Bab 12

Ali segera mengejar seseorang yang berusaha kabur dari tempat kejadian.

Ia kehilangan jejak si pelaku karena larinya yang sangat cepat. Saat dia hendak turun untuk melihat si korban Ali melihat Ilham tak jauh dari lokasi kejadian.

Ia menggerutu karena seperti biasa Ilham tak pernah peduli dengan korban bullying.

"Padahal ada guru di sini, tapi dia sama sekali tak pernah peduli dengan anak didiknya?"

Ali menuruni tangga, semua siswa memberi jalan untuknya saat ia menghampiri korban.

Dia memeriksa denyut nadi korban untuk memastikan apa korban masih hidup atau sudah mati.

Ia benar-benar sedih saat tahu siswa itu sudah tewas. Ia segera menutup wajah korban dengan saputangannya.

"Andai saja aku tidak terjebak dalam akting Ranti, mungkin aku masih bisa menyelamatkannya," sesal Ali

Tidak lama kepala sekolah bersama wakilnya datang ke tempat kejadian.

Melihat Ali ada di sana, lelaki itu menjadikan momen tersebut untuk menambah daftar kesalahan Ali selama menjadi sekuriti.

"Kau bilang jika kau menjadi sekuriti di sini tidak akan ada kekerasan di sekolah ini, tapi apa buktinya??. Seorang siswa tewas tepat di hari aku memecat mu. Sebelum kau bekerja di sini tidak pernah terjadi hal seperti ini di sekolah. Kau benar-benar tidak bisa bekerja dengan profesional Ali, kau bahkan tidak bisa melindungi siswaku jadi tidak salah jika aku memecat mu,"

"Beri aku kesempatan untuk menyelidiki siapa pelakunya," ucap Ali

"Tidak perlu, biar polisi yang akan mengurusnya," jawab kepala sekolah

Tidak lama polisi datang dan membawa korban ke rumah sakit untuk di visum.

Kejadian itu membuat Ketua Komite Sekolah menemui kepala Sekolah.

Menganggap jika Median tidak becus selama menjadi kepala sekolah. Kasus kecelakaan yang menimpa Beni dan kematian seorang siswa kelas XII membuat mereka berasumsi jika Median tidak layak menjadi kepala sekolah.

Max yang sengaja menggunakan kesempatan ini untuk memberhentikan Median. Ia menghasut para anggota komite untuk memberhentikan Median dari jabatannya.

Max yang menjabat sebagai ketua komite kemudian menemui ketua Yayasan dan melaporkan tentang reaksi para wali murid dan juga Komite sekolah pasca tewasnya siswa di sekolah.

"Untuk menjaga nama baik sekolah, Sebaiknya anda harus mengganti kepala sekolah dengan orang yang lebih capable. Tentu saja hal ini harus dilakukan untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Ingat penerimaan siswa baru sebentar lagi jika kita tidak sungguh-sungguh mengurus kasus ini maka jangan harap anda akan mendapatkan siswa di tahun ajaran berikutnya,"

Ketua yayasan akhirnya menyetujui usulan Max.

Sementara itu Median yang tidak terima dengan keputusan itu menemui Max dan meminta bantuannya agar ia bisa menjadi kepala sekolah lagi.

"Bukankah aku sudah bilang padamu, jangan pernah menggunakan kekuasan mu untuk menusukku dari belakang. Ingat jika bukan karena kau Darren tidak akan pernah di skorsing!"

"Tapi...semua itu aku lakukan demi kebaikan kita bersama,"

"Kebaikan kita bersama katamu??. Aku tahu benar jika keputusan ini di ambil semata-mata untuk menyelamatkan nama baikmu sebagai kepala sekolah," jawab Max

Lelaki itu kemudian menyuruh anak buahnya untuk mengusir Median, saat pria itu terus bersimpuh di kakinya.

************

Ali berusaha tersenyum di depan Beni meskipun hatinya sangat kecewa.

Ia mengusap lembut wajah putranya dan menyapanya.

Seperti biasa ia selalu mengajaknya berbicara agar kondisi Beni semakin membaik. Kali ini Ali tak mampu menyembunyikan kesedihannya saat menceritakan jika ia dipecat dari pekerjaannya.

"Maafkan ayah nak, ayah tidak bisa menjadi pelindung bagi teman-teman mu lagi!" ucapnya sedih

Regina yang tak sengaja mendengar ucapan Ali tampak tak percaya.

"Jadi sekarang kau menjadi pengangguran lagi?"

Ali mengiyakan ucapan istrinya.

"Dasar pecundang. Sampah seperti mu memang tidak bisa diandalkan. Bahkan di saat genting seperti ini kau masih saja melakukan kebodohan yang membuat mu kehilangan pekerjaan. Sampai kapan kau akan menjadi pecundang, sampai kapan kau akan membuat anakku hidup sengsara!" seru Hari melampiaskan kekesalannya kepada Ali

"Kalau kau memang tak bisa membahagiakan putriku maka sebaiknya ceraikan saja dia. Lebih baik dia menjadi Janda tapi bahagia daripada dia punya suami tapi menderita,"

"Cukup ayah, bisakah kau tidak membicarakan hal ini didepan Beni?"

"Memangnya kenapa, toh dia hanya mayat hidup yang tidak bisa mendengarkan apapun!"

