Sosok Luthfan Aqmar

Hari ini Ajeng akan mengunjungi ruko milik Hasna. Dan tentu Hasna pun sudah menunggunya disana.

Seperti biasa, Ajeng mengantar putrinya sekolah terlebih dahulu. Lantas setelah itu ia menuju dimana ruko itu berada.

Saat akan melewati pertigaan, lampu lalu lintas berwarna merah, dan Ajeng pun berhenti. Namun di sisinya terdapat mobil berwarna hitam dan itu milik Abian.

Abian menoleh ke sisi kiri. Dan pandangannya tertuju pada pemilik mobil yang berada di sisi kirinya karena kaca pemilik mobil itu tak sepenuhnya tertutup rapat. Masih terlihat sebagian wajahnya.

"Bukannya itu Ajeng?" Gumam Abian sambil mempertajam penglihatannya lalu kaca mobilnya ia turunkan sedikit.

"Ia dia Ajeng. Mau kemana dia sepagi ini?" Ucap Abian berbicara sendiri.

Namun matanya terus menatap wajah Ajeng padahal hanya terlihat sedikit, yang tentu Ajeng tidak tau akan Abian disana karena matanya terus fokus ke depan.

"Mata itu ... indah sekali." Desis Abian menatapnya dan hampir tak mau berkedip.

Hingga lampu sudah berwarna hijau, dan Ajeng terlebih dahulu melaju dan Abian di belakangnya.

"Apa sebaiknya aku ikutin dia? Tapi buat apa? Dia bukan siapa-siapanya aku kok." Gumamnya sambil mengangkat kedua bahunya lalu memilih beda arah dengan Ajeng.

Ajeng akhirnya sampai di ruko itu kemudian turun dan di sambut sahabatnya.

Mereka berdua masuk kedalam ruko dan Hasna memperlihatkan di dalamnya. Ruko itu terdiri dari dua lantai. Dan masing-masing lantai ada kamar husus dan juga sofa untuk mereka bersantai, juga kamar mandi yang lumayan luas dan sangat bersih. Karena Hasna begitu menjaga ruko miliknya.

"Apa rencana kamu dengan ruko ini?" Tanya Hasna saat mereka sudah duduk diatas sofa.

"Aku berencana akan mengisi ruko ini ... ini ada dua lantai kan ya? Di lantai atas aku akan isi dengan berbagai jenis pakaian, ya hanya pakaian saja. Tapi yang lantai bawah, aku akan isi dengan beberapa macam peralatan anak-anak sekolah seperti tas, sepatu, buku, dan yang lainnya juga kosmetik dan parfum di sebelahnya." Papar Ajeng tersenyum.

"Luar biasa ide yang bagus." Puji Hasna. "Aku yakin kamu akan sukses setelah sini, ruko ini akan ramai pengunjung, semua barang yang kamu jual akan ramai pembeli." Kata Hasna.

"Aamiin. Semoga saja." Ucap Ajeng berharap.

"Aku akan kasih kamu modal. Sebentar! Aku transfer ke rekening milikmu sekarang ya?" Tanya Hasna.

"Ehh gak usah Na, aku juga punya uang kok."

"Beneran? Berapa memangnya?"

"Tiga puluh juta." Tukas Ajeng.

"Tiga puluh juta mana cukup Jeng." Balas Hasna.

"Ya ... di cukup-cukupin lah Na. Nanti kalau ada rezeki lagi ya beli yang lain lagi, sekarang sedikit-sedikit aja dulu." Ujar Ajeng karena ia gak mau terus-terusan merepotkan Hasna.

"Gak ah." Kata Hasna, lalu ia mengetik di ponsel. "itu udah aku transfer uangnya ke kamu. Kamu pakai ya? Awas nanti kalau utuh." Titah Hasna.

Seketika Ajeng meraih ponselnya melihat transferan yang masuk, ia tercengang dengan angka nominal itu, tertera seratus juta rupiah.

"Ya ampun Na, banyak banget. Gak ah, aku kembalikan lagi aja, lagian juga aku gak akan sanggup langsung bayar segitu kalau di cicil  sih mungkin bisa tapi kelamaan."

