Flo dan Athur

Flo berjalan mengekor Athur hingga sampai ke tengah ruangan. Athur berbalik dengan tiba tiba, membuat Flo terkejut dan hampir terjengkang ke belakang. Athur dengan gesit menahan tubuh Flo.

"Aww...!"Jerit flo. Ibu jarinya terlipat! Yang benar saja.

Seketika flo memeluk Athur dan menahan jeritan sakitnya di dada Athur. Athur tertegun, ia bingung. Namun tersadar saat flo menjerit untuk yang kedua kalinya. Hal pertama yang terpikir olehnya adalah membuat perisai 3 lapis untuknya dan flo. Ia tidak ingin Gerald mendobrak pintunya lagi karena tau adiknya kesakitan. Yang benar saja.

Dengan sigap Athur menggendong dan membaringkan flo di matras. Walaupun masih merasa sangat sakit ia menurut saja dengan apapun yang Athur lakukan.

Athur memijit sedikit demi sedikit ujung jari Flo. Flo meringis sakit saat Athur dengan cepat menarik ujung ibu jarinya.

"Awww....!" Flo berteriak keras.

Athur berhenti dan berdiri.

"Berdirilah, kau sudah tidak apa apa!" Perintahnya.

Dengan perlahan Flo bangun dan mencoba menginjakkan kakinya. Ia baik baik saja, tidak terasa sakit sedikitpun. Wow gumamnya takjub.

"Mantra apa itu tadi?" Tanya flo antusias, ia harus belajar! Pikirnya, mengingat betapa sering ia tersandung.

Athur memutar bola matanya malas. Namun masih bersedia menjawab.

"Itu namanya ilmu dasar, bukan mantra. Jangan mentang mentang bisa sihir terus apa apa di mantrai!" Ejek Athur mengacu ke perbuatan flo pada Nicole.

Flo mendengus kesal.

"Ya sudah karena kamu baik baik saja, silahkan lari keliling lapangan ini sebanyak 10 kali!" Perintah Athur sembari duduk menarik satu kursi di dekatnya yang flo tidak tau kapan benda itu ada!

Tanpa banyak protes flo melangkahkan kakinya, dan memaksa setiap langkahnya untuk lari. Siapa yang olahraga di jam malam seperti ini? Walaupun di luar sana terik, tetap saja ini jam malam. Nasib. Pikir flo masam.

Baru di putaran ke 3 flo merasa tubuhnya sangat lelah.

Athur menatap flo dengan tatapan nyalang. Lari apa itu! Bagaimana bisa stamina gadis umur 16 tahun seperti nenek nenek umur 60 tahun? Pikir Athur geram.

"Heyy! Kau pikir sedang apa sekarang? Kenapa lari mu lambat sekali! Teriak Athur.

Flo yang merasa kesal mendengar teriakan Athur yang meremehkannya, berusaha lari lebih cepat lagi. Namun usahanya hanya bertahan di putaran ke lima. Ia tidak tahan lagi! Tanpa peduli tatapan Athur ia duduk dan menyelonjor kan kakinya yang lelah. Air. Ia butuh air.

Athur yang kesal berdiri geram dan sekelebat kemudian sudah berada di depan Flo.

"Kau!" Teriak Athur di depan wajah flo yang hanya berjarak satu centi.

Flo memejamkan matanya karena terkejut dengan munculnya Athur di depan hidungnya. Brengsek, bisa bisa ia jantungan kalau seperti ini terus!

Seketika flo bangun dan berlari sepuluh kali lebih cepat dari sebelumnya. Ck, ternyata memang harus ada kejutan baru energinya bertambah. Pikir flo geli.

Dengan sisa napas yang tersisa flo akhirnya menyelesaikan putaran terakhir. Fiuh.

Flo merebahkan badannya di matras dan mengatur napasnya yang memburu. Jadi ini fungsi matras ini? Pikir flo merasa bersyukur.

Athur hanya bisa menggelengkan kepalanya. Bagaimana bisa gadis lemah seperti itu yang akan menyelamatkan New York? Jangankan melawan Darent, berjalan sendiri saja ia bisa tersandung? Pikir Athur heran.

Flo memejamkan matanya mencoba berdamai dengan tubuhnya yang sangat lelah.

"Ehem!" Seru Athur berjongkok tepat di depan flo.

Dan sialnya flo refleks bangun dengan cepat saat mendengar suara Athur, akibatnya bibir keduanya bertemu tanpa sengaja. Cup. Sedetik, dua detik, tiga detik.

Flo tercekat dan refleks mendorong tubuh Athur hingga terjungkal, entah dapat tenaga dari mana. Ciuman pertamanya! Hiks...menyedihkan.

