Bab 13

Ali segera meninggalkan kediaman Max saat melihat mobil Max berhenti di pagar rumah.

Ansel segera turun dari mobil saat pintu gerbang tak kunjung terbuka.

Ia menghubungi kepala keamanan rumah, namun ponselnya tidak aktif. Ansel terpaksa membuka pintu gerbang sendiri.

Ia begitu terkejut saat melihat beberapa orang anak buahnya tergeletak di tanah.

Max segera turun dari mobil saat merasa ada kejanggalan terjadi di rumahannya.

"Siapa yang berani mengacak-acak istanaku!" seru Max dengan suara lantang

Saat mengingat putranya ada di dalam rumah, Max segera berlari masuk kedalam rumah.

Ia segera menghampiri Darren yang terduduk di lantai dengan wajah pucat bak seperti mayat.

"Siapa yang membuat mu seperti ini?" tanya Max

Darren tampak ketakutan dan memeluknya erat. Max menepuk-nepuk punggung putranya dan menenangkannya.

"Jangan takut, sekarang ayah sudah ada di sini jadi tidak akan ada yang berani menyakitimu. Jadi katakan pada ayah siapa yang sudah membuat pangeran ayah ketakutan seperti ini?"

"Om Ali, dia datang ke sini karena mengira aku yang sudah membunuh siswa yang tewas di sekolah," jawab Darren

Max mengepalkan tangannya saat mendengar nama Ali. Ia segera menuju ruang pengendali cctv. Ia melihat bagaimana Ali bisa masuk ke rumahnya dan membobol barisan bodyguard yang bertugas menjaga rumahannya.

"Dia benar-benar seorang Psiko, aku harus mengungkap pelaku sebenarnya sebelum bajing*n itu membunuh putraku!"

Max menghubungi Ridwan. Ia meminta Ridwan untuk menginterpretasi para siswa untuk mencari siapa Pelaku Perundungan yang berujung kematian.

Pagi harinya Ridwan dibantu oleh wali kelas dan guru BK mulai menginterogasi satu persatu siswa yang ada di tempat kejadian.

Salah seorang siswa menyebutkan jika Justin adalah orang terakhir yang bersama korban sebelum kejadian itu.

Ridwan menghubungi Max dan memberitahukan tentang Justin.

Max segera menghubungi polisi dan memberikan informasi tentang pelaku Perundungan.

Polisi yang tiba-tiba memiliki bukti lengkap si pelaku perundungan segera menangkap Justin.

Ali begitu terkejut saat mengetahui penangkapan Justin. Meskipun ia sudah berkali-kali meyakinkan polisi jika bukan dia pelakunya namun karena ia tak punya cukup bukti Ali tak bisa mengeluarkan Justin.

"Tetaplah diam dan jangan berkata apapun jika kau ingin keluar dari tempat ini," ucap Ali

Justin mengangguk paham.

Setelah meyakinkan Justin Ali pergi meninggalkannya.

Sementara itu mengetahui sahabatnya masuk penjara Darren meminta ayahnya untuk membantu Justin dan membebaskannya.

Darren berkali-kali meyakinkan Max jika Justin bukanlah pelakunya.

"Aku kenal betul siapa Justin, meskipun ia adalah seorang yang temperamental tapi ia tak pernah berani membunuh orang," tandas Darren

"Kalau bukan dia pelakunya maka polisi akan mencurigai mu, apa kau mau di penjara menggantinya?" jawab Max sinis

"Tapi ayah...Justin tidak bersalah, tolong bantu dia ayah. Aku yakin dengan kekuasaan ayah kau pasti bisa membantunya," desak Darren

Namun Max tak menggubris ucapan Darren dan cenderung mengabaikannya.

"Jika ayah memang tidak bisa membebaskannya, setidaknya berilah Justin bantuan hukum. Tolong suruh Om Aryan untuk menjadi pengacaranya,"

Max berlalu pergi meninggalkan Darren saat ponselnya berdering.

Ia kemudian meminta Ansel untuk mempersiapkan semua keperluannya untuk melakukan perjalanan dinas ke luar negeri.

