Bab 3. Mengunjungi Xiao Muqing

"Wangfei! Anda baik-baik saja, yang mulia?" Gu Sinjie, entah dari mana tiba-tiba muncul.

Huang Mingxiang mengangguk. "Saya baik-baik saja."

Tuan Gu balas mengangguk juga, tetapi dengan ekspresi lebih lega. "Syukurlah, Wangye juga baik-baik saja. Malam ini sepertinya musuh kembali muncul ke permukaan, ditambah ini adalah hari pernikahan anda berdua. Membuat para musuh itu semakin gencar."

Huang Mingxiang membulatkan matanya. "Wangye juga diserang?"

Tuan Gu mengangguk. "Benar, yang mulia. Untungnya Wangye hanya terkena luka sayat kecil di lengan kirinya."

"Tuan Gu, bisakah anda membawa saya menemui Wangye sekarang? Saya ingin memastikan kondisi Wangye dengan mata saya sendiri." Huang Mingxiang membuat permohonan, dia benar-benar khawatir. Bukan tanpa alasan, dia khawatir karena saat ini Xiao Muqing adalah suaminya. Jika Xiao Muqing terluka parah dan mati, maka dia akan menjadi janda. Status dan posisinya pun akan semakin direndahkan. Dia harus merawat Xiao Muqing sebaik mungkin agar tidak akan ada orang lagi yang memandang rendah ke arahnya. Bukankah rencana ini bagus untuk dirinya dan Xiao Muqing sendiri?

Melihat raut wajah khawatir Huang Mingxiang , Gu Sinjie melempar tatapan ke arah Su Mama. Su Mama mengangguk dan tersenyum ke arah Gu Sinjie.

Gu Sinjie kembali menatap Huang Mingxiang , kemudian mengangguk. "Baik, Wangfei. Tolong ikuti bawahan ini. Tetapi sebelum itu, ada yang harus Wangfei ketahui."

"Apa itu?" tanya Huang Mingxiang penasaran.

"Tolong jangan bahas orang-orang Istana di hadapan Wangye sebelum beliau lah yang memulainya," jawab Gu Sinjie.

Huang Mingxiang mengangguk cepat. "Saya mengerti."

Setelah itu, mereka bertiga segera beranjak menuju kediaman utama yang ada di Xiao Wangfu. Saat menginjakkan kaki di sana, Huang Mingxiang sangat terkejut, karena banyak sekali mayat para pembunuh yang bergeletakan di jalanan.

"Ini ...." Gumam Huang Mingxiang .

"Walaupun Wangye memiliki masalah di kakinya, namun hal itu tidak mengurangi kemampuan bela dirinya. Hal inilah yang membuat para musuh sepakat mengepung Wangye dengan banyak pembunuh untuk meruntuhkan pertahannya," jawab Gu Sinjie.

Huang Mingxiang mengangguk mengerti, kemudian kembali memusatkan pikirannya lagi dengan Xiao Muqing.

Gu Sinjie berdiri di depan pintu kamar Xiao Muqing, kemudian mengetuk pintu.

"Wangye, Wangfei datang mengunjungi anda. Beliau berkata ingin memastikan kondisi anda secara langsung." Gu Sinjie meminta izin terlebih dahulu sebelum membiarkannya Huang Mingxiang masuk ke dalam kamar Xiao Muqing. Huang Mingxiang tidak tersinggung sama sekali mengenai hal ini, dia sadar diri, dirinya adalah orang baru yang dinikahkan paksa dengan Xiao Muqing.

"Ya." Jawaban satu patah kata yang singkat itu pun terdengar sangat dingin, membuat jantung Huang Mingxiang kembali berdebar cukup cepat.

Gu Sinjie membalikan badannya, kemudian berkata,"Wangfei, silahkan masuk. Su Mama, anda tetap berada di luar."

Huang Mingxiang dan Su Mama saling tatap, kemudian mengangguk untuk memberikan keyakinan satu sama lain.

Huang Mingxiang melangkah masuk, begitu Gu Sinjie membukakan pintu untuk Huang Mingxiang . Kini, Huang Mingxiang sudah berada di dalam kamar Xiao Muqing. Hanya berjarak beberapa meter, dia akan melihat sosok Xiao Muqing.

Di dalam kamar itu tidak terlalu terang, hanya ada cahaya remang-remang dari lilin.