"Tuh kaaann ... kamu selalu memikirkan hal itu, aku udah bilang kan gak usah khawatir. Gak bayar juga gak papa kok aku ikhlas karena untuk sahabatku sendiri. Kamu udah aku anggap sebagai kakakku sendiri." Ujar Hasna membuat Ajeng menitikkan airmata haru dan menghambur memeluknya.

"Makasih Na, kamu selama ini baik banget sama aku." Tukas Ajeng sambil menyeka sudut matanya.

"Iya sama-sama." Balas Hasna tersenyum. "Ehh kok nangis sih?" Tanyanya.

"Aku nangis terharu karena begitu bersyukur dikasih sahabat sebaik kamu, bahkan seperti saudara." Kata Ajeng lalu mereka berdua pun berpelukan.

Hasna orang yang cekatan, bekerja apapun ia akan lakukan asalkan itu halal. Lalu ia memilih belajar menyalon rambut pada tantenya, setelah beberapa kali ia belajar akhirnya ia sendiri yang akan menyalon rambut para pelanggan tantenya. Sehingga di rasa sudah mahir, Hasna berniat membuka usaha salon sendiri dan tentu modal dari orangtuanya.

Sejak saat itu Hasna memikirkan usaha lain selain salon, maka ia putuskan untuk membangun usaha berupa kontrakan, dan lagi modalnya dari orangtuanya. Hingga kini usahanya tak terasa sudah berjalan hampir lima tahun dan dua-duanya sukses. Juga uang modal orang tuanya sudah ia kembalikan dari dulu saat usahanya sudah berjalan satu tahun.

Maka Hasna sudah sukses di usia yang masih sangat muda.

Setelah itu mereka berdua bergegas pergi dari sana untuk belanja beberapa keperluan yang telah Ajeng sebutkan tadi. Pertama mereka akan belanja parlengkapan anak-anak sekolah terlebih dahulu, dilanjutkan dengan kosmetik dan parfum. Dan yang terakhir adalah beberapa pakaian.

Hingga tak terasa, belanja peralatan anak-anak sekolah, kosmetik dan juga parfum itu pun sudah mereka dapatkan dan akan diantar oleh mobil yang disediakan dari toko tersebut.

Dan sekarang mereka berdua akan belanja beberapa pakaian dari mulai anak kecil hingga dewasa, cewek ataupun cowok, semuanya lengkap. Dan tentu mereka merogoh kocek yang tidak sedikit.

Setelah dapat apa yang dibutuhkan, keduanya kembali menaiki mobil untuk kembali ke tempat ruko berada.

Namun pada saat melintasi butik, pandangan Hasna tertuju pada butik yang sangat besar dan megah, disana sangat ramai pengunjung, sedangkan Ajeng tetap fokus ke depan karena ia sedang menyetir.

"Eh berhenti dulu disini." Titah Hasna dan Ajeng menepikan mobilnya.

"Ada apa sih?" Tanya Ajeng menoleh.

"Lihat deh, butik itu ramai banget. Kita kesana yuk." Ajak Hasna.

"Tapi kan kita sudah belanja banyak." Kata Ajeng.

"Gak papa, kita mampir aja dulu lihat-lihat, siapa tau ada yang cocok buat kita jual lagi." Ujar Hasna. "Udah Ayo." Hasna turun dari mobil begitu juga Ajeng. Mereka berdua melangkah dan berdiri di depan butik itu. Butik yang bertuliskan LA Fashion.

"LA Fashion." Desis Hasna.

"Kenapa emang dengan nama itu?" Tanya Ajeng menoleh.

"Aku merasa nama itu udah sangat familiar banget di telinga, tapi ... aku lupa." Jawab Hasna sambil mengingat-ingat nama butik itu.

"Udah ah, kelamaan, kita jadi masuk gak nih?" Tanya Ajeng.

"Jadi lah! Ayo." Ajak Hasna.

Mereka berdua memasuki butik itu, dan di sambut para karyawan disana dengan sangat ramah.

"Silakan mbak, semoga suka." Kata karyawan itu bernama Linda. Ia mengangguk sopan pada setiap yang datang kesana.

Lalu mereka melihat-lihat setiap rancangan baju disana. Dan tentu sangat takjub dengan semua rancangan itu.

Namun pada saat Ajeng sedang mengamati satu baju disana. Ada seseorang yang menghampirinya.

"Bu Ajeng?" Sapa seseorang itu. Membuat Ajeng menoleh.

