12. Urus Surat Cerai

Ditengah sarapan, Ibu dan anak itu tertawa dengan gembiranya karena celotehan Qeera. Ia menceritakan bagaimana Qeera bisa terjatuh dan akhirnya lolos dan menjadi pemenang. Membuat pengasuh yang melihatnya menyunggingkan senyumannya.

"Alhamdulillahh akhirnya ibu bisa ketawa lepas lagi. Gak seperti kemarin." Ucap pengasuh dalam hati.

"Sudah ah, bunda capek ketawa terus. Qeera bersiap Nak. Kita akan berangkat ke sekolah. Sus nanti jemput Qeera ya? Saya ada urusan." Titah Ajeng pada pengasuhnya.

"Baik bu." Jawab pengasuh.

Setelah itu ketiganya keluar dari rumah dan langsung masuk kedalam mobil dan melaju menuju sekolahan Qeera.

Setelah mengantar Qeera, Ajeng kembali menaiki mobilnya, ia ada janji dengan Hasna di tempat biasa.

Ajeng datang terlebih dahulu di kaffe yang biasa ia kunjungi dengan Hasna sambil menunggu kedatangannya. Ajeng mempromosikan barang jualannya lewat akun sosial media.

Namun pada saat klik tombol bagikan matanya menangkap Yudha dan Fiona memasuki kaffe tersebut. Lalu duduk membelakanginya. Kemudian memesan makanan.

Ajeng mengatur napasnya. Kemudian memilih menyibukkan diri dengan bermain ponsel.

"Mas, hari ini jadi kan beli mobil?" Tanya Fiona dan itu tentu di dengar oleh Ajeng karena jarak mereka sangat dekat.

"Aku hari ini berencana menemui anakku. Mungkin besok." Kata Yudha.

"Kenapa sih, lagi-lagi dia. Anak itu kan sudah benci sama ayahnya sendiri." Omel Fiona.

"Biar bagaimanapun dia darah dagingku, tolong mengertilah." Ujar Yudha. Dan pesananpun datang.

"Bilang saja mau ketemu ibunya." Ujar Fiona kesal.

"Sudahlah kenapa harus bahas dia."

"Tuh kan kamu gak mau ngaku." Fiona sangat kesal lalu memilih pergi tapi di tahan oleh Yudha.

"Yasudah nanti sore kita beli mobil." Kata Yudha dan tentu membuat Fiona bahagia ia langsung merangkulnya. "Makasih sayang." Kata Fiona.

Disaat itu, Hasna datang dan langsung duduk di depan Ajeng. Namun matanya menatap pada dua manusia yang sedang bermesraan.

"Ajeng. Kamu dari tadi disini?" Tanya Hasna. Dan Ajeng mengangguk.

"Kamu tau di belakang kamu siapa?" Kembali Hasna bertanya dan Ajeng mengangguk.

"Kamu kenapa diam saja lihat mereka. Harusnya kamu labrak kamu tendang. Huhhh emosi aku sama mereka." Umpat Hasna sambil tangan kanannya memukul telapak tangan sebelah kiri.

"kalau kamu gak bergerak, biar aku saja yang bergerak." Ujar Hasna, lalu ia melangkah menghampiri Yudha dan juga Fiona. Tanpa bisa di cegah oleh Ajeng.

"Hehh pelakor." Maki Hasna sambil menggebrak meja membuat mereka pun terkesiap.

"Heyy siapa kamu? Datang kesini malah marah-marah." Omel Fiona, ia pun berdiri dan menatap penampilan Hasna.

"Ada apa dengan penampilanku? Ckk... kamu suka?" Kekeh Hasna.

"Sungguh memalukan jika aku menyukai penampilanmu." Umpat Fiona.

"Hasna, sudahlah. Ada apa kamu kesini?" Tanya Yudha.

"Mas kenal sama dia?" Tanya Fiona.

"Iya, dia temannya Ajeng." Balas Yudha.

"Hehh dengar ya kalian semua. Kalian punya hati gak sih. Terutama kamu Yudha." Tunjuk Hasna pada Yudha.

