Keesokan paginya, Huang Mingxiang bangun dengan semangat tinggi untuk menemui Xiao Muqing. Wanita itu mampir ke dapur Xiao Wangfu terlebih dahulu untuk membuatkan minuman herbal secara pribadi untuk Xiao Muqing. Setelah siap, dia bergegas menuju kediaman tempat laki-laki itu tinggal.
"Wangye." Saat masuk, Huang Mingxiang melihat tiga orang pelayan tengah menyingkap kelambu tidur Xiao Muqing, mereka sepertinya bersiap-siap untuk membantu Xiao Muqing mandi.
Melihat kehadiran Huang Mingxiang, ketiga pelayan itu bergegas membungkuk dan berjalan keluar. Hal ini membuat Huang Mingxiang bingung, mengapa mereka harus keluar? Bukankah mereka harus membantu Xiao Muqing?
Huang Mingxiang menoleh, kemudian berjalan ke arah pintu dan menegur mereka. "Tidak perlu keluar, kalian harus segera membantu Wangye."
Ketiga pelayan itu bingung, mereka saling tatap. Kemudian salah satu dari mereka berani berbicara. "Maafkan kami, Wangfei yang terhormat. Tetapi ... bukankah jika sesuai peraturan tradisi yang mulia lah yang akan membantu Wangye?"
Huang Mingxiang tertegun, jadi ... maksud mereka dirinya harus membantu Xiao Muqing mandi? Gila!
Melihat raut wajah terkejut Huang Mingxiang, pelayan yang bicara tadi buru-buru kembali berbicara, takut Huang Mingxiang tersinggung. "Tetapi, jika Wangfei yang terhormat ingin bawahan ini membantu, bawahan ini sangat bersedia. Bawahan kecil ini hanya berusaha menghormati anda untuk menjalankan tradisi."
"Apa kalian akan berdiam diri di sana dan membuat benwang menunggu?" Suara dingin menyeramkan milik Xiao Muqing terdengar, membuat Huang Mingxiang menoleh. Huang Mingxiang ragu, apa dirinya harus benar-benar membantu Xiao Muqing mandi? Tetapi jika dia menolak, hal ini akan membuat reputasinya sebagai seorang 'istri' menurun.
Dengan berat hati, Huang Mingxiang menatap ketiga pelayan itu dan berkata,"Kalian boleh pergi." Setelah itu berbalik dan mendekat ke arah Xiao Muqing. Walaupun sebelumnya dia berjanji akan menjadi istri yang baik, tetapi itu tidak berarti dia akan melayani pria itu untuk mandi!
Huang Mingxiang menaruh nampan yang berisi cangkir minuman herbal, Xiao Muqing sudah duduk di tepi ranjang dengan kaki yang menyentuh lantai. Huang Mingxiang kemudian mengulurkan tangannya ke arah pria itu, Xiao Muqing menatap kedua tangan Huang Mingxiang, dengan raut wajah datar Xiao Muqing menanggapi kedua tangan Huang Mingxiang.
Saat Xiao Muqing bersiap untuk memindahkan tubuhnya ke kursi roda, Huang Mingxiang juga bersiap untuk menahan berat tubuh pria itu. Xiao Muqing memiliki berat tiga kali dari berat badan miliknya, tentu tenaga yang dikeluarkan untuk menopang pria itu tidak sedikit.
Huang Mingxiang menghela napas lega ketika Xiao Muqing berhasil pindah ke kursi roda. Sebelum mendorong kursi roda pria itu menuju bilik mandi, Huang Mingxiang lebih dulu berjalan ke arah meja rias yang ada di kamar Xiao Muqing. Tidak ada benda apa pun di sana selain obat-obatan dan hiasan ikat kepala khas laki-laki kekaisaran Timur. Huang Mingxiang melepas seluruh perhiasannya, kecuali tusuk rambut untuk menahan gulungan rambutnya.
