Edward dan Jasmine melangkahkan kaki menghampiri wanita tersebut dan saat ini mereka sudah saling berhadapan.
"Maaf, Anda siapa ya? Kenapa Anda bisa ada di sini dan mengatakan ingin bekerja sama dengan perusahaan saya?" Tanya Edward to the point.
"Oh ya Tuan Edward, sebelumnya perkenalkan saya adalah Lusi." Lusi menjulurkan tangannya, memperkenalkan diri. "Saya adalah asisten Bos di salah satu perusahaan yang baru saja akan memulai bisnis di Indonesia. Karena sebelumnya perusahaan Bos saya ini beroperasi di luar negeri dan masih tetap berjalan sampai saat ini. Kebetulan kami mendengar kabar bahwa perusahaan Tuan sedang membutuhkan suntikan dana agar perusahaan ini tetap beroperasi, sehingga kami tertarik untuk memulai bisnis kami dari sini. Apakah Tuan berkenan?" Tanya Lusi, tanpa menyebutkan siapa bos-nya itu.
"Sebaiknya kita ke ruangan saya sekarang. Kita bicarakan lebih lanjut," kata Edward.
Lusi mengangguk menyetujuinya, hingga kini mereka sudah berada di ruangan tersebut.
"Boleh saya tahu siapa Bos Anda?" Tanya Edward penasaran.
"Oh nama Bos saya Nyonya Lia Tuan, beliau memang seorang wanita, tetapi bisnisnya di Malaysia sudah berkembang sangat pesat. Salah satunya adalah perusahaan X, tentunya Tuan sudah pernah mendengarnya bukan?" Kata Lusi meyakinkan.
Benar saja meskipun Edward tidak tahu siapa pemilik perusahaan tersebut, tetapi ia sudah pernah mendengar bahwa perusahaan itu adalah salah satu perusahaan terbesar di negaranya. Sehingga Edward pun sangat senang dan tergiur mendapat tawaran tersebut. Tanpa berpikir panjang dan menaruh rasa curiga apapun, Edward langsung saja menyetujui untuk bekerja sama.
"Terimakasih Tuan. Saya yakin jika Bos saya sudah mengetahui tentang hal ini, beliau akan sangat senang. Dan nanti Tuan pasti akan langsung bertemu dengannya untuk membahas kerjasama selanjutnya. Baiklah, kalau begitu saya permisi dulu Tuan. Nanti akan saya informasikan bagaimana kelanjutannya," kata Lusi.
"Baik, Terimakasih kembali Nona Lusi. Saya harap perusahaan saya dengan perusahaan Bos Anda benar-benar bisa bekerja sama," ucap Edward pula.
"Tentu saja Tuan. Saya yakin semuanya pasti akan berjalan dengan baik," kata Lusi, lalu ia pun segera saja pergi meninggalkan perusahaan tersebut.
"Sayang kau dengarkan tadi, ini benar-benar keberuntungan untukku. Padahal aku sedang bersusah payah mencari investor tetapi mereka tidak ada yang mau bekerja sama denganku, tetapi saat ini investor datang sendiri," kata Edward yang begitu sangat senang. Ia juga merangkul tubuh wanita simpanannya itu untuk mengapresiasikan rasa bahagianya saat ini.
"Syukurlah, aku juga ikut senang Honey. Tetapi jangan lupa untuk membelikan ku hadiah jika nanti Tuan benar-benar bisa bekerja sama dengan perusahaan itu," pinta Jasmine.
"Tidak perlu nanti, sekarang juga aku akan membelikan mu hadiah. Kau mau apa? Perhiasan? Tas? Pakaian? Semuanya akan aku belikan untukmu," kata Edward.
"Benarkah? Memangnya Tuan masih memiliki uang yang banyak?" Tanya Jasmine yang tak menyangka jika Edward akan seroyal itu, padahal perusahaannya sudah diambang kebangkrutan.
"Jika untukmu, apapun bisa aku usahakan. Aku akan membelikan mu apapun yang kau mau sebagai hadiah karena kau akan pindah ke apartemen baru. Ayo sekarang juga kita pergi, setelah itu kita langsung menuju ke apartemen barumu," kata Edward sembari mencium sekilas bibir Jasmine.
"Let's go honey," ucap Jasmine yang begitu antusias. "Tetapi lebih baik kita bertemu di luar saja, tidak enak jika nanti ada pegawai yang melihat kita keluar bersama."
Edward setuju dan membenarkan perkataan sekretarisnya itu.
***************
"Siapa wanita jal*ng itu sebenarnya? Kenapa rasanya tidak asing, rasanya aku sudah pernah melihat wanita itu sebelumnya. Kenapa Devan bisa lebih memilih dia daripada aku, apa kurangnya aku? Aku tidak terima. Bagaimanapun juga, aku tidak mungkin bisa lepas dari Devan, karena Devan lah satu-satunya pria yang pernah aku cintai. Lagi pula jika aku berpisah dengan Devan, sudah pasti Mama dan Papa akan memarahiku habis-habisan. Bagaimana kalau kami berpisah, kerja sama antara perusahaan Papa dan perusahaan orang tua Devan akan terputus, itu pasti akan sangat merugikan Papa. Apalagi saat ini perusahaan Papa benar-benar sangat ketergantungan dengan perusahaan orang tua Devan. Tidak, aku tidak akan membiarkan Papa memarahiku, aku harus mencari tahu siapa wanita jal*ng itu dan aku harus memberinya perhitungan!" Gumam Casey yang menatap tajam dan penuh amarah.
