Bab 16. Perasaan Yang Ragu

Keesokan paginya, Huang Mingxiang bangun dengan semangat tinggi untuk menemui Xiao Muqing. Wanita itu mampir ke dapur Xiao Wangfu terlebih dahulu untuk membuatkan minuman herbal secara pribadi untuk Xiao Muqing. Setelah siap, dia bergegas menuju kediaman tempat laki-laki itu tinggal.

"Wangye." Saat masuk, Huang Mingxiang melihat tiga orang pelayan tengah menyingkap kelambu tidur Xiao Muqing, mereka sepertinya bersiap-siap untuk membantu Xiao Muqing mandi.

Melihat kehadiran Huang Mingxiang, ketiga pelayan itu bergegas membungkuk dan berjalan keluar. Hal ini membuat Huang Mingxiang bingung, mengapa mereka harus keluar? Bukankah mereka harus membantu Xiao Muqing?

Huang Mingxiang menoleh, kemudian berjalan ke arah pintu dan menegur mereka. "Tidak perlu keluar, kalian harus segera membantu Wangye."

Ketiga pelayan itu bingung, mereka saling tatap. Kemudian salah satu dari mereka berani berbicara. "Maafkan kami, Wangfei yang terhormat. Tetapi ... bukankah jika sesuai peraturan tradisi yang mulia lah yang akan membantu Wangye?"

Huang Mingxiang tertegun, jadi ... maksud mereka dirinya harus membantu Xiao Muqing mandi? Gila!

Melihat raut wajah terkejut Huang Mingxiang, pelayan yang bicara tadi buru-buru kembali berbicara, takut Huang Mingxiang tersinggung. "Tetapi, jika Wangfei yang terhormat ingin bawahan ini membantu, bawahan ini sangat bersedia. Bawahan kecil ini hanya berusaha menghormati anda untuk menjalankan tradisi."

"Apa kalian akan berdiam diri di sana dan membuat benwang menunggu?" Suara dingin menyeramkan milik Xiao Muqing terdengar, membuat Huang Mingxiang menoleh. Huang Mingxiang ragu, apa dirinya harus benar-benar membantu Xiao Muqing mandi? Tetapi jika dia menolak, hal ini akan membuat reputasinya sebagai seorang 'istri' menurun.

Dengan berat hati, Huang Mingxiang menatap ketiga pelayan itu dan berkata,"Kalian boleh pergi." Setelah itu berbalik dan mendekat ke arah Xiao Muqing. Walaupun sebelumnya dia berjanji akan menjadi istri yang baik, tetapi itu tidak berarti dia akan melayani pria itu untuk mandi!

Huang Mingxiang menaruh nampan yang berisi cangkir minuman herbal, Xiao Muqing sudah duduk di tepi ranjang dengan kaki yang menyentuh lantai. Huang Mingxiang kemudian mengulurkan tangannya ke arah pria itu, Xiao Muqing menatap kedua tangan Huang Mingxiang, dengan raut wajah datar Xiao Muqing menanggapi kedua tangan Huang Mingxiang.

Saat Xiao Muqing bersiap untuk memindahkan tubuhnya ke kursi roda, Huang Mingxiang juga bersiap untuk menahan berat tubuh pria itu. Xiao Muqing memiliki berat tiga kali dari berat badan miliknya, tentu tenaga yang dikeluarkan untuk menopang pria itu tidak sedikit.

Huang Mingxiang menghela napas lega ketika Xiao Muqing berhasil pindah ke kursi roda. Sebelum mendorong kursi roda pria itu menuju bilik mandi, Huang Mingxiang lebih dulu berjalan ke arah meja rias yang ada di kamar Xiao Muqing. Tidak ada benda apa pun di sana selain obat-obatan dan hiasan ikat kepala khas laki-laki kekaisaran Timur. Huang Mingxiang melepas seluruh perhiasannya, kecuali tusuk rambut untuk menahan gulungan rambutnya.

Xiao Muqing memperhatikan Huang Mingxiang dari belakang, setelah Huang Mingxiang berbalik dan tersenyum hangat ke arahnya, pria itu dengan cepat membuat tatapannya.

"Wangye, ayo, sekarang saatnya anda mandi!!" Huang Mingxiang mengatakan itu dengan nada bicara yang semangat, seperti mengajak anak kecil mandi.

Xiao Muqing tidak menjawab, pria itu hanya diam mengabaikan Huang Mingxiang. Huang Mingxiang yang sudah terbiasa pun tidak peduli, dia kemudian mendorong kursi roda Xiao Muqing menuju bilik mandi.

Kolam bak mandi luas pun terlihat, di sana air hangat sudah apik disiapkan oleh para pelayan. Huang Mingxiang mengetes kehangatan air mandi Xiao Muqing, takut terlalu panas. Dirasa pas, Huang Mingxiang kembali beralih pada Xiao Muqing.

