Resmi Berpisah.

Tak terasa, hari ini tepat satu minggu, maka putusan sidang sudah akan dilaksanakan hari ini juga.

Kali ini Ajeng tidak sendirian. Ia akan ditemani sahabatnya, Hasna dan juga Pak Rahmat selaku pengacaranya. Soal Qeera, sengaja Ajeng tak memberitahukannya. anak itu tetap pergi ke sekolah bersama Sus Rini pengasuhnya.

Begitu juga Yudha. Ia seperti biasa akan ditemani Fiona dan juga Pak Farhan selaku pengacaranya.

Mereka semua sudah siap dan duduk menghadap ke majelis hakim. Dengan posisi seperti kemarin, Hasna dan Fiona berada dikursi belakang terdakwa.

Beberapa pertanyaan Hakim lontarkan kembali, jika merasa berubah pikiran dan ingin rujuk, maka dibolehkan! Namun keduanya menolak. Ajeng dan Yudha tetap mantap untuk berpisah.

Pun Ajeng tak mempermasalahkan soal harta gono gini. Dia memilih fokus pada usahanya dan juga putrinya.

"Baik, karena sampai saat ini tidak ada perdamaian dari kedua belah pihak. Maka sidang kami putuskan bahwa saudara Ajeng Shafanina dengan saudara Yudha Mahardika telah resmi berpisah. Juga mengenai hak asuh anak akan jatuh kepada saudara Ajeng Shafanina." ujar Hakim sambil mengetuk palu tiga kali.

Ajeng memejamkan matanya, memorinya tiba-tiba kembali mengingat pertemuan pertama kali mereka saat bertemu. Namun ia berusaha menepis bayangan itu.

Begitu juga Yudha. Ia mengingat momen pertama kali bertemu dengan Ajeng, gadis yang selalu membuatnya tak bisa nyenyak dalam tidurnya. Hingga akhirnya ia memberanikan diri untuk melamarnya. Namun setelahnya ia juga menepis bayangan itu.

Kini mereka saling menoleh tanpa senyuman sedikitpun dari bibir keduanya. Lalu mereka berjabat tangan. Setelah itu Yudha memilih keluar, sedangkan Ajeng menghampiri sang Hakim.

"Terimakasih Pak Hakim." ujar Ajeng sambil berjabat tangan dengan Hakim yang tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

"Sama-sama Bu Ajeng." jawab Hakim.

Ajeng pun juga mengucapkan terimakasihnya pada Pak Rahmat yang telah membantunya selama ini.

Setelah itu, Ajeng dan Hasna keluar dari ruangan itu.

"Kamu gak papa?" tanya Hasna menatap wajah Ajeng.

"Gak papa." jawabnya tersenyum. "Cuma tadi tiba-tiba saja terlintas momen pertama kali saat kita bertemu." ujar Ajeng menatap kosong.

"Itu hal yang wajar, semoga setelah ini kamu bisa melupakan dia dan mendapatkan lelaki yang lebih baik dari sebelumnya." ujar Hasna sambil mengusap bahu sahabatnya.

Ajeng hanya menanggapinya dengan senyuman. Lalu mereka berdua pun melangkah ke arah mobil Hasna. Namun pada saat akan naik kedalam mobil. Fiona dan Yudha mendekat dan tentu dengan tangan yang saling tertaut

"Selamat Ajeng, akhirnya kamu resmi menjanda." kata Fiona tersenyum sambil mengulurkan tangan kanannya. Namun tak di balas oleh Ajeng.

Karena tak ada balasan. Fiona menurunkan kembali tangannya.

"Tapi kamu harusnya bahagia dong ya! Karena sudah dapat pengganti, bukan hanya satu malah, tapi dua sekaligus." celetuk Fiona.

"Apa? Dua?" tanya Yudha menoleh pada Fiona.

"Ya dua! Kamu ingat Mas? Saat kita pernah melihat dia dipinggir jalan bersama lelaki itu? Tapi saat aku melihat dia kemarin, ia bersama dengan lelaki juga dan itu dengan orang yang berbeda." papar Fiona tersenyum remeh.

