Bab 20. Wangfei Menangis

Huang Mingxiang, Xiao Muqing, Gu Sinjie, dan Baili Ruyi menghabiskan waktu bersama di perpustakaan. Bahkan mereka menggelar acara makan bersama di perpustakaan, Xiao Muqing tadinya menolak, namun Baili Ruyi terus merengek seperti anak kecil sampai membuatnya kesal. Tetapi hal itu berhasil membuat Xiao Muqing menyetujui acara makan bersama di perpustakaan ini.

Selesai makan siang, Baili Ruyi memutuskan untuk pergi begitu saja. Wanita itu hendak berkeliling ibu kota sekitaran Xiao Wangfu, dia ingin melihat-lihat. Jarang sekali dia mengunjungi ibu kota, rugi rasanya jika hanya berdiam diri di Xiao Wangfu.

"Tuan Gu, apa saya boleh meminta tolong sesuatu pada anda?" tanya Huang Mingxiang, membuat Gu Sinjie dan Xiao Muqing menatap dirinya bersamaan.

"Tentu, Wangfei. Bagaimana mungkin bawahan ini menolak?" jawab Gu Sinjie, kembali pada sikap tenangnya sebelum kedatangan Baili Ruyi.

"Saya butuh informasi terbaru mengenai kesehatan ayah saya. Tetapi saya tidak bisa meninggalkan Xiao Wangfu, bisakah anda bertanya kepada orang-orang Huang Fu atas nama saya?" tanya Huang Mingxiang.

Gu Sinjie mengangguk, kemudian berdiri dan membungkuk ke arah Huang Mingxiang. "Baik, Wangfei. Bawahan ini akan kembali tidak lama lagi."

Huang Mingxiang tersenyum. "Terima kasih banyak, Tuan Gu."

Setelah kepergian Gu Sinjie, Xiao Muqing yang sedari tadi terlalu banyak diam akhirnya bicara. "Mengapa tidak anda sendiri yang memastikan?"

Huang Mingxiang menghela napas tipis. "Aku juga ingin melakukan itu, namun bagaimana mungkin aku meninggalkan suami saya yang sedang sakit di sini?"

Xiao Muqing mengerutkan keningnya. "Apa hubungannya dengan itu?"

"Tentu saja ada. Merawat Wangye adalah kewajiban saya," jawab Huang Mingxiang, matanya menatap wajah tampan pria itu.

Xiao Muqing balas menatap Huang Mingxiang, tatapan mata mereka bertemu. Xiao Muqing menutup bukunya, kemudian berkata,"Kembali ke kamar."

Huang Mingxiang tersenyum samar saat menyadari telinga pria di hadapannya ini memerah, namun dia tidak banyak bicara, Huang Mingxiang bergegas berdiri dan mendorong kursi roda Xiao Muqing.

Di tengah jalan, Huang Mingxiang meminta minyak pijat pada pelayan dan meminta pelayan itu mengantarkannya ke kamar Xiao Muqing. Lalu sesampainya mereka di kamar Xiao Muqing, Huang Mingxiang mengulurkan tangannya ke arah pria itu dan membantu Xiao Muqing berpindah tempat ke kasur.

Xiao Muqing bersandar di atas kasur, tak lama kemudian pelayan datang dan memberikan minyak pijat pada Huang Mingxiang. Huang Mingxiang dengan cepat menanggapinya dan menyentuh minyak pijat tersebut. Tetapi, sesaat kemudian dia tersadar bahwa dia lupa menggulung lengan hanfu-nya.

Huang Mingxiang gagal naik ke atas tempat tidur Xiao Muqing, wanita itu sibuk berusaha menggulung lengan hanfu-nya menggunakan giginya. Xiao Muqing memperhatikan istrinya dengan tatapan aneh.

"Bodoh. Kemari." Xiao Muqing tiba-tiba memanggilnya, membuat Huang Mingxiang menatap pria itu dan tersenyum. Xiao Muqing ingin membantunya, Huang Mingxiang senang.

Dengan cepat, Huang Mingxiang naik ke atas tempat tidur dan mengulurkan kedua tangannya ke arah Xiao Muqing seperti anak kecil. "Mohon bantuannya, Wangye."