Huang Mingxiang berjalan mendekat ke arah kasur yang ditutup rapat oleh kelambu, membuat sosok Xiao Muqing tidak terlalu terlihat jelas. Yang pasti, Huang Mingxiang tahu pria itu sedang duduk di atas kasur dengan lengan tangan kiri yang diperban.

"Mingxiang , memberi salam kepada Xiao Wangye yang terhormat."

"Jadi ini wanita yang menggoda keponakan benwang? Baik sekali mereka, mengirimkan wanita seperti ini pada benwang. Benwang harus berterima kasih kepada orang-orang Istana." Suara berat dan dingin terdengar, kalimatnya benar-benar menusuk hati Huang Mingxiang .

Baiklah, tidak masalah. Xiao Muqing belum mengetahui cerita yang sebenarnya, jika dirinya menjadi Xiao Muqing pun akan marah dan tidak terima.

Huang Mingxiang bersimpuh di lantai kamar Xiao Muqing, badan dan tatapannya masih tegak lurus ke depan mengarah ke Xiao Muqing.

"Wangye, anda salah paham. Percayalah, Mingxiang difitnah. Mingxiang tidak mungkin menggoda Kaisar hanya untuk keuntungan pribadi. Mingxiang bersumpah atas nama tujuh leluhur." Huang Mingxiang menatap Xiao Muqing dengan sungguh-sungguh. Dia benar-benar tidak dapat melihat sosok Xiao Muqing dengan jelas karena kelambu yang mengelilingi kasur pria itu, menyebalkan.

"Lalu bagaimana caranya benwang tahu kau masih gadis atau tidak?" balas Xiao Muqing acuh, dia terlihat tidak terlalu peduli dengan kata-katanya yang menyakiti Huang Mingxiang .

Huang Mingxiang mengerutkan keningnya. Ternyata Xiao Muqing seorang k*p*rat juga. Tetapi, Huang Mingxiang tidak bisa melawannya. Huang Mingxiang akui, aura penekanan Xiao Muqing benar-benar berat. Walaupun sudah lama sekali pria itu tidak muncul ke permukaan, auranya masih sama berat sebelum musibah itu menimpa kakinya. Dia memang masih seorang Wangye yang berkuasa, tidak peduli kakinya seperti apa, dia tetap memiliki aura seorang penguasa, tidak membuat hatinya merasa kecil sama sekali.

Huang Mingxiang menarik napas dalam, berusaha menenangkan dan menjernihkan pikirannya. "Apa yang Wangye inginkan? Mingxiang akan mengabulkannya, apa pun jenisnya."

Xiao Muqing terlihat menoleh ke arah sisi tempat tidur kosong yang ada di sampingnya. "Apa lagi selain 'itu'? Kamu bisa membuktikannya di sini, beruntung jika kau berhasil hamil benwang."

Mendengar kalimat tajam Xiao Muqing, kuping Huang Mingxiang terasa panas. Apa pria ini meremehkannya? Pria ini sepertinya benar-benar menganggapnya rendahan karena rumor itu.

Xiao Muqing yang melihat Huang Mingxiang terdiam sambil terus menatapnya dingin tersenyum tipis, kemudian berkata. "Lupakan itu. Benwang hanya menguji kebenaran rumor itu, ternyata sepertinya tidak. Benwang percaya kau masih gadis utuh."

Huang Mingxiang mengerutkan keningnya, heran. Tetapi selanjutnya dia memilih untuk menghiraukan hal tersebut, tidak mau ambil pusing.

Huang Mingxiang tiba-tiba mencium bau darah yang sangat menyengat, dan itu berasal dari Xiao Muqing. Huang Mingxiang mengerutkan keningnya lagi, kali ini lebih dalam. "Wangye, apa ada masalah dengan perban anda?"

"Sedikit."

"Benarkah sedikit? Tetapi bau darahnya sangat--" Belum selesai Huang Mingxiang bicara, Xiao Muqing sudah terlanjur memotongnya cepat.

"Kemari. Jangan banyak bicara."

Huang Mingxiang dengan cepat bangkit, kemudian berjalan semakin dekat ke arah kasur dan menyingkap kelambu tidur Xiao Muqing. Kali ini Huang Mingxiang dapat melihat sosok Xiao Muqing dengan sangat jelas.

Rambut panjang yang hitam, bola mata berwarna biru gelap yang mengkilau, hidung mancung, kulit putih, dan alis berbentuk pedang yang sangat menarik perhatian hati para gadis. Wajah Xiao Muqing benar-benar tampan!