"Jadi kamu? Ternyata kamu yang tidak puas dengan satu pasangan?" tanya Yudha terkekeh. "Ckk murahan sekali." ejek Yudha sambil menggelengkan kepalanya.

Lalu tiba-tiba ...

Plakkk

Ajeng menampar Yudha dengan sangat keras. "Cukup Yudha." teriaknya. "Kamu tak puaskah selalu menghinaku, selalu merendahkan aku." kembali Ajeng berteriak dengan napas menggebu.

Sedangkan Yudha memegangi pipinya yang terasa sakit dan kemerahan.

"Kamu juga Fiona." bentak Ajeng. "Padahal kamu juga sama seorang perempuan dan terlahir dari rahim perempuan. Lalu dimana hati nurani kamu? Hah?" Ajeng berteriak sambil mengatur napasnya perlahan. "Bahkan kamu pun pasti akan menjadi seorang ibu. Apa pantas seorang ibu bersikap demikian? Apa kamu memikirkan semua itu? karena pasti anakmu akan menirukan bagaimana perilaku orangtuanya." tekan Ajeng sambil menatap tajam pada Fiona membuat Fiona seketika terdiam karena membahas soal anak. Karena dirinya merasa susah untuk bisa punya anak.

Ajeng saat ini sangat tegar, bahkan airmatanya tak sedikitpun menetes dari sudut matanya.

Hasna dari tadi merangkul sahabatnya. Menguatkannya untuk menghadapi mereka berdua.

"Kalian berdua tak pantas menjadi orangtua." timpal Ajeng. Lalu ia dan Hasna naik kedalam mobil, setelah itu melesat meninggalkan tempat itu.

"Mas, kenapa kamu diam saja sih?" keluh Fiona.

Sementara Yudha mengingat kembali ucapan yang barusan ia lontarkan. Hatinya merasa bahwa ia memang sudah sangat keterlaluan.

"Mas, kamu kenapa?" tanya Fiona cemas. Ya cemas, karena ia takut Yudha menyesal dengan keputusannya.

"Sudahlah kita pergi." ujar Yudha.

Keduanya juga naik kedalam mobil dan melaju meninggalkan tempat itu.

***

Abian tiba di kantor. Ia memasuki ruangan milik Yudha. Ingin mengambil berkas yang belum sempat ia cek. Namun matanya menangkap foto yang terlihat sedikit dibalik buku yang ada diatas meja.

Ia ambil foto itu dan menatapnya.

"Ajeng." gumamnya sambil tersenyum. "Sebenarnya aku sudah lama menaruh hati sama kamu saat dulu. Tapi karena kamu memilih Yudha akhirnya aku mundur tanpa kamu tau kalau aku sudah jatuh cinta duluan sama kamu. Sehingga aku patah hati saat itu. Maka untuk menghilangkannya, aku memilih kuliah diluar negri berharap bisa melupakan kamu dan bisa menghapus rasa cintaku sama kamu. Dan itu sedikit berhasil. Tapi saat aku kembali dan tau kamu telah berpisah dengan Yudha. Kenapa rasa ini muncul kembali, dan malah semakin besar." ucapnya berbicara sendiri.

Kemudian ia memasukkan foto itu kedalam saku celananya. Dan setelah menemukan berkas yang dicari, ia pun keluar dari ruangan itu.

Didalam ruangannya. Abian mengecek semua pengeluaran dan pendapatan di kantornya, semua baik-baik saja. Tapi saat membacanya dengan seksama. Ia terkejut. Karena ada yang berbeda dari laporan itu. Ia pun membaca ulang dan benar. Ada yang tidak beres.

"Gak, gak mungkin! Gak mungkin Yudha melakukan itu. Dia selama ini bekerja dengan sangat baik, cuma tender kemarin saja yang gak berhasil dia menangkan. Kenapa aku bisa kecolongan. Aku harus selidiki terlebih dahulu." Abian menggelengkan kepalanya. "Dan jika itu terbukti, aku tidak akan memaafkanmu Yudha." ujarnya dengan menatap kosong sambil mengepalkan tangannya.

