Setelah mengetahui status Justin yang menjadi tersangka, Ali menemui keluarga Justin.
Pria itu sengaja menemui mereka untuk bisa melindunginya. Ia tahu jika Max sengaja menggunakan mereka untuk menekan Justin agar mengakui perbuatan yang tidak pernah dilakukannya.
Saat berkunjung Ali mengatakan kalau dirinya adalah mantan sekuriti sekolah yang memang dekat dengan Justin.
"Jika kau dekat dengan Justin, bagaimana keadaan dia sekarang?" tanya Ibu Justin
"Alhamdulillah dia sehat Bu. Kemarin saya sempat menemuinya di sel tahanan, dia bilang sangat merindukan kalian. Dia ingin saya mengunjungi kalian untuk memastikan jika kalian baik-baik saja,"
Seketika kedua orang tua Justin terisak mendengar penuturan Ali.
"Justin itu adalah anak yang baik, meskipun ia suka meledak-ledak tapi sebenarnya dia itu anak yang lembut. Makanya aku masih tak percaya jika dia membunuh kakak kelasnya," tutur Ibu Justin
"Justin adalah anak yang kuat, meskipun berat menjalani hukuman atas kesalahan orang lain tapi ia ikhlas menjalaninya demi menjaga nama baik sekolah. Untuk itulah aku minta bantuan kalian berdua sebagai orang tua Justin untuk mencari tahu kebenaran kisah ini dari mulutnya. Jika ia tidak mau menceritakan semuanya kepada ku, aku yakin ia akan berkata jujur kepada orang tuanya. Ini demi kebaikan Justin juga, karena jika kebenaran ini tidak terungkap maka masa depan Justin akan hancur karena ia akan mendekam lama di penjara,"
Kedua orang tua Justin tampak mempertimbangkan ucapan Ali. Mereka mengakui jika yang dibicarakannya memang benar.
Keduanya akhirnya sepakat untuk menjenguk Justin di penjara untuk mengorek siapa pelaku sebenarnya.
Berhasil membujuk orang tua Justin, Ali kembali menemui Aldi untuk menanyakan siapa orang-orang terdekat Justin selain Darren.
Aldi mengungkapkan selama ini Justin selalu di lindungi oleh Darren dan Ilham.
Kedua orang tersebut yang selalu di jadikan tameng untuk merundung teman-temannya.
Saat itu Ali tak curiga dan menganggap jika itu adalah hal yang wajar. Apalagi ia tahu jika Ilham memang selalu membela para Perundung yang mayoritas adalah anak pejabat dan konglomerat.
Meskipun orang tua Justin bukan seorang konglomerat tapi Ayahnya adalah seorang pegawai negeri sehingga wajar saja jika Ilham selalu membelanya.
Sepulang dari rumah Aldi, Ali bertemu dengan Ranti. Ia melihat gadis itu sedang di ganggu beberapa orang preman. Sebenarnya ia tak mau menolongnya mengingat apa yang sudah ia lakukan padanya di sekolah. Namun tetap saja Ali tak tega melihat gadis itu di rundung puluhan preman.
"Oi, jangan beraninya merundung perempuan. Jika kalian ini laki-laki maka lepaskan dia!" seru Ali
Para preman itu kemudian melepas Ranti dan mendekatinya.
Tanpa banyak bicara mereka langsung menyerang Ali. Tanpa merubah posisinya Ali menghajar mereka satu persatu hingga tak satupun yang berhasil kabur darinya.
Dengan wajah menunduk Ranti menghampirinya dan mengucapkan terima kasih. Gadis itu juga meminta maaf karena ia sudah memfitnahnya. Ia mengatakan jika dirinya terpaksa melakukan hal itu agar bisa ikut ujian.
Ali kemudian mengobati luka gadis itu dan mengantarnya pulang.
"Sebenarnya kenapa para preman itu merundung mu?" tanya Ali saat perjalanan pulang
"Mereka menginginkan bukti kejahatan seseorang yang ada padaku, tapi sayangnya bukti itu sudah hilang," jawab Ranti
"Memangnya itu bukti kejahatan siapa?"
"Sebenarnya ini rahasia tapi karena Om orang baik maka aku akan memberitahukan mu,"
Ranti kemudian membisikkan sesuatu kepadanya. Ali sempat tercengang mendengar nama itu dan tak percaya. Bahkan saat Ranti berkali-kali meyakinkannya ia tetap tak percaya.
