Mengambil Barang

Keesokan paginya, Ajeng bersiap pergi ke rumah Yudha dengan di temani Hasna untuk mengambil barang-barang miliknya yang belum sempat ia bawa. Tentunya ia di make-up oleh Hasna senatural mungkin, karena Ajeng tidak suka dandanan yang menor.

Meskipun begitu, Ajeng terlihat sangat cantik. Bibir tipis, hidung mancung, kulit putih bersih Mata tajam dan memiliki alis tebal serta bulu mata yang lentik.

"Aduuhh kamu cantik banget sih." puji Hasna dan Ajeng menyunggingkan senyumannya.

"Udah ah, ayo buruan." ajak Ajeng. "Qeera, sudah selesai Nak?" panggilnya dan Qeera pun muncul.

"Sudah bunda." jawabnya, namun tatapannya langsung tertuju pada wajah ibundanya.

"Bunda pakai apa? Kok sekarang makin cantik sih?" tanya Qeera. Dan Ajeng hanya melongo dengan celotehan putrinya.

"Tuh kan, anak kamu sendiri aja bilang cantik." kekeh Hasna. "jadi mulai sekarang jangan males merawat wajah sendiri." nasihatnya.

"Iya... Akan aku usahakan." kekeh Ajeng.

Lalu Ajeng, Hasna, Qeera dan pengasuhnya menaiki mobil milik Ajeng. Dan Hasna yang menyetir melaju menuju tempat sekolahan Qeera terlebih dahulu.

Setelah tiba, Qeera dan pengasuhnya turun dari mobil dan melambaikan tangan pada Ajeng yang berada didalam mobil

Hasna kembali melajukan mobil. Setelah beberap jam, akhirnya mereka berdua tiba di depan gerbang rumah milik Yudha.

Namun mata keduanya harus ternoda dengan melihat kemesraan Yudha dan juga Fiona di depan teras.

"Dasar gak tau malu. di tempat terbuka saja mereka berani seperti itu." umpat Hasna.

"Sudahlah, ngapain mikirin mereka. Sekarang kita fokus pada tujuan kita datang kesini untuk apa." ujar Ajeng dan Hasna menoleh menatapnya dengan takjub.

"Syukurlah kamu gak cemburu lihat mereka. Pokoknya kamu harus buktikan sama mereka kalau kamu lebih layak di pertahankan dan harus lebih sukses dari si Yudha." Kata Hasna memberikan semangat.

Keduanya turun dari mobil dan pintu gerbang pun di buka oleh satpam.

"Silakan masuk bu." kata Hendra membuat dua pasangan yang saling bermesraan itu menoleh.

"Akhirnya kamu datang juga." kata Yudha bangkit dan kedua tangannya di masukkan kedalam saku celananya.

"Sudah ku bilang kan? Aku akan datang kesini untuk mengambil barangku yang belum sempat aku bawa." kata Ajeng.

Ajeng melangkah melewati mereka berdua sedangkan Hasna tetap menunggunya diluar.

"Siapa yang suruh masuk?" tanya Fiona saat tangan Ajeng hendak membuka pintu.

"Ini sudah bukan rumah kamu lagi, jadi jangan seenaknya nyelonong gitu aja, punya sopan santun kan?" cetus Fiona dan Ajeng mengatur napasnya agar tak terpancing.

Hasna yang melihatnya sangat geram, membuat ia melangkah maju.

"Mau apa kamu?" tanya Fiona sinis pada Hasna. "Ingat, kamu pun disini hanya sebagai tamu, jadi jangan berani melawan aku yang sebagai tuan rumah disini."

"Kamu." Ujar Hasna menantangnya dengan penuh emosi.

Fiona tersenyum puas melihat Ajeng dan Hasna diam tak berkutik.

Lalu Fiona masuk kedalam rumah, ia memerintahkan ART untuk mengambil semua barang milik Ajeng, dan diletakkan di lantai begitu saja.

ART itu pun tak ada pilihan lain, ia menuruti semua permintaan majikannya, tentu karena tidak mau dipecat.

"Maaf Bu." ucap ART itu pada Ajeng sambil mengangguk sopan.

"Tidak apa Bi ... Semoga Bibi betah disini." kata Ajeng tersenyum.

"Ohh ya tentu betah dong, siapa juga majikannya." timpal Fiona.

"Majikan judes begitu mana ada yang betah." celetuk Hasna membuat Fiona menatapnya tajam.

"Sudah ayo, lebih baik kita pergi." ajak Ajeng.

"Tumben kamu diam saja, biasanya melawan kata-kataku." ujar Fiona.

"Untuk apa aku meladeni orang yang gak punya hati, buang-buang waktu." timpal Ajeng.