"Nona Casey, sebentar lagi Nona ada jadwal pemotretan di hotel Rainbow. Kita harus segera ke sana sekarang," kata Jenny yang merupakan asisten Casey.
"Ya sudah kita pergi sekarang," kata Casey, lalu ia bersama asistennya itu pun segera saja pergi menuju ke lokasi pemotretan.
Setibanya di sana, tidak sengaja mata Casey tertuju pada seseorang yang sedari tadi dipikirkannya. Casey sangat yakin jika saat ini ia melihat Thalia dan Lusi yang baru saja keluar dari hotel yang ia datangi itu.
Ya memang Thalia dan asistennya itu baru saja menemui kliennya di restoran hotel tersebut, klien yang akan bekerja sama dengan perusahaannya nanti.
Sehingga Casey pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan, ia langsung saja mendekati wanita yang ia anggap sudah merebut suaminya itu.
"Heh wanita jal*ng, apa kau masih ingat denganku?" Kata Casey yang langsung saja menyerang Thalia.
Awalnya Thalia sagat terkejut, akan tetapi ia berusaha untuk bersikap santai setelah tahu siapa wanita yang dihadapinya saat ini.
"Hai, kita bertemu lagi. Tapi maaf ya Nona, aku tidak pernah merasa mempunyai masalah denganmu. Kenapa sepertinya kau begitu marah," kata Thalia dengan santainya.
"Kau jangan berpura-pura bodoh ya. Kau lupa jika kau sudah merebut suamiku, kau sudah membuat hubunganku dengan suamiku di ambang kehancuran. Suamiku ingin menceraikan ku hanya gara-gara kau wanita murahan!" Tuding Casey dengan penuh amarah.
"Jika suamimu ingin menceraikan mu, itu sama sekali bukan urusanku. Seharusnya kau itu intropeksi diri, bagaimana dirimu sehingga membuat suamimu itu berpaling," hardik Thalia dengan pelan tetapi sangat menyakitkan. Sehingga membuat emosi Casey kian memanas.
Casey yang sudah tidak sabar lagi segera saja melayangkan tangannya itu ke arah pipi Thalia. Akan tetapi dengan cepat Lusi pun menangkapnya dan menghempaskan tangan tersebut dengan kasar.
"Heh siapa kau? Kau tidak perlu ikut campur urusanku dengan wanita murahan ini!" Bentak Casey menatap tajam, tetapi sama sekali tak membuat Lusi bergidik.
"Jika kau berani menyakiti Nonaku, ini akan menjadi urusanku. Aku tidak akan tinggal diam," kata Lusi.
"Oh, jadi ternyata kau adalah kacung wanita jal*ng ini. Ck, aku yakin kau juga pasti sama murahannya seperti wanita ini," kata Casey.
"Kau-" Lusi menghentikan ucapannya saat Thalia menghentikannya.
"Lusi, kau tidak perlu meneladani wanita seperti ini. Hanya akan membuang-buang waktu dan energi saja. Lebih baik sekarang kita pergi," kata Thalia lalu mengajak asistennya itu untuk pergi.
Akan tetapi Casey yang sudah dikuasai amarah itu pun langsung saja menarik rambut Thalia seperti yang biasa ia lakukan.
Kali ini Thalia lihat tidak tinggal diam, ia meraih tangan Casey lalu mencengkram erat tangan tersebut hingga Casey pun merasa kesakitan dan meronta minta untuk dilepaskan.
"Sikapmu benar-benar tidak pernah berubah Casey. Kau masih sama seperti dulu, dari zaman kita sekolah kau selalu saja menarik rambutku dengan kasar bahkan menghina dan menyakitiku. Apa kau pikir kali ini kau akan menang, aku tidak akan tinggal Diam. Aku pastikan bahwa aku akan menghancurkan mu, karena aku bukanlah manusia lemah seperti saat dulu sehingga kau mudah untuk mempermainkan ku," ucap Thalia yang akhirnya membongkar identitasnya itu.
Tentu saja hal tersebut membuat Casey sangat terkejut, ternyata dugaannya benar bahwa wanita yang saat ini sedang dekat suaminya itu adalah seseorang yang sudah ia kenal sejak lama.
Bersambung …
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Rosy
ternyata yg datang Lusi ya..
bagus Thalia..sebentar lagi mereka akan meminta ampun karena sudah pernah menyakiti kamu..karena sekarang kamu punya banyak uang dan dg uang itu kamu bisa melakukan apapun kepada mereka
2023-04-15
0
Isabell Serinah
terbaik lah Thalia. lanjut lagi plseeee 👍
2023-04-09
0
Warijah Warijah
Mantap Thalia, hancurkan satu persatu musuh lamamu..agar mereka tahu diri siapa Thalia sekarang..
2023-04-09
0