"Dibelakang kamu ada Ajeng. Kalian sungguh tega bermesraan didepan dia. Dimana hati nurani kalian?" Tanya Hasna emosi. Membuat mereka berdua menoleh sedangkan Ajeng memalingkan pandangannya.

"Apa peduliku dengan perempuan itu? Bahkan nyawanya pun aku tak peduli." Umpat Fiona membuat Hasna geram dan tangannya melayangkan pukulan.

Plakkk

Fiona meringis memegangi pipinya.

"Dasar pelakor kamu pantas mendapatkan ini." Maki Hasna lalu mengambil minuman dan menuangkannya pada kepala Fiona.

"Itupun tak sebanding dengan luka yang kalian torehkan untuk sahabatku." Ujar Hasna.

"Kamu jangan kurang ajar jadi perempuan." Timpal Fiona ia mendorong tubuh Hasna membuat Hasna sedikit limbung.

Ajeng yang melihat pertengkaran mereka. Ia pun bangkit dan mendekat.

"Hasna. Sudahlah jangan ribut disini. Malu di lihat orang-orang." Ucap Ajeng. Dan tentu mereka jadi tontonan gratis para pengunjung disana.

"Fiona, Hasna hentikan." Bentak Yudha berdiri.

"Dan kamu Ajeng." Tunjuk Yudha. "Bahkan surat cerai pun belum aku berikan, tapi kamu sudah menggandeng pria lain. Sekesepian itu kah kamu setelah jauh dariku." Ejek Yudha dengan terkekeh. Dan Fiona menyunggingkan senyumannya.

Setika Ajeng pun mendekat dan melayangkan pukulan.

Plakkk

"Jaga mulut kamu Yudha." Teriak Ajeng dengan napas menggebu.

"Halaahhh. Ngaku saja! Aku lihat kamu di pinggir jalan berduaan sama pria lain, siapa lagi kalau bukan sugar daddy." Ejek Yudha.

"Aku gak habis pikir, kemana arah jalan pikiranmu sekarang ini Yudha Mahardika." Timpal Ajeng geram. "Kalau aku Fiona, bisa saja aku melakukan itu. Tapi aku Ajeng, bukan Fiona, tak mungkin aku melakukan itu." Teriak Ajeng di akhir kalimat.

"Hehh kenapa bawa-bawa aku." Timpal Fiona tak terima.

"Apa yang dikatakan Ajeng benar, seharusnya sebutan kesepian itu untukmu Fiona." Tukas Hasna.

"Kamu gak usah ikut campur." Kata Fiona sedikit mendorong bahu Hasna.

"Sudah, lebih baik kita pergi." Tekan Yudha. "Dan kamu Ajeng. Secepatnya aku akan berikan surat cerai itu. Tunggu saja." Ujar Yudha kemudian berlalu dari hadapan mereka di susul Fiona di belakangnya.

"Kamu gak papa?" Tanya Hasna sementara Ajeng menyeka sudut matanya.

"Kamu gak boleh nangis. Aku kenal Ajeng itu kuat, gak mudah nangis." Ucap Hasna sambil merangkulnya.

"Aku nangis bukan karena kemesraan mereka. Tapi karena tuduhan Mas Yudha. Bisa-bisanya ia menuduhku seperti itu. Berarti selama ini aku dimatanya sangatlah buruk." Papar Ajeng di tengah isakannya.

"Kamu harusnya bersyukur bisa lepas dari lelaki macam si Yudha. Lalaki seperti dirinya gak pantas mendapatkan perempuan sebaik kamu." Papar Hasna kemudian mereka berdua duduk kembali ke tempat tadi.

"Kamu ngajak aku ketemuan disini untuk apa?" Tanya Ajeng yang tangisnya sudah mulai mereda.

"Ohh iya sampai lupa." Kekeh Hasna.

"Aku kesini mau kasih tau sama kamu sekaligus menawarkan kamu." Tukas Hasna.

"Apaan?" Tanya Ajeng sambil mengerutkan dahinya.

"Jadi gini. Aku punya tempat ruko yang kosong. Bagaimana kalau kamu buka usaha disana. Ia sih ruko nya gak terlalu besar. Tapi pas lah untuk kita yang akan memulai usaha." Papar Hasna.

