Bab 20

Seseorang menghubungi Max membuat pria itu seketika naik darah.

Ia meminta Ansel mengantarnya ke gudang penyimpanan.

Benar saja setibanya di sana semua tampak berantakan dan seorang tewas. Max tak bisa menahan kemarahannya ia melampiaskan kemarahannya kepada Ansel karena tak memberikan pengamanan terbaik untuk dokumen pentingnya.

"Kau tahu kan apa yang terjadi jika dokumen itu jatuh ke tangan musuhku, aku bisa hancur dalam sekejap,"

"Kalau begitu kita gunakan Hera untuk merebut kembali dokumen itu dari Ali. Dan kita bisa jadikan tugas ini sebagai penguji apakah dia benar-benar tanggung seperti yang diucapkan Thomas?" tutur Ansel

"Jangan gila, apa kau mau bunuh diri dengan menyerahkan bukti-bukti tersebut kepada musuh kita?"

"Aku yakin kita dan Ares Group berada di pihak yang sama. Tidak mungkin perusahaan besar seperti Ares Group tidak mempercayai karyawan terbaiknya jika tidak ada maksud tertentu bukan. Percayalah padaku, kali ini insting ku mengatakan jika hanya Hera yang bisa menyelesaikan misi ini,"

"Baiklah aku percaya padamu,"

Ansel menghubungi Hera dan memintanya untuk membunuh Ali.

Wanita itu menerima tugas pertamanya dengan helaan nafas panjang.

Ia meninggalkan rumah sakit dan menghubungi Ali. Hera sengaja mengajak Ali bertemu di sebuah restoran.

Ali menerima ajakan itu, ia sengaja memarkirkan mobilnya di samping mobil Hera.

Hera tersenyum simpul menyambut kedatangan sahabat karibnya itu.

"Lama tak bertemu Al, apa kabar?"

"Alhamdulillah aku baik," jawab Ali tanpa basa-basi

Wanita itu memesan makanan untuknya.

"Ada perlu apa kau menemui ku?" tanya Ali

Hera mengeluarkan amplop coklat dan memberikannya kepada Ali.

Pria itu membuka amplop itu dan mengeluarkan beberapa lembar foto dari dalamnya.

"Aku tahu kau sedang kesulitan, untuk itu aku sengaja memberikan pekerjaan ini untukmu. Dia adalah anak seorang Diplomat, karena masih di bawah umur kau hanya perlu membuatnya terlihat mati bunuh diri,"

Ali tersenyum kecut mendengar ucapan Hera.

"Maaf aku tidak bisa menerima pekerjaan ini lagi, aku sudah pensiun," jawab Ali

"Kau masih belum terlalu tua untuk pensiun, bahkan kemampuan mu masih sangat bagus untuk pria seusia mu," Hera menunjukkan video Ali membantai anak buah Max dan membawa kabur dokumen rahasianya.

Ali menyalakan sebatang rokok dan menghisapnya.

"Tidak ada yang istimewa jika hanya mengalahkan satu orang saja," jawabnya kemudian menghembuskan asap rokoknya

"Kau selalu saja merendah Black Kaiser. Sebaiknya serahkan dokumen itu kepada ku, aku janji akan membayarkan semua uang pensiun teman-teman kita?"

"Maaf tapi aku tak percaya padamu," jawab Ali membuat Hera seketika mengepalkan tangannya

"Kau tahu kan jika aku selalu mendukungmu dari dulu, lalu apa yang membuatmu tidak percaya padaku?"

Ali kembali menghembuskan asap rokoknya dan menatap sendu Hera.

"Semua orang bisa berubah kapan saja, sorry...." Ali beranjak dari duduknya dan melenggang pergi

Hera menyeringai melihat kepergian Ali. Ia kemudian mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya kepada pria itu.

Ali yang sudah curiga segera memiringkan tubuhnya ke samping.

*Dor!!

Beberapa orang anak buah Hera bermunculan dan menyerang Ali.

Pria itu berusaha melarikan diri dan segera masuk kedalam mobilnya.

Hera segera mengejar Ali yang melesat meninggalkan Restoran.

Ia bahkan menghubungi Max untuk bersiaga karena Ali menuju ke kantornya.

Ali mempercepat laju kendaraannya sembari menembaki setiap mobil yang mencoba mendekat kearahnya.

Tiba-tiba dari arah berlawanan sebuah mobil datang menghantam mobilnya, hingga benturan keras tak terindahkan.

*Brakkkk!!!

Ali segera bangun dan mencoba keluar dari mobilnya, namun ia melihat beberapa orang anak buah Hera sudah mengepungnya.

Ilham menyeringai menatap kearahnya.

"Kau tidak akan pernah menang melawan Max," ucapnya sinis

"Jangan terlalu percaya diri," Ali mengisi amunisi senjatanya dan mulai membidik lawan-lawannya.

"Lepaskan aku anj*ng!" seru Ilham

"Lebih baik kau diam, karena dengan begitu kau bisa aman, tapi kalau kau terus merengek jangan harap aku bisa melindungi mu!" jawab Ali dengan santai

Ia membuka sedikit kaca jendelanya dan mulai menembaki musuh-musuhnya. Sebagai seorang mantan tentara Ali begitu jitu dalam menembak hingga ia tak pernah salah sasaran.