Xiao Muqing tidak menjawab, pria itu dengan cepat menggulung kedua lengan hanfu Huang Mingxiang. "Seperti anak kecil," cibir Xiao Muqing.

Huang Mingxiang mengangkat kedua bahunya acuh. "Mungkin saja ini adalah gambaran anak kita nanti."

"Waras kan otakmu," balas Xiao Muqing pedas.

Huang Mingxiang terkekeh, dia perlahan mulai terbiasa dengan ucapan pedas Xiao Muqing.

"Wangye." Huang Mingxiang memanggil Xiao Muqing, ingin bicara lagi.

"Apakah anda--" Belum selesai Huang Mingxiang bicara, Xiao Muqing sudah lebih dulu memotong.

"Apa ini?" tanya Xiao Muqing, keningnya terlipat menatap pergelangan tangan bagian dalam milik Huang Mingxiang. Huang Mingxiang segera menarik pelan tangannya untuk melihat apa yang Xiao Muqing maksud. Dan ah ... itu adalah luka lamanya.

"Ini luka lama Mingxiang tiga bulan yang lalu, belum benar-benar hilang," jelas Huang Mingxiang.

"Apa yang terjadi?" tanya Xiao Muqing, keningnya sudah tidak lagi terlipat. Kini pria itu menatap bekas luka Huang Mingxiang datar.

"Saat itu Mingxiang mencoba kabur dari hukuman Huangtaihou karena telah berbohong padanya bahwa Mingxiang telah menyelesaikan tugas bab tatakrama Selir Kekaisaran. Huangtaihou memberi Mingxiang pembelajaran lebih cepat sebelum akhirnya pengumuman seleksi diumumkan," jawab Huang Mingxiang, kemudian tersenyum menatap bekas lukanya, karena penyebabnya sangat konyol. Dia terjatuh saat mencoba melarikan diri melompat pagar Istana. Setelah dipikir-pikir lagi, itu sangat memalukan.

"Oh." Xiao Muqing menjawab acuh, kemudian memejamkan matanya setelah selesai menggulung kedua lengan hanfu Huang Mingxiang.

Huang Mingxiang melanjutkan lagi ucapannya yang tadi sempat terpotong sambil membalurkan minyak pijat ke atas kaki Xiao Muqing.

"Wangye, apakah ada kemungkinan anda akan mencintai saya?" tanya Huang Mingxiang, matanya terus menerus menatap Xiao Muqing.

Xiao Muqing membuka kembali matanya, menatap Huang Mingxiang. "Pertanyaan yang tidak penting untuk benwang jawab."

Huang Mingxiang tersenyum tipis, kepalanya sedikit tertunduk. Entah mengapa dia mulai merasa tidak nyaman di hatinya ketika Xiao Muqing menunjukkan sisi acuh tak acuh terang-terangan seperti ini padanya.

Xiao Muqing memperhatikan raut wajah Huang Mingxiang yang berubah, pria itu diam-diam mengerutkan keningnya dan menatap Huang Mingxiang dengan tatapan sulit. Xiao Muqing juga merasakan sesuatu yang tidak nyaman di hatinya.

"Di dunia ini, Mingxiang ... hanya memiliki anda. Huangtaihou terlalu jauh di Istana dan terikat protokol Istana, ayah saya ... beliau tidak mungkin hanya memikirkan saya, pasti juga Huang Liyue. Jika kami bertengkar, ayah tidak pernah membela saya atau Huang Liyue. Dia memilih diam, mungkin reaksinya akan sama jika beliau tahu apa yang terjadi antara Mingxiang dan Huang Liyue saat ini."

Xiao Muqing diam, dia memilih mendengarkan kalimat-kalimat Huang Mingxiang.

"Saya selalu mencoba yang terbaik untuk menjadi yang terbaik tanpa menjatuhkan siapapun. Saya menyayangi dan membantu seluruh orang dengan tulus, tidak pernah menyakiti mereka. Tetapi, Wangye ..." Ucapan Huang Mingxiang tertahan karena tenggorokannya yang terasa tercekat.

Huang Mingxiang juga tidak mengerti, mengapa dia tiba-tiba memiliki dorongan untuk mengucapkan semua hal ini pada Xiao Muqing yang bahkan mungkin tidak terlalu peduli dengan masalahnya.

