Melihat ketulusan Ali membuat Aldi tergerak untuk memberitahukan siapa pelaku perundungan terhadap Beni yang membuat anak itu koma.
Saat Ali melangkah kakinya meninggalkan rumahnya, Aldi mengikutinya.
Ali menghentikan langkahnya karena merasa ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh Aldi.
Pemuda itu tampak ketakutan saat Ali menanyakan kenapa ia mengikutinya.
"Kenapa kau terus mengikuti aku, jika ada yang ingin kau sampaikan maka katakanlah,"
"Sebenarnya...." ucap Aldi terlihat ragu dan takut
Lelaki itu menghela nafas panjang, sebelum memberanikan diri memberitahu Ali jika Darren adalah pelaku Perundungan terhadap Beni yang membuatnya koma.
Ali tak terkejut mendengar ucapan Aldi, namun ia tetap berterima kasih karena ia mau menceritakan kejadian sebenarnya kepadanya.
Ia berjanji akan terus melindunginya dan juga siswa lain agar tidak mendapatkan kekerasan di sekolah.
Ali kemudian meninggalkan pemuda itu dan memilih kembali ke sekolah.
Ia sudah berpikir masak-masak untuk mencegah ada korban lain berjatuhan di sekolah.
Setibanya di sekolah ia segera menemui kepala sekolah.
Kepala sekolah tampak terkejut melihat kedatangan Ali yang tiba-tiba. Wajah bengis Ali dengan penampilannya yang berantakan membuat pria itu ketakutan hingga memanggil satpam untuk memastikan keselamatannya.
"Dulu kau bilang akan memberikan kompensasi kepadaku atas apa yang menimpa putraku bukan?" tanya Ali membuat Kepala sekolah langsung mengangguk pelan.
Lelaki itu kemudian memanggil Ilham ke ruangannya.
Ia membisikkan sesuatu kepadanya dan pria itu langsung keluar lagi dari ruang itu.
Tidak lama Ilham kembali lagi dan memberikan amplop coklat kepada kepala sekolah.
Median memberikan amplop coklat itu kepada Ali namun Ali langsung menolaknya.
"Sekali lagi bukan uang yang aku butuhkan sekarang," ucap Ali
"Lalu apa?" tanya kepala sekolah
"Aku membutuhkan pekerjaan agar bisa mendapatkan penghasilan untuk menghidupi keluarga ku. Tapi sebagai ayah aku juga harus memastikan putraku agar tidak mendapatkan kekerasan lagi di sekolah ini. Jadi kalau boleh saya minta anda memberikan pekerjaan kepada saya di sekolah ini. Apapun pekerjaannya akan saya terima yang penting saya bisa melindungi anak saya dari para Perundung," terang Ali
Median dan Ilham saling berpandangan. Keduanya tak menyangka jika Ali akan meminta hal yang mustahil.
"Tapi disekolah ini tidak membutuhkan guru atau tenaga kependidikan lain. Jadi maaf saya tidak bisa memberikan pekerjaan kepada anda," jawab Median
"Lagipula anda tidak memiliki pendidikan formal yang tinggi, jadi saya juga bingung mau memberi pekerjaan apa untuk anda," imbuhnya
"Bagaimana jika bapak menjadikan saya sebagai seorang sekuriti. Bukankah sekolah ini hanya memiliki seorang tenaga sekuriti yang sudah sangat tua. Meskipun aku tidak memiliki pendidikan tinggi tapi aku memiliki kemampuan beladiri yang lumayan dan aku pastikan tidak akan terjadi kekerasan di sekolah ini selama saja menjadi sekuriti di sekolah ini," terang Ali
Median kemudian mengiyakan permintaan Ali dan menjadikan pria itu sebagai satpam sekolah.
Ali merasa begitu Senang dan memberitahukan kepada Beni tentang pekerjaan barunya itu.
Meskipun Beni belum bereaksi atas apa yang ia ceritakan namun setidaknya ia bisa berbagi kebahagiaan dengan putranya tersebut.
Pagi harinya, Ali sengaja datang lebih awal dan sudah berdiri di depan gerbang sekolah untuk memastikan setiap siswa datang tepat waktu dan memeriksa tas mereka.
Alih-alih memeriksa isi tas para siswa membantu guru BK, Ali juga berniat memberikan pelajaran kepada Darren di hari pertamanya bekerja.
Darren tampak ketakutan saat melihat Ali menjadi satpam di sekolahnya.
Bukan hanya Darren yang ketakutan saat melihat pria itu memakai seragam satpam sekolah namun juga teman-temannya.
Yakin guru BK tak akan memeriksa tas miliknya, Darren dan kawan-kawannya melenggang pergi meninggalkan Ali yang tengah sibuk memeriksa tas para siswa.
"Berhenti!!"
Darren membulatkan matanya saat mendengar suara Ali.