Xiao Muqing memperhatikan Huang Mingxiang dari belakang, setelah Huang Mingxiang berbalik dan tersenyum hangat ke arahnya, pria itu dengan cepat membuat tatapannya.
"Wangye, ayo, sekarang saatnya anda mandi!!" Huang Mingxiang mengatakan itu dengan nada bicara yang semangat, seperti mengajak anak kecil mandi.
Xiao Muqing tidak menjawab, pria itu hanya diam mengabaikan Huang Mingxiang. Huang Mingxiang yang sudah terbiasa pun tidak peduli, dia kemudian mendorong kursi roda Xiao Muqing menuju bilik mandi.
Kolam bak mandi luas pun terlihat, di sana air hangat sudah apik disiapkan oleh para pelayan. Huang Mingxiang mengetes kehangatan air mandi Xiao Muqing, takut terlalu panas. Dirasa pas, Huang Mingxiang kembali beralih pada Xiao Muqing.
Huang Mingxiang membantu Xiao Muqing melepas bajunya hingga hanya menyisakan lapisan celana panjang yang paling dalam. Saat tubuh atas Xiao Muqing benar-benar tanpa busana sekarang, wajah Huang Mingxiang sedikit memerah. Dia berusaha menepis pikiran-pikiran 'tidak penting' yang kini mulai merasuki otaknya. Saat melihat tubuh Xiao Muqing, Huang Mingxiang juga sangat tertegun kala melihat banyak sekali bekas luka. Di bagian dada Xiao Muqing terdapat tiga bekas luka sayatan, lalu di bagian punggungnya terdapat empat bekas luka tusukan, serta bekas luka-luka berat lainnya. Ini cukup keren, seberat apa pun luka di tubuhnya, namun wajah tampan Xiao Muqing tidak memiliki goresan sedikitpun. Apakah pihak musuh enggan untuk melukai wajah tampan di hadapannya ini? Berhenti pada pikiran yang tidak penting, Huang Mingxiang kembali memaksimalkan fokusnya.
Huang Mingxiang kembali mengulurkan tangannya kepada Xiao Muqing, pria itu membalasnya dan perlahan mulai bangkit. Lagi-lagi, Huang Mingxiang harus menahan beban tubuh Xiao Muqing. Raut wajah wanita itu terlihat lelah setelahnya, hal ini diperhatikan oleh Xiao Muqing.
Ketika berhasil memasuki kamar mandi, Xiao Muqing bertanya,"Kau lelah?"
Huang Mingxiang yang mendengar ini pun menggelengkan kepalanya. "Tidak, Mingxiang baik-baik saja. Wangye, izinkan Mingxiang membalurkan sabun ke tubuh anda."
Xiao Muqing belum menjawab, tetapi Huang Mingxiang sudah mengambil sabun dan perlahan membalur sabun-sabun itu ke punggung Xiao Muqing. Xiao Muqing diam selama Huang Mingxiang membalurkan sabun ke tubuhnya, hampir tidak ada pembicaraan sampai Xiao Muqing selesai mandi.
Ketika Huang Mingxiang hendak mengulurkan tangannya, tiba-tiba Xiao Muqing menolak dan berkata,"Ini urusan benwang, kau bisa keluar dan menunggu untuk dipanggil."
Huang Mingxiang mengerutkan keningnya. "Anda yakin? Wangye, bilik mandi ini licin."
Melihat Xiao Muqing menatapnya dingin, Huang Mingxiang ciut. Dia kemudian mengalah, keluar dari bilik mandi. Tak lama kemudian, Huang Mingxiang dipanggil dan kembali masuk ke dalam bilik mandi. Begitu masuk, dia melihat Xiao Muqing telah duduk di tepi bak mandi dengan pakaian baju dan celana bagian dalam berwarna putih. Rambut basah pria itu masih meneteskan air.
Huang Mingxiang menghela napas lega, ternyata selama dibantu oleh para pelayan Xiao Muqing tidak pernah menunjukkan bagian 'itu' pada mereka.