Huang Mingxiang menarik napas dalam, lalu melanjutkan,"Mereka justru membuang saya. Mereka menyakiti saya. Mereka menipu saya. Satu persatu, orang-orang yang dulunya ramah terhadap Mingxiang, perlahan menunjukkan tatapan dingin mereka. Sampai akhirnya saya berakhir di sini dan tidak memiliki apa pun, namun ... saya bertemu anda." Mata Huang Mingxiang menatap Xiao Muqing, lalu dengan ragu pria itu membalas tatapan mata Huang Mingxiang. Walaupun tidak ada air mata yang menggenang di kedua mata itu, namun Xiao Muqing dapat merasakan dengan jelas rasa sakit yang dirasakan Huang Mingxiang.

"Wangye, saya tidak pernah sekeras ini untuk membuat orang-orang menyukai saya. Hal-hal gila seperti menghadapi pembunuh dan benar-benar berdiri sendiri di tengah-tengah Istana kekaisaran menghadapi musuh adalah yang pertama kali bagi saya. Dan semua itu saya lakukan untuk mendapatkan pengakuan anda."

Huang Mingxiang memaksakan senyum simpul ke arah Huang Mingxiang, lalu berkata,"Oleh karena itu, jika bukan karena anda, saya tidak akan dapat sepenuhnya bertahan seperti ini. Tanpa anda, saya mungkin dapat bertahan, tetapi tidak sebaik ini. Mencintai dan melayani anda sebagai seorang istri adalah hal yang paling saya sukai, sedangkan dicintai oleh anda itu adalah pilihan anda sendiri."

Xiao Muqing tertegun. Dia tidak pernah melihat manusia dengan aura setulus ini untuknya. Rasanya ... Xiao Muqing seperti melihat cahaya kecil di tengah-tengah kegelapan yang bertahun-tahun dia diami.

Xiao Muqing menggeser tatapannya lurus ke depan, memalingkan wajah dari Huang Mingxiang. "Bodoh. Tanpa atau adanya benwang, bertahan sebaik mungkin adalah sebuah keharusan. Semakin banyak anda mengeluh, menangis, dan berdiam diri, maka semakin maju serta besar tertawaan mereka. Tidak ada batasan untuk kasih sayang. Jika seseorang itu sayang, maka jika dia seorang Kaisar pun, dia rela turun dari takhta-nya. Lupakan hal bodoh di masa lalu, anda saat ini berada di Xiao Wangfu."

Deg!

Huang Mingxiang tertegun. Xiao Muqing ... Pria itu tengah menghiburnya? Lucu sekali, namun kata-katanya ... sangat menyentuh hati Huang Mingxiang. Hingga tanpa sadar, gerakan memijat Huang Mingxiang terhenti, perlahan gelombang air mata muncul ke permukaan mata wanita itu.

Huang Mingxiang menutup wajahnya dengan kedua pergelangan tangannya karena telapak tangannya berlumur minyak. Wanita itu terisak pelan-pelan, tidak berani mengeluarkan suara lebih keras di hadapan Xiao Muqing.

Huang Mingxiang menggerutu kesal, mengapa dia harus menangis di hadapan pria ini?!

Xiao Muqing, pria itu memperhatikan Huang Mingxiang yang terus terisak. Matanya menatap sulit ke arah Huang Mingxiang, diam-diam otaknya memikirkan sesuatu yang bertentangan dengan dirinya sendiri. Memeluk. Dia ingin memeluk Huang Mingxiang. Sosok Huang Mingxiang saat ini terlihat sangat rapuh, hati batu Xiao Muqing melunak melihat ini.

"Kemari," ucap Xiao Muqing, membuat Huang Mingxiang menurunkan kedua tangannya dan menampilkan wajahnya yang basah karena air mata.

"Maaf ... Mingxiang ... Mingxiang tidak bisa menahannya. Ini ... memalukan." Huang Mingxiang terus terisak, tidak bisa berhenti.

Xiao Muqing menggertakkan giginya, lalu tangan kanannya menarik lembut tangan Huang Mingxiang, membuat wanita itu terkejut. Kedua mata mereka bertemu, Huang Mingxiang menatap Xiao Muqing bingung. Apa pria itu ingin membentaknya karena menangis?

Xiao Muqing memejamkan matanya, dia berusaha menjernihkan pikirannya. Sampai tak lama Xiao Muqing kembali membuka matanya, lalu perlahan tangan kanannya tergerak untuk menghapus air mata Huang Mingxiang.

"Berhenti. Kamu jelek saat menangis."

"Hati Mingxiang saat ini sungguhan tengah bersedih, Wangye."

"Benwang tahu. Tetapi wajahmu memang jelek saat menangis. Berhenti menangis, Mingxiang."

Mendengar Xiao Muqing memanggil namanya tanpa marga, hati Huang Mingxiang kembali tersentuh. Tak lama kemudian isak tangisnya menjadi lebih cepat. Huang Mingxiang menggertakkan giginya kesal, dia ingin mencekik Xiao Muqing.

Huang Mingxiang dengan cepat lebih mendekatkan dirinya pada Xiao Muqing, kemudian memeluk pria itu. "Sebenarnya anda menganggap saya ini apa?! Bawahan? Istri? Sikap anda sama sekali tidak dapat saya mengerti. Saya selalu berusaha membatasi diri saya dari perasaan, namun--"

Xiao Muqing memotong cepat, Huang Mingxiang banyak sekali mengoceh. "Tutup mulut banyak bicara itu. Tenangkan dirimu dengan benar."

Huang Mingxiang dengan cepat terdiam, lalu tak lama dia sedikit terkejut karena merasakan ada sesuatu yang membelai kepalanya dengan lembut. Itu tangan Xiao Muqing.

Terpopuler

Comments

💖 sweet love 🌺

💖 sweet love 🌺

gengsi nya xiao muqing terlalu tinggi

2023-10-21

0

Shai'er

Shai'er

ademm 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

2023-04-06

0

Shai'er

Shai'er

🤣🤣🤣🤣🤣🥰🥰🥰🥰

2023-04-06

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Dekrit Pernikahan Dengan Xiao Wangye
2 Bab 2. Xiao Wangfu Dikepung Pembunuh!
3 Bab 3. Mengunjungi Xiao Muqing
4 Bab 4. Meyakinkan Xiao Wangye
5 Bab 5. Bakpao Untuk Xiao Wangye
6 Bab 6. Pembunuh 2
7 Bab 7. Saya Akan Membuat Xiao Wangfu Bersinar
8 Bab 8. Hanya Orang-Orang Terpilih Yang Dapat Tinggal Di Xiao Wangfu
9 Bab 9. Apakah Anda Mencintai dan Menyayangi Wangye Dengan Tulus, Wangfei?
10 Bab 10. Berbincang-Bincang Dengan Huangtaihou
11 Bab 11. Menghina Huang Mingxiang, Sama Dengan Menghina Xiao Muqing!
12 Bab 12. Perasaan Xiao Jihuang, Sang Kaisar
13 Bab 13. Kalian Tidak Akan Bisa Membunuh Suamiku!
14 Bab 14. Rong Wangxia
15 Bab 15. Sudah Mengakui Keberadaannya Di Sini Sebagai Wangfei?
16 Bab 16. Perasaan Yang Ragu
17 Bab 17. Baili Ruyi Yang Ceria
18 Bab 18. Rencana Perjodohan Yang Telah Gagal
19 Bab 19. Mantan Tunangan Rong Wangxia?
20 Bab 20. Wangfei Menangis
21 Bab 22. Menjalani Semuanya Sendirian Memang Lebih Baik
22 Bab 22. Bunga Tua Terakhir Huang Fu
23 Bab 23. Menjalin Bisnis Dengan Wu Guifei
24 Bab 24. Patuhilah Seluruh Perkataanku, Xiang'er ....
25 Bab 25. Tradisi Memakan Buah Suci
26 Bab 26. Penolakan Para Bangsawan Terang-Terangan
27 Bab 27. Jika Wangfei Meminta Kekaisaran Ini Terbalik, Maka Wangye Akan Melakukan
28 Bab 28. Jika Ingin Menjadi Jahat, Maka Jadilah Jahat Sepenuhnya
29 Bab 29. Istana Tidak Akan Bisa Menjangkau Nyawanya, Bahkan Helai Rambutnya
30 Bab 30. Karena Anda, Wangfei
31 Bab 31. Saya Mencintai Anda, Wangye
32 Bab 32. Tenang! Aku Di Sini!
33 Bab 33. Pagi Yang Panas
34 Bab 34. Surat Wu Zeyuan
35 Bab 35. Wangfei Yang Sibuk
36 Bab 36. Bagaimana Jika Saya Mati?
37 Bab 37. Kekayaan Xiao Wangfu
38 Bab 38. Kesepakatan Bisnis Bersama Rong Wangxia
39 Bab 39. Salju Akhir Tahun Yang Dinanti
40 Bab 40. Sang Kunci
41 Bab 41. Perasaan Kacau Rong Xuan
42 Bab 42. Cinta Itu Buta
43 Bab 43. Menjadi Istri Xiao Muqing Yang Sesungguhnya
44 Bab 44. Menikah Denganku, Apalagi?
45 Bab 45. Pandai Memainkan Kondisi dan Kesempatan
46 46. Wangye Berjanji Akan Bertanggung Jawab
47 Bab 47. Keyakinan Hati
48 Bab 48. Peraturan Kecil Wajib Istana
49 Bab 49.Wanita Yang Dia Cintai dan Wanita Yang Memegang Masa Depan Kekaisaran-nya
50 Bab 50. Posisi Sulit Xiao Jihuang
51 Bab 51. Masa Lalu 1: Janji Menjadi Huanghou
52 Bab 52. Masa Lalu 2: Dekrit Pertunangan Xiao Jihuang dan Rong Xuan
53 Bab 53. Cerita Menarik Tuan Muda Rong Yang Patah Hati
54 Bab 54. Aku Tidak Memiliki Hati Untuk Melukaimu, Sayang
55 Bab 55. Entah Saya Yang Gila Atau Dunia Yang Sudah Gila
56 Bab 56. Perubahan
57 Bab 57. Salju dan Kita
58 Bab 58. Tikus-Tikus
59 Bab 59. Aku Akan Menghancurkanmu!
60 Bab 60. Hadiah Salju Akhir Tahun
61 Bab 61. Wanitanya
62 Bab 62. Melupakan Luka Lama
63 Bab 63. Pedang Legendaris Xiao Muqing
64 Bab 64. Dendam Yang Harus Terbayar!
65 Bab 65. Berhasil Mengurus Satu Badai Besar
66 Bab 66. Panas di Musim Dingin
67 Bab 67. Tekad
68 Bab 68. Jantung Tao Tie