***

Hasna mengantarkan Ajeng pergi ke ruko nya. Setelah tiba, Ajeng turun, sedangkan Hasna pamit pergi karena ada kerjaan disalonnya.

Setelah Hasna pergi. Ajeng pun melangkah dan masuk.

"Siang ibu." sapa Riana sang penjaga kasir saat sedang mengecek pendapatan kemarin.

"Siang!" jawab Ajeng ramah.

Bagaimana tidak betah. Semua karyawan disana sangat betah karena keramahan dan kebaikan Ajeng.

Ia juga tak menunjukkan raut wajah sedih, justru ia selalu terlihat ceria. Padahal hatinya masih sedikit sakit karena sudah gagal dalam berumahtangga.

"Oohh iya bu. Didalam ada seseorang yang mencari ibu." ujar Riana.

"Siapa ya?" tanya Ajeng.

"Saya juga gak tau. Sebaiknya ibu segera temui dia karena sudah lama menunggu." titah Riana membuat Ajeng menautkan kedua alisnya. Penasaran.

Ajeng segera menuju ruangan husus tamu. Ia buka knop pintunya. Dan terlihat sesosok lelaki sedang duduk diatas sofa dengan memakai kemeja putih, celana hitam serta jam yang ada ditangannya.

Lelaki itu menoleh tersenyum setelah kedatangan Ajeng.

"Pak Luthfan?" sapa Ajeng mendekat. "Sudah lama disini?" tanyanya membuat Luthfan berdiri menyambutnya.

"Lumayan bu." jawab Luthfan tersenyum. Mereka kemudian berjabat tangan.

"Silakan duduk." titah Ajeng, dan mereka duduk.

"Maaf udah nunggu lama, karena tadi ada urusan." ujar Ajeng tak enak hati. Padahal ia tak tau kalau Luthfan akan datang kesana.

"Iya gak papa." balas Luthfan.

"Tumben bapak berkunjung kesini? Tau darimana alamat tempat ini?" tanya Ajeng penasaran.

"Sebelumnya saya sudah cari kamu dari kemarin. Tapi saya gak tau alamat kamu. Lalu gak sengaja ketemu sama Bu Hasna. Dan dari dia saya tau alamat ini." papar Luthfan tersenyum.

"Sebelumnya makasih udah menyempatkan diri datang kesini." katanya mengangguk sopan. "Apa ada yang bisa dibantu?" tanya Ajeng.

"Baiklah. Sebenarnya saya datang kesini ingin menawarkan kerja sama." ujar Luthfan.

"kerja sama?" tanya Ajeng sedikit terkejut.

"Ya, saya mau menawarkan rancangan baju saya untuk di jual disini. Gimana? Apa bu Ajeng bersedia?" tanya Luthfan. Ia sangat berharap Ajeng menyetujuinya.