"Orang yang sewa ruko kamu kemana?" Tanya Ajeng.

"Kebetulan mereka pindah. Jadi mau ya? Nanti aku bantu deh buat modalin usaha kamu." Kata Hasna.

"Kamu baik banget Na. Harus pakai apa aku membalas budimu." Kata Ajeng tersenyum haru.

"Aku akan cicil sewaanya perbulan ya, tapi jangan mahal-mahal " Ujar Ajeng membuat Hasna tertawa mendengarnya.

"Kok ketawa sih?"

"Bisa-bisanya kamu kepikiran kesana. Bahkan aku pun tak memikirkannya. Aku hanya fokus untuk bantu kamu, udah gitu aja! Soal sewaan kamu gak usah khawatir. Gratis juga gak papa." Papar Hasna.

"Ehh nggak lah gak boleh gratis, kamu sudah banyak membantu aku. Jadi aku akan tetap membayarnya." Kata Ajeng.

"Terserah kamu aja lah." Hasna mengangkat kedua bahunya.

Setelahnya mereka keluar dari kaffe itu dan berpamitan, lalu menaiki mobil masing-masing.

***

"Mas harusnya kamu kasih dia pelajaran. Beraninya dia tampar kamu." Tukas Fiona tapi Yudha diam saja. Pikirannya justru pada lelaki yang kemarin telah bersama Ajeng. Ia penasaran siapa lelaki itu.

"Aku hari ini ada rapat dikantor, jadi aku pergi dulu." Kata Yudha. Ia pun mengambil jas miliknya lalu melangkah keluar dan menaiki mobilnya setelah itu pergi.

Yudha di ijinkan berangkat agak siang karena Abian telah menghandle pekerjaannya.

Selepas rapat di kantor. Yudha menghubungi pengacaranya untuk menemaninya. Ia dan pengacaranya bernama Farhan akan mendatangi kantor pengadilan agama untuk membuat surat gugatan cerai.

Yudha dan pengacaranya masuk kedalam kantor itu, dan memberitahukan maksud dan tujuannya. Lalu sang kepala pengadilan disana memberitahukan bahwa proses pembuatan surat cerai itu memakan waktu maksimal enam bulan lamanya. Jadi tentu Yudha harus bersabar menunggunya.

Terpopuler

Comments

Intan IbunyaAzam

Intan IbunyaAzam

wah semngt bget MW crai NNT nyeselll lo

2023-10-09

0

Uthie

Uthie

Makanya saat emosi laki2 dilarang mengucapkan kata 'Cerai'. karena sekali keputusan tsb di buat saat sedang emosi, maka Jangan menyesal dikemudian hari nya 👍😏

