Sampai larut malam, Huang Mingxiang masih berada di dalam kamar Xiao Muqing. Wanita itu sibuk menunggu Xiao Muqing tertidur lelap, dia ingin memastikan Xiao Muqing tidur dengan tenang. Nyeri di kaki Xiao Muqing masih berlanjut, pria itu berkali-kali mengerutkan keningnya karena rasa sakit yang ia rasakan.
"Wangye, apa sebaiknya Mingxiang memijat kaki anda kembali?" tanya Huang Mingxiang, dia tidak tega melihat Xiao Muqing menahan rasa sakit. Walaupun pria itu selalu melemparkan kalimat pedas, tetapi di kondisi seperti ini Xiao Muqing benar-benar mencuri rasa simpatinya.
Xiao Muqing tidak menjawab, pria itu hanya diam sambil memejamkan mata. Kedua sudut alisnya menyatu, keringat bercucuran membasahi tubuh putih profesional-nya.
Huang Mingxiang menghela napas tipis, kemudian beranjak berdiri setelah sebelumnya sempat menarik kursi di dekat kasur Xiao Muqing untuk mengawasi pria itu. Tidak mungkin dia terus menerus berada di atas kasur Xiao Muqing.
Huang Mingxiang mengambil minyak pijat-nya lagi, kemudian kembali naik ke atas kasur Xiao Muqing, membuat pria itu membuka matanya dan menahan Huang Mingxiang.
"Wangye, Mingxiang akan memijat kaki anda kembali," ucap Huang Mingxiang sebelum menggosokkan minyak pijat secara menyeluruh ke kaki Xiao Muqing.
Xiao Muqing lagi-lagi tidak menjawab apa pun, pria itu kali ini hanya diam sembari matanya memperhatikan Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang sesekali juga melirik ke arah Xiao Muqing ketika tangannya sibuk memijat. Dia sedikit merasa lega ketika melihat kening Xiao Muqing tidak lagi mengerut karena rasa nyeri.
Perlahan tapi pasti, mata Xiao Muqing tertutup. Pria itu tertidur dengan mata yang menatap Huang Mingxiang. Ini pertama kalinya Xiao Muqing menurunkan kewaspadaannya di hadapan orang baru. Jangankan orang baru, bahkan di hadapan Gu Sinjie, Xiao Muqing tidak pernah menunjukkan sisi tanpa penjagaannya ini.
Huang Mingxiang berhenti memijat ketika menyadari Xiao Muqing telah tertidur lelap, kemudian hati-hati beranjak turun dari kasur Xiao Muqing.
Huang Mingxiang menarik selimut ke tubuh Xiao Muqing hingga dada pria itu dengan sangat hati-hati, karena tidak ingin Xiao Muqing terbangun. Huang Mingxiang memperlakukan Xiao Muqing layaknya seorang bayi.
Huang Mingxiang selanjutnya beralih merapikan kelambu tidur milik Xiao Muqing, bibir wanita itu tersenyum tipis menatap wajah tenang Xiao Muqing.
"Dia terlihat manis saat tidur, tetapi inginku bunuh saat matanya terbuka," gumam Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang kemudian berbalik, lalu perlahan berjalan keluar dari kamar Xiao Muqing. Sementara itu, tanpa disadari Huang Mingxiang, mata Xiao Muqing kembali terbuka. Pria itu mengamati sosok Huang Mingxiang yang berjalan menjauh darinya.
Begitu Huang Mingxiang sampai di kediamannya, wanita itu langsung merebahkan tubuhnya begitu saja di kasur. Hal ini pun membuat Su Mama menegurnya.
"Wangfei, anda harus membersihkan tubuh anda terlebih dahulu sebelum tidur."
Huang Mingxiang menoleh, menatap Su Mama sambil berbaring di kasur. Bibir Huang Mingxiang tersenyum. "Aku sangat lelah, tanganku terasa mati."
Su Mama mengangguk mengerti. "Nubi mengerti, Wangfei. Tetapi anda harus membersihkan diri terlebih dahulu." Su Mama masih tetap teguh dengan perkataannya, Huang Mingxiang jadi teringat dengan Huangtaihou. Huangtaihou juga sering menceramahinya seperti ini.