Terpopuler

Comments

Intan IbunyaAzam

Intan IbunyaAzam

ad hikmah diblik musibah yg qm alami ajeng

2023-10-09

0

lihat semua
Episodes
1 1. Minta Cerai
2 2. Memilih Untuk Pergi. Namun ...
3 3. Ajeng dan Fiona
4 4. Kemarahan Ajeng
5 5. Perdebatan
6 6. Pergi
7 7. Foto Mesra
8 8. Bertemu Seseorang
9 9. Ingin Rujuk
10 10. Kebencian Qeera
11 11. Masih Cemburu.
12 12. Urus Surat Cerai
13 Sosok Luthfan Aqmar
14 Waktu Berjalan Begitu Cepat
15 Belum Sembuh Dari Luka
16 Sidang Pertama
17 Mengambil Barang
18 Ajeng dan Abian.
19 Salah Sangka
20 Resmi Berpisah.
21 Kegelisahan Sang Anak
22 Abian Qadafi
23 Kebenaran Terungkap
24 Ujian Hidup Yang Tak Sama
25 Belum Move On
26 Bertemunya Abian dengan Luthfan
27 Kepanikan Yudha
28 Mengungkapkan Isi Hati
29 Masalah Hati Siapa Yang Tahu
30 Abian Kerumah Ajeng
31 Lagi Fiona Berulah
32 Kedatangan Ibu Mertua
33 Gelisah
34 Mertua Dan Menantu
35 Cincin Berlian
36 Cemburu
37 Membuat Rancangan Baju
38 Sekolah Baru
39 Penyesalan Yudha
40 Will You Marry Me
41 Perdebatan Antara Retno dan Fiona
42 Rebutan Sertifikat
43 Qeera Menjenguk Yudha
44 Qeera Dilarikan Kerumah Sakit
45 Cincin Itu...
46 Luthfan Akhirnya Tahu Siapa Ajeng
47 Saat Hasna Melihat Cincin Itu
48 Kepasrahan Ajeng, Kebahagiaan Abian.
49 Cemburu Berat
50 Menahan Malu
51 Tawaran Kerjasama Baru
52 Retno Ke Kantor Abian
53 Rekreasi
54 Mengetahui Fakta.
55 Rumit
56 Sebuah Permintaan.
57 Ijab Qabul
58 Canda Tawa Sang Pengantin Baru
59 Rencana Penjebakan.
60 Sebuah Intrik
61 Aksi Penjebakan
62 Kemarahan Abian.
63 Disebuah Rumah Sakit
64 Kembalinya Ajeng
65 Melepas Rindu
66 Sebuah Keputusan
67 Bermuara Dititik Kerinduan
68 Sisa Pengantin Baru
69 Hasna dan Alvino
70 Perdebatan Dua Sahabat
71 Merajuk
72 Kebebasan Yudha
73 Amarah yang Memuncak
74 Kecelakaan
75 Luthfan Sadar Akan Kesalahannya
76 Konflik
77 Fakta yang Baru Diketahui Yudha
78 Hamil
79 Waktu Tak Mungkin Bisa Diputar Kembali
80 Mengalah Bukan Berarti Kalah
81 Kesabaran Luthfan Menghadapi Hasna
82 Bunuh Diri
83 Prasangka Alvino
84 Kotak Kecil
85 Introgasi
86 Ide Gila Hasna
87 Berfikir Lebih Dewasa
88 Jujur Itu Kadang Menyakitkan
89 Jatuh Talak
90 Kelicikan Dibalas Kelicikan
91 Pura-puranya Suami Istri
92 Rencana Berikutnya
93 Persiapan Pesta Pernikahan
94 Hasna Terkejut
95 Saat Bukti-bukti Diperlihatkan
96 Siapa yang Menanam. Maka Ia Sendiri yang Menuai
97 Keguguran
98 Kritis
99 Merajuknya Ibu Hamil
100 Kecemasan Kembali Melanda
101 Ferdy Masih Belum Terima
102 Proses Transfusi Darah Berjalan Lancar
103 Mood Ibu Hamil
104 Pikiran Buruk Kembali Hadir
105 Membaiknya Dua Sahabat
106 Drama Ngidam
107 Tak Mau Egois
108 Kedatangan Sang Ibu
109 Masih Mengedapankan Ego
110 Retaknya Hubungan Antar Teman
111 111. Debat Mantan Suami Istri
112 112. Alur Kehidupan yang Berbeda
113 113. Kecewa yang Teramat Dalam
114 114. Rindu yang Menggunung
115 115. Hanya Masalah Hati
116 116. Salah Paham
117 117. Apa Karma Itu Memang Ada?
118 118 Pilihan yang Sulit.
119 119. Semangat Kembali Hadir
120 120. Keadaan yang Sama Persis
121 121. Pengakuan Cinta dan Luluhnya Hati
122 122. Kembali Ditangkap Polisi
123 123. Ending
Episodes

