Max masih mengomel dan tak menerima jika Thomas memberinya seorang bodyguard wanita untuknya.
"Tetap saja meskipun dia sudah mengalahkan mu aku tetap tidak yakin dengan seorang wanita," tutur Max kemudian merebahkan tubuhnya di sofa
Ansel kemudian mengingatkan Max untuk membereskan barang-barangnya yang berkaitan dengan uang pensiun karyawan Ares Group.
"Kau benar, aku hampir lupa. Kita harus segera memindahkannya sebelum wanita itu masuk ke kantor ini, aku tidak mau mereka berhasil menemukan dokumen itu.
Sementara itu, Ali terkejut saat melihat dokumen tentang uang pensiun teman-temannya.
"Jadi benar bajing*n itu tidak pernah membayar uang pensiun teman-teman ku," Ali mengumpulkan dokumen tersebut.
Ia segera bersembunyi saat mendengar seseorang membuka pintu ruangan itu.
Ansel masuk membawa sebuah wadah besar untuk memindahkan semua dokumen yang ada di sana.
Ali berhasil menyelinap masuk di bawah tumpukan dokumen saat Ansel dan anak buahnya sedang sibuk membereskan dokumen lain.
Ia berhasil keluar dari kantor, namun barang-barang yang ia ketemu tadi masih kurang membuktikan kejahatan Max yang menggelapkan uang pensiun teman-temannya.
Ia membaca sebuah jadwal pengiriman barang yang ada di salah satu dokumen.
Ali mencari tahu info-info yang tertinggal di dokumen, seperti letak gudang, atau jam pengiriman barang, bahkan kode yang terlihat dalam setiap perusahaan tampak tak asing. Itu adalah kode sandi yang hanya di ketahui oleh mantan tentara sepertinya.
Ia mencari dokumen lain untuk memperjelas alur pengiriman uang pensiun itu dari kode-kode tersebut.
Ali hampir ketahuan saat seorang anak buah Max mendengar sesuatu dari dalam mobil. Ia membuka pintu box untuk memastikan tidak ada orang dalam mobil box tersebut.
Ali kembali masuk sebuah Box saat pria itu memeriksa ke dalam, namun sialnya Ali jadi ikut terbawa bersama barang yang mau dikirim tersebut.
Setibanya di lokasi pengiriman Ali segera menyingkirkan satu orang anak buah Max dan memakai pakaiannya. Berpura-pura menjadi anak buah Max Ali ikut memindahkan barang-barang juga mulai mengacak-acak barang di dalam, dan tidak sengaja menemukan sebungkus bubuk yang terlihat mencurigakan.
Ia mencicipi bubuk tersebut dan mengernyit kesal saat tahu bubuk itu adalah heroin.
Setelah itu, Ali langsung pergi usai menemukan barang bukti, dan ternyata tindakannya itu dilihat oleh salah satu anak buah Max. Ia mengikuti Ali dan mencoba menghentikannya.
Pertarungan sengit terjadi di gudang penyimpanan, namun karena tak ada lagi yang melihat Ali akhirnya bisa melenggang pergi setelah nenghabisi pria itu.
Saat Ali meninggalkan gudang itu, Baron menghubunginya. Ia mengatakan jika Ilham terlihat di sekolah.
Ali membelokkan mobilnya menuju ke SMA Tunas Bangsa.
*SMA TUNAS BANGSA
Seorang wali murid tak terima saat mengetahui putranya menjadi seorang pecandu ganja. Ia menemui kepala sekolah dan memberitahukan hal itu kepadanya.
Ridwan kaget bukan main saat tahu di sekolahnya ada jual beli ganja. Dari pengakuan orang tua siswa tersebut Ridwan segera memanggil siswa yang di tuduhkan sebagai seorang pengedar.
Ia mulai menginterogasi siswa tersebut hingga terpaksa memakai kekerasan saat siswa tersebut tetap bungkam.
"Kalau kamu tidak mau memberitahu siapa bos mu, maka saya akan mengeluarkan kamu dari sekolah?" ancam Ridwan
Siswa itu mulai mengaku siapa bosnya. Semua orang dibuat terperanjat dengan pengakuannya.
Mereka tak percaya saat siswa itu mengatakan jika Ilham adalah bosnya.
"Kalau kalian gak percaya tanya saia Justin, dia juga pengedar di sekolah. Dan asal kalian tahu, Ferdinand yang menjadi korban juga seorang pengedar. Alasan dia mati adalah karena Ilham tak suka dengannya yang mulai gagal memasarkan ganja. Sebenarnya bukan Justin yang membuat dia mati tapi Ilham!"
Lagi-lagi semua orang terperanjat mendengarnya.
"Apa buktinya?" tanya Ridwan
Siswa itu mengambil ponselnya kepadanya. Seketika Ridwan baru percaya setelah melihat video itu.
Ridwan kemudian menghubungi Ilham dan memintanya datang kes sekolah.
Siswa itu begitu ketakutan saat melihat kedatangan Ilham.
Meskipun semua orang sudah tahu jika dia adalah pelakunya namun Ilham selalu membantah tuduhan mereka.
Ilham membalikkan meja dan mencengkeram Ridwan saat pria itu berusaha menghubungi polisi.
"Aku akan membunuhmu jika kau melakukan hal itu!"
Tidak lama Ali datang, melihat sikap Ilham mencoba mencelakai pak Ridwan iapun mulai beraksi.
Keduanya berkelahi sengit, membuat Ridwan menghubungi polisi.
Ali mencoba kabur setelah berhasil menipu Ali. Ia melarikan diri dari tempat itu.
Ridwan memberikan ponsel siswa yang dipegangnya kepada Ali.
Berikan bukti ini kepada Polisi, aku yakin hanya kau yang bisa memberikannya kepada polisi.
"Aku tak bisa membiarkan sekolahku hancur karena bajing*n itu," tandas Ridwan
Ali memutuskan mengejar Ilham dan ia berhasil membekuknya di halaman sekolah.
Ia kemudian membawanya kepada Max sebelum di bawa ke polisi.
Ia berniat memberitahukan Max jika pria Itulah yang mencoba membunuh Darren.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 45 Episodes
Comments
ᴊɪʀᴏ ⍣⃝☠️
mudah mudahan ali berhasil membuktilan kalau selama ini ilham lah yg brrsalah.dan ali tidak salah.
2023-06-10
1
ᴊɪʀᴏ ⍣⃝☠️
kok ali menipu ali..? ilham mungkin iya
2023-06-10
0
🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat
gemez aku sama Max brasa memelihara singa yang siap menerkam.anaknya sendiri
2023-05-14
0