Bab 7

Ali memiliki firasat buruk setelah bertemu dengan Max. Ia sengaja pulang ke rumahnya untuk menghilangkan penat sejenak setelah menjaga Beni seharian.

Ia merebahkan tubuhnya diatas ranjangnya dan mulai memejamkan matanya.

Sementara itu beberapa orang asing turun dari mobil SUV berwarna merah tepat di depan gang kontrakan Ali.

Mereka tampak mendengarkan sebuah perintah dari seseorang sebelum bergegas menuju kediaman Ali.

Mereka berlarian menuju ke rumah kecil tempat Ali dan anak-anaknya tinggal.

Mereka mengendap-endap dan memperhatikan sekitar sebelum masuk kedalam rumah tersebut.

Salah seorang dari mereka terlihat merunduk dan melangkahkan kakinya perlahan ketika mendengar suara dengkuran Ali.

"Target sudah tidur dan ini akan memudahkan kita untuk meringkusnya,"

"Jangan gegabah, meskipun ia sedang tidur aku yakin seorang pembunuh bayaran selalu waspada meskipun ia tidur sekalipun. Ingat dia adalah black kaiser si pembunuh berdarah dingin,"

"Benar dia adalah seorang pembunuh bayaran level A jadi kita tidak boleh meremehkannya. Meskipun dia sudah tua namun aku yakin jam terbang dan pengalaman akan tetap membuat ia diatas dari kita,"

Mereka segera merubah posisi penyerangan saat mendengar geliat Ali yang merubah posisi tidurnya,"

"Tetap waspada dan jangan lengah!"

Salah seorang dari mereka bangun dan melangkah hati-hati ke kamar Ali.

Lelaki itu seketika menyadari ada yang sedang mengawasinya hingga membuatnya seketika terjaga.

Ia masih memejamkan matanya namun lengannya sudah siap untuk meninju siapapun yang datang mendekatinya..

Seorang pria mengayunkan pisau kearahnya dan ia segera menahannya.

Ali mengangkat kakinya saat seorang lainnya menebaskan pedangnya ke kakinya. Ia menggerakkan kakinya dan mulai memelintir leher lawannya. Seorang lainnya segera menjerat lehernya dan menariknya dengan erat membuat seluruh otot wajah dan lehernya mulai menegang.

Ali terlihat berusaha bertahan meskipun ia merasakan lehernya seakan putus dan mulai sesak nafas.

Ia mengangkat pria yang di pitingnya dan melemparnya hingga mengenai orang yang menjerat lehernya.

*Brakkk!!

Ia segera turun dan memutar tubuhnya kemudian menyikut seorang yang berusaha menikamnya.

Ke tiga orang itu terkapar di lantai bersamaan.

Ali mengeluarkan pisau kecil dari saku celananya dan mulai mencabik-cabik dada mereka hingga berteriak kesakitan.

*Bugghh!!

Ali seketika terjungkal saat sebuah baton melukai kepalanya.

Ketiga pria itu terbangun dan mengikat Ali. Mereka kemudian menyeretnya dan meletakkan Ali ke Bagasi mobil.

Mobil melesat meninggalkan tempat itu. Sementara itu Ali berusaha melepaskan ikatan tangannya.

Dengan susah payah akhirnya ia berhasil melepaskan ikatannya dan juga lakban yang menutupi mulutnya.

Ia melepaskan tinjunya untuk membuka Bagasi.

Mendengar suara berisik dari Bagasi mobil membuat seorang sopir menghentikan mobilnya.

Mereka mengambil pistol dan segera turun dari mobil untuk memeriksa bagasi.

*Dug!!

Seorang pria terhuyung-huyung setelah terkena tinju keras Ali. Ia melompat keluar dari bagasi dan segera berguling ke tanah saat sebuah peluru melesat kearahnya.

Ia melemparkan tanah ke mata w lawannya hingga mereka lengah dan segera melepaskan tendangannya hingga mereka terkapar.

Ali mengambil salah satu pistol lawan yang terjatuh dan menebakinya hingga semuanya tewas.

Ia kemudian mengikat mayat mereka dan mengambil gambarnya. Tak lupa ia mengirimnya kepada Max hingga membuat pria itu murka.

"Alex!!!"

Setelah gagal mengeksekusi Ali Max mulai berniat mengganggu Keluarga Ali. Ia berencana memiskinkan keluarga Hari Aji secara finansial. Tentu saja tujuannya agar ia bisa dengan mudah menekan Ali.

Max mulai menyerang Ayah mertuanya dengan menawarinya Investasi fiktif. Hari yang gila harta seketika terpancing untuk berinvestasi dengan iming-iming keuntungan besar tanpa menimbang akibatnya.

Setelah berhasil mengeruk harta ayah mertuanya, Max mulai mengincar Dirga menantu terkaya dengan mengungkapkan kasus korupsinya di perusahaan sehingga pria itu di pecat dengan tidak hormat dari jabatannya.

Ia juga menyerang Regina dengan memecat wanita itu dengan alasan tidak kompeten dalam bekerja setelah memiliki anak.

Regina yang sedih saat kehilangan pekerjaannya membuat Ali marah. Ia mendatangi perusahaan tempat istrinya bekerja dan memaki atasannya karena sudah memecat Regina dengan alasan yang tidak masuk akal.

Meskipun Ali merasa Istrinya sudah bekerja keras selama ini untuk perusahaan namun perusahaan sama sekali tak mendengar protesnya.

Melihat kemarahan Ali membuat

Max memberikan penawaran kepadanya.

" Jika ingin perekonomian keluarga mu kembali lagi maka datang dan temui aku?" ucap Max di ujung telepon

Terpopuler

Comments

𝐙⃝🦜ֆɦǟզʊɛɛռǟ🍒⃞⃟🦅👻ᴸᴷ

𝐙⃝🦜ֆɦǟզʊɛɛռǟ🍒⃞⃟🦅👻ᴸᴷ

simax minta di mutilasi kepalanya

2023-05-15

0

💜_Vicka Villya_💜

💜_Vicka Villya_💜

licik banget 😤😤

2023-05-14

0

ρuʝi ¢ᖱ'D⃤ ̐ OFF 🤍

ρuʝi ¢ᖱ'D⃤ ̐ OFF 🤍

licik banget, menggunakan keluarga untuk menindas Ali 🤧🤧

2023-05-14

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!