"Asal ayah tahu Beni ini bukan mayat hidup. Dia memang belum bisa mengenali wajah kita, tapi dia bisa mendengar pembicaraan kita, jadi tolong jangan. berbicara sesuatu yang negatif di depannya karena itu bisa berakibat buruk baginya. Kau boleh saja menghina ku, tapi tolong jangan ganggu putraku," jawab Ali

Ali memilih pergi meninggalkan ruangan itu.

Ia memilih pergi ke sebuah taman kota. Di sana ia melihat Aldi dan teman-temannya sedang berkumpul.

Aldi menghampiri Ali yang tampak galau.

"Apa Om masih kecewa karena pemecatan itu?" tanya Aldi

"Bukan itu, aku hanya kecewa karena tak bisa mengungkap siapa pelaku pembunuhan di sekolah kita,"

"Kalau begitu kenapa kita tidak mencarinya bersama-sama. Aku yakin kau masih bisa menemukan si pelaku meskipun tidak bekerja di sekolah kami lagi,"

"Kamu benar, tapi aku butuh bantuan kalian,"

Aldi kemudian mengatakan jika ada seorang saksi yang melihat kejadian itu. Ia bahkan mengajak Ali menemui saksi itu.

Awalnya saksi ketakutan saat bertemu dengan Ali, namun setelah Aldi dan teman-temannya meyakinkannya maka ia pun menceritakan kejadian itu kepada Ali.

Ia bahkan menyerahkan sebuah topi yang di temukan di tempat kejadian. Ali menanyakan kepada Aldi apa dia tahu pemilik topi itu.

Aldi dan teman-temannya tak tahu siapa pemilik topi tersebut.

Ali kemudian meminta Aldi untuk mencari tahu siapa pemilik topi itu secara diam-diam.

Pagi itu Ali sengaja menyelinap masuk ke pos satpam untuk melihat rekaman cctv di hari kejadian.

Ali terkejut saat melihat beberapa adegan dalam cctv sudah di potong.

"Aku yakin ada konspirasi dalam kasus ini,"

Ali segera keluar dari pos satpam saat melihat Ilham berjalan menuju pintu gerbang sekolah.

Gagal mendapatkan wajah pelaku dari cctv, namun Aldi berhasil mengetahui identitas si pemilik topi.

Aldi kemudian menghubungi Ali dan memberitahu siapa pemilik topi itu.

"Justin??" Ali mengernyitkan keningnya saat tahu pemilik topi itu adalah Justin

Aldi kemudian menjelaskan jika selama ini Justin adalah kaki tangan Darren yang selalu membantunya saat merundung teman-temannya.

Ali menemui Justin, tidak sulit baginya untuk menemukan rumah anak itu.

Justin begitu ketakutan saat melihat Ali berdiri di depan rumahnya.

"Bukan aku yang membunuhnya!" seru Justin seakan tahu maksud kedatangan Ali ke rumahnya

"Jika bukan kau lalu siapa, katakan padaku siapa pelakunya jika kau tidak mau masuk penjara,"

"Seperti biasa tugas ku hanya menakutinya saja. Tetapi eksekutornya tetap bos ku," jawab Justin

Mendengar sebutan Bos, Ali langsung berpikir jika Darren adalah pelakunya. Meskipun ia sedang diskorsing Ali yakin sangat mungkin bagi Darren untuk melakukan hal itu.

Setelah mendapatkan informasi dan pengakuan Justin, Ali bergegas menemui Darren.

Meskipun harus melewati beberapa orang bodyguard yang menjaga rumah Darren, Ali berhasil masuk ke rumah itu tanpa terluka.

Darren membeku saat melihat kedatangan Ali. Melihat puluhan penjaga rumahnya tergelatak tak berdaya, semakin membuat remaja itu ketakutan saat Ali mendekatinya.

"Apa benar kau yang sudah mendorong siswa kelas XII dari lantai dua?" tanya Ali

"Tidak, aku tidak pernah keluar rumah semenjak di skorsing," jawab Darren

"Jangan bohong, ini buktinya,"

Ali menunjukkan video pengakuan Justin kepadanya.

"Sumpah bukan aku Om pelakunya," jawab Darren sampai kencing di celana.

Ali melihat kejujuran di mata Darren, dan ia percaya bukan Darren pelakunya.

Si Pelaku mengaku hanya   menjadi pengganti atas kejahatan seseorang yang tak bisa ia sebut namanya.

Ali mengira jika itu adalah ulah Darren, dan menemuinya.

Darren ketakutan saat tahu Ali mencari si Perundung.

Meskipun Ali sudah mengancam dan menakuti Darren, pemuda itu mengatakan jika bukan dia pelakunya.

Terpopuler

Comments

RI VaLs

RI VaLs

ceritanya bagus namun kurang greget.

2023-12-13

1

ᴊɪʀᴏ ⍣⃝☠️​

ᴊɪʀᴏ ⍣⃝☠️​

akibat ke egoisan seorang ayah yg memanjakan anak nya,beberapa orang yg tak salah mnjadi kambing hitam..mulut memang sangat sadis

2023-06-09

1

istrinya_kimseokjin

istrinya_kimseokjin

siapa ya???
apa beni, aldi atauuuu ah puding mikirinnya

2023-05-30

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!