Kemudian mereka melangkah menuju gerbang untuk keluar. Namun langkahnya terhenti saat Yudha terdengar memanggilnya.

"Tunggu." kata Yudha. Ia berjalan mendekat dan berdiri di depan Ajeng dan juga Hasna.

"Mana kunci mobilnya?" tanya Yudha. "Mobil itu bukan punyamu kan? Jadi kembalikan padaku, karena aku yang membelinya." titah Yudha membuat Fiona tersenyum bahagia. Sementara Ajeng tercekat dengan permintaan yang sebentar lagi akan menjadi mantan suaminya itu.

"Sungguh baru kali ini, aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri ada lelaki yang sejahat dan seegois kamu Yudha." kata Hasna penuh emosi. "Padahal kamu sendiri yang memberikannya sebagai hadiah anniversary kalian. Tapi malah bagus! Agar Ajeng tak terikat lagi denganmu." ujarnya, kemudian Hasna merebut kunci mobil yang ada ditangan Ajeng dan ia melemparkannya begitu saja mengenai dada Yudha.

"Lalu, apa peduliku?" timpal Yudha sambil menyunggingkan bibir sebelah kanan kesamping.

"Ayo, labih baik kita pergi dari sini." ajak Hasna sambil menarik tangan Ajeng yang dari tadi diam saja.

Mereka berdua keluar dari gerbang itu, lalu berjalan kaki sambil memesan taksi online.

"Keterlaluan sekali si Yudha. Aku yakin karma pasti akan segera menimpa mereka." umpat Hasna, kemudian menoleh pada sahabatnya yang menyeka sudut matanya.

"Ajeng, aku tau kamu tak setegar yang aku lihat. Tapi kamu harus kuat, harus bangkit. Ada Qeera yang harus kamu bahagiakan." tukas Hasna sambil memeluk sahabatnya.

"kamu benar, aku punya Qeera yang harus aku bahagiakan. Dia segalanya bagiku dari apapun." kata Ajeng tersenyum sambil menatap kosong.

Taksi online yang dipesan pun tiba, lalu mereka berdua naik dan memberitahukan alamat tujuan. Mereka berdua memilih untuk kembali ke ruko.

"Mas, kamu hebat banget tadi. Uuhh makin cinta deh sama kamu." ujar Fiona tersenyum manja sambil memeluk Yudha.

"Sekarang kamu mau apa lagi? Aku sudah penuhi kan semua keinginan kamu." kata Yudha menatap Fiona.

"Kalau aku meminta lagi, apakah kamu akan sanggup untuk memenuhinya?" tanya Fiona.

"Katakan saja apa yang dimau." titahnya.

"Aku ingin ... Rumah." ujar Fiona. kalimat tersebut yang tentu membuat Yudha berpikir seribu kali untuk memenuhinya, karena keuangannya sekarang tidak stabil akibat tender hasil rapat kemarin ia gagal memenangkannya, membuat Abian tidak kasih bonus untuknya. Gaji bulanan pun sudah ia minta dahulu karena ingin memenuhi istrinya untuk membeli mobil baru.

"Mas, kok diam sih? kenapa emang? Kamu mau kan penuhi permintaanku yang satu ini?" tanya Fiona menatap Yudha yang terlihat kebingungan.

"Baiklah, aku akan penuhi." katanya. Membuat Fiona tersenyum menatapnya. "Tapi dengan satu syarat."

Fiona seketika melebur senyumannya. "Syarat? Apa itu?" Tanyanya penasaran.

"Asal aku sudah dapat anak dari kamu, baru kamu aku belikan rumah."

Fiona terperanjat. Karena dia sadar dirinya susah untuk bisa hamil.

"Mas, tolonglaaahh jangan di kasih syarat segala, kumohon." pinta Fiona sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada.

"Cuma minta anak, apa susahnya sih? tinggal kita melakukannya, beres kan?" tanya Yudha menoleh. "Kecuali ... Ada yang kamu sembunyikan dari aku." kata Yudha menatap Fiona, dan yang ditatap justru menunduk tak berani mengangkat wajahnya.