Huang Mingxiang membantu Xiao Muqing melepas bajunya hingga hanya menyisakan lapisan celana panjang yang paling dalam. Saat tubuh atas Xiao Muqing benar-benar tanpa busana sekarang, wajah Huang Mingxiang sedikit memerah. Dia berusaha menepis pikiran-pikiran 'tidak penting' yang kini mulai merasuki otaknya. Saat melihat tubuh Xiao Muqing, Huang Mingxiang juga sangat tertegun kala melihat banyak sekali bekas luka. Di bagian dada Xiao Muqing terdapat tiga bekas luka sayatan, lalu di bagian punggungnya terdapat empat bekas luka tusukan, serta bekas luka-luka berat lainnya. Ini cukup keren, seberat apa pun luka di tubuhnya, namun wajah tampan Xiao Muqing tidak memiliki goresan sedikitpun. Apakah pihak musuh enggan untuk melukai wajah tampan di hadapannya ini? Berhenti pada pikiran yang tidak penting, Huang Mingxiang kembali memaksimalkan fokusnya.

Huang Mingxiang kembali mengulurkan tangannya kepada Xiao Muqing, pria itu membalasnya dan perlahan mulai bangkit. Lagi-lagi, Huang Mingxiang harus menahan beban tubuh Xiao Muqing. Raut wajah wanita itu terlihat lelah setelahnya, hal ini diperhatikan oleh Xiao Muqing.

Ketika berhasil memasuki kamar mandi, Xiao Muqing bertanya,"Kau lelah?"

Huang Mingxiang yang mendengar ini pun menggelengkan kepalanya. "Tidak, Mingxiang baik-baik saja. Wangye, izinkan Mingxiang membalurkan sabun ke tubuh anda."

Xiao Muqing belum menjawab, tetapi Huang Mingxiang sudah mengambil sabun dan perlahan membalur sabun-sabun itu ke punggung Xiao Muqing. Xiao Muqing diam selama Huang Mingxiang membalurkan sabun ke tubuhnya, hampir tidak ada pembicaraan sampai Xiao Muqing selesai mandi.

Ketika Huang Mingxiang hendak mengulurkan tangannya, tiba-tiba Xiao Muqing menolak dan berkata,"Ini urusan benwang, kau bisa keluar dan menunggu untuk dipanggil."

Huang Mingxiang mengerutkan keningnya. "Anda yakin? Wangye, bilik mandi ini licin."

Melihat Xiao Muqing menatapnya dingin, Huang Mingxiang ciut. Dia kemudian mengalah, keluar dari bilik mandi. Tak lama kemudian, Huang Mingxiang dipanggil dan kembali masuk ke dalam bilik mandi. Begitu masuk, dia melihat Xiao Muqing telah duduk di tepi bak mandi dengan pakaian baju dan celana bagian dalam berwarna putih. Rambut basah pria itu masih meneteskan air.

Huang Mingxiang menghela napas lega, ternyata selama dibantu oleh para pelayan Xiao Muqing tidak pernah menunjukkan bagian 'itu' pada mereka.

"Apa yang kau lihat?" tegur Xiao Muqing, pria itu mengerutkan keningnya, menatap Huang Mingxiang aneh dengan mata biru indahnya. Huang Mingxiang yang tersadar pun segera berjalan ke arah Xiao Muqing tanpa menjawab, lalu mengulurkan tangannya.

Xiao Muqing membalas uluran tangan Huang Mingxiang, sekali lagi, dia berusaha menahan beban tubuh Xiao Muqing. Kali ini tenaganya hampir mencapai batas, namun Xiao Muqing berhasil kembali duduk di kursi roda.

Huang Mingxiang mengatur napasnya yang memburu, kemudian berjongkok sebentar sambil mengelap keringat menggunakan tangannya. Xiao Muqing memperhatikan lagi, wajah Huang Mingxiang kini memerah karena kelelahan.

"Kembalilah, biar pelayan yang membantu setelah ini," ucap Xiao Muqing.

Huang Mingxiang yang mendengar ini pun segera menggeleng keras, sekali lagi dia menoleh. "Tidak perlu, Mingxiang masih bisa. Mengapa Wangye terus menerus berusaha mengusir Mingxiang?"

"Mengusir?" Xiao Muqing menaikkan alis kirinya sekilas, mengulangi salah satu kata dari kalimat Huang Mingxiang.

Huang Mingxiang malas memperpanjang masalah ini, dia dengan cepat berjalan ke belakang kursi roda Xiao Muqing dan mendorong kursi roda pria itu hingga keluar dari bilik mandi.

Xiao Muqing dia letakkan di hadapan kaca tembaga besar, lalu Huang Mingxiang mengambil pakaian bersih baru dari lemari pria itu. Huang Mingxiang membantu Xiao Muqing menggunakan pakaian luarnya, kali ini pria itu tidak mengatakan apa pun lagi.

Setelah siap, Huang Mingxiang mulai menyisir rambut Xiao Muqing lembut. Xiao Muqing memperhatikan adegan ini dari cermin tembaga besar yang memantulkan bayangan diri mereka.

"Wangye, apa yang sