Bab 6

Max mengajak Ali ke sebuah kafe di depan rumah sakit. Ia sengaja mengosongkan kafe itu hanya untuk berbicara empat mata dengan Ali.

Beberapa orang anak buah Max tampak berjaga-jaga di sekitar kafe. Ali terlihat begitu santai bahkan saat Max menuangkan wine ke gelasnya.

"Silakan di minum,"

"Maaf aku tidak minum minuman beralkohol," jawab Ali kemudian

"Apa kau tidak merokok juga?" tanya Max kemudian menyalakan rokoknya

"Tentu saja, aku sudah terlalu tua jadi aku harus menjauhkan diriku dari rokok dan alkohol," jawab Ali

Max tertawa kecil mendengar jawaban Ali.

"Ada yang bilang jika kenakalan anak-anak remaja adalah hal yang wajar karena ini adalah masa-masa dimana sedang mencari jati diri hingga akan melakukan apapun tanpa mempertimbangkan resikonya. Jadi bagaimana kalau kita berdamai saja, bukankah sebagai orang tua kita harus menjadi penengah dalam masalah ini. Aku janji setelah ini aku pastikan tidak akan pernah ada pembullyan di sekolah,"

"Kalau begitu aku mau putramu membuat permintaan maaf di depan umum dan di tayangkan secara live di sosial media agar semua orang tahu siapa yang sudah melakukan pembullyan terhadap putraku, apa kau bisa melakukannya?" jawab Ali

Max mengepulkan asap rokoknya tepat dihadapan Ali.

"Sepertinya permintaan mu terlalu berlebihan. Kau tahu kan mereka hanya anak-anak dan aku yakin Darren hanya bercanda, jadi meminta maaf secara personal saja sudah cukup menurutku. Apalagi aku dengar putramu sudah siuman jadi gak ada yang di khawatirkan lagi bukan," jawab Max

"Ada yang bilang jika luka yang ada di dalam tubuh akan bisa sembuh seiring berjalannya waktu tapi luka di hati akan di bawa sampai mati. Aku harap dengan permintaan maaf yang tulus dari putramu disaksikan oleh semua orang bisa menyembuhkan luka batinnya. Tapi sepertinya kau tak berniat untuk menyembuhkan lukanya. Jadi biarkan aku yang akan menyembuhkannya sendiri," Ali beranjak dari duduknya dan meninggalkan Max

"Kau masih saja tak berubah Balck Kaiser. Kau masih saja arogan meskipun usiamu sudah tak muda lagi. Apa kau pikir masih menjadi pembunuh bayaran level A sehingga berani bertingkah di depan ku,"

Ali menghentikan langkahnya saat mendengar ucapan Max.

Max segera bangun dari duduknya dan mendekatinya.

"Apa aku akan membiarkan mu setelah mencuri uang pensiun para agent, jangan bermimpi," ucap Max menepuk pundak pria itu

"Maaf sepertinya anda salah orang," jawab Ali kemudian menyingkirkan telapak tangan Max dari pundaknya

Terdengar suara Max menertawakan Ali. Ia menggerakkan bola matanya memberikan tanda kepada anak buahnya untuk memberikan pelajaran kepada Ali.

Seorang anak buah Max melepaskan tinju kearahnya, Ali segera menangkap lengannya dan membantingnya.

Puluhan anak buah Max menyerangnya sekaligus membuat pria itu begitu sigap menghadapi mereka.

Meskipun Ia dikeroyok puluhan orang, Ali selalu bisa mengelak serangan mereka dan menjatuhkan mereka satu persatu.

Melihat anak buahnya berjatuhan Max langsung membuang rokoknya dan menghampirinya.

"Ternyata dugaan ku tidak salah, meskipun kau berusaha mengelaknya namun kemampuan beladiri mu mengungkapkan semuanya,"

Max melepaskan tendangan keras kearahnya membuat Ali segera menghindarinya. Ia kembali melepaskan tinju kearahnya, Namun Ali kembali dapat menghindarinya.

Hanya dengan satu tendangan yang mengenai punggungnya Ali berhasil menjatuhkan Max hingga tersungkur ke tanah.

Ia kemudian mendekati pria itu dan menarik rambutnya.

"Sebaiknya kau ikuti apa yang ku perintahkan jika tak mau aku bertindak lebih jauh terhadapmu dan juga putramu," ancam Ali kemudian meninggalkan pria itu.

"Sial, meskipun dia sudah tua ku akui kekuatannya masih tak bisa diragukan lagi. Ia benar-benar tangguh seperti Black Kaiser 15 tahun lalu,"

Max segera bangun dan mengambil ponselnya diatas meja. Lelaki itu menghubungi Ansel dan memintanya untuk membuat janji dengan perusahaan penyedia jasa pembunuh bayaran dari Rusia.

"Atur pertemuan dengan KL Group,"

Dari ujung ponsel lain terdengar suara Ansel mengiyakan perintah atasannya tersebut.

Sore harinya Max bertemu dengan pimpinan KL Group.

"Aku butuh beberapa orang petarung terbaik untuk melakukan misi berbahaya,"

Seorang lelaki blasteran Rusia memberikan beberapa foto para agent terbaik di perusahaannya.

"Mereka adalah para agent terbaik grade A, silakan pilih saja sesuai yang anda sukai," Pria itu kemudian menyuruh anak buahnya untuk menampilkan profil mereka dalam sebuah slide.

Tak lama Max menjatuhkan pilihannya kepada lima orang petarung muda.

"Anda benar-benar pintar memilih, mereka adalah lima agent terbaik dan aku yakin mereka akan menyelesaikan misi yang anda berikan dengan baik,"

Max kemudian menyerahkan foto Ali kepada mereka.

"Dia adalah Balck Kaiser, seorang tentara bayaran yang sudah lama pensiun. Aku harap kalian bisa menyingkirkan pria tua ini dengan estetik," tandas Max

Terpopuler

Comments

ᴊɪʀᴏ ⍣⃝☠️​

ᴊɪʀᴏ ⍣⃝☠️​

makin seru nih..ali pasti mendapatkan lawan yg sepadan

2023-06-08

0

Yuli Eka Puji R

Yuli Eka Puji R

tiba tiba jd pengen nyantet max ya

2023-05-19

0

𝐙⃝🦜ֆɦǟզʊɛɛռǟ🍒⃞⃟🦅👻ᴸᴷ

𝐙⃝🦜ֆɦǟզʊɛɛռǟ🍒⃞⃟🦅👻ᴸᴷ

menarik ceritanya tp rada rumit mencerna alur nya thor

2023-05-14

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!