69 Bab 69. Anda lah Yang Pertama Kali Merusaknya!
70 Bab 70. Masa Lalu 3 Huang Mingxiang & Huang Liyue
71 Bab 71. Masa Lalu 4 Siapa Yang Akan Menjadi Istri Pangeran Kelima?
72 Bab 72. Masa Lalu 5 Awal Keretakan dan Kebencian
73 Bab 73. Cinta Yang Dewasa
74 Bab 74. Rahasia Kita Berempat
75 Bab 75. Tawa dan Senyum Bahagia
76 Bab 76. Bagaimana Jika Besok Saya Menghilang?
77 Bab 77. Persiapan Menuju Gunung Lang Tao
78 Bab 78. Menguji Cinta Mereka
79 Bab 79. Gunung Lang Tao
80 Bab 80. Latar Belakang Yui
81 Bab 81. Naga Shenlong
82 -VISUAL-
83 Bab 82. Manusia Pilihan Kesayangan Tuhan
84 Bab 83. Kebingungan Para Penduduk
85 Bab 84. Cinta Yang Tulus
86 Bab 85. Bunga Gold God dan Setengah Nyawa
87 Bab 86. Ucapan Cinta Yang Pertama Kali
88 Bab 87. Mengubah Target
89 Bab 88. Tanda Bukti Ketulusan
90 Bab 89. Berdebat di Istana
91 Bab 90. Tidak Akan Pernah Membenci Apa Yang Kamu Sukai
92 Bab 91. Demi Huang Mingxiang
93 Bab 92. Wanita Tercantik di Ibu Kota
94 Bab 93. Terus Menggigit
95 Bab 94. Aku Menyukai Wanita Sepertimu
96 Bab 95. Cantik Seperti Bunga
97 Bab 96. Akhir Yang Bahagia
98 Bab 97. Chen Taifei Agung
99 Bab 98. Air Mata Pertama Yang Diizinkan Muncul
100 Bab 99. Tangan Yang Memberikan Kasih Sayang
101 Bab 100. Perang Sesungguhnya Akan Segera Dimulai
102 Bab 101. Rong Lingxie
103 Bab 102. Ingin Menggunakan Orang Lain Untuk Bertarung Denganku?
104 Bab 103. Permaisuri-ku
105 Bab 104. Kamu Akan Berakhir!
106 Bab 105. Sidang Pengadilan
107 Bab 106. Tanda Cinta Pertama
108 Bab 107. Tunas Baru
109 Bab 108. BonChap: Rong Xuan
110 Bab 109. BonChap: Rong Xuan 2
111 Bab 110. BonChap: Rong Xuan 3
112 Bab 111. BonChap: Rong Xuan 4
113 TERIMA KASIH
114 THE NEXT OF PHOENIX
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1. Dekrit Pernikahan Dengan Xiao Wangye
2
Bab 2. Xiao Wangfu Dikepung Pembunuh!
3
Bab 3. Mengunjungi Xiao Muqing
4
Bab 4. Meyakinkan Xiao Wangye
5
Bab 5. Bakpao Untuk Xiao Wangye
6
Bab 6. Pembunuh 2
7
Bab 7. Saya Akan Membuat Xiao Wangfu Bersinar
8
Bab 8. Hanya Orang-Orang Terpilih Yang Dapat Tinggal Di Xiao Wangfu
9
Bab 9. Apakah Anda Mencintai dan Menyayangi Wangye Dengan Tulus, Wangfei?
10
Bab 10. Berbincang-Bincang Dengan Huangtaihou
11
Bab 11. Menghina Huang Mingxiang, Sama Dengan Menghina Xiao Muqing!
12
Bab 12. Perasaan Xiao Jihuang, Sang Kaisar
13
Bab 13. Kalian Tidak Akan Bisa Membunuh Suamiku!
14
Bab 14. Rong Wangxia
15
Bab 15. Sudah Mengakui Keberadaannya Di Sini Sebagai Wangfei?
16
Bab 16. Perasaan Yang Ragu
17
Bab 17. Baili Ruyi Yang Ceria
18
Bab 18. Rencana Perjodohan Yang Telah Gagal
19
Bab 19. Mantan Tunangan Rong Wangxia?
20
Bab 20. Wangfei Menangis
21
Bab 22. Menjalani Semuanya Sendirian Memang Lebih Baik
22
Bab 22. Bunga Tua Terakhir Huang Fu
23
Bab 23. Menjalin Bisnis Dengan Wu Guifei
24
Bab 24. Patuhilah Seluruh Perkataanku, Xiang'er ....
25
Bab 25. Tradisi Memakan Buah Suci
26
Bab 26. Penolakan Para Bangsawan Terang-Terangan
27
Bab 27. Jika Wangfei Meminta Kekaisaran Ini Terbalik, Maka Wangye Akan Melakukan
28
Bab 28. Jika Ingin Menjadi Jahat, Maka Jadilah Jahat Sepenuhnya
29
Bab 29. Istana Tidak Akan Bisa Menjangkau Nyawanya, Bahkan Helai Rambutnya
30
Bab 30. Karena Anda, Wangfei
31
Bab 31. Saya Mencintai Anda, Wangye