"Pak Luthfan?" Ajeng tersentak.

"Luthfan?" Gumam Hasna.

"Kamu ngapain disini?" Tanya Luthfan pada Ajeng.

"Aku lagi lihat-lihat aja, ternyata semua rancangan disini bagus-bagus. Jadi pengen tau siapa designernya." Pujinya membuat Luthfan mengulum senyum.

"Tunggu." Kata Hasna. "Anda Luthfan seorang designer itu bukan?" Tanya Hasna menatap lelaki tampan dan berhidung mancung tersebut.

Luthfan tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

"Tuhh kan, pantesan setelah baca nama butik ini seperti gak familiar. Suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan anda." Ujar Hasna mengangguk sopan.

"Terimakasih." Balas Luthfan menunduk sopan "senang bertemu anda juga dengan bu ... "

"Hasna." Jawab Hasna sambil mengulurkan tangan kanannya dan di sambut tangan kanan Luthfan.

"Bu Ajeng dari tadi diam saja." Kata Luthfan menatap Ajeng dengan tatapan sulit di artikan dan itu tak luput dari pandangan Hasna.

"Kalian berdua udah saling kenal? Sejak kapan?" Tanya Hasna menatap mereka berdua.

"Gak lama kok Bu Hasna, kebetulan saat itu mobil Bu Ajeng mogok dan saya turut membantunya. Lalu yang kedua gak sengaja lihat Bu Ajeng dipinggir jalan dan saya menghampirinya. Dan yang terakhir sekarang ... di sini." Papar Luthfan menoleh dan Ajeng mengulum senyum.

"Waahh sebuah kebetulan sekali ya." Kata Hasna menoleh pada sahabatnya.

"Kalau begitu saya ijin pamit ya, ada urusan. Mari Bu Ajeng." Luthfan pun berlalu dari hadapan mereka.

"Ehh kayaknya ada roman-roman cinta nih." Goda Hasna saat Luthfan sudah jauh dari mereka.

"Maksud kamu?" Tanya Ajeng mengerutkan dahinya.

"Lihat saja tatapan Pak Luthfan sama kamu beda banget." Kekeh Hasna. "Terus tadi saat dia pamit cuma kamu yang disapa, aku nggak." Kata Hasna.

"Ahh nggak deh, perasaan biasa aja. Udah yuk kita pulang aja." Ajak Ajeng lalu mereka berdua keluar dari butik itu dan kembali menaiki mobil.

"Hasna, kamu tau siapa Pak Luthfan?" Tanya Ajeng saat berada di dalam mobil dengan menatap ke depan karena sedang menyetir.

"Ciyeee keppo." Goda Hasna.

"Ihh apaan sih, cuma pengen tau aja." Kata Ajeng sesekali menoleh.

"Jadi tuh, Pak Luthfan itu ternyata pemilik butik tadi, dan dia seorang designer terkenal karena rancangannya terkenal bagus-bagus. Lihat saja akun sosial medianya, dengan nama Luthfan Aqmar." Papar Hasna membuat Ajeng sedikit penasaran.