Updated 123 Episodes

1
1. Minta Cerai
2
2. Memilih Untuk Pergi. Namun ...
3
3. Ajeng dan Fiona
4
4. Kemarahan Ajeng
5
5. Perdebatan
6
6. Pergi
7
7. Foto Mesra
8
8. Bertemu Seseorang
9
9. Ingin Rujuk
10
10. Kebencian Qeera
11
11. Masih Cemburu.
12
12. Urus Surat Cerai
13
Sosok Luthfan Aqmar
14
Waktu Berjalan Begitu Cepat
15
Belum Sembuh Dari Luka
16
Sidang Pertama
17
Mengambil Barang
18
Ajeng dan Abian.
19
Salah Sangka
20
Resmi Berpisah.
21
Kegelisahan Sang Anak
22
Abian Qadafi
23
Kebenaran Terungkap
24
Ujian Hidup Yang Tak Sama
25
Belum Move On
26
Bertemunya Abian dengan Luthfan
27
Kepanikan Yudha
28
Mengungkapkan Isi Hati
29
Masalah Hati Siapa Yang Tahu
30
Abian Kerumah Ajeng
31
Lagi Fiona Berulah
32
Kedatangan Ibu Mertua
33
Gelisah
34
Mertua Dan Menantu
35
Cincin Berlian
36
Cemburu
37
Membuat Rancangan Baju
38
Sekolah Baru
39
Penyesalan Yudha
40
Will You Marry Me
41
Perdebatan Antara Retno dan Fiona
42
Rebutan Sertifikat
43
Qeera Menjenguk Yudha
44
Qeera Dilarikan Kerumah Sakit
45
Cincin Itu...
46
Luthfan Akhirnya Tahu Siapa Ajeng
47
Saat Hasna Melihat Cincin Itu
48
Kepasrahan Ajeng, Kebahagiaan Abian.
49
Cemburu Berat
50
Menahan Malu
51
Tawaran Kerjasama Baru
52
Retno Ke Kantor Abian
53
Rekreasi
54
Mengetahui Fakta.
55
Rumit
56
Sebuah Permintaan.
57
Ijab Qabul
58
Canda Tawa Sang Pengantin Baru
59
Rencana Penjebakan.
60
Sebuah Intrik
61
Aksi Penjebakan
62
Kemarahan Abian.
63
Disebuah Rumah Sakit
64
Kembalinya Ajeng
65
Melepas Rindu
66
Sebuah Keputusan
67
Bermuara Dititik Kerinduan
68
Sisa Pengantin Baru
69
Hasna dan Alvino
70
Perdebatan Dua Sahabat
71
Merajuk
72
Kebebasan Yudha
73
Amarah yang Memuncak
74
Kecelakaan
75
Luthfan Sadar Akan Kesalahannya
76
Konflik
77
Fakta yang Baru Diketahui Yudha
78
Hamil
79
Waktu Tak Mungkin Bisa Diputar Kembali
80
Mengalah Bukan Berarti Kalah
81
Kesabaran Luthfan Menghadapi Hasna
82
Bunuh Diri
83
Prasangka Alvino
84
Kotak Kecil
85
Introgasi
86
Ide Gila Hasna
87
Berfikir Lebih Dewasa
88
Jujur Itu Kadang Menyakitkan
89
Jatuh Talak
90
Kelicikan Dibalas Kelicikan
91
Pura-puranya Suami Istri
92
Rencana Berikutnya
93
Persiapan Pesta Pernikahan
94
Hasna Terkejut
95
Saat Bukti-bukti Diperlihatkan
96
Siapa yang Menanam. Maka Ia Sendiri yang Menuai
97
Keguguran
98
Kritis
99
Merajuknya Ibu Hamil
100
Kecemasan Kembali Melanda
101
Ferdy Masih Belum Terima
102
Proses Transfusi Darah Berjalan Lancar
103
Mood Ibu Hamil
104
Pikiran Buruk Kembali Hadir
105
Membaiknya Dua Sahabat
106
Drama Ngidam
107
Tak Mau Egois
108
Kedatangan Sang Ibu
109
Masih Mengedapankan Ego
110
Retaknya Hubungan Antar Teman
111
111. Debat Mantan Suami Istri
112
112. Alur Kehidupan yang Berbeda
113
113. Kecewa yang Teramat Dalam
114
114. Rindu yang Menggunung
115
115. Hanya Masalah Hati
116
116. Salah Paham
117
117. Apa Karma Itu Memang Ada?
118
118 Pilihan yang Sulit.
119
119. Semangat Kembali Hadir
120
120. Keadaan yang Sama Persis
121
121. Pengakuan Cinta dan Luluhnya Hati
122
122. Kembali Ditangkap Polisi
123
123. Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!