Huang Mingxiang dengan malas beranjak bangun dari kasur, lalu pergi ke bilik belakang untuk membersihkan dirinya, dibantu oleh Su Mama.
Dua puluh menit kemudian, Huang Mingxiang telah selesai membersihkan dirinya. Rambut panjang hitamnya basah, Su Mama dengan lembut membantu mengeringkan rambut Huang Mingxiang.
"Wangfei." Su Mama tiba-tiba memulai pembicaraan.
"Ada apa, Su Mama?" tanya Huang Mingxiang, matanya menatap pantulan Su Mama di cermin tembaga.
"Maafkan Nubi jika lancang bertanya mengenai hal ini, tetapi ... Wangfei, apakah anda tulus menyayangi Wangye?"
Pertanyaan Su Mama membuat Huang Mingxiang diam. Menyayangi Xiao Muqing? Huang Mingxiang ragu untuk menjawab. Tetapi karena tidak ingin mengecewakan Su Mama, maka dengan hati-hati Huang Mingxiang memberikan jawaban.
"Cinta dan sayang? Saya dan Wangye baru saja menikah kemarin tanpa saling mengenal dekat satu sama lain, tentu saja perasaan seperti itu belum benar-benar ada di hatiku. Perhatian serta perlakuanku pada Wangye adalah bentuk kewajiban bakti karena saya sudah resmi menjadi istrinya. Tetapi walaupun demikian, saya selalu berusaha menciptakan perasaan tulus itu."
Su Mama mengangguk mengerti, walaupun dia sedikit kecewa dengan jawaban Huang Mingxiang yang berarti di hatinya belum ada cinta untuk Xiao Muqing, namun itu tetap hal baik karena Huang Mingxiang memperlakukan Wangye mereka dengan sangat baik dan bahkan berusaha mencintai Xiao Muqing.
"Apa anda tidak keberatan dengan kondisi Wangye, Wangfei?" tanya Su Mama lagi.
Huang Mingxiang yang mendengar ini pun menggeleng. "Tidak sama sekali. Mengapa saya harus keberatan? Bukankah seharusnya Wangye yang keberatan akan kehadiranku? Karena tuduhan tak berdasar, reputasi saya hancur. Tetapi Wangye yang tidak memiliki tahu menahu mengenai masalah ini malah dibuat menjadi suamiku. Terlepas dari kondisi Wangye, Wangye adalah Adipati yang terhormat. Saya bersyukur telah menjadi Wangfei-nya."
Setelah Huang Mingxiang menjawab ini, tidak ada respon apa pun dari Su Mama. Hal ini membuat Huang Mingxiang bingung dan segera menoleh ke belakang. Mata Huang Mingxiang sedikit terbelalak saat melihat Su Mama menangis.
Su Mama bersimpuh di lantai kamar Huang Mingxiang, kemudian menyentuh kaki Huang Mingxiang. Hal ini membuat Huang Mingxiang terkejut dan berusaha menahan Su Mama, tetapi Su Mama menepis tangannya pelan dan bersikukuh di posisinya.
"Wangfei ... terima kasih ...." Su Mama mengatakan itu sambil mengeluarkan air mata.
"A-- ada apa, Su Mama? Untuk apa?" jawab Huang Mingxiang, bingung.
"Terima kasih, karena anda ... karena anda telah memperlakukan Wangye kami dengan baik dan tulus. Nubi pikir, wanita tulus seperti anda tidak akan datang ke Xiao Wangfu untuk menjadi Wangfei. Para pelayan sangat senang dengan kehadiran anda, setelah melihat sosok anda, kamu semua yakin rumor itu adalah palsu dan anda adalah korban." Su Mama mengelap kasar air matanya, bibirnya tersenyum tulus ke arah Huang Mingxiang.
Hati Huang Mingxiang tersentuh, ini pertama kalinya dia melihat aura tulus sebesar Su Mama saat berbicara padanya.