Terpopuler

Comments

Intan IbunyaAzam

Intan IbunyaAzam

bakal ad cinta segi4 nie,Yudha,lutfan,abian

2023-10-09

0

Uthie

Uthie

Jadi antara Abian dan Luthfan, siapa nii yg jadi pasangan baru nya Ajeng 👍😂

2023-07-11

0

lihat semua
Episodes
1 1. Minta Cerai
2 2. Memilih Untuk Pergi. Namun ...
3 3. Ajeng dan Fiona
4 4. Kemarahan Ajeng
5 5. Perdebatan
6 6. Pergi
7 7. Foto Mesra
8 8. Bertemu Seseorang
9 9. Ingin Rujuk
10 10. Kebencian Qeera
11 11. Masih Cemburu.
12 12. Urus Surat Cerai
13 Sosok Luthfan Aqmar
14 Waktu Berjalan Begitu Cepat
15 Belum Sembuh Dari Luka
16 Sidang Pertama
17 Mengambil Barang
18 Ajeng dan Abian.
19 Salah Sangka
20 Resmi Berpisah.
21 Kegelisahan Sang Anak
22 Abian Qadafi
23 Kebenaran Terungkap
24 Ujian Hidup Yang Tak Sama
25 Belum Move On
26 Bertemunya Abian dengan Luthfan
27 Kepanikan Yudha
28 Mengungkapkan Isi Hati
29 Masalah Hati Siapa Yang Tahu
30 Abian Kerumah Ajeng
31 Lagi Fiona Berulah
32 Kedatangan Ibu Mertua
33 Gelisah
34 Mertua Dan Menantu
35 Cincin Berlian
36 Cemburu
37 Membuat Rancangan Baju
38 Sekolah Baru
39 Penyesalan Yudha
40 Will You Marry Me
41 Perdebatan Antara Retno dan Fiona
42 Rebutan Sertifikat
43 Qeera Menjenguk Yudha
44 Qeera Dilarikan Kerumah Sakit
45 Cincin Itu...
46 Luthfan Akhirnya Tahu Siapa Ajeng
47 Saat Hasna Melihat Cincin Itu
48 Kepasrahan Ajeng, Kebahagiaan Abian.
49 Cemburu Berat
50 Menahan Malu
51 Tawaran Kerjasama Baru
52 Retno Ke Kantor Abian
53 Rekreasi
54 Mengetahui Fakta.
55 Rumit
56 Sebuah Permintaan.
57 Ijab Qabul
58 Canda Tawa Sang Pengantin Baru
59 Rencana Penjebakan.
60 Sebuah Intrik
61 Aksi Penjebakan
62 Kemarahan Abian.
63 Disebuah Rumah Sakit
64 Kembalinya Ajeng
65 Melepas Rindu
66 Sebuah Keputusan
67 Bermuara Dititik Kerinduan
68 Sisa Pengantin Baru
69 Hasna dan Alvino
70 Perdebatan Dua Sahabat
71 Merajuk
72 Kebebasan Yudha
73 Amarah yang Memuncak
74 Kecelakaan
75 Luthfan Sadar Akan Kesalahannya
76 Konflik
77 Fakta yang Baru Diketahui Yudha
78 Hamil
79 Waktu Tak Mungkin Bisa Diputar Kembali
80 Mengalah Bukan Berarti Kalah
81 Kesabaran Luthfan Menghadapi Hasna
82 Bunuh Diri
83 Prasangka Alvino
84 Kotak Kecil
85 Introgasi
86 Ide Gila Hasna
87 Berfikir Lebih Dewasa
88 Jujur Itu Kadang Menyakitkan
89 Jatuh Talak
90 Kelicikan Dibalas Kelicikan
91 Pura-puranya Suami Istri
92 Rencana Berikutnya
93 Persiapan Pesta Pernikahan
94 Hasna Terkejut
95 Saat Bukti-bukti Diperlihatkan
96 Siapa yang Menanam. Maka Ia Sendiri yang Menuai
97 Keguguran
98 Kritis
99 Merajuknya Ibu Hamil
100 Kecemasan Kembali Melanda
101 Ferdy Masih Belum Terima
102 Proses Transfusi Darah Berjalan Lancar
103 Mood Ibu Hamil
104 Pikiran Buruk Kembali Hadir
105 Membaiknya Dua Sahabat
106 Drama Ngidam
107 Tak Mau Egois
108 Kedatangan Sang Ibu
109 Masih Mengedapankan Ego
110 Retaknya Hubungan Antar Teman
111 111. Debat Mantan Suami Istri
112 112. Alur Kehidupan yang Berbeda
113 113. Kecewa yang Teramat Dalam
114 114. Rindu yang Menggunung
115 115. Hanya Masalah Hati
116 116. Salah Paham
117 117. Apa Karma Itu Memang Ada?
118 118 Pilihan yang Sulit.
119 119. Semangat Kembali Hadir
120 120. Keadaan yang Sama Persis
121 121. Pengakuan Cinta dan Luluhnya Hati
122 122. Kembali Ditangkap Polisi
123 123. Ending
Episodes