"Ambil kotak yang ada di atas meja itu, lalu naik kemari untuk mengganti perban benwang." Perintah Xiao Muqing. Bahkan saat sedang meminta bantuan pun pria itu masih terlihat sangat angkuh.

Huang Mingxiang mengambil kotak obat yang ada di atas meja samping tempat tidur Xiao Muqing, kemudian berjalan memutar ke sisi ranjang satunya.

"Mingxiang izin naik, Wangye."

Huang Mingxiang segera naik ke atas kasur tanpa menunggu jawaban dari Xiao Muqing, lalu memperhatikan perban yang sudah penuh darah itu.

"Apakah sebaiknya kita memanggil tabib? Darah Wangye keluar sangat banyak." Huang Mingxiang memberikan usul, dia khawatir mengganti perban saja tidak akan cukup.

"Terlalu lama. Seluruh orang sudah diperintahkan Gu Sinjie menjauh karena kau kemari," jawab Xiao Muqing.

Huang Mingxiang menganggukkan kepalanya mengerti, mereka sepertinya berusaha memberikan waktu dan ruang untuk dia dan Xiao Muqing bicara.

Dengan penuh hati-hati, Huang Mingxiang membuka perban Xiao Muqing. Bau darah jutaan kali lebih menyengat dan terasa dibandingkan sebelumnya. Dahi Huang Mingxiang sampai mengerut, namun dia tetap telaten mengganti perban Xiao Muqing.

Di tengah kesibukannya, Huang Mingxiang ingin menanyakan sesuatu terkait Xiao Muqing.

"Wangye."

"Diam."

"Tetapi saya ingin bertanya."

"Tidak diizinkan."

"Ini bukan masalah eksternal, tetapi internal."

"Apa?"

Akhirnya Xiao Muqing pun mengizinkan dirinya untuk bertanya setelah dua kali penolakan. Huang Mingxiang tidak bisa tidak menggerutu karena ini, namun lagi-lagi dia mengesampingkan rasa kesalnya.