2023-07-11

0

lihat semua
Episodes
1 1. Minta Cerai
2 2. Memilih Untuk Pergi. Namun ...
3 3. Ajeng dan Fiona
4 4. Kemarahan Ajeng
5 5. Perdebatan
6 6. Pergi
7 7. Foto Mesra
8 8. Bertemu Seseorang
9 9. Ingin Rujuk
10 10. Kebencian Qeera
11 11. Masih Cemburu.
12 12. Urus Surat Cerai
13 Sosok Luthfan Aqmar
14 Waktu Berjalan Begitu Cepat
15 Belum Sembuh Dari Luka
16 Sidang Pertama
17 Mengambil Barang
18 Ajeng dan Abian.
19 Salah Sangka
20 Resmi Berpisah.
21 Kegelisahan Sang Anak
22 Abian Qadafi
23 Kebenaran Terungkap
24 Ujian Hidup Yang Tak Sama
25 Belum Move On
26 Bertemunya Abian dengan Luthfan
27 Kepanikan Yudha
28 Mengungkapkan Isi Hati
29 Masalah Hati Siapa Yang Tahu
30 Abian Kerumah Ajeng
31 Lagi Fiona Berulah
32 Kedatangan Ibu Mertua
33 Gelisah
34 Mertua Dan Menantu
35 Cincin Berlian
36 Cemburu
37 Membuat Rancangan Baju
38 Sekolah Baru
39 Penyesalan Yudha
40 Will You Marry Me
41 Perdebatan Antara Retno dan Fiona
42 Rebutan Sertifikat
43 Qeera Menjenguk Yudha
44 Qeera Dilarikan Kerumah Sakit
45 Cincin Itu...
46 Luthfan Akhirnya Tahu Siapa Ajeng
47 Saat Hasna Melihat Cincin Itu
48 Kepasrahan Ajeng, Kebahagiaan Abian.
49 Cemburu Berat
50 Menahan Malu
51 Tawaran Kerjasama Baru
52 Retno Ke Kantor Abian
53 Rekreasi
54 Mengetahui Fakta.
55 Rumit
56 Sebuah Permintaan.
57 Ijab Qabul
58 Canda Tawa Sang Pengantin Baru
59 Rencana Penjebakan.
60 Sebuah Intrik
61 Aksi Penjebakan
62 Kemarahan Abian.
63 Disebuah Rumah Sakit
64 Kembalinya Ajeng
65 Melepas Rindu
66 Sebuah Keputusan
67 Bermuara Dititik Kerinduan
68 Sisa Pengantin Baru
69 Hasna dan Alvino
70 Perdebatan Dua Sahabat
71 Merajuk
72 Kebebasan Yudha
73 Amarah yang Memuncak
74 Kecelakaan
75 Luthfan Sadar Akan Kesalahannya
76 Konflik
77 Fakta yang Baru Diketahui Yudha
78 Hamil
79 Waktu Tak Mungkin Bisa Diputar Kembali
80 Mengalah Bukan Berarti Kalah
81 Kesabaran Luthfan Menghadapi Hasna
82 Bunuh Diri
83 Prasangka Alvino
84 Kotak Kecil
85 Introgasi
86 Ide Gila Hasna
87 Berfikir Lebih Dewasa
88 Jujur Itu Kadang Menyakitkan
89 Jatuh Talak
90 Kelicikan Dibalas Kelicikan
91 Pura-puranya Suami Istri
92 Rencana Berikutnya
93 Persiapan Pesta Pernikahan
94 Hasna Terkejut
95 Saat Bukti-bukti Diperlihatkan
96 Siapa yang Menanam. Maka Ia Sendiri yang Menuai
97 Keguguran
98 Kritis
99 Merajuknya Ibu Hamil
100 Kecemasan Kembali Melanda
101 Ferdy Masih Belum Terima
102 Proses Transfusi Darah Berjalan Lancar
103 Mood Ibu Hamil
104 Pikiran Buruk Kembali Hadir
105 Membaiknya Dua Sahabat
106 Drama Ngidam
107 Tak Mau Egois
108 Kedatangan Sang Ibu
109 Masih Mengedapankan Ego
110 Retaknya Hubungan Antar Teman
111 111. Debat Mantan Suami Istri
112 112. Alur Kehidupan yang Berbeda
113 113. Kecewa yang Teramat Dalam
114 114. Rindu yang Menggunung
115 115. Hanya Masalah Hati
116 116. Salah Paham
117 117. Apa Karma Itu Memang Ada?
118 118 Pilihan yang Sulit.
119 119. Semangat Kembali Hadir
120 120. Keadaan yang Sama Persis
121 121. Pengakuan Cinta dan Luluhnya Hati
122 122. Kembali Ditangkap Polisi
123 123. Ending
Episodes