Athur meringis kesakitan, ia tidak menyangka akan di dorong tiba tiba seperti itu. Baru saja ia ingin membuka mulut, tapi flo sudah lebih dulu berdiri segera berlari meninggalkan Athur secepat kilat.

Athur memandang flo yang berlari kencang dari hadapannya. Bisakah kejadian ini lebih absurd lagi? Pikir Athur geram.

Dengan tertatih ia bangun posisinya, Flo pasti sangat terkejut tadi, bisa-bisanya ia ceroboh seperti itu!

...***...

Di kamar flo, ia masih memakai pakaian yang sama! Dan bodohnya pakaian yang tadi ia pakai pasti masih di tempat Athur! Dengan napas yang masih memburu ia duduk tersandar di sandaran ranjangnya.

Jantungnya tidak bisa di ajak kompromi. Deg...deg..deg.

Flo menutup mata dengan tangannya dan mengusap wajah dengan frustasi. Mengapa bayangan wajah Athur saat tidak sengaja berciuman masih terbayang jelas di matanya.

"Apa yang harus ku katakan jika bertemu dengannya lagi? Apa aku harus minta maaf? Tapi aku nggak salah!" Gumam flo frustasi.

"Dari sekian banyak cowok, kenapa harus Athur!" Ucap Flo geram.

Belum selesai ia dari rasa frustasinya tiba tiba pintu kamarnya terbuka paksa.

"Hey...apa yang terjadi padamu?" Tanya Gerald yang tiba tiba muncul dengan pintu terbuka lebar.

Flo ternganga heran dan dengan segera membangun perisai. Ya Tuhan! Ia harus ingat untuk mengunci pintu kamarnya lain kali. Pikirnya masam.

"Hey, ka!" Hanya itu yang bisa keluar dari mulut flo.

"Ada apa?" Ulang Gerald.

"Ada apa apanya?" Tanya Flo lebih bingung.

Gerald menepuk dadanya yang berdegup kencang dan menatap flo meminta penjelasan.

"Jantungku berdegup kencang, kau habis lari?" Tanya Gerald heran.

Ahh..lari!

"I...iya ka! Athur menyuruh ku keliling lapangan 10 kali." Jawab Flo jujur. Mati kau Athur!

"Apa?! Dimana? Gymnasium miliknya?" Tanya Gerald memastikan.

"Kurasa iya, ruangan di belakang lemari bukunya?" Tanya flo lebih seperti pernyataan.

"Brengsek! Itu kan sangat besar!" Umpat Gerald geram.

"Aku harus memberinya pelajaran, berani beraninya ia mengerjai kamu seperti ini!" Ucap Gerald sembari berpaling hendak keruangan Athur.

"Kak!" Teriak Flo.

Gerald berhenti dan berpaling heran.

"Aku nggak papa kok, its okay!" Ucap Flo sembari melompat mencengkram tangan kakaknya agar tidak pergi.

"Are you sure?" Tanya Gerald sangsi.

"I'm okay, look at me!" Seru flo sembari membalik badan kakaknya menghadapnya.

"Okay, but.." Gerald menghentikan perkataannya.

"Its okay kak." Tambah flo meyakinkan.

Gerald menghembuskan napas kasar kemudian duduk di kursi belajar flo.

Sedang flo kembali duduk keranjangnya.

Gerald menatap penampilan Flo dari atas sampai bawah.

"Kau akan tidur seperti itu?" Tanya Gerald sangsi.

Flo melihat baju yang ia pakai dan segera tersadar.

"Ohh aku lupa, sebentar lagi aku akan mandi dan berganti pakaian." Sanggah Flo.

"Baiklah, kalau begitu aku keluar." Ucap Gerald sembari berdiri dari duduknya merasa mulai konyol dengan apa yang ia lakukan. Ck.

Flo menggiring Gerald di belakang dan menutup pintu di belakang nya.

"Bye..!" Ucap flo.

"Nice dream baby girl!" Ucap Gerald sembari melangkah.

Fiuh! Aku seperti sedang back street saja. Pikir Flo geli. Pacaran juga nggak! Tambahnya lagi mengomel pada diri sendiri.

Hih. Nggak kebayang kalau pacaran sama orang kaya Athur! Mati berdiri kamu flo! Sahut isi hatinya yang lain.

Meninggalkan jantungnya yang masih berdebar tidak menentu, flo memutuskan untuk mandi.

Aku akan memikirkan bajuku besok! Pikir flo sembari mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi.

Setelah mandi, debaran jantung flo mulai normal. Dengan baju piyama yang biasa ia pakai, ia merebahkan diri perlahan dan mencoba memejamkan mata.

Selamat malam.

...***...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!