Devan dengan penasaran.

"Maksud mu?Pernikahan mu tidak bahagia?" tanya Thalia menebak.

"Benar,dan aku juga sudah memiliki seorang putra." jawab Devan apa adanya.

"Lalu apa yang membuat mu tidak bahagia dengan pernikahan mu?" tanya Thalia yang langsung merasa penasaran.

"Dia tidak bisa menjadi istri yang sesuai harapan ku.Dia terlalu sibuk dengan dunia modeling.Hingga dia lupa akan tanggung jawab dan kewajibannya sebagai seorang istri yang juga seorang ibu." jawab Devan mulai menceritakan kisah pernikahannya pada Thalia.

"Begitu." ujar Thalia singkat.

"Sejujurnya hidup ku terasa hampa.Memiliki seorang istri yang sudah menjalani bahtera rumah tangga beberapa tahun,tapi tidak membuatku bahagia.Aku juga merasa sepertinya aku terlalu bodoh,harus terus bersabar menghadapi sikap nya yang tidak pernah berubah." jelas Devan panjang lebar.

"Oh,aku mengerti perasaan mu.Bukankah memang seperti itu pernikahan?Akan banyak lika liku yang akan kalian hadapi." ujar Thalia.

"Yah,tapi semakin aku diamkan dia semakin tidak menghargai ku.Dan aku berpikir mungkin aku akan mengakhiri pernikahan kamu." ungkap Devan.

Thalia pun langsung memandang Devan dengan sedikit tercengang.

"Kau serius?" tanya Thalia sengaja menguji Devan.

"Iya,untuk apa aku mempertahankan rumah tangga yang hanya sepihak.Tapi sedangkan dia tetap sibuk dengan dunianya sendiri." jawab Devan dengan yakin.

"Ku doakan yang terbaik untuk mu." tukas Thalia memberi dukungan pada Devan.

Sesaat Devan tersenyum dan mencoba menggenggam tangan Thalia.Yang seketika membuat Thalia sedikit terkejut dengan tindakan Devan.

"Terima kasih Thalia.Tapi doa terbaik ku yang sebenarnya,-"

"Aku ingin berada di sisi mu,apakah boleh?" ungkap Devan pada Thalia.

...****************...

Edward baru saja tiba di rumah,dan langsung disambut oleh Kamila dengan raut wajah yang sangat kesal.

"Kau baru pulang?" tanya Kamila dengan nada ketus.

"Menurut mu??Bukankah kau bisa lihat?" tanya balik Edward dengan sikap datar dan cuek sembari merenggangkan dasi yang seharian ia pakai.

"Semalaman kau kemana saja??Kenapa kau tidak pulang dan tidak ada kabar??"tanya Kamila langsung menginterogasi Edward.Layaknya seperti seorang pelaku yang sedang diinvestigasi.

Karena Kamila teringat akan ucapan Thalia,jika Edward bisa saja bermain api dibelakangnya.Mengingat Edward tidak pulang ke rumah semalaman tanpa kabar.

Terpopuler

Comments

Rosy

Rosy

ini baru awal Casey..setelah Devan menceraikan kamu..kamu akan hancur..dan kesombongan kamu juga akan lenyap..
Edward terlalu sibuk nyonya Kamila..sibuk dg pacar barunya..ups 🤭

2023-04-13

1

Warijah Warijah

Warijah Warijah

Hayo Thalia, misi hrs dijalakn, karena ada jalan untuk membalaskan dendamny pd Casey..

2023-04-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!