Terpopuler

Comments

Dea M P 💞⚘🌷🌷⚘💞

Dea M P 💞⚘🌷🌷⚘💞

cwo payahh,, awass lu bucin micin🙄

2023-05-25

2

Shai'er

Shai'er

😒😒😒

2023-04-05

0

Shai'er

Shai'er

hadeuh, minta tolong kok ketus banget 😒😒😒

2023-04-05

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Dekrit Pernikahan Dengan Xiao Wangye
2 Bab 2. Xiao Wangfu Dikepung Pembunuh!
3 Bab 3. Mengunjungi Xiao Muqing
4 Bab 4. Meyakinkan Xiao Wangye
5 Bab 5. Bakpao Untuk Xiao Wangye
6 Bab 6. Pembunuh 2
7 Bab 7. Saya Akan Membuat Xiao Wangfu Bersinar
8 Bab 8. Hanya Orang-Orang Terpilih Yang Dapat Tinggal Di Xiao Wangfu
9 Bab 9. Apakah Anda Mencintai dan Menyayangi Wangye Dengan Tulus, Wangfei?
10 Bab 10. Berbincang-Bincang Dengan Huangtaihou
11 Bab 11. Menghina Huang Mingxiang, Sama Dengan Menghina Xiao Muqing!
12 Bab 12. Perasaan Xiao Jihuang, Sang Kaisar
13 Bab 13. Kalian Tidak Akan Bisa Membunuh Suamiku!
14 Bab 14. Rong Wangxia
15 Bab 15. Sudah Mengakui Keberadaannya Di Sini Sebagai Wangfei?
16 Bab 16. Perasaan Yang Ragu
17 Bab 17. Baili Ruyi Yang Ceria
18 Bab 18. Rencana Perjodohan Yang Telah Gagal
19 Bab 19. Mantan Tunangan Rong Wangxia?
20 Bab 20. Wangfei Menangis
21 Bab 22. Menjalani Semuanya Sendirian Memang Lebih Baik
22 Bab 22. Bunga Tua Terakhir Huang Fu
23 Bab 23. Menjalin Bisnis Dengan Wu Guifei
24 Bab 24. Patuhilah Seluruh Perkataanku, Xiang'er ....
25 Bab 25. Tradisi Memakan Buah Suci
26 Bab 26. Penolakan Para Bangsawan Terang-Terangan
27 Bab 27. Jika Wangfei Meminta Kekaisaran Ini Terbalik, Maka Wangye Akan Melakukan
28 Bab 28. Jika Ingin Menjadi Jahat, Maka Jadilah Jahat Sepenuhnya
29 Bab 29. Istana Tidak Akan Bisa Menjangkau Nyawanya, Bahkan Helai Rambutnya
30 Bab 30. Karena Anda, Wangfei
31 Bab 31. Saya Mencintai Anda, Wangye
32 Bab 32. Tenang! Aku Di Sini!
33 Bab 33. Pagi Yang Panas
34 Bab 34. Surat Wu Zeyuan
35 Bab 35. Wangfei Yang Sibuk
36 Bab 36. Bagaimana Jika Saya Mati?
37 Bab 37. Kekayaan Xiao Wangfu
38 Bab 38. Kesepakatan Bisnis Bersama Rong Wangxia
39 Bab 39. Salju Akhir Tahun Yang Dinanti
40 Bab 40. Sang Kunci
41 Bab 41. Perasaan Kacau Rong Xuan
42 Bab 42. Cinta Itu Buta
43 Bab 43. Menjadi Istri Xiao Muqing Yang Sesungguhnya
44 Bab 44. Menikah Denganku, Apalagi?
45 Bab 45. Pandai Memainkan Kondisi dan Kesempatan
46 46. Wangye Berjanji Akan Bertanggung Jawab
47 Bab 47. Keyakinan Hati
48 Bab 48. Peraturan Kecil Wajib Istana
49 Bab 49.Wanita Yang Dia Cintai dan Wanita Yang Memegang Masa Depan Kekaisaran-nya
50 Bab 50. Posisi Sulit Xiao Jihuang
51 Bab 51. Masa Lalu 1: Janji Menjadi Huanghou
52 Bab 52. Masa Lalu 2: Dekrit Pertunangan Xiao Jihuang dan Rong Xuan
53 Bab 53. Cerita Menarik Tuan Muda Rong Yang Patah Hati
54 Bab 54. Aku Tidak Memiliki Hati Untuk Melukaimu, Sayang
55 Bab 55. Entah Saya Yang Gila Atau Dunia Yang Sudah Gila
56 Bab 56. Perubahan
57 Bab 57. Salju dan Kita
58 Bab 58. Tikus-Tikus
59 Bab 59. Aku Akan Menghancurkanmu!
60 Bab 60. Hadiah Salju Akhir Tahun
61 Bab 61. Wanitanya
62 Bab 62. Melupakan Luka Lama
63 Bab 63. Pedang Legendaris Xiao Muqing
64 Bab 64. Dendam Yang Harus Terbayar!
65 Bab 65. Berhasil Mengurus Satu Badai Besar
66 Bab 66. Panas di Musim Dingin
67 Bab 67. Tekad
68 Bab 68. Jantung Tao Tie