Remaja itu segera berhenti dengan perasaan bercampur aduk.
"Mati kita, aku yakin dia pasti akan membalas perlakuan kita kepada Beni," bisik Justin
"Sudah diam saja, aku yakin dia tidak bisa menghukum kita jika kita tidak memiliki kesalahan," jawab Darren
"Tapi gue takut Ren," timpal yang lainnya
Ali memerintahkan Darren dan teman-temannya untuk berbalik menghadapnya.
Lelaki itu menarik sudut bibirnya saat melihat wajah ketakutan Darren dan teman-temannya.
Ia merasa menang setelah berhasil membuat si Perundung di sekolah itu mati kutu dibuatnya.
"Buka tas kalian!"
"Apa??" Darren tampak terkejut mendengar perintahnya.
"Buka tas mu dan keluarkan semua isinya,"
Semua teman-teman Darren segera mengeluarkan isi tas mereka meskipun dengan wajah cemas.
Ali mengecek barang-barang bawaan mereka.
Ia mengambil rokok yang dibawa oleh siswa juga benda-benda tajam seperti pisau dan gunting.
Melihat Darren tak mau menurunkan tasnya membuat Ali langsung mengambil tas pemuda itu dengan paksa.
Ia membuka isi tas Darren dan mengambil rokok dan sebuah DVD film dewasa dan juga komik dewasa.
"Dasar berandal kecil, bagaimana kau bisa konsentrasi belajar jika bawaanmu seperti ini,"
"Kau tidak berhak menyita barang-barang kami kerena hanya satpam. Hanya guru bimbingan konseling yang boleh melakukan sidak dan razia. Jadi kembalikan barang-barang kami!" seru Darren
Ali mendekati Darren dan menarik dasinya.
"Meskipun kau bos di sini tapi kau tidak bisa memerintah ataupun melarang ku melakukan sesuatu," bisik Ali kemudian mendorongnya
Justin segera membantu Darren bangun dan mengajaknya pergi.
"Tunggu!" seru Ali membuat Justin dan Darren berhenti dan menoleh kearahnya
"Apa lagi!" seru Darren dengan wajah dongkol
"Kalian boleh masuk, kecuali mereka berdua!" Ali menunjuk kearah Justin dan Darren
Seketika wajah mereka tampak pucat saat Ali menggerakkan jari telunjuknya.
"Cepat kemari!" seru Ali
"A..a..ada apa Om?" tanyanya gagap
Ali menunjuk ke saku celananya.
Justin segera mengeluarkan isi kantong celananya kepada Ali.
"Satunya!"
Kali ini Justin terdiam dan tak berani merogoh saku celananya.
"Kenapa, kau ingin aku yang mengeluarkannya atau kau keluarkan sendiri!"
"Tidak ada apapun di sini om hanya uang saja," jawab Justin
Ali segera memasukkan lengannya dan merogoh isi kantong celana Justin.
Lelaki itu begitu terkejut saat mengetahui apa yang ada dalam saku pemuda itu.
Justin segera bersimpuh di depannya, "Tolong jangan beritahu Guru BK apalagi pak Ilham Om. Barang itu adalah milikku sendiri dan aku tak tidak pernah menjualnya kepada siapapun," jawab Justin dengan wajah ketakutan
"Apa kau yakin tidak menjualnya?"
Justin semakin terintimidasi mendengar pertanyaan Ali. Ia lebih ketakutan saat melihat Ilham berjalan kearahnya.
Ali kemudian menghukum Darren dan Justin untuk membersihkan toilet pria.
"Jangan pernah berpikir untuk menyuruh siswa lain untuk menggantikan tugasmu, karena bila itu terjadi maka aku akan memberikan hukuman yang lebih berat lagi!"
"Baik Om!" seru keduanya
Justin buru-buru mengambil tasnya dan berlari menyusul Darren.
Melihat kedatangan Ilham, Ali segera menyembunyikan ganja di tangannya ke dalam saku celananya.
"Apa saja yang kau ambil dari siswa-siswa ku?" tanya Ilham
Ali kemudian menunjukkan benda-benda sitaannya yang tergeletak di meja pos satpam.
Ilham mengambil semua barang-barang sitaan Ali dan meninggalkan tempat itu sembari terus mengumpat satu persatu siswanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
ρuʝi ¢ᖱ'D⃤ ̐ OFF 🤍
hadeh anak kecil udah bawa narkoba ke sekolah🤧🤧🤧
2023-05-14
1
💜⃞⃟𝓛 ⏤͟͟͞R𝐙⃝🦜༄༅⃟𝐐ƙׁׅуα
weh bisa jadi kartu as ni daun ganjaaaaa nya ya buat Justin tak berkutik
2023-05-08
0
🦈HUSNA✰͜͡w⃠
emang anak" itu ya harus diberikan pelajaran bawa barang haram pula
2023-05-08
1