Terpopuler

Comments

Aya Vivemyangel

Aya Vivemyangel

Kebanyakan menyeka sudut mata ini si ajeng 😌

2023-11-02

1

Intan IbunyaAzam

Intan IbunyaAzam

mampos Lo fiona

2023-10-09

0

Mar Henny

Mar Henny

ingat Tuan Yudha yang terhormat, Tuhan itu tidak tidur. Karena kamu sudah menyia2kan anak Dan istri sahmu, Yudha kamu akan menerima karma yang sudah kamu perbuat. ingat itu Yudha

2023-06-22

1

lihat semua
Episodes
1 1. Minta Cerai
2 2. Memilih Untuk Pergi. Namun ...
3 3. Ajeng dan Fiona
4 4. Kemarahan Ajeng
5 5. Perdebatan
6 6. Pergi
7 7. Foto Mesra
8 8. Bertemu Seseorang
9 9. Ingin Rujuk
10 10. Kebencian Qeera
11 11. Masih Cemburu.
12 12. Urus Surat Cerai
13 Sosok Luthfan Aqmar
14 Waktu Berjalan Begitu Cepat
15 Belum Sembuh Dari Luka
16 Sidang Pertama
17 Mengambil Barang
18 Ajeng dan Abian.
19 Salah Sangka
20 Resmi Berpisah.
21 Kegelisahan Sang Anak
22 Abian Qadafi
23 Kebenaran Terungkap
24 Ujian Hidup Yang Tak Sama
25 Belum Move On
26 Bertemunya Abian dengan Luthfan
27 Kepanikan Yudha
28 Mengungkapkan Isi Hati
29 Masalah Hati Siapa Yang Tahu
30 Abian Kerumah Ajeng
31 Lagi Fiona Berulah
32 Kedatangan Ibu Mertua
33 Gelisah
34 Mertua Dan Menantu
35 Cincin Berlian
36 Cemburu
37 Membuat Rancangan Baju
38 Sekolah Baru
39 Penyesalan Yudha
40 Will You Marry Me
41 Perdebatan Antara Retno dan Fiona
42 Rebutan Sertifikat
43 Qeera Menjenguk Yudha
44 Qeera Dilarikan Kerumah Sakit
45 Cincin Itu...
46 Luthfan Akhirnya Tahu Siapa Ajeng
47 Saat Hasna Melihat Cincin Itu
48 Kepasrahan Ajeng, Kebahagiaan Abian.
49 Cemburu Berat
50 Menahan Malu
51 Tawaran Kerjasama Baru
52 Retno Ke Kantor Abian
53 Rekreasi
54 Mengetahui Fakta.
55 Rumit
56 Sebuah Permintaan.
57 Ijab Qabul
58 Canda Tawa Sang Pengantin Baru
59 Rencana Penjebakan.
60 Sebuah Intrik
61 Aksi Penjebakan
62 Kemarahan Abian.
63 Disebuah Rumah Sakit
64 Kembalinya Ajeng
65 Melepas Rindu
66 Sebuah Keputusan
67 Bermuara Dititik Kerinduan
68 Sisa Pengantin Baru
69 Hasna dan Alvino
70 Perdebatan Dua Sahabat
71 Merajuk
72 Kebebasan Yudha
73 Amarah yang Memuncak
74 Kecelakaan
75 Luthfan Sadar Akan Kesalahannya
76 Konflik
77 Fakta yang Baru Diketahui Yudha
78 Hamil
79 Waktu Tak Mungkin Bisa Diputar Kembali
80 Mengalah Bukan Berarti Kalah
81 Kesabaran Luthfan Menghadapi Hasna
82 Bunuh Diri
83 Prasangka Alvino
84 Kotak Kecil
85 Introgasi
86 Ide Gila Hasna
87 Berfikir Lebih Dewasa
88 Jujur Itu Kadang Menyakitkan
89 Jatuh Talak
90 Kelicikan Dibalas Kelicikan
91 Pura-puranya Suami Istri
92 Rencana Berikutnya
93 Persiapan Pesta Pernikahan
94 Hasna Terkejut
95 Saat Bukti-bukti Diperlihatkan
96 Siapa yang Menanam. Maka Ia Sendiri yang Menuai
97 Keguguran
98 Kritis
99 Merajuknya Ibu Hamil
100 Kecemasan Kembali Melanda
101 Ferdy Masih Belum Terima
102 Proses Transfusi Darah Berjalan Lancar
103 Mood Ibu Hamil
104 Pikiran Buruk Kembali Hadir
105 Membaiknya Dua Sahabat
106 Drama Ngidam
107 Tak Mau Egois
108 Kedatangan Sang Ibu
109 Masih Mengedapankan Ego
110 Retaknya Hubungan Antar Teman
111 111. Debat Mantan Suami Istri
112 112. Alur Kehidupan yang Berbeda
113 113. Kecewa yang Teramat Dalam
114 114. Rindu yang Menggunung
115 115. Hanya Masalah Hati
116 116. Salah Paham
117 117. Apa Karma Itu Memang Ada?
118 118 Pilihan yang Sulit.
119 119. Semangat Kembali Hadir
120 120. Keadaan yang Sama Persis
121 121. Pengakuan Cinta dan Luluhnya Hati
122 122. Kembali Ditangkap Polisi
123 123. Ending
Episodes

