Mendengar ucapan sang ayah,Thalia hanya bisa berusaha menahan amarahnya.Sebab keadaannya yang memang sedang membutuhkan tanggung jawab ayahnya.
"Kau ku ijinkan tinggal disini,tapi dengan syarat jangan coba kau membuat masalah.Jika tidak aku akan membuat mu menyesal.!" ucap Edward langsung memberi peringatan keras pada Thalia.
Mendengar ucapan Edward,Kamila pun langsung melirik Edward dengan perasaan tidak terima.
Thalia hanya diam dan memandang ayahnya dengan tatapan datar.
"Bibi.." panggil Edward.
Sang art pun datang menghampiri Edward.
"Ya tuan." jawab sang art bernama Tuti.
"Antar kan dia ke kamar tamu." ujar Edward menyuruh bi Tuti.
"Baik tuan.Mari nona." jawab bi Tuti mengangguk dan mengajak Thalia menuju kamar tamu.
Edward dan Kamila pun hanya memandang Thalia dengan menghela nafas panjang.
"Sayang,kenapa kau biarkan Thalia tinggal bersama kita?Apa kau yakin?" tanya Kamila.
"Aku terpaksa,karena biar bagaimana pun dia masih tanggung jawab ku." jawab Edward.
"Tapi aku takut dia akan buat masalah,terlebih dia masih tidak terima setelah apa yang kau lakukan pada ibunya." ucap Kamila mengingatkan Edward.
"Soal itu kau tenang saja,dia tidak akan berani membuat masalah.Jika itu benar terjadi aku mengusirnya dari sini..Lagi pula,aku harus mendapatkan uang kematian ibunya.Jika aku tidak bertanggung jawab untukmu,uang itu tidak akan jatuh ke tangan ku." kata Edward memberitahu pada Kamila.
"Ah..Begitu.Baik lah." kata Kamila hanya bisa menuruti ucapan Edward.
Esok harinya..
Thalia yang baru saja pulang sekolah,tiba-tiba dikejutkan dengan semua barangnya yang berada diluar kamar.
Thalia pun langsung memanggil bi Tuti.
"Bi Tuti..!" panggil Thalia dengan cukup keras.
Bi Tuti pun dengan cepat langsung datang menghampiri Thalia.
"Iya non." jawab Thalia.
"Kenapa barang-barang ku semuanya disini?!" tanya Thalia sedikit kesal.
"Euh..Itu bibi tidak tahu non." jawab bi Tuti yang tidak tahu apa-apa.
"Jadi siapa yang sudah melakukan ini?" tanya Thalia yang semakin kesal.
"Aku.." sahut Kamila yang langsung datang menghampiri Thalia.
Thalia pun langsung menoleh ke arah Kamila.
"Kau?" seru Thalia tanpa memanggilnya ibu.
"Iya,kau tidak diperbolehkan tidur di kamar ini." ujar Kamila dengan gaya sombongnya.
"Jadi aku harus tidur dimana?" tanya Thalia dengan nada tidak senang.
"Kamar belakang,di samping kamar bi Tuti." jawab Kamila.
"Apa??Kamar belakang?Kau serius?" tanya Thalia yang kaget.
"Apa menurut mu aku terlihat sedang bercanda?Kau percaya diri sekali bisa tinggal di rumah ini sebagai nona besar.Apa kau pikir aku akan membiarkan mu tinggal seenak nya di rumah ini?" kata Kamila dengan sinis
"Apa hak mu mengatur ku di rumah papa ku.Aku anaknya dan aku berhak tinggal bersama nya dan melakukan apa pun yang ku mau.!" jawab Thalia dengan nada nyolot dan lantang.
"Tentu saja aku berhak,karena rumah ini adalah atas nama ku.Dan aku bisa kapan saja mengusir mu dari rumah ku.Kehadiran mu hanya beban untuk kami,paham!!" sentak Kamila yang langsung emosi berdebat dengan Thalia.
"Oh,jadi ini hasil kau merebut papa ku??Kau mendapatkannya karena dia sudah mencurinya dari mendiang mama ku.!Apa kau begitu bangga memiliki hasil dari cara busuk.!" sindir Thalia menyerang Kamila dengan kata-kata tajam nya.
Plak..
Kamila pun langsung menampar wajah Thalia dengan reflek.
