Max yang kecewa karena Darren diskorsing berniat memberi pelajaran kepada Ali. Kali ini ia tak lagi menggunakan kekerasan.
Ia diam-diam menemui Wakil kepala sekolah di sebuah restoran.
Max berniat mengganti kepala sekolah karena dianggap gagal melindungi putranya.
Ia meminta sang wakil kepala sekolah untuk melakukan misi sesuai perintahnya.
"Jadi apa yang harus aku lakukan?" tanya Ridwan
"Kau cukup memberi pelajaran kepada Ali agar ia dikeluarkan dari sekolah. Aku tidak mau tahu bagaimana caranya yang jelas aku tidak suka ia ada disekolah itu. Pastikan tidak ada hubungannya dengan kasus Darren. Karena aku tak mau ia mencurigai aku sebagai pelakunya,"
"Baik Tuan, aku pasti akan menyingkirkannya Ali secepatnya. Anda juga tak perlu khawatir karena aku pastikan nama anda tak akan tersentuh di sini," jawab Ridwan
"Baiklah aku percaya padamu, aku janji akan menjadikan mu sebagai kepala sekolah begitu berhasil menyelesaikan misi ini," ucap Max
Lelaki itu kemudian mempersilakan Ridwan menikmati makan siangnya.
***********
Pagi hari di SMA Tunas Bangsa....
Seperti biasa Ali berdiri di depan gerbang memeriksa isi tas siswa.
Bel masuk berdering membuat para siswa berlarian masuk kedalam kelasnya masing-masing.
Seorang siswi berlari saat melihat Ali mulai menutup pintu gerbang sekolah.
"Tunggu dulu Pak, jangan tutup!!" serunya
Ia berhenti di depan gerbang dengan nafas terengah-engah.
"Terimakasih Pak,"
Gadis itu kemudian berlari meninggalkan Ali.
Ali menemukan sebuah benda tergeletak di rerumputan.
Ia mengambil sebuah USB yang tergeletak di rerumputan.
Jam pertama di mulai, Ali mulai berkeliling kelas untuk memastikan semua siswa sudah masuk dan tidak ada perundungan pagi itu.
Meskipun Darren sudah dihukum, namun ia yakin para Perundung lain akan tetap beraksi selama belum mendapatkan hukuman dari pihak sekolah.
Ali melihat seorang siswi keluar dari kelas, dan mengikutinya.
Siswa itu tampak murung saat harus meninggalkan kelasnya.
Melihat wajah risau gadis itu Ali menghampirinya.
"Kamu mau kemana?" tanya Ali
"Aku di suruh pulang," jawab gadis itu gusar
"Memangnya kenapa, apa kamu sakit?" tanya Ali
Gadis itu menggelengkan kepalanya. Ia tampak malu saat mengatakan dirinya diusir keluar kelas karena belum membayar uang SPP dan juga uang ujian.
"Memangnya kalau kau pulang kamu bisa membayar uang ujian?"
"Setidaknya aku bisa membawa ibuku ke sini dan beliau bisa menjelaskan kenapa ia belum membayar uang sekolahku, atau ibu bisa membuat perjanjian pembayaran agar aku bisa mengikuti ujian," jawab gadis itu
Ali kemudian membiarkan gadis itu pergi setelah mendengar ceritanya.
Satu jam kemudian gadis itu kembali bersama seorang wanita paruh baya.
Gadis itu menundukkan kepalanya saat melintas di depan pos satpam.
Ia segera menuju ke ruang kepala sekolah. Ranti harus menunggu di luar saat ibunya berbicara dengan wakil kepala sekolah.
Setelah cukup lama menunggu, Ibu Ranti akhirnya keluar juga. Melihat ekspresi wajah ibunya Ranti tahu benar jika negosiasi mereka gagal.
"Maaf ya nak, untuk hari ini kamu belajar di rumah dulu," ucap wanita itu kemudian pergi meninggalkan Ranti
Melihat hal itu Ranti segera masuk ke ruang wakil kepala sekolah dan mengobrak-abrik ruangan itu.
Melihat kemarahan Ranti membuat pria itu memanfaatkan gadis itu.
"Kalau kau ingin mengikuti ujian, maka aku bisa membantu mu?"
"Katakan apa yang harus aku lakukan agar kau membantuku?" jawab Ranti
Lelaki itu membisikkan sesuatu kepada Ranti.
Seketika wajah gadis itu berubah pucat.