"Apa yang kau lihat?" tegur Xiao Muqing, pria itu mengerutkan keningnya, menatap Huang Mingxiang aneh dengan mata biru indahnya. Huang Mingxiang yang tersadar pun segera berjalan ke arah Xiao Muqing tanpa menjawab, lalu mengulurkan tangannya.
Xiao Muqing membalas uluran tangan Huang Mingxiang, sekali lagi, dia berusaha menahan beban tubuh Xiao Muqing. Kali ini tenaganya hampir mencapai batas, namun Xiao Muqing berhasil kembali duduk di kursi roda.
Huang Mingxiang mengatur napasnya yang memburu, kemudian berjongkok sebentar sambil mengelap keringat menggunakan tangannya. Xiao Muqing memperhatikan lagi, wajah Huang Mingxiang kini memerah karena kelelahan.
"Kembalilah, biar pelayan yang membantu setelah ini," ucap Xiao Muqing.
Huang Mingxiang yang mendengar ini pun segera menggeleng keras, sekali lagi dia menoleh. "Tidak perlu, Mingxiang masih bisa. Mengapa Wangye terus menerus berusaha mengusir Mingxiang?"
"Mengusir?" Xiao Muqing menaikkan alis kirinya sekilas, mengulangi salah satu kata dari kalimat Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang malas memperpanjang masalah ini, dia dengan cepat berjalan ke belakang kursi roda Xiao Muqing dan mendorong kursi roda pria itu hingga keluar dari bilik mandi.
Xiao Muqing dia letakkan di hadapan kaca tembaga besar, lalu Huang Mingxiang mengambil pakaian bersih baru dari lemari pria itu. Huang Mingxiang membantu Xiao Muqing menggunakan pakaian luarnya, kali ini pria itu tidak mengatakan apa pun lagi.
Setelah siap, Huang Mingxiang mulai menyisir rambut Xiao Muqing lembut. Xiao Muqing memperhatikan adegan ini dari cermin tembaga besar yang memantulkan bayangan diri mereka.
"Wangye, apa yang sudah anda lakukan dengan Han Hutou?" tanya Huang Mingxiang.
"Diurus Gu Sinjie ke pengadilan. Mati," jawab Xiao Muqing, Huang Mingxiang yang mendengar ini pun mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Wangye, sarapan pagi anda sudah siap." Seorang pelayan senior laki-laki masuk, seluruh pelayan yang ada di kediaman Xiao Muqing adalah laki-laki.
Huang Mingxiang mempercepat gerakan tangannya untuk merapikan rambut Xiao Muqing, lalu menaruh sisir tersebut dan mendorong kursi roda Xiao Muqing menuju meja makan.
Huang Mingxiang duduk berhadapan dengan Xiao Muqing, wanita itu menuang air ke dalam cangkir minum Xiao Muqing. "Nah, Wangye. Sekarang anda harus makan."
"Tau." Xiao Muqing membalas ketus, dia antara kesal dan biasa saja. Kesal karena Huang Mingxiang memperlakukannya seperti anak kecil, biasa saja karena dia pikir ... seharusnya dia tidak sekesal ini.
Ketika Huang Mingxiang sibuk memperhatikan Xiao Muqing, tiba-tiba pria itu menyodorkan mangkuk yang berisi setengah dari nasinya. "Makan ini, benwang tahu anda belum sarapan." Xiao Muqing mengatakan itu sambil menaruh beberapa lauk ke dalam mangkuk nasi Huang Mingxiang, mereka berdua berbagi nasi.
Huang Mingxiang tertegun, dari mana pria itu tahu? Benar, dia memang belum sarapan karena terburu-buru ingin menemui Xiao Muqing. Su Mama sudah mengomelinya sepanjang perjalanan kemari tadi, namun Huang Mingxiang lebih memilih langsung membuatkan minuman herbal untuk Xiao Muqing.
