"Seberapa besar tekad anda untuk menjadi Wangfei benwang?"
Entah ada angin dari mana, Xiao Muqing bertanya seperti itu. Huang Mingxiang yang sedang menyeruput teh hangat yang baru saja dibawakan oleh pelayan hampir tersedak karena terkejut.
Dengan tenang Huang Mingxiang menaruh cangkir teh-nya, kemudian menjawab,"Wangye, tidakkah tindakan saya yang barusan sudah cukup untuk membuktikan keseriusan saya?"
"Hal kecil seperti itu?" balas Xiao Muqing, membuat Huang Mingxiang terbelalak.
Pria di hadapannya ini benar-benar tidak mempunyai hati, Huang Mingxiang rela memasang badan untuk melindungi dirinya, namun malah disepelekan seperti itu.
"Baiklah, saya tidak masalah jika Wangye menganggap hal itu adalah hal kecil. Tetapi seharusnya anda telah merasakan ketulusannya bukan?" ujar Huang Mingxiang.
"Tidak."
"Jahat!" Huang Mingxiang mengerutkan keningnya dalam, dia benar-benar kesal. Xiao Muqing terlalu sering menembakkan kata-kata pedas terhadap dirinya, membuat ketebalan kesabarannya semakin menipis.
"Sinjie." Xiao Muqing menoleh dan memanggil Gu Sinjie yang berada di belakangnya.
Gu Sinjie kemudian maju, lalu meletakkan satu buku besar yang tebal di atas meja tempat Huang Mingxiang dan Xiao Muqing berbincang.
Huang Mingxiang menatap penasaran ke arah buku besar dan tebal yang ada di atas meja, kemudian dengan cepat bertanya,"Apa ini, Wangye?"
"Catatan keuangan Xiao Wangfu. Keluar dan masuknya harta Xiao Wangfu, dicatat di sini. Termasuk catatan pendapatan dan modal bisnis senjata milik Wangye." Gu Sinjie menjawab untuk mewakili Xiao Muqing.
Huang Mingxiang mengangkat alis kirinya, untuk apa pria itu menunjukkan buku seperti ini padanya?
"Anda berkata ingin menjadi seorang Wangfei? Maka kelola harta yang ada di Xiao Wangfu ini dengan baik," ujar Xiao Muqing, membuat mata Huang Mingxiang kembali terbelalak.
Kelola harta yang ada di Xiao Wangfu? Gila! Apa dia sudah mendapatkan pengakuan dari Xiao Muqing?
"Buktikan keseriusanmu dari mengurus masalah kecil seperti ini," sambung Xiao Muqing, membuat anggapan Huang Mingxiang mengenai keberhasilannya mendapatkan kepercayaan Xiao Muqing patah, hancur total.
Ah ... ternyata ini salah satu prosesnya, bukan hasil akhirnya. Huang Mingxiang salah paham.
Huang Mingxiang mengangguk, kemudian mengambil buku catatan keuangan Xiao Wangfu. "Mingxiang mengerti, Wangye tidak perlu khawatir. Xiao Wangfu akan saya buat bersinar!"
Itulah yang Huang Mingxiang katakan setelah menerima buku catatan keuangan Xiao Wangfu tadi pagi, sekarang saat dia kembali ke kediamannya dan mulai memperhatikannya satu persatu, Huang Mingxiang terdiam.
Bagaimana tidak? Keuangan Xiao Wangfu sama sekali tidak stabil, ada lubang besar. Xiao Muqing seharusnya tidak membiarkan ini terjadi.
Uang dari istana memang terus mengalir, tidak ada yang kurang atau hilang. Tetapi, pendapatan Xiao Wangfu atas bisnis senjata mereka. Setiap bulannya Xiao Wangfu selalu mengeluarkan modal sebesar lima ratus tael emas, tetapi bagaimana bisa yang kembali ke dalam Xiao Wangfu hanya tiga ratus tael emas? Bukankah itu rugi besar?
Toko senjata 'Chuan Wuqi' milik Xiao Muqing cukup ramai dan banyak peminatnya, sangat tidak masuk akal dengan keuntungan yang Xiao Wangfu dapatkan dari hasil penjualan senjata.
Huang Mingxiang menarik napas dalam, menutup buku catatan keuangan, lalu melirik Su Mama.
"Su Mama."
"Nubi, Wangfei."
"Katakan pada Wangye, bahwa aku ingin meminjam satu orang yang memiliki jiwa cekatan, jujur, dan bertanggungjawab," ujar Huang Mingxiang.
Su Mama yang mendengar ini pun mengangguk. "Baik, Wangfei."
Huang Mingxiang tersenyum tipis. Tikus-tikus yang merugikan Xiao Wangfu harus dimusnahkan.
Tak berselang lama, orang yang dipinjamkan oleh Xiao Muqing pun datang bersama Su Mama.
"Wangfei." Su Mama memanggil Huang Mingxiang, membuat wanita itu menoleh dan menatap wanita tinggi yang mengenakan baju serba hitam. Sepertinya dia bukan orang yang memiliki ilmu bela diri dan pengalaman rendah, Huang Mingxiang dapat merasakan itu melalui auranya.
"Salam, Wangfei. Perkenalkan, nama saya Yui. Saya adalah bawahan Wangye yang bertugas menjadi pengawal bayangan beliau." Yui, wanita itu memperkenalkan dirinya sambil membungkuk ke arah Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang mengangguk, setelah itu tersenyum. "Baik, Yui. Senang bertemu denganmu."
"Sesuai perintah Wangye, saya akan memenuhi seluruh permintaan Wangfei," ujar Yui.