"Bagaimana, apa kau bisa melakukannya atau tidak?" tanya pria itu
"Tapi pak aku takut kalau berurusan dengan Pak Ali. Kau tahu kan kalau dia itu sangat tegas, bahkan dia bisa membuat Darren di hukum." jawab Ranti
"Kalau kau takut ya sudah jangan berharap untuk bisa ikut ujian, Ingat semua ada imbalannya. Jumlah uang tunggakan sekolah mu sangat banyak jadi untuk bisa mendapatkan uang sejumlah itu kau juga harus berkerja keras dong. Ayo pikirkan lagi?" tanya Ridwan
Ranti kembali mempertimbangkan tugas dari Ridwan. Karena ia sangat ingin ikut ujian Ranti akhirnya menyetujui permintaan Ridwan.
"Kalau begitu lakukan sekarang. Aku akan memberikan kartu ujian jika kua sudah menyelesaikan misi ini,"
Ranti segera pergi meninggalkan tempat itu. Ia bergegas menuju pos satpam. Ia tak menemukan Ali di pos.
Ranti terpaksa berkeliling gedung mencari keberadaan Ali.
Ali bergegas menuju ke lantai dua saat mendengar suara teriakan dari sana.
Ranti pura-pura jatuh dari tangga untuk menghentikan Ali.
Pria itu mengulurkan tangannya dan membantu Ranti bangun.
Kali ini Ranti pura-pura keseleo dan meminta Ali mengantarnya ke ruang UKS.
Karena Ranti tak bisa jalan, Ali terpaksa memapah gadis itu menuju ruang UKS.
Ia kemudian membaringkan Ranti di sebuah brankar, namun di saat yang bersamaan gadis itu sengaja menarik Ali hingga pria itu jatuh menimpanya.
Ranti meminta Ali untuk mengobati kakinya yang keseleo namun ia menolaknya.
"Biar guru olahraga saja yang melakukannya, aku tada dia lebih capable melakukannya daripada orang awam seperti diriku," jawab Ali
Ia kemudian memanggil guru olah raga untuk mengobati Ranti.
Ranti menangis tersedu-sedu saat melihat kedatangan guru olahraga, gadis itu mengadu jika Ali sudah melecehkannya.
Ranti menceritakan jika Ali memang menolong, namun pria itu sengaja memanfaatkan kesempatan itu untuk melecehkannya.
"Apa buktinya kalau aku melecehkan kamu?" tanya Ali
Mendengar pertanyaan Ali membuat Ranti menangis tersedu-sedu.
"Aku memang tidak punya bukti karena waktunya sangat singkat. Lagipula mana bisa aku merekam kejadian saat kau berusaha memelukku," jawab Ranti terisak
Ali hanya tersenyum kecut menanggapi ucapan Ranti, sementara itu guru olah raga segera melaporkan kejadian itu kepada kepala sekolah.
Melihat Ali sudah pergi bersama dengan guru olahraga, Ranti kemudian menemui Ridwan untuk meminta kartu ujian.
Ridwan mengambil selembar kartu ujian dan memberikannya kepada Ranti.
Sementara itu kepala sekolah langsung memutuskan memecat Ali setelah mendengar ucapan guru Olahraga.
Namun Ali tetap tak mau di salahkan ia tetap meminta bukti jika dirinya melakukan pelecehan terhadap siswa.
"Kalau benar aku melecehkan seorang siswa, harusnya siswa itu yang berdiri di sini menceritakan kepada anda apa yang aku lakukan padanya bukan malah guru olahraga yang bercerita!"
"Aku tak mau tahu tetap saja kau yang bersalah dalam kasus ini dan mulai sekarang kau di pecat dari pekerjaanmu!"
"Terserah apa katamu, yang jelas aku tidak bisa menerima keputusan ini tanpa adanya bukti,"
Ali keluar dari ruang kepala sekolah meskipun Median masih berbicara dengannya.
Ia segera menuju ke lantai dua untuk memeriksa memastikan tidak terjadi sesuatu di sana. Berbarengan dengan bell istirahat Seorang siswa jatuh dari lantai dua.
*Buugghh!!
Tak lama terdengar suara teriakan siswa yang melihat kejadian itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
ᴊɪʀᴏ ⍣⃝☠️
seorang wakil kok begini..
2023-06-09
0
𝐙⃝🦜ֆɦǟզʊɛɛռǟ🍒⃞⃟🦅👻ᴸᴷ
kan ali kena pitnah 😪
2023-05-18
0
ρuʝi ¢ᖱ'D⃤ ̐ OFF 🤍
sekolahnya kek ikan terbang kebanyakan drama🙄🙄🙄
2023-05-14
1