"Wangfei! Anda baik-baik saja, yang mulia?" Gu Sinjie, entah dari mana tiba-tiba muncul.
Huang Mingxiang mengangguk. "Saya baik-baik saja."
Tuan Gu balas mengangguk juga, tetapi dengan ekspresi lebih lega. "Syukurlah, Wangye juga baik-baik saja. Malam ini sepertinya musuh kembali muncul ke permukaan, ditambah ini adalah hari pernikahan anda berdua. Membuat para musuh itu semakin gencar."
Huang Mingxiang membulatkan matanya. "Wangye juga diserang?"
Tuan Gu mengangguk. "Benar, yang mulia. Untungnya Wangye hanya terkena luka sayat kecil di lengan kirinya."
"Tuan Gu, bisakah anda membawa saya menemui Wangye sekarang? Saya ingin memastikan kondisi Wangye dengan mata saya sendiri." Huang Mingxiang membuat permohonan, dia benar-benar khawatir. Bukan tanpa alasan, dia khawatir karena saat ini Xiao Muqing adalah suaminya. Jika Xiao Muqing terluka parah dan mati, maka dia akan menjadi janda. Status dan posisinya pun akan semakin direndahkan. Dia harus merawat Xiao Muqing sebaik mungkin agar tidak akan ada orang lagi yang memandang rendah ke arahnya. Bukankah rencana ini bagus untuk dirinya dan Xiao Muqing sendiri?
Melihat raut wajah khawatir Huang Mingxiang , Gu Sinjie melempar tatapan ke arah Su Mama. Su Mama mengangguk dan tersenyum ke arah Gu Sinjie.
Gu Sinjie kembali menatap Huang Mingxiang , kemudian mengangguk. "Baik, Wangfei. Tolong ikuti bawahan ini. Tetapi sebelum itu, ada yang harus Wangfei ketahui."
"Apa itu?" tanya Huang Mingxiang penasaran.
"Tolong jangan bahas orang-orang Istana di hadapan Wangye sebelum beliau lah yang memulainya," jawab Gu Sinjie.
Huang Mingxiang mengangguk cepat. "Saya mengerti."
Setelah itu, mereka bertiga segera beranjak menuju kediaman utama yang ada di Xiao Wangfu. Saat menginjakkan kaki di sana, Huang Mingxiang sangat terkejut, karena banyak sekali mayat para pembunuh yang bergeletakan di jalanan.
"Ini ...." Gumam Huang Mingxiang .
"Walaupun Wangye memiliki masalah di kakinya, namun hal itu tidak mengurangi kemampuan bela dirinya. Hal inilah yang membuat para musuh sepakat mengepung Wangye dengan banyak pembunuh untuk meruntuhkan pertahannya," jawab Gu Sinjie.
Huang Mingxiang mengangguk mengerti, kemudian kembali memusatkan pikirannya lagi dengan Xiao Muqing.
Gu Sinjie berdiri di depan pintu kamar Xiao Muqing, kemudian mengetuk pintu.
"Wangye, Wangfei datang mengunjungi anda. Beliau berkata ingin memastikan kondisi anda secara langsung." Gu Sinjie meminta izin terlebih dahulu sebelum membiarkannya Huang Mingxiang masuk ke dalam kamar Xiao Muqing. Huang Mingxiang tidak tersinggung sama sekali mengenai hal ini, dia sadar diri, dirinya adalah orang baru yang dinikahkan paksa dengan Xiao Muqing.
"Ya." Jawaban satu patah kata yang singkat itu pun terdengar sangat dingin, membuat jantung Huang Mingxiang kembali berdebar cukup cepat.
Gu Sinjie membalikan badannya, kemudian berkata,"Wangfei, silahkan masuk. Su Mama, anda tetap berada di luar."
Huang Mingxiang dan Su Mama saling tatap, kemudian mengangguk untuk memberikan keyakinan satu sama lain.
Huang Mingxiang melangkah masuk, begitu Gu Sinjie membukakan pintu untuk Huang Mingxiang . Kini, Huang Mingxiang sudah berada di dalam kamar Xiao Muqing. Hanya berjarak beberapa meter, dia akan melihat sosok Xiao Muqing.
Di dalam kamar itu tidak terlalu terang, hanya ada cahaya remang-remang dari lilin.
Huang Mingxiang berjalan mendekat ke arah kasur yang ditutup rapat oleh kelambu, membuat sosok Xiao Muqing tidak terlalu terlihat jelas. Yang pasti, Huang Mingxiang tahu pria itu sedang duduk di atas kasur dengan lengan tangan kiri yang diperban.
"Mingxiang , memberi salam kepada Xiao Wangye yang terhormat."
"Jadi ini wanita yang menggoda keponakan benwang? Baik sekali mereka, mengirimkan wanita seperti ini pada benwang. Benwang harus berterima kasih kepada orang-orang Istana." Suara berat dan dingin terdengar, kalimatnya benar-benar menusuk hati Huang Mingxiang .
Baiklah, tidak masalah. Xiao Muqing belum mengetahui cerita yang sebenarnya, jika dirinya menjadi Xiao Muqing pun akan marah dan tidak terima.
Huang Mingxiang bersimpuh di lantai kamar Xiao Muqing, badan dan tatapannya masih tegak lurus ke depan mengarah ke Xiao Muqing.