69 Bab 69. Anda lah Yang Pertama Kali Merusaknya!
70 Bab 70. Masa Lalu 3 Huang Mingxiang & Huang Liyue
71 Bab 71. Masa Lalu 4 Siapa Yang Akan Menjadi Istri Pangeran Kelima?
72 Bab 72. Masa Lalu 5 Awal Keretakan dan Kebencian
73 Bab 73. Cinta Yang Dewasa
74 Bab 74. Rahasia Kita Berempat
75 Bab 75. Tawa dan Senyum Bahagia
76 Bab 76. Bagaimana Jika Besok Saya Menghilang?
77 Bab 77. Persiapan Menuju Gunung Lang Tao
78 Bab 78. Menguji Cinta Mereka
79 Bab 79. Gunung Lang Tao
80 Bab 80. Latar Belakang Yui
81 Bab 81. Naga Shenlong
82 -VISUAL-
83 Bab 82. Manusia Pilihan Kesayangan Tuhan
84 Bab 83. Kebingungan Para Penduduk
85 Bab 84. Cinta Yang Tulus
86 Bab 85. Bunga Gold God dan Setengah Nyawa
87 Bab 86. Ucapan Cinta Yang Pertama Kali
88 Bab 87. Mengubah Target
89 Bab 88. Tanda Bukti Ketulusan
90 Bab 89. Berdebat di Istana
91 Bab 90. Tidak Akan Pernah Membenci Apa Yang Kamu Sukai
92 Bab 91. Demi Huang Mingxiang
93 Bab 92. Wanita Tercantik di Ibu Kota
94 Bab 93. Terus Menggigit
95 Bab 94. Aku Menyukai Wanita Sepertimu
96 Bab 95. Cantik Seperti Bunga
97 Bab 96. Akhir Yang Bahagia
98 Bab 97. Chen Taifei Agung
99 Bab 98. Air Mata Pertama Yang Diizinkan Muncul
100 Bab 99. Tangan Yang Memberikan Kasih Sayang
101 Bab 100. Perang Sesungguhnya Akan Segera Dimulai
102 Bab 101. Rong Lingxie
103 Bab 102. Ingin Menggunakan Orang Lain Untuk Bertarung Denganku?
104 Bab 103. Permaisuri-ku
105 Bab 104. Kamu Akan Berakhir!
106 Bab 105. Sidang Pengadilan
107 Bab 106. Tanda Cinta Pertama
108 Bab 107. Tunas Baru
109 Bab 108. BonChap: Rong Xuan
110 Bab 109. BonChap: Rong Xuan 2
111 Bab 110. BonChap: Rong Xuan 3
112 Bab 111. BonChap: Rong Xuan 4
113 TERIMA KASIH
114 THE NEXT OF PHOENIX
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1. Dekrit Pernikahan Dengan Xiao Wangye
2
Bab 2. Xiao Wangfu Dikepung Pembunuh!
3
Bab 3. Mengunjungi Xiao Muqing
4
Bab 4. Meyakinkan Xiao Wangye
5
Bab 5. Bakpao Untuk Xiao Wangye
6
Bab 6. Pembunuh 2
7
Bab 7. Saya Akan Membuat Xiao Wangfu Bersinar
8
Bab 8. Hanya Orang-Orang Terpilih Yang Dapat Tinggal Di Xiao Wangfu
9
Bab 9. Apakah Anda Mencintai dan Menyayangi Wangye Dengan Tulus, Wangfei?
10
Bab 10. Berbincang-Bincang Dengan Huangtaihou
11
Bab 11. Menghina Huang Mingxiang, Sama Dengan Menghina Xiao Muqing!
12
Bab 12. Perasaan Xiao Jihuang, Sang Kaisar
13
Bab 13. Kalian Tidak Akan Bisa Membunuh Suamiku!
14
Bab 14. Rong Wangxia
15
Bab 15. Sudah Mengakui Keberadaannya Di Sini Sebagai Wangfei?
16
Bab 16. Perasaan Yang Ragu
17
Bab 17. Baili Ruyi Yang Ceria
18
Bab 18. Rencana Perjodohan Yang Telah Gagal
19
Bab 19. Mantan Tunangan Rong Wangxia?
20
Bab 20. Wangfei Menangis
21
Bab 22. Menjalani Semuanya Sendirian Memang Lebih Baik
22
Bab 22. Bunga Tua Terakhir Huang Fu
23
Bab 23. Menjalin Bisnis Dengan Wu Guifei
24
Bab 24. Patuhilah Seluruh Perkataanku, Xiang'er ....
25
Bab 25. Tradisi Memakan Buah Suci
26
Bab 26. Penolakan Para Bangsawan Terang-Terangan
27
Bab 27. Jika Wangfei Meminta Kekaisaran Ini Terbalik, Maka Wangye Akan Melakukan
28
Bab 28. Jika Ingin Menjadi Jahat, Maka Jadilah Jahat Sepenuhnya
29
Bab 29. Istana Tidak Akan Bisa Menjangkau Nyawanya, Bahkan Helai Rambutnya
30
Bab 30. Karena Anda, Wangfei
31
Bab 31. Saya Mencintai Anda, Wangye
