Athur Jhon Patterson

Pukul 22.03 Forecaster Academy

Sudah lewat 3 menit! Tapi batang hidung manusia tengil itu belum juga kelihatan. Lihat saja, ia akan membuatnya membayar karena berani menyuruh seorang Athur menunggu. Pikir Athur kesal.

Flash back

Perjalanan pulang ke Forecaster Academy begitu melelahkan, sesampainya di sekolah itu ia di panggil oleh kepala sekolahnya Gerald. Ada apa lagi? Bukankah permasalahan di Selandia baru sudah ia selesaikan dengan baik?

Dengan langkah tergesa ia memasuki ruangan Gerald. Benar saja, kepala sekolah itu telah menunggunya. Ia menutup pintu di belakangnya.

"Ada apa Mr?" Tanya athur formal.

Gerald menunjuk sofa dengan ujung dagunya mengisyaratkan Athur untuk duduk.

"Patterson, ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu." Tutur Gerald memulai.

"Silahkan." Ujar Athur mempersilahkan.

" Yang pertama, terimakasih sudah menyelesaikan masalah di selandia baru dengan bagus aku sangat bangga padamu." Ucap gerald sembari mengulurkan tangan yang di sambut Athur sekenanya.

"Its okay, not a big problem!" Tambah Athur.

"Yang kedua, aku ingin minta tolong sekali lagi padamu. Kali ini, masalah adikku." Ucap Gerald.

"Adikmu? Ada apa dengan adikmu?" Athur bertanya bingung.

Kemudian Gerald menjelaskan kejadian insiden tadi pagi.

Athur menangkap kemana arah pembicaraan ini berakhir.

"Jadi kau mau aku memberi les pada adikmu? Di luar jam kerjaku? Begitu?" Tanya Athur memperjelas.

"Yah...kurang lebih seperti itu." Gerald mengakhiri ceritanya.

Athur menatap wajah kepala sekolahnya itu, dan tidak menemukan sedikitpun adanya ketidak seriusan disana.

"Nepotisme, heh?" Athur berkata mengejek.

"Biarlah kau katakan seperti itu." Balas Gerald.

"Okay...okay yang mulia, aku akan melakukan perintahmu, apapun itu. Puas?" Seloroh Athur, mau bagaimanapun ia menolak toh ia harus mengiyakan?

"Nah...good boy." Seru Gerald sembari bertepuk tangan.

"Tapi jangan berharap terlalu banyak!" Tambah Athur serius.

"Percayalah dude, ia adikku...maka kau tidak perlu khawatir ia akan belajar dengan cepat." Ujar Gerald membanggakan adiknya.

" Pastikan saja begitu!" Balas Athur sangsi.

...----------------...

Dan disinilah ia sekarang, menunggu bedebah cilik yang sudah terlambat 5 menit! Cih.

Mati aku! Bagaimana aku bisa ketiduran! Bodoh bodoh bodoh. Buk buk buk. Ia berlari lebih kencang.

1...2...3..Athur menghitung dalam hati. Dan..

"Brak!" Seketika pintu ruangannya terbuka dan munculah wajah menyebalkan itu!

Flo berjongkok, mencoba mengambil napas pelan pelan agar napasnya teratur.

"Prok..prok..prok!" Terdengar tepukan tangan Athur.

"Luar biasa! Kamu pikir dengan status kamu sebagai adik kepala sekolah bisa seenak jidat membuatku menunggu seperti ini?" Tanya Athur sembari tersenyum licik.

Flo menatap wajah athur dengan ketakutan yang luar biasa, ia sama sekali tidak berniat untuk membuat Athur menunggu seperti ini. Sumpah mati ia lebih baik menunggu di depan pintu Athur setengah jam lebih dulu daripada terlambat dan lari terengah-engah seperti ini.

Flash back

Flo masih tertidur ketika alarm jam pasir berdering memekakkan telinga. Dengan reflek ia melempar benda itu dengan bantal. Tapi alarm itu terus berbunyi, semakin lama semakin tinggi volumenya. Mau tak mau ia bangun, dan menatap jam dinding dengan bingung namun seketika ia me loncat dari ranjang. Pukul 21.55! Seketika ia lari kekamar mandi, mandi secepat kilat dan memakai pakaian yang pertama ia lihat. Menyisir rambut seadanya, mengambil tas dan keluar dengan sangat tergesa gesa.

Ia berlari kearah sayap kanan, ruangan Athur tepat di samping ruangan kepala sekolah. Dengan sangat bersyukur ia sempat melihat ketika keluar ruangan kakaknya.

Ia berlari dengan sekuat tenaga. Sesampainya di depan pintu bertuliskan nama Athur ia membuka pintu dengan cepat dan tanpa sadar menyebabkan bunyi yang nyaring. Ck. Matilah aku. Pikir Flo.

...----------------...

"Maafkan saya mr.Patterson, saya tidak bermaksud seperti itu." Jawab flo dengan napas masih terengah-engah.