Updated 123 Episodes

1
1. Minta Cerai
2
2. Memilih Untuk Pergi. Namun ...
3
3. Ajeng dan Fiona
4
4. Kemarahan Ajeng
5
5. Perdebatan
6
6. Pergi
7
7. Foto Mesra
8
8. Bertemu Seseorang
9
9. Ingin Rujuk
10
10. Kebencian Qeera
11
11. Masih Cemburu.
12
12. Urus Surat Cerai
13
Sosok Luthfan Aqmar
14
Waktu Berjalan Begitu Cepat
15
Belum Sembuh Dari Luka
16
Sidang Pertama
17
Mengambil Barang
18
Ajeng dan Abian.
19
Salah Sangka
20
Resmi Berpisah.
21
Kegelisahan Sang Anak
22
Abian Qadafi
23
Kebenaran Terungkap
24
Ujian Hidup Yang Tak Sama
25
Belum Move On
26
Bertemunya Abian dengan Luthfan
27
Kepanikan Yudha
28
Mengungkapkan Isi Hati
29
Masalah Hati Siapa Yang Tahu
30
Abian Kerumah Ajeng
31
Lagi Fiona Berulah
32
Kedatangan Ibu Mertua
33
Gelisah
34
Mertua Dan Menantu
35
Cincin Berlian
36
Cemburu
37
Membuat Rancangan Baju
38
Sekolah Baru
39
Penyesalan Yudha
40
Will You Marry Me
41
Perdebatan Antara Retno dan Fiona
42
Rebutan Sertifikat
43
Qeera Menjenguk Yudha
44
Qeera Dilarikan Kerumah Sakit
45
Cincin Itu...
46
Luthfan Akhirnya Tahu Siapa Ajeng
47
Saat Hasna Melihat Cincin Itu
48
Kepasrahan Ajeng, Kebahagiaan Abian.
49
Cemburu Berat
50
Menahan Malu
51
Tawaran Kerjasama Baru
52
Retno Ke Kantor Abian
53
Rekreasi
54
Mengetahui Fakta.
55
Rumit
56
Sebuah Permintaan.
57
Ijab Qabul
58
Canda Tawa Sang Pengantin Baru
59
Rencana Penjebakan.
60
Sebuah Intrik
61
Aksi Penjebakan
62
Kemarahan Abian.
63
Disebuah Rumah Sakit
64
Kembalinya Ajeng
65
Melepas Rindu
66
Sebuah Keputusan
67
Bermuara Dititik Kerinduan
68
Sisa Pengantin Baru
69
Hasna dan Alvino
70
Perdebatan Dua Sahabat
71
Merajuk
72
Kebebasan Yudha
73
Amarah yang Memuncak
74
Kecelakaan
75
Luthfan Sadar Akan Kesalahannya
76
Konflik
77
Fakta yang Baru Diketahui Yudha
78
Hamil
79
Waktu Tak Mungkin Bisa Diputar Kembali
80
Mengalah Bukan Berarti Kalah
81
Kesabaran Luthfan Menghadapi Hasna
82
Bunuh Diri
83
Prasangka Alvino
84
Kotak Kecil
85
Introgasi
86
Ide Gila Hasna
87
Berfikir Lebih Dewasa
88
Jujur Itu Kadang Menyakitkan
89
Jatuh Talak
90
Kelicikan Dibalas Kelicikan
91
Pura-puranya Suami Istri
92
Rencana Berikutnya
93
Persiapan Pesta Pernikahan
94
Hasna Terkejut
95
Saat Bukti-bukti Diperlihatkan
96
Siapa yang Menanam. Maka Ia Sendiri yang Menuai
97
Keguguran
98
Kritis
99
Merajuknya Ibu Hamil
100
Kecemasan Kembali Melanda
101
Ferdy Masih Belum Terima
102
Proses Transfusi Darah Berjalan Lancar
103
Mood Ibu Hamil
104
Pikiran Buruk Kembali Hadir
105
Membaiknya Dua Sahabat
106
Drama Ngidam
107
Tak Mau Egois
108
Kedatangan Sang Ibu
109
Masih Mengedapankan Ego
110
Retaknya Hubungan Antar Teman
111
111. Debat Mantan Suami Istri
112
112. Alur Kehidupan yang Berbeda
113
113. Kecewa yang Teramat Dalam
114
114. Rindu yang Menggunung
115
115. Hanya Masalah Hati
116
116. Salah Paham
117
117. Apa Karma Itu Memang Ada?
118
118 Pilihan yang Sulit.
119
119. Semangat Kembali Hadir
120
120. Keadaan yang Sama Persis
121
121. Pengakuan Cinta dan Luluhnya Hati
122
122. Kembali Ditangkap Polisi
123
123. Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!