32
Bab 32. Tenang! Aku Di Sini!
33
Bab 33. Pagi Yang Panas
34
Bab 34. Surat Wu Zeyuan
35
Bab 35. Wangfei Yang Sibuk
36
Bab 36. Bagaimana Jika Saya Mati?
37
Bab 37. Kekayaan Xiao Wangfu
38
Bab 38. Kesepakatan Bisnis Bersama Rong Wangxia
39
Bab 39. Salju Akhir Tahun Yang Dinanti
40
Bab 40. Sang Kunci
41
Bab 41. Perasaan Kacau Rong Xuan
42
Bab 42. Cinta Itu Buta
43
Bab 43. Menjadi Istri Xiao Muqing Yang Sesungguhnya
44
Bab 44. Menikah Denganku, Apalagi?
45
Bab 45. Pandai Memainkan Kondisi dan Kesempatan
46
46. Wangye Berjanji Akan Bertanggung Jawab
47
Bab 47. Keyakinan Hati
48
Bab 48. Peraturan Kecil Wajib Istana
49
Bab 49.Wanita Yang Dia Cintai dan Wanita Yang Memegang Masa Depan Kekaisaran-nya
50
Bab 50. Posisi Sulit Xiao Jihuang
51
Bab 51. Masa Lalu 1: Janji Menjadi Huanghou
52
Bab 52. Masa Lalu 2: Dekrit Pertunangan Xiao Jihuang dan Rong Xuan
53
Bab 53. Cerita Menarik Tuan Muda Rong Yang Patah Hati
54
Bab 54. Aku Tidak Memiliki Hati Untuk Melukaimu, Sayang
55
Bab 55. Entah Saya Yang Gila Atau Dunia Yang Sudah Gila
56
Bab 56. Perubahan
57
Bab 57. Salju dan Kita
58
Bab 58. Tikus-Tikus
59
Bab 59. Aku Akan Menghancurkanmu!
60
Bab 60. Hadiah Salju Akhir Tahun
61
Bab 61. Wanitanya
62
Bab 62. Melupakan Luka Lama
63
Bab 63. Pedang Legendaris Xiao Muqing
64
Bab 64. Dendam Yang Harus Terbayar!
65
Bab 65. Berhasil Mengurus Satu Badai Besar
66
Bab 66. Panas di Musim Dingin
67
Bab 67. Tekad
68
Bab 68. Jantung Tao Tie
69
Bab 69. Anda lah Yang Pertama Kali Merusaknya!
70
Bab 70. Masa Lalu 3 Huang Mingxiang & Huang Liyue
71
Bab 71. Masa Lalu 4 Siapa Yang Akan Menjadi Istri Pangeran Kelima?
72
Bab 72. Masa Lalu 5 Awal Keretakan dan Kebencian
73
Bab 73. Cinta Yang Dewasa
74
Bab 74. Rahasia Kita Berempat
75
Bab 75. Tawa dan Senyum Bahagia
76
Bab 76. Bagaimana Jika Besok Saya Menghilang?
77
Bab 77. Persiapan Menuju Gunung Lang Tao
78
Bab 78. Menguji Cinta Mereka
79
Bab 79. Gunung Lang Tao
80
Bab 80. Latar Belakang Yui
81
Bab 81. Naga Shenlong
82
-VISUAL-
83
Bab 82. Manusia Pilihan Kesayangan Tuhan
84
Bab 83. Kebingungan Para Penduduk
85
Bab 84. Cinta Yang Tulus
86
Bab 85. Bunga Gold God dan Setengah Nyawa
87
Bab 86. Ucapan Cinta Yang Pertama Kali
88
Bab 87. Mengubah Target
89
Bab 88. Tanda Bukti Ketulusan
90
Bab 89. Berdebat di Istana
91
Bab 90. Tidak Akan Pernah Membenci Apa Yang Kamu Sukai
92
Bab 91. Demi Huang Mingxiang
93
Bab 92. Wanita Tercantik di Ibu Kota
94
Bab 93. Terus Menggigit
95
Bab 94. Aku Menyukai Wanita Sepertimu
96
Bab 95. Cantik Seperti Bunga
97
Bab 96. Akhir Yang Bahagia
98
Bab 97. Chen Taifei Agung
99
Bab 98. Air Mata Pertama Yang Diizinkan Muncul
100
Bab 99. Tangan Yang Memberikan Kasih Sayang
101
Bab 100. Perang Sesungguhnya Akan Segera Dimulai
102
Bab 101. Rong Lingxie
103
Bab 102. Ingin Menggunakan Orang Lain Untuk Bertarung Denganku?
104
Bab 103. Permaisuri-ku
105
Bab 104. Kamu Akan Berakhir!
106
Bab 105. Sidang Pengadilan
107
Bab 106. Tanda Cinta Pertama
108
Bab 107. Tunas Baru
109
Bab 108. BonChap: Rong Xuan
110
Bab 109. BonChap: Rong Xuan 2
111
Bab 110. BonChap: Rong Xuan 3
112
Bab 111. BonChap: Rong Xuan 4
113
TERIMA KASIH
114
THE NEXT OF PHOENIX

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!