Updated 123 Episodes

1
1. Minta Cerai
2
2. Memilih Untuk Pergi. Namun ...
3
3. Ajeng dan Fiona
4
4. Kemarahan Ajeng
5
5. Perdebatan
6
6. Pergi
7
7. Foto Mesra
8
8. Bertemu Seseorang
9
9. Ingin Rujuk
10
10. Kebencian Qeera
11
11. Masih Cemburu.
12
12. Urus Surat Cerai
13
Sosok Luthfan Aqmar
14
Waktu Berjalan Begitu Cepat
15
Belum Sembuh Dari Luka
16
Sidang Pertama
17
Mengambil Barang
18
Ajeng dan Abian.
19
Salah Sangka
20
Resmi Berpisah.
21
Kegelisahan Sang Anak
22
Abian Qadafi
23
Kebenaran Terungkap
24
Ujian Hidup Yang Tak Sama
25
Belum Move On
26
Bertemunya Abian dengan Luthfan
27
Kepanikan Yudha
28
Mengungkapkan Isi Hati
29
Masalah Hati Siapa Yang Tahu
30
Abian Kerumah Ajeng
31
Lagi Fiona Berulah
32
Kedatangan Ibu Mertua
33
Gelisah
34
Mertua Dan Menantu
35
Cincin Berlian
36
Cemburu
37
Membuat Rancangan Baju
38
Sekolah Baru
39
Penyesalan Yudha
40
Will You Marry Me
41
Perdebatan Antara Retno dan Fiona
42
Rebutan Sertifikat
43
Qeera Menjenguk Yudha
44
Qeera Dilarikan Kerumah Sakit
45
Cincin Itu...
46
Luthfan Akhirnya Tahu Siapa Ajeng
47
Saat Hasna Melihat Cincin Itu
48
Kepasrahan Ajeng, Kebahagiaan Abian.
49
Cemburu Berat
50
Menahan Malu
51
Tawaran Kerjasama Baru
52
Retno Ke Kantor Abian
53
Rekreasi
54
Mengetahui Fakta.
55
Rumit
56
Sebuah Permintaan.
57
Ijab Qabul
58
Canda Tawa Sang Pengantin Baru
59
Rencana Penjebakan.
60
Sebuah Intrik
61
Aksi Penjebakan
62
Kemarahan Abian.
63
Disebuah Rumah Sakit
64
Kembalinya Ajeng
65
Melepas Rindu
66
Sebuah Keputusan
67
Bermuara Dititik Kerinduan
68
Sisa Pengantin Baru
69
Hasna dan Alvino
70
Perdebatan Dua Sahabat
71
Merajuk
72
Kebebasan Yudha
73
Amarah yang Memuncak
74
Kecelakaan
75
Luthfan Sadar Akan Kesalahannya
76
Konflik
77
Fakta yang Baru Diketahui Yudha
78
Hamil
79
Waktu Tak Mungkin Bisa Diputar Kembali
80
Mengalah Bukan Berarti Kalah
81
Kesabaran Luthfan Menghadapi Hasna
82
Bunuh Diri
83
Prasangka Alvino
84
Kotak Kecil
85
Introgasi
86
Ide Gila Hasna
87
Berfikir Lebih Dewasa
88
Jujur Itu Kadang Menyakitkan
89
Jatuh Talak
90
Kelicikan Dibalas Kelicikan
91
Pura-puranya Suami Istri
92
Rencana Berikutnya
93
Persiapan Pesta Pernikahan
94
Hasna Terkejut
95
Saat Bukti-bukti Diperlihatkan
96
Siapa yang Menanam. Maka Ia Sendiri yang Menuai
97
Keguguran
98
Kritis
99
Merajuknya Ibu Hamil
100
Kecemasan Kembali Melanda
101
Ferdy Masih Belum Terima
102
Proses Transfusi Darah Berjalan Lancar
103
Mood Ibu Hamil
104
Pikiran Buruk Kembali Hadir
105
Membaiknya Dua Sahabat
106
Drama Ngidam
107
Tak Mau Egois
108
Kedatangan Sang Ibu
109
Masih Mengedapankan Ego
110
Retaknya Hubungan Antar Teman
111
111. Debat Mantan Suami Istri
112
112. Alur Kehidupan yang Berbeda
113
113. Kecewa yang Teramat Dalam
114
114. Rindu yang Menggunung
115
115. Hanya Masalah Hati
116
116. Salah Paham
117
117. Apa Karma Itu Memang Ada?
118
118 Pilihan yang Sulit.
119
119. Semangat Kembali Hadir
120
120. Keadaan yang Sama Persis
121
121. Pengakuan Cinta dan Luluhnya Hati
122
122. Kembali Ditangkap Polisi
123
123. Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!