"Wangye, anda salah paham. Percayalah, Mingxiang difitnah. Mingxiang tidak mungkin menggoda Kaisar hanya untuk keuntungan pribadi. Mingxiang bersumpah atas nama tujuh leluhur." Huang Mingxiang menatap Xiao Muqing dengan sungguh-sungguh. Dia benar-benar tidak dapat melihat sosok Xiao Muqing dengan jelas karena kelambu yang mengelilingi kasur pria itu, menyebalkan.
"Lalu bagaimana caranya benwang tahu kau masih gadis atau tidak?" balas Xiao Muqing acuh, dia terlihat tidak terlalu peduli dengan kata-katanya yang menyakiti Huang Mingxiang .
Huang Mingxiang mengerutkan keningnya. Ternyata Xiao Muqing seorang k*p*rat juga. Tetapi, Huang Mingxiang tidak bisa melawannya. Huang Mingxiang akui, aura penekanan Xiao Muqing benar-benar berat. Walaupun sudah lama sekali pria itu tidak muncul ke permukaan, auranya masih sama berat sebelum musibah itu menimpa kakinya. Dia memang masih seorang Wangye yang berkuasa, tidak peduli kakinya seperti apa, dia tetap memiliki aura seorang penguasa, tidak membuat hatinya merasa kecil sama sekali.
Huang Mingxiang menarik napas dalam, berusaha menenangkan dan menjernihkan pikirannya. "Apa yang Wangye inginkan? Mingxiang akan mengabulkannya, apa pun jenisnya."
Xiao Muqing terlihat menoleh ke arah sisi tempat tidur kosong yang ada di sampingnya. "Apa lagi selain 'itu'? Kamu bisa membuktikannya di sini, beruntung jika kau berhasil hamil benwang."
Mendengar kalimat tajam Xiao Muqing, kuping Huang Mingxiang terasa panas. Apa pria ini meremehkannya? Pria ini sepertinya benar-benar menganggapnya rendahan karena rumor itu.
Xiao Muqing yang melihat Huang Mingxiang terdiam sambil terus menatapnya dingin tersenyum tipis, kemudian berkata. "Lupakan itu. Benwang hanya menguji kebenaran rumor itu, ternyata sepertinya tidak. Benwang percaya kau masih gadis utuh."
Huang Mingxiang mengerutkan keningnya, heran. Tetapi selanjutnya dia memilih untuk menghiraukan hal tersebut, tidak mau ambil pusing.
Huang Mingxiang tiba-tiba mencium bau darah yang sangat menyengat, dan itu berasal dari Xiao Muqing. Huang Mingxiang mengerutkan keningnya lagi, kali ini lebih dalam. "Wangye, apa ada masalah dengan perban anda?"
"Sedikit."
"Benarkah sedikit? Tetapi bau darahnya sangat--" Belum selesai Huang Mingxiang bicara, Xiao Muqing sudah terlanjur memotongnya cepat.
"Kemari. Jangan banyak bicara."
Huang Mingxiang dengan cepat bangkit, kemudian berjalan semakin dekat ke arah kasur dan menyingkap kelambu tidur Xiao Muqing. Kali ini Huang Mingxiang dapat melihat sosok Xiao Muqing dengan sangat jelas.
Rambut panjang yang hitam, bola mata berwarna biru gelap yang mengkilau, hidung mancung, kulit putih, dan alis berbentuk pedang yang sangat menarik perhatian hati para gadis. Wajah Xiao Muqing benar-benar tampan!
"Ambil kotak yang ada di atas meja itu, lalu naik kemari untuk mengganti perban benwang." Perintah Xiao Muqing. Bahkan saat sedang meminta bantuan pun pria itu masih terlihat sangat angkuh.
Huang Mingxiang mengambil kotak obat yang ada di atas meja samping tempat tidur Xiao Muqing, kemudian berjalan memutar ke sisi ranjang satunya.
"Mingxiang izin naik, Wangye."
Huang Mingxiang segera naik ke atas kasur tanpa menunggu jawaban dari Xiao Muqing, lalu memperhatikan perban yang sudah penuh darah itu.
"Apakah sebaiknya kita memanggil tabib? Darah Wangye keluar sangat banyak." Huang Mingxiang memberikan usul, dia khawatir mengganti perban saja tidak akan cukup.
"Terlalu lama. Seluruh orang sudah diperintahkan Gu Sinjie menjauh karena kau kemari," jawab Xiao Muqing.
Huang Mingxiang menganggukkan kepalanya mengerti, mereka sepertinya berusaha memberikan waktu dan ruang untuk dia dan Xiao Muqing bicara.
Dengan penuh hati-hati, Huang Mingxiang membuka perban Xiao Muqing. Bau darah jutaan kali lebih menyengat dan terasa dibandingkan sebelumnya. Dahi Huang Mingxiang sampai mengerut, namun dia tetap telaten mengganti perban Xiao Muqing.
Di tengah kesibukannya, Huang Mingxiang ingin menanyakan sesuatu terkait Xiao Muqing.
"Wangye."
"Diam."
"Tetapi saya ingin bertanya."
"Tidak diizinkan."
"Ini bukan masalah eksternal, tetapi internal."
"Apa?"
Akhirnya Xiao Muqing pun mengizinkan dirinya untuk bertanya setelah dua kali penolakan. Huang Mingxiang tidak bisa tidak menggerutu karena ini, namun lagi-lagi dia mengesampingkan rasa kesalnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Dea M P 💞⚘🌷🌷⚘💞
cwo payahh,, awass lu bucin micin🙄
2023-05-25
2
Shai'er
😒😒😒
2023-04-05
0
Shai'er
hadeuh, minta tolong kok ketus banget 😒😒😒
2023-04-05
0