Huang Mingxiang mengangguk-anggukkan kepalanya puas, dia tidak menyangka Xiao Muqing akan mengirimkan orang-orangnya yang memiliki kualitas baik kepadanya.
"Ada satu tugas untukmu, Yui," ucap Huang Mingxiang, membuat Yui bergegas berlutut menghadap Huang Mingxiang.
"Kamu tentu mengetahui toko bisnis senjata Wangye, 'Chuan Wuqi'. Ada yang tidak beres dengan pengelolaan uangnya. Xiao Wangfu setiap bulan terus menerus mengalami kerugian yang tidak masuk akal, aku ingin kamu menyelidiki Han Hutou. Dia penanggung jawab bisnis ini bukan?" Huang Mingxiang berteriak terang agar Yui dapat mudah mengerti perintahnya.
"Benar, Wangfei. Baik, bawahan ini siap untuk menjalankan perintah Wangfei," jawab Yui tegas.
Huang Mingxiang tersenyum puas. "Kalau begitu kamu boleh pergi."
"Baik, bawahan ini pamit undur diri," jawab Yui sambil berlutut lebih dalam ke arah Huang Mingxiang.
Blush!
Dengan sangat cepat, Yui sudah menghilang dari pandangan Huang Mingxiang dan Su Mama.
Huang Mingxiang melirik ke arah jendela, langit sudah mulai menguning.
"Su Mama, apa kebiasaan Wangye di sore hari?" tanya Huang Mingxiang.
"Menjawab, Wangfei. Wangye biasanya tidak melakukan apa pun karena sakit di kakinya lebih sering kambuh pada sore hari." Raut wajah Si Mama terlihat sedih saat mengatakan ini.
Huang Mingxiang mengangguk, kemudian beranjak dari kursi dan meja kerjanya menuju keluar sambil berkata,"Su Mama, tolong siapkan minyak pijat. Saya akan memijat kaki Wangye."
Su Mama yang mendengar ini pun tertegun, kemudian mengangguk cepat. "Baik, Wangfei!" Bibirnya tersenyum.
Sampai di kediaman Xiao Muqing, Huang Mingxiang segera masuk ke dalam kamar Xiao Muqing. Biasanya dia akan berusaha ditahan jika masuk tanpa izin walaupun para penjaga itu tetap gagal menahannya seperti tadi pagi, namun sekarang ... mereka sama sekali tidak berusaha menahannya masuk.
Huang Mingxiang mengangkat kedua bahunya acuh, tidak mau terlalu memikirkan hal tersebut.
"Wangye, Mingxiang datang mengunjungi anda." Huang Mingxiang sedikit membungkuk, kemudian menegakkan tubuhnya kembali. Matanya memperhatikan Xiao Muqing yang tengah duduk di atas kasur, lengkap dengan kelambu yang selalu mengelilingi kasurnya.
Samar-samar Huang Mingxiang melihat bahwa Xiao Muqing sedikit kesulitan menahan rasa sakit di kakinya. Kedua sudut alis pria itu yang menyatu terlihat jelas.
"Wangye, Wangfei ini membawakan minyak pijat untuk anda. Apakah--" Belum sempat Huang Mingxiang melengkapinya kalimatnya, Xiao Muqing sudah langsung memotong.
"Keluar."
Huang Mingxiang mengerutkan keningnya, walaupun dia diam-diam kesal, tetapi sebisa mungkin Huang Mingxiang menjaga intonasi suaranya.
"Tetapi Wangye, kaki anda harus dipijat. Dengan dipijat, maka nyeri anda akan berkurang." Huang Mingxiang berusaha membujuk Xiao Muqing.
"Bagaimana jika benwang tetap menolak?" Xiao Muqing masih bersikukuh menolak tawaran baik Huang Mingxiang.
"Maka saya memaksa. Ini demi kesehatan dan kenyamanan anda, Wangye," balas Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang melihat tangan kiri Xiao Muqing berusaha mengambil cangkir yang berada di atas meja tempat tidurnya, tetapi mungkin karena tiba-tiba ada denyutan nyeri hebat di kakinya, Xiao Muqing spontan meremas cangkirnya dengan keras.
Prang!
Cangkir itu pecah, serpihannya jatuh ke lantai bersamaan dengan darah segar milik Xiao Muqing. Melihat ini, Huang Mingxiang dengan cepat berdiri dan berlari ke arah Xiao Muqing. Wanita itu dengan kasar menyingkap kelambu tidur Xiao Muqing.
"Wangye, tangan anda berdarah!"
Xiao Muqing terkejut. Pria itu tidak terkejut dengan pecahan cangkirnya, tetapi karena seruan dan raut wajah cemas Huang Mingxiang. Huang Mingxiang dengan hati-hati membersihkan pecahan cangkir Xiao Muqing, kemudian mengambil kotak obat dan membalut luka Xiao Muqing.
"Lengan anda belum sembuh, namun sekarang telapak tangan anda juga harus diperban. Jika sejak awal Wangye mengizinkan saya untuk memijat kaki anda, hal ini tidak akan terjadi," oceh Huang Mingxiang, raut wajah khawatirnya sungguhan.
Sedangkan Xiao Muqing, pria itu hanya diam sambil memperhatikan Huang Mingxiang yang terus mengomel. Sudah lama sekali dia tidak melihat raut wajah seperti ini dari seseorang untuknya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Shai'er
ciee ciee ciee🥰🥰🥰🥰🥰🥰
2023-04-05
0
Shai'er
jurus andalan perempuan, "merepet" 👍👍👍
2023-04-05
0
Shai'er
orang keras kepala, harus dihadapi dengan orang kepala batu 👍👍👍
2023-04-05
0