Sentrolus

Flo sangat senang, iya berlari kecil sembari menyeret Lily karena sabahatnya itu bersedia ikut mereka ke New York. Sebelumnya di kamar lily Flo sudah merancang begitu banyak kegiatan untuk mereka seharian. Mau ke Mall, makan di MCD, nonton dll.

Tapi saat ingin naik ke limusin di mana kakaknya sudah berada, ia tertegun karena bukan hanya ada driver dan Gerald tapi juga ada Athur!

"Ayo masuk flo, kok malah bengong?" Tanya Lily yang masih berdiri di belakangnya.

"Ohh..okay." Jawab flo gagap dan segera masuk kedalam berhadapan dengan Gerald dan Athur di samping kakaknya itu.

Tempat duduk di dalam limusin itu ternyata seperti di angkot duduknya berhadapan. Ck. Pikir Flo geli.

Mobil berjalan perlahan melewati lorong waktu, sekelibat kemudian mereka sampai di sebuah jalanan lenggang, kemudian supir itu menyetir seperti layaknya supir biasanya.

Flo menengok ke jendela dan menatap pohon pohon rindang yang biasa ia lalui saat sekolah.

Akhirnya mereka berada di dunia normal. Pikir Flo. Ia menatap Lily yang juga tersenyum memandang ke arah jendela, sepertinya mereka punya pemikiran yang sama. Sesampainya di depan Mall mereka turun.

"Pergilah dulu, jika kami sudah selesai datanglah kembali!" Pinta Gerald.

"Yes sir." Jawab sang supir kemudian melesat pergi dari pandangan.

...***...

Flo menyeret lily untuk membeli pakaian yang sama, pernak pernik cewek dan hal hal yang berbau cewek semua kegiatan itu sudah mereka lakukan hampir satu jam lamanya.

Gerald dan Athur hanya bisa mengekor dengan pikiran yang hampir sama. Mereka asyik dengan dunianya. Tapi mau tidak mau mereka mengiringi dengan sabar.

"Sekarang kita mau ngapain lagi?" Tanya flo masih dengan sangat riang menenteng 5 kantor paper bag di tangannya. Sedang lily hanya bisa mengangkat bahu pasrah.

"Kita makan yuk baby girl, dari tadi kamu keliling keliling memang nggak capek?" Tanya Gerald menginterupsi kegilaan flo belanja.

Sedangkan Athur hanya berdiri diam, sepertinya ini adalah keputusan yang salah mengikuti Gerald. Pikirnya yang rindu kamarnya, harusnya ia istirahat di hari libur bukan jadi pengawal seperti ini!

"Baiklah mari kita makan!" Seru Flo sembari berlari ke restoran MCD terdekat di Mall itu. Sedangkan mereka bertiga mengikuti sembari bergeleng kepala.

Sesampainya di sana, ia memesan makanan terlebih dahulu dan menunggu tiga keong itu datang, ck! Lambat sekali.

Akhirnya mereka bertiga sampai dan duduk dengan sabar.

"Bentar yaa ka, aku mau ke toilet!" Sambar Flo saat Gerald duduk di sampingnya. Lily bangkit dengan segera berniat menemani flo.

"Aku bisa sendiri kok, kamu duduk aja tunggu makanannya ya!" Ucap flo menolak halus.

Lily pun dengan segera duduk kembali. Ia memang capek! Menyamai tenaga flo adalah hal yang mustahil. Pikir Lily.

Flo berlari kecil ke toilet wanita yang terletak di ujung restoran. Ia masuk dengan tergesa gesa. Kemudian keluar setelah 5 menit. Berniat mencuci tangan di wastafel. Namun belum selesai mencuci tangan, tangannya di cengkram oleh seorang wanita yang datang entah dari mana. Ia sangat kuat.

"Akh!!! Siapa kau!" Teriak Flo.

Namun wanita itu malah mencengkeramnya semakin keras dan mendorongnya sampai terpental ke dinding.

"Aww..!" Flo meringis ke sakitan. Belum hilang rasa terkejutnya wanita itu kembali berlari seperti banteng yang ingin menyeruduk nya.

Flo menatap wajah wanita itu. Matanya merah dan memiliki taring yang runcing. Selain itu tidak ada yang berbeda dari manusia pada umumnya.

Flo panik dan berusaha bangkit dengan sedikit tenaganya, namun gagal. Wanita itu hampir mendekatinya satu centi lagi! Flo menutup matanya pasrah.

"Brakk!" Terdengar suara seseorang terpental jauh. Flo membuka matanya dan di depannya ada Athur dan kakaknya.