Huang Mingxiang dengan enggan mengambil makanan yang diberikan Xiao Muqing, kemudian mengambil sendok yang tidak digunakan Xiao Muqing untuk menyendok makanannya.
"Wangye." Di tengah kesibukan mengunyah mereka, Huang Mingxiang lagi-lagi bicara.
"Diam. Fokus dengan makananmu," balas Xiao Muqing.
Huang Mingxiang menggelengkan kepalanya. "Tidak, ini penting."
Xiao Muqing menatap Huang Mingxiang datar. "Apa?"
"Apa artinya anda sudah menerima saya sebagai istri Wangye?" tanya Huang Mingxiang takut-takut.
"Ya, setelah urusanmu selesai kau bebas pergi," jawab Xiao Muqing acuh.
Huang Mingxiang yang mendengar ini pun kembali menggelengkan kepalanya. "Tidak, saya tidak akan pergi."
"Kenapa?"
"Bukankah suami saya di sini?"
Mendengar jawaban Huang Mingxiang, Xiao Muqing terdiam dengan tatapannya yang sulit. Hanya Tuhan dan pria itu yang tahu apa yang sedang Xiao Muqing pikirkan di dalam kepalanya.
"Masih banyak pria lain yang akan menjadi suamimu, ben--" Belum selesai Xiao Muqing bicara, Huang Mingxiang memotong cepat. "Bagaimana mungkin? Saya hanya akan menikah sekali seumur hidup."
"Kau akan menyesal."
"Tidak!"
"Akan."
Tak!
Huang Mingxiang meletakkan sendoknya kasar ke atas meja, membuat Xiao Muqing sedikit terkejut. Pria itu memperdalam kerutan di dahinya, mengapa tiba-tiba wanita itu terlihat lebih emosional?
"Wangye, apa anda sedang mencintai seorang?" tanya Huang Mingxiang, dia ingin memastikan hal ini. Dia takut alasan Xiao Muqing terus menerus menolaknya karena sebenarnya di dalam hati pria itu ada wanita lain. Jika benar, maka Huang Mingxiang tidak akan memaksa lagi.
Xiao Muqing menjawab singkat. "Tidak."
Huang Mingxiang menghela napas lega mendengar jawaban Xiao Muqing, kemudian beralih menunjuk dirinya sendiri. "Kalau begitu, anda harus mencintai saya. Saya akan menjadi istri hidup dan mati anda. Tidak peduli kondisinya nanti seperti apa, hal itu tidak mengubah fakta kalau saya adalah istri anda." Xiao Muqing melupakan tatakrama untuk sesaat.
Xiao Muqing membuang tatapannya ke samping. "Kondisi--" baru satu kata yang keluar dari mulut Xiao Muqing, namun Huang Mingxiang telah menebak ke arah mana hal itu akan tertuju.
"Bahkan tangan anda patah pun saya akan tetap menjadi istri anda, Wangye. Wangye, percayalah, saya akan membuat anda kembali berjalan dan membayar tertawaan orang-orang di luar sana. Saya benar-benar tidak peduli pada fisik anda, itu tidak akan menghalangi perasaan dan ambisi saya."
"Kenapa kamu sangat bersikeras?"
"Karena saya mencintai anda, Wangye. Tidakkah anda melihat ketulusan saya?"
Jawaban Huang Mingxiang, sukses membuat Xiao Muqing kembali terdiam. Tetapi tak lama kemudian, Xiao Muqing tersenyum dingin. "Tidak. Kau masih ragu dengan jawabanmu sendiri."
Kali ini, Huang Mingxiang yang terdiam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Onyah Nie
owhhh cm su mama dn tukang masak yg permpuan ya
2023-04-15
0
Onyah Nie
slma ini mndi sma pelyan.. wow.. pelyan permpuan ap laki2 neh 🥴🥴
2023-04-15
0
Ida Blado
gue lbh suka ceweknya ini acuh,bodo amat.di banding terkesan menel dgn atas nama kewajiban
2023-04-09
0