Athur berjalan mendekati flo dengan tatapan nyalang, ia terus melangkah dan menyudutkan flo hingga ke dinding ruangannya.

Flo merasa wajah Athur terlalu dekat, sampai ia bisa mendengar napas Athur dan merasakan hembusannya. Flo mencoba menunduk. Ia tidak sanggup melihat wajah marah Athur.

"Benarkah? Jangan bermain main denganku. Kamu tidak akan senang melihat ku lebih marah dari ini!" Seru Athur sembari mundur dengan gerakan tiba tiba.

" DUDUK!" Seru Athur lebih seperti gertak kan.

Flo terperanjat dan berjalan ke kursi di depan Athur dengan cepat. Ia berusaha untuk tidak berpikir apapun di depan Athur. Ia takut Athur mendengar isi hatinya.

Flo berniat mengambil buka tulis di dalam ranselnya. Saat tiba tiba Athur kembali menggertak nya.

"Tidak perlu catatan, aku tidak suka murid yang bodoh!" Bentak Athur.

"I...iya..." Balas Flo sembari memasukkan bukunya kembali.

Dengan takut flo meletakkan kedua tangannya di atas meja dan melihat raut wajah Athur dengan takut.

"Kau harus mendengar semua perkataan ku jika ingin belajar denganku!" Tutur Athur masih dengan nada tinggi, entah mengapa ia begitu marah melihat keadaan flo sekarang.

Flo datang dengan celana pendek! Baju oblong putih! Entah apa yang ada di pikiran flo dengan memakai pakaian seperti itu di jam pelajaran!

"I..iya mr!" Jawab Flo tergagap.

"Pertama, jika kamu masih ingin di beri pelajaran oleh saya. Jangan pernah memakai pakaian seperti itu di kelas saya!" Tuntut Athur.

Flo kembali menatap pakaiannya sendiri. Ia terkejut. Karena terlalu terburu buru ia memakai celana pendek! Bodoh! Ia kembali merutuki kebodohannya.

"Kedua, jika kamu kembali terlambat di pertemuan berikutnya itu artinya tidak akan ada kelas lagi!" Ancam Athur.

Flo tercekat. Ia berjanji demi apapun ia tak akan pernah terlambat lagi! Tekadnya.

" Saya mengerti mr!" Jawab flo serius.

"Baiklah, untuk hari ini hal pertama yang harus kau pelajari adalah Perisai." Tutur Athur sembari berdiri mengelilingi flo.

"Otakmu terlalu rentan, terlalu transparan hingga membuat peramal manapun bisa dengan mudah mendengar isi kepalamu!" Jelas Athur.

Flo mendengarkan dengan serius, ia sangat ingin membuat pikirannya tidak bisa di dengar orang lain lagi.

"Sekarang, berdiri!" Perintah Athur.

Dengan cepat Flo berdiri menghadap Athur.

"Angkat kedua tanganmu, letakkan menyilang di depan dada!" Tambahnya.

Dengan patuh flo mengangkat kedua tangan dan meletakkannya menyilang didepan dada.

"Sekarang pusatkan pikiran kamu, pikirkan tidak ada seorangpun yang bisa mendengar pikiranmu!" Tuntun Athur.

Flo mencoba memusatkan pikirannya.

"Apa yang kamu pikirkan tentang saya?" Tanya Athur mencoba menggoyahkan perlindungan Flo.

Ia menyeramkan!

Tanpa bisa di cegah flo memikirkan betapa menyeramkan nya seorang Athur.

"Perisai mu sama sekali tidak kuat!" Sela Athur, ia mendengar dengan jelas flo menganggapnya menyeramkan!

Flo berusaha lebih memusatkan pikiran nya.

"Apa yang kamu pikirkan tentang saya?" Athur kembali mengulang pertanyaannya.

Ia menakutkan tapi tampan ! Isi pikiran Flo masih terdengar sangat jelas di telinga Athur.

"Masih terlalu lemah!" Seru Athur kesal.

Flo berusaha dan terus berusaha memusatkan pikirannya. Namun semakin ia berusaha semakin jelas terdengar isi pikirannya.

Setelah percobaan yang kedua puluh baru lah isi pikiran Flo terdengar sedikit pelan namun Athur terus menuntutnya untuk lebih.

Hingga pukul 23.55 barulah Athur menyudahi kelasnya.

"Hari ini cukup sampai disini, pastikan besok datang TEPAT WAKTU!" Ancam Athur dengan penuh penekanan.

Tanpa di suruh dua kali Flo dengan cepat mengambil tasnya dan berjalan keluar dari ruangan Athur.

"Fiuh!" Flo menghembuskan napas lega.

Ia berjanji tidak akan mengulangi kesalahannya lagi! Tekad Flo.

...***...

Terpopuler

Comments

Bakulgeblek

Bakulgeblek

untung arthur punya perisai...
klo gk, pikirannya bisa kebaca flo 🤣🤣🤣🤣

2024-03-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!