"Jaga ucapan mu anak sialan.! Mama mu saja yang tidak becus mengurusi papa mu.Kalau papa mu mencintai wanita bodoh itu,papa mu tidak akan mungkin berpaling dari wanita bodoh itu.!" jawab Kamila membalasnya dengan sengit.
Seketika membuat amarah Thalia pun memuncak.
"Kau saja jadi wanita yang tidak tahu diri.Wanita sampah yang mau di pungut sama pria yang sudah punya istri.Kau memang wanita tidak tahu malu.!" balas Thalia dengan nada tinggi dan emosi.
"Kau..Akh,perut ku..sakit sekali..-" lirih Kamila sesaat menunjuk Thalia dan memegangi perutnya.
"Bibi perut ku..Akh,sakit sekali.." lirih Kamila yang terus memegangi perutnya dan terduduk lemas dilantai.
Sementara Thalia memilih pergi dan tidak memperdulikan keadaan Kamila yang sudah meringis kesakitan.
*
*
Rumah sakit..
Edward yang mendengar Kamila dirawat rumah sakit.Langsung bergegas menemuinya untuk melihat keadaan Kamila.Ia terlihat begitu panik,saat melihat Kamila tengah dirawat dengan alat infus yang menancap di tangannya.
"Sayang,kau kenapa??kenapa kau bisa disini?" tanya Edward dengan paniknya.
"Ini karena anak mu,anak mu yang sudah membuatku hampir terbunuh.!" jawab Kamila langsung meluapkan kekesalannya pada Edward.
"Maksud mu Thalia??Memangnya apa yang sudah dilakukannya??" tanya Edward lagi yang masih dalam keadaan panik.
"Dia hampir mencoba membunuhku,dan bahkan dia menghina ku.Aku tidak mau dia tinggal bersama kita.Kau harus mengusir nya.!!" protes Kamila menuntut Edward.
"Tapi sayang,aku tidak bisa mengusirnya begitu saja.Kita harus bersabar menghadapi nya sampai uang kematian ibunya jatuh ke tangan ku." ujar Edward menjelaskannya pada Kamila.
"Tapi aku tidak bisa bertahan jika dia serumah dengan kita.Apa kau ingin aku stres dan anak kita mati karena dia??" ungkit Kamila yang langsung membawa nama calon anak yang dikandungnya.
Sesaat Edward pun terdiam.
"Kau harus ambil tindakan,jika tidak aku yang akan keluar dari rumah itu.Dan kita lebih baik berpisah saja.!" tukas Kamila memberi peringatan tegas pada Edward.
"Tidak sayang,jangan seperti itu.Aku tidak bisa hidup tanpa mu.Aku akan pikirkan caranya,kau tenang saja." ujar Edward yang memohon pada Kamila.Karena ia begitu sangat mencintai Kamila,ia pun seketika panik dan takut jika Kamila sudah mengancam dirinya akan ditinggalkan.
Kamila hanya memalingkan wajahnya tanpa menanggapi ucapan Edward.
Saat Kamila sudah tertidur untuk beristirahat,Edward pun memilih pulang sebentar kerumahnya untuk menemui Thalia.
Tiba di rumah,ia begitu kesal saya melihat Thalia tengah menikmati makanannya di meja makan.
Edward pun langsung menghampiri Thalia dengan menahan amarahnya sesaatnya.
"Apa yang sudah kau lakukan pada mama mu?" tanya Edward dengan nada dingin.
"Menurut papa jika aku mengatakan yang sebenarnya,apa papa akan mempercayai ku?" tanya balik Thalia yang masih menikmati makanannya.
"Jawab dengan serius Thalia??Kenapa kau membuat mama mu bisa masuk rumah sakit??Bukankah aku sudah ingatkan jangan coba kau membuat masalah di rumah ini.!" sentak Edward mulai emosi.
Thalia pun langsung menoleh tajam ke arah Edward.
"Tapi dia dulu yang duluan cari masalah.!Dia membuang semua barang-barang ku dari kamar dan menyuruh ku untuk pindah ke kamar pembantu.Apa aku harus diam menerima sikap dia begitu.Dan aku tegaskan dia bukan mama ku.Dia cuma wanita ja*ang yang sudah menghancurkan keluarga kita.!" jawab Thalia dengan nada berani dan lantang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Rosy
kok ada ya laki2 tolol dan mata duitan seperti itu..bikin eneg
2023-04-11
1