Wanita itu geram dan berbalik menyerang Athur lagi, namun Athur dengan gesit menangkap wanita itu dan mencengkram lehernya.

"Krakk!" Terdengar jelas bunyi leher itu patah! Wanita itu mati!

Flo menatap nyalang Athur yang melempar badan wanita itu dengan santai ke lantai.

Lily mendekati flo yang masih shock dan membawanya keluar gedung dan di sana sudah menghadang limusin yang tadi mengantar mereka.Walau masih shock ia menurut saja pada lily.

Selang beberapa menit Gerald dan Athur bergabung, mereka duduk tanpa bicara lagi sedikitpun.

Dan mobil mereka melaju perlahan. Lily masih memeluk flo sembari mengelus pundaknya.

Mereka pulang dalam diam, tanpa ada sepatah katapun.

Setelah sampai ke Forecaster Academy Lily masih merangkul flo sampai ke kamar. Disana baru lah Flo bisa mengeluarkan suara.

"Apa itu tadi?" Tanya flo terdengar seperti cicitan.

Lily menatap flo prihatin namun mencoba menjelaskan perlahan kepadanya.

"Yang menyerangmu tadi adalah sentrolus." Sahut lily sembari menghembuskan napas kasar, ia tidak percaya sentrolus bisa berkeliaran sangat dekat dengan flo.

"Apa itu?" Tanya flo lagi.

"Sentrolus adalah manusia yang sudah di rasuki oleh iblis dengan satu misi perintah Darent!" Lanjut Lily.

"Siapa itu Darent?" Lagi lagi flo mengajukan pertanyaan.

"Darent adalah teman orang tuamu, tepatnya Tuan Edward Jhon Austin." Tambah lily menyebut nama ayah flo.

Flo masih sangat kebingungan. Namun lily sangat mengerti bagaimana keadaan flo sekarang.

"Flo ada hal yang harus kamu dengar sendiri dari Gerald, kurasa setelah ini ia akan menjelaskannya kepadamu. Jadi aku hanya bisa memberitahu itu." Potong lily.

Lily menatap flo dengan tatapan nanar, hilang sudah flo yang periang tadi. Pikir lily sedih.

Flo mendekap kakinya dan duduk di sudut ranjang, ia masih mengingat dengan jelas wajah menyeramkan wanita itu. Kenapa makhluk itu mengejar ku? Pikir flo gamang.

Lily mendekati flo dan duduk di sampingnya sembari mengelus pelan pundak flo. Ia hanya bisa melakukan itu dengan flo yang masih diam dengan segala pikirannya sendiri. Malang sekali nasibmu flo. Pikir Lily sedih.

Selang beberapa lama Gerald masuk.

"Tok tok tok...!" Ketuknya perlahan.

Lily membuka kan pintu dan berbicara lewat isyarat mata. Ia masih shock. Gerald mengangguk dan masuk. Lily kemudian meninggalkan dua kakak beradik itu.

Gerald mendekati flo yang tidak bergeming sama sekali.

"Hey, are you okay?" Tanya Gerald memecah kesunyian sedangkan Flo masih diam tak bergeming.

"Baby girl, maaf kan aku. Karena ketidak becusanku kamu harus mengalami hari yang buruk!" Ucap Gerald sembari memegang kedua tangan flo yang dingin.

Flo menatap wajah kakaknya sesaat, namun kembali diam tak bergeming. Ia masih tidak mengerti dengan apa yang ia alami hari ini. Kenapa makhluk itu menginginkanku? Siapa itu Darent? Kenapa kakakku tidak pernah menceritakan hal itu sebelumnya? Flo kembali tenggelam dalam pikirannya sendiri.

"Hey...look at me!" Perintah Gerald sembari memalingkan wajah flo menghadapnya.

"Dengar, aku akan menjelaskan semuanya kepadamu. Maaf jika aku belum memberitahukan mu sebelumnya, karena ku pikir ini belum saatnya. Aku tidak tau kalau Sentrolus saat ini sedang berkeliaran mencari mu." Tutur Gerald dengan wajah frustasi.

Ia sama sekali tidak terpikir bahwa Darent akan bertindak cepat. Ia tidak bisa menganggap remeh lagi, ia harus segera membekali flo dengan ilmu yang bisa ia gunakan untuk menjalan kan ramalan itu! Pikirnya gusar.

...***...

Terpopuler

Comments

Bakulgeblek

Bakulgeblek

kondisi khusus, ikut kelas axelerasi 😅

2024-03-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!