Setelah melihat anak buah Hera berjatuhan ia kembali menyalakan mobilnya. Kali ini ia sengaja merubah tujuannya, Ali memilih menuju kantor polisi.

Namun sebuah basoka berhasil membuat mobilnya hancur

Ali tertatih mencoba keluar dari dalam mobil. Sementara itu Ilham tewas dengan luka mengenaskan.

Ali merayap meninggalkan mobilnya yang kemudian meledak.

Hera berusaha memeriksa mobil Ali. Wanita itu memastikan jika Ali sudah tewas atau belum.

"Sial, tua bangka itu berhasil kabur!"

Hera kemudian memerintahkan anak buahnya untuk menyisir tempat itu.

Ia juga mengabarkan kepada Max jika Ali berhasil kabur.

Max yang kesal karena Hera gagal membekuk Ali segera membuat rencana cadangan.

Ia pun mulai melancarkan aksinya dengan diam-diam menyerang istri dan keluarga mertuanya.

Ia kembali mengusik keluarga itu dengan menjarah dan merusak minimarket milik keluarga yang menjadi satu-satunya aset keluarga yang tersisa.

Anak buah Max yang menyamar menjadi perampok sengaja mengatakan mereka melakukan hal itu karena Ali lebih dulu mengusiknya.

Mertua dan istrinya kembali hidup kesusahan, apalagi setelah uang pemberian Ali habis.

Kini Hari kembali menyalahkan Ali atas apa yang terjadi kepada mereka dan terus mengeluarkan sumpah serapahnya kepadanya.

Ia bahkan mendoakan agar Ali segera mati.

Setelah dua hari tak sadarkan diri, Ali akhirnya terbangun. Lelaki itu bangun dari tidurnya dan keluar dari kamarnya.

Ia melihat Kris sedang mereparasi sebuah mobil di bengkelnya.

"Aku pikir kau akan mati, tidak ku sangka kau kuat juga Al?" sapa sahabatnya itu

"Berapa hari aku pingsan?" tanya Ali

"Dua hari,"

Ali tampak terkejut, ia segera merogoh saku celananya untuk mencari ponselnya.

Ia kemudian menghubungi istrinya. Namun bukannya sapaan hangat yang diterimanya justru makian dan umpatan yang ia dengar dari istrinya.

Ali segera menyambar sebuah pakaian yang tergantung di jemuran dan melesat pergi menggunakan motornya.

Setibanya di kediaman ayah mertuanya, sebuah botol melesat di kepalanya.

Hari menatapnya dengan tatapan penuh kebencian saat melihatnya datang.

"Sebaiknya jangan pernah menginjakkan kakimu di rumah ini lagi jika kau ingin kami hidup!" seru Hari kembali melemparkan botol kosong kearahnya

"Memangnya apa yang terjadi ayah, apa kalian kekurangan keuangan lagi?" tanyanya lirih

"Kalau iya memangnya kau bisa memberi kami uang hah, dasar sampah kenapa kau selalu saja membuat keluarga ku menderita!" seru Hari kemudian masuk dan menutup pintu rumahnya

Ali tampak kebingungan apa yang membuat ayah mertua dan Istrinya menjadi seperti itu.

Sore itu Max datang menemuinya di sebuah kafe.

"Sepertinya jagoan kita sedang tidak bersemangat, padahal kau nyaris memenangkan permainan ini?" ucap Max menyindirnya

"Apa kau sedang memikirkan istri dan ayah mertuamu yang mengusir mu?" imbuhnya tersenyum simpul

Ali menatap Max dengan tatapan sinis. Pria itu mulai sadar jika Max pasti sudah mencuci otak istri dan ayah mertuanya sehingga mereka benar-benar memusuhinya kini.

"Entah kenapa aku begitu benci melihat senyuman di wajahmu Max,"

"Lalu kau mau apa?" tantang Max

Ali yang marah lalu memukul Max hingga hidungnya berdarah.

"Sial, beraninya kau memukulku!"

Max memerintahkan anak buahnya untuk menyerang Ali

Melihat Ali yang mampu melumpuhkan anak buahnya hanya dalam waktu singkat membuat Max tidak gentar dan menyeringai kearahnya.

"aku tahu apa yang kamu lakukan selama ini, jika kamu segera menyerahkan semua bukti yang kamu temukan padaku, maka putramu akan baik-baik saja," ancam Max sembari mengeluarkan foto putranya yang terbaring di rumah sakit.

Melihat foto anaknya, Ali mulai panik, namun tetap tidak ingin menyerahkan bukti yang selama ia kumpulin begitu saja.

"Temui aku di dermaga, aku akan memberikan semua bukti-bukti itu padamu," ucap Ali

Terpopuler

Comments

ᴊɪʀᴏ ⍣⃝☠️​

ᴊɪʀᴏ ⍣⃝☠️​

hera ini kyak e nama favorit kak bunga. dipke peran trus🤭

2023-06-10

1

🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat

🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat

semakin sulit aja hidup Ali anak istri dan keluarga jadi korban jahat bener si Max

2023-05-14

0

⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈

⸙ᵍᵏTitian 𝐙⃝🦜pirman🦈

akhirnya Ilham mati juga

2023-05-08

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!