Huang Mingxiang berdiri dari kursinya, kemudian membantu Su Mama berdiri dan berkata,"Su Mama, sampaikan terima kasih saya kepada para pelayan Xiao Wangfu yang lain. Saya harap kalian semua mendukung saya untuk mendapatkan kepercayaan Xiao Wangye."
Su Mama mengangguk, bibirnya tersenyum lebih dalam. "Baik, Wangfei. Tentu. Tentu kami akan membantu anda."
Setelah mengucapkan kalimat itu, Su Mama tak lama kemudian pamit undur diri untuk kembali ke kamarnya. Huang Mingxiang menghela napas lega, ternyata para pelayan Xiao Wangfu tidak memandangnya buruk.
Huang Mingxiang hendak berjalan ke arah kasur, namun tiba-tiba ada suara ketukan jendela. Mata Huang Mingxiang dengan cepat menatap ke arah jendela, dia menaikkan kewaspadaannya, otaknya kembali mengingat kejadian kemarin malam dan tadi pagi. Saat dia dan Xiao Muqing diincar oleh pembunuh bayaran.
Huang Mingxiang berjalan mundur ke meja riasnya, lalu mengambil tusuk rambut yang paling panjang dan tajam. Dengan pelan, Huang Mingxiang berjalan ke arah jendela dan membukanya. Tusuk rambut Huang Mingxiang sudah siap menangkis pedang atau belati.
Krieett ....
Jendela kamar Huang Mingxiang terbuka, lalu tiba-tiba sosok bayangan hitam muncul di depan jendela kamarnya dan berlutut ke arahnya dari luar kamar.
"Salam, Xiao Wangfei. Yui menghadap Wangfei."
Huang Mingxiang menghembuskan napas lega, ternyata itu Yui! Astaga ... Huang Mingxiang sudah waspada tingkat tinggi tadi.
"Ada apa, Yui?" tanya Huang Mingxiang, badannya sedikit bersandar pada tepi jendela.
"Menjawab Wangfei. Aktivitas jual beli di Chuan Wuqi milik Wangye berjalan sangat lancar dan ramai. Saya sempat menyelinap ke dalam ruangan Han Hutou dan mengintip biku catatan keuangan bisnis, dalam sebulan pendapatan yang diperoleh rata-rata mencapai dua juta tael emas. Apa yang anda katakan benar, ada yang tidak beres dengan pengaturan keuangan Chuan Wuqi."
Huang Mingxiang mengangguk-anggukkan kepalanya, dugaannya benar. Huang Hutou melakukan korupsi besar-besaran pada toko senjata milik Xiao Muqing. Gila, toko itu sudah berdiri sejak empat tahun lalu. Pertama kali kaki Xiao Muqing lumpuh dan menarik diri dari dunia luar adalah tiga tahun lalu. Jika selama tiga tahun itu Han Hutou terus menerus melakukan korupsi, maka ... sudah berapa puluh juta tael emas yang dia rampas?
Huang Mingxiang menegakkan kembali postur berdirinya, setelah itu berkata,"Terima kasih, Yui. Kamu bisa kembali. Masalah ini akan aku urus."
"Dengan senang hati, Wangfei. Bawahan ini, pamit undur diri," jawab Yui.
Begitu Huang Mingxiang menganggukkan kepalanya, Yui dengan cepat melesat pergi meninggalkan Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang kembali menutup jendela kamarnya, setelah itu berbalik dan berjalan ke arah kasur. Kepala Huang Mingxiang sibuk menyusun rencana hingga terlelap. Wanita itu memikirkan strategi untuk besok 'bertarung' di Istana dan mengurus Han Hutou.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Iin Karmini
maaf.... proforsional mungkin ya thor klau bentuk tubuh..profesional lbh ke profesi/pekerjaan
2023-06-02
0
Shai'er
ayo Huang Mingxiang, lenyapkan tikus gak tau diri itu 😠😠😠
2023-04-05
1
Shai'er
2 juta, yang masuk cuma 3 ratus, mencurigakan 🤔🤔🤔
2023-04-05
0