Darren tampak murung saat mengetahui ayahnya memilih pergi keluar negeri untuk menangani bisnisnya daripada harus menuruti keinginannya.

Darren tak bisa tidur karena terus membayangkan kehidupan Justin di penjara.

Ia mencoba menghubungi Aryan pengacara keluarganya. Namun Aryan sama sekali tak mengangkat telpon darinya.

Karena tak ada pilihan lain mau tak mau Darren menemui Ali.

Ia sengaja menemui Ali di rumah sakit.

Ia menatap gusar sosok Beni yang terbaring di brangkar. Darren tak bisa menyembunyikan rasa bersalahnya saat bertemu Beni yang masih belum sadar.

Ia mendekati Beni dan memegang tangannya.

"Maafkan aku Ben, semoga kamu cepat sembuh," ucap Darren

Ia kemudian menghampiri Ali yang duduk di kursi tunggu.

"Ada apa kau datang menemui ku?" tanya Ali

"Meskipun aku tahu ini aku tak sepantasnya meminta bantuan mu. Tapi aku tak punya pilihan lain selain menemui mu," jawab Darren

Pemuda itu kemudian menceritakan tentang kegundahannya karena sahabatnya di tahan.

"Aku yakin benar jika Justin bukanlah pelakunya Om, selama ini aku tahu sepak terjangnya, meski dia agar kasar tapi dia tidak akan berani membunuh orang karena ia bercita-cita menjadi seorang dokter. Justin bukan tipe orang yang bisa menghancurkan tujuan hidupnya hanya demi memuaskan egonya," terang Darren

"Apa kau punya bukti yang menunjukkan bukan Justin pelakunya?" jawab Ali

Darren menggeleng pelan.

"Kalau kau tidak punya bukti, maka aku tidak bisa membantunya," sahut Ali

Mendengar jawaban Ali membuat Darren merasa bersalah karena tidak bisa membantu Justin.

Ia masih ingat jika selama ini Justin lah yang selalu siap pasang badan jika Darren memiliki masalah.

Namun sekarang saat sahabatnya butuh bantuannya, jangankan membantunya keluar penjara, bahkan memberi bantuan pengacara pun ia tak bisa.

Melihat kesedihan di wajah Darren membuat Ali trenyuh.

"Sudahlah jangan bersedih, besok aku akan mencoba membawakan pengacara untuk mendampinginya,"

Seketika wajah Darren berbinar-binar mendengar jawaban Ali. Ia tak menyangka jika pria itu akan menolongnya meskipun ia sudah membully putranya.

Keesokan harinya, Ali mendatangi lapas bersama seorang pengacara.

Kali ini Ali meminta bantuan seorang sahabatnya untuk mendampingi Aldi yang tak memiliki lawyer.

Namun Ali harus kecewa saat mengetahui status Justin yang berubah menjadi tersangka karena ia mengakui tuduhan yang dituduhkan kepadanya.

Ali menemui Justin dan bertanya alasan dia mengakui perbuatan yang tak pernah dilakukan olehnya.

Justin mengatakan jika ia terpaksa melakukannya karena keluarganya mendapatkan tekanan dari Max.

Ia tak mau ayah dan Ibunya terluka hingga memilih mengakui semuanya agar Max melepaskan mereka.

Ali tampak mengepalkan tangannya saat mendengar pengakuan Justin.

Terpopuler

Comments

𝐙⃝🦜ֆɦǟզʊɛɛռǟ🍒⃞⃟🦅👻ᴸᴷ

𝐙⃝🦜ֆɦǟզʊɛɛռǟ🍒⃞⃟🦅👻ᴸᴷ

kira " siapa y pelaku utamanya????

2023-05-19

0

ρuʝi ¢ᖱ'D⃤ ̐ OFF 🤍

ρuʝi ¢ᖱ'D⃤ ̐ OFF 🤍

max boleh digeprek ga sih🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️

2023-05-14

1

🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat

🔥⃞⃟ˢᶠᶻ🦂⃟ᴘɪᷤᴘᷤɪᷫᴛR⃟️𝕸y💞hiat

astaga malah ayah Darren yang melakukan ini pada Justin padahal Justin pasang badan untuk Darren jika memilkki masalah

2023-05-13

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!