32
Bab 32. Tenang! Aku Di Sini!
33
Bab 33. Pagi Yang Panas
34
Bab 34. Surat Wu Zeyuan
35
Bab 35. Wangfei Yang Sibuk
36
Bab 36. Bagaimana Jika Saya Mati?
37
Bab 37. Kekayaan Xiao Wangfu
38
Bab 38. Kesepakatan Bisnis Bersama Rong Wangxia
39
Bab 39. Salju Akhir Tahun Yang Dinanti
40
Bab 40. Sang Kunci
41
Bab 41. Perasaan Kacau Rong Xuan
42
Bab 42. Cinta Itu Buta
43
Bab 43. Menjadi Istri Xiao Muqing Yang Sesungguhnya
44
Bab 44. Menikah Denganku, Apalagi?
45
Bab 45. Pandai Memainkan Kondisi dan Kesempatan
46
46. Wangye Berjanji Akan Bertanggung Jawab
47
Bab 47. Keyakinan Hati
48
Bab 48. Peraturan Kecil Wajib Istana
49
Bab 49.Wanita Yang Dia Cintai dan Wanita Yang Memegang Masa Depan Kekaisaran-nya
50
Bab 50. Posisi Sulit Xiao Jihuang
51
Bab 51. Masa Lalu 1: Janji Menjadi Huanghou
52
Bab 52. Masa Lalu 2: Dekrit Pertunangan Xiao Jihuang dan Rong Xuan
53
Bab 53. Cerita Menarik Tuan Muda Rong Yang Patah Hati
54
Bab 54. Aku Tidak Memiliki Hati Untuk Melukaimu, Sayang
55
Bab 55. Entah Saya Yang Gila Atau Dunia Yang Sudah Gila
56
Bab 56. Perubahan
57
Bab 57. Salju dan Kita
58
Bab 58. Tikus-Tikus
59
Bab 59. Aku Akan Menghancurkanmu!
60
Bab 60. Hadiah Salju Akhir Tahun
61
Bab 61. Wanitanya
62
Bab 62. Melupakan Luka Lama
63
Bab 63. Pedang Legendaris Xiao Muqing
64
Bab 64. Dendam Yang Harus Terbayar!
65
Bab 65. Berhasil Mengurus Satu Badai Besar
66
Bab 66. Panas di Musim Dingin
67
Bab 67. Tekad
68
Bab 68. Jantung Tao Tie
69
Bab 69. Anda lah Yang Pertama Kali Merusaknya!
70
Bab 70. Masa Lalu 3 Huang Mingxiang & Huang Liyue
71
Bab 71. Masa Lalu 4 Siapa Yang Akan Menjadi Istri Pangeran Kelima?
72
Bab 72. Masa Lalu 5 Awal Keretakan dan Kebencian
73
Bab 73. Cinta Yang Dewasa
74
Bab 74. Rahasia Kita Berempat
75
Bab 75. Tawa dan Senyum Bahagia
76
Bab 76. Bagaimana Jika Besok Saya Menghilang?
77
Bab 77. Persiapan Menuju Gunung Lang Tao
78
Bab 78. Menguji Cinta Mereka
79
Bab 79. Gunung Lang Tao
80
Bab 80. Latar Belakang Yui
81
Bab 81. Naga Shenlong
82
-VISUAL-
83
Bab 82. Manusia Pilihan Kesayangan Tuhan
84
Bab 83. Kebingungan Para Penduduk
85
Bab 84. Cinta Yang Tulus
86
Bab 85. Bunga Gold God dan Setengah Nyawa
87
Bab 86. Ucapan Cinta Yang Pertama Kali
88
Bab 87. Mengubah Target
89
Bab 88. Tanda Bukti Ketulusan
90
Bab 89. Berdebat di Istana
91
Bab 90. Tidak Akan Pernah Membenci Apa Yang Kamu Sukai
92
Bab 91. Demi Huang Mingxiang
93
Bab 92. Wanita Tercantik di Ibu Kota
94
Bab 93. Terus Menggigit
95
Bab 94. Aku Menyukai Wanita Sepertimu
96
Bab 95. Cantik Seperti Bunga
97
Bab 96. Akhir Yang Bahagia
98
Bab 97. Chen Taifei Agung
99
Bab 98. Air Mata Pertama Yang Diizinkan Muncul
100
Bab 99. Tangan Yang Memberikan Kasih Sayang
101
Bab 100. Perang Sesungguhnya Akan Segera Dimulai
102
Bab 101. Rong Lingxie
103
Bab 102. Ingin Menggunakan Orang Lain Untuk Bertarung Denganku?
104
Bab 103. Permaisuri-ku
105
Bab 104. Kamu Akan Berakhir!
106
Bab 105. Sidang Pengadilan
107
Bab 106. Tanda Cinta Pertama
108
Bab 107. Tunas Baru
109
Bab 108. BonChap: Rong Xuan
110
Bab 109. BonChap: Rong Xuan 2
111
Bab 110. BonChap: Rong Xuan 3
112
Bab 111. BonChap: Rong Xuan 4
113
TERIMA KASIH
114
THE NEXT OF PHOENIX

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!