Updated 123 Episodes

1
1. Minta Cerai
2
2. Memilih Untuk Pergi. Namun ...
3
3. Ajeng dan Fiona
4
4. Kemarahan Ajeng
5
5. Perdebatan
6
6. Pergi
7
7. Foto Mesra
8
8. Bertemu Seseorang
9
9. Ingin Rujuk
10
10. Kebencian Qeera
11
11. Masih Cemburu.
12
12. Urus Surat Cerai
13
Sosok Luthfan Aqmar
14
Waktu Berjalan Begitu Cepat
15
Belum Sembuh Dari Luka
16
Sidang Pertama
17
Mengambil Barang
18
Ajeng dan Abian.
19
Salah Sangka
20
Resmi Berpisah.
21
Kegelisahan Sang Anak
22
Abian Qadafi
23
Kebenaran Terungkap
24
Ujian Hidup Yang Tak Sama
25
Belum Move On
26
Bertemunya Abian dengan Luthfan
27
Kepanikan Yudha
28
Mengungkapkan Isi Hati
29
Masalah Hati Siapa Yang Tahu
30
Abian Kerumah Ajeng
31
Lagi Fiona Berulah
32
Kedatangan Ibu Mertua
33
Gelisah
34
Mertua Dan Menantu
35
Cincin Berlian
36
Cemburu
37
Membuat Rancangan Baju
38
Sekolah Baru
39
Penyesalan Yudha
40
Will You Marry Me
41
Perdebatan Antara Retno dan Fiona
42
Rebutan Sertifikat
43
Qeera Menjenguk Yudha
44
Qeera Dilarikan Kerumah Sakit
45
Cincin Itu...
46
Luthfan Akhirnya Tahu Siapa Ajeng
47
Saat Hasna Melihat Cincin Itu
48
Kepasrahan Ajeng, Kebahagiaan Abian.
49
Cemburu Berat
50
Menahan Malu
51
Tawaran Kerjasama Baru
52
Retno Ke Kantor Abian
53
Rekreasi
54
Mengetahui Fakta.
55
Rumit
56
Sebuah Permintaan.
57
Ijab Qabul
58
Canda Tawa Sang Pengantin Baru
59
Rencana Penjebakan.
60
Sebuah Intrik
61
Aksi Penjebakan
62
Kemarahan Abian.
63
Disebuah Rumah Sakit
64
Kembalinya Ajeng
65
Melepas Rindu
66
Sebuah Keputusan
67
Bermuara Dititik Kerinduan
68
Sisa Pengantin Baru
69
Hasna dan Alvino
70
Perdebatan Dua Sahabat
71
Merajuk
72
Kebebasan Yudha
73
Amarah yang Memuncak
74
Kecelakaan
75
Luthfan Sadar Akan Kesalahannya
76
Konflik
77
Fakta yang Baru Diketahui Yudha
78
Hamil
79
Waktu Tak Mungkin Bisa Diputar Kembali
80
Mengalah Bukan Berarti Kalah
81
Kesabaran Luthfan Menghadapi Hasna
82
Bunuh Diri
83
Prasangka Alvino
84
Kotak Kecil
85
Introgasi
86
Ide Gila Hasna
87
Berfikir Lebih Dewasa
88
Jujur Itu Kadang Menyakitkan
89
Jatuh Talak
90
Kelicikan Dibalas Kelicikan
91
Pura-puranya Suami Istri
92
Rencana Berikutnya
93
Persiapan Pesta Pernikahan
94
Hasna Terkejut
95
Saat Bukti-bukti Diperlihatkan
96
Siapa yang Menanam. Maka Ia Sendiri yang Menuai
97
Keguguran
98
Kritis
99
Merajuknya Ibu Hamil
100
Kecemasan Kembali Melanda
101
Ferdy Masih Belum Terima
102
Proses Transfusi Darah Berjalan Lancar
103
Mood Ibu Hamil
104
Pikiran Buruk Kembali Hadir
105
Membaiknya Dua Sahabat
106
Drama Ngidam
107
Tak Mau Egois
108
Kedatangan Sang Ibu
109
Masih Mengedapankan Ego
110
Retaknya Hubungan Antar Teman
111
111. Debat Mantan Suami Istri
112
112. Alur Kehidupan yang Berbeda
113
113. Kecewa yang Teramat Dalam
114
114. Rindu yang Menggunung
115
115. Hanya Masalah Hati
116
116. Salah Paham
117
117. Apa Karma Itu Memang Ada?
118
118 Pilihan yang Sulit.
119
119. Semangat Kembali Hadir
120
120. Keadaan yang Sama Persis
121
121. Pengakuan Cinta dan Luluhnya Hati
122
122. Kembali Ditangkap Polisi
123
123. Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!