"Ish nyebelin banget sih Om, andai saja USB ku tidak hilang kau pasti akan percaya jika melihat video yang ada di dalamnya," sahut Ranti
Gadis itu kemudian turun dari motornya setelah tiba di rumahannya.
Ali teringat sesuatu saat mendengar Ranti menyebut USB.
"Apa USB itu berisi rekaman Perundungan yang dilakukan oleh orang yang kau sebut tadi?"
Ranti menoleh dan menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu apa kau mau membantuku mengambil USB itu?"
"Memangnya Om tahu dimana USB itu?"
"Aku menemukannya saat kau kesiangan di hari itu, dan aku menyimpannya di laci pos satpam, jadi kalau tidak keberatan tolong ambilkan USB itu dan berikan padaku,"
"Untuk apa Om?"
"Suatu saat kau akan tahu, jadi sebaiknya jangan kepo dulu," jawab Ali
"Sekarang Om?"
"Besok saja, segera hubungi aku jika kamu sudah mendapatkan USB nya,"
"Siap Om,"
Keesokan harinya orang tua Justin memutuskan untuk menjenguk putranya.
Seperti pesan Ali keduanya meminta Ali untuk mengatakan kejadian sebenarnya kepada mereka.
Pertemuan Ali dan orang tuanya diketahui oleh Max dari seorang polisi.
Ia memerintahkan anak buahnya untuk mengobrak-abrik kediaman Justin. Mereka juga memberikan shock terapi kepada kedua orang tua Justin dan mengancamnya agar tidak membuka mulut jika tidak ingin anaknya celaka.
Tidak lupa Max mengirimkan foto-foto kondisi rumah dan kedua orang tua Justin kepada pemuda itu.
"Jangan pernah merubah apapun yang sudah kau katakan kepada pihak kepolisian jika tidak mau kedua orang tua mu celaka. Karena aku tidak bisa menjamin apa yang akan terjadi kepada mereka saat kau mengabaikan ucapan ku!" ucap Max dari ujung telpon
Justin seketika lemas saat mendengar ancaman pria itu.
*SMA TUNAS BANGSA
Saat jam istirahat Ranti diam-diam menuju ke pos satpam dan memeriksa laci meja di pos tersebut.
Ia menarik laci itu dan untuk mencari USB miliknya. Gadis itu begitu senang saat melihat USB miliknya masih ada di sana . Ia segera mengambilnya dan menghubungi Ali.
Tidak lama Ali menuju ke sekolah untuk mengambil flashdisk itu dari Ranti.
Ranti bergegas menemui Ali saat pria itu menghubunginya.
Tanpa basa-basi Ali meminta USB yang dijanjikan oleh Ranti, namun Ranti mengatakan jika flashdisk tersebut tidak ada di laci.
"Sepertinya ada seseorang yang mengambilnya Om, karena aku tidak menemukannya di laci," ujar Ranti
Mengetahui USB itu hilang Ali pun segera bergegas pergi.
Ranti merasa lega saat Ali percaya padanya.
"Fiuh, hampir saja aku kena serangan jantung. Untung Om Ali tidak curiga padaku," Ranti mengeluarkan flashdisk dari saku bajunya dan memindahkannya kedalam tas.
Diwaktu yang bersamaan Darren yang sudah terbebas dari hukuman tampak berulah lagi. Ia memukuli seorang siswa di kantin hanya karena masalah sepele.
Ilham yang melihat kejadian itu langsung menegurnya dan menyuruh Darren untuk meminta maaf kepada siswa yang di rundungnya.
Namun Darren menolak dan mengabaikan wali kelasnya tersebut.
Meskipun kesal Ilham tak bisa membalas perbuatan Darren, apalagi ada beberapa orang polisi yang mengawasi sekolah itu.
Tak puas membuat onar di kantin, Darren kembali berulah saat pelajaran Ilham. Ia sengaja menyuruh guru muda itu untuk kembali ke ruang guru dan tidak mengawas di kelasnya.
Meskipun ia sangat kesal dengannya lagi-lagi Ilham hanya bisa menahan emosinya saat menghadapi Darren.
"Jangan lupa beritahu pak kepala sekolah untuk membawakan pesanan ku," ucap Darren membuat Ilham benar-benar geram dengannya.
Ilham sengaja tak menyampaikan pesannya kepada Ridwan. Ia tahu jika Darren sengaja menyuruh kepala sekolah untuk memberikan kunci jawaban kepadanya.
Darren yang kesal karena Ridwan tak kunjung datang ke kelasnya, menyuruh ketua kelas untuk memanggil Ilham agar menemuinya.
Ilham menolak dan meminta Darren untuk menemuinya .
Darren kemudian menemui pria itu di ruangannya.
Ilham segera mengunci ruangannya saat Darren masuk ke ruangannya.
Darren mulai curiga dan mulai waspada. Ia diam-diam menyalakan ponselnya dan menaruhnya di tempat yang agak tinggi untuk merekam kejadian di ruangan itu tanpa sepengetahuan Ilham.
"Kenapa kau tidak memberitahukan kepala sekolah jika aku memanggilnya, apa kau berusaha melawan ku?" tanya Darren berusaha bersikap normal
"Apa kau tidak takut jika ayahku akan memecat mu dari sini. kau tahu kan jika itu terjadi maka kau tidak akan bisa diterima kerja dimanapun, sekarang cepat panggil pak Ridwan atau aku akan menelpon ayahku!" ancam Darren
*Buugghh!!
Seketika sebuah tendangan keras melesat tepat di ulu hati Darren hingga membuat pemuda itu mengerang kesakitan.
"Coba saja kalau berani!" sahut Ilham kini menendang punggung pemuda itu hingga terkulai lemas di lantai.
"Dasar anak manja, kau pikir aku takut dengan ancamanmu, awas saja jika kau berani melaporkan kejadian ini kepada ayahmu, maka aku tidak segan-segan untuk membunuhmu!"
Pukul empat sore Darren mengerjapkan matanya, ia mencoba bangun meskipun ia merasakan punggungnya seperti remuk.
Ia kemudian memesan taksi online menuju ke rumah sakit
Darren menemui Ali dan memberikan bukti sebuah video penganiayaan oleh seorang guru di sekolah.
"Dia mengancam akan membunuh ku jika aku melaporkan kejadian ini, jadi aku mohon selamatkan aku, aku tidak mau mati seperti Andrew," tutur Darren terisak
Ali begitu terkejut saat melihat si pelaku Perundungan.
Ali kekuatan menyambungkan USB milik Ranti ke ponselnya. Di video itu ia melihat Ilham sedang menghukum beberapa siswa dengan kekerasan.
"Kau sudah lihat kan bagaimana kejamnya dia, jadi tolong aku Om?"
"Bukankah kau memiliki banyak bodyguard, jadi kenapa harus meminta bantuan ku?" tanya Ali
"Firasat ku mengatakan dia bukan orang biasa Om, aku yakin dia lebih hebat dari bodyguard ayahku. Dan hanya Om yang bisa mengalahkannya," jawab Darren
"Kau terlalu banyak berhalusinasi, sebaiknya kau pulang,"
"Apa aku boleh minta nomor ponselmu?"
Ali segera memberikan nomornya kepada Darren.
"Kau harus mengangkat panggilan ku karena itu berarti pertanda bahaya,"
"Ok," jawab Ali mengangguk
Sepertinya firasat Darren benar, malam itu si pelaku mendatangi kediaman Darren.
Mendengar keributan Darren segera mengecek cctv, ia membulatkan matanya saat melihat Ilham menghabisi para bodyguardnya.
Buru-buru ia menghubungi Ali dan meminta pria itu untuk datang menolongnya.
*Braakkk!!
Darren tampak pucat pasi melihat Ilham memasuki kamarnya dengan pisau di tangannya.
"Tolong jangan bunuh aku!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
ᴊɪʀᴏ ⍣⃝☠️
ranti ini bego pa bego sih
2023-06-09
0
𝐙⃝🦜ֆɦǟզʊɛɛռǟ🍒⃞⃟🦅👻ᴸᴷ
wah ternyata ilham pelakunya
2023-05-19
0
ρuʝi ¢ᖱ'D⃤ ̐ OFF 🤍
benerkan si Ilham🤧🤧 udah curiga dari awal, mosok guru diem aja lihat bullying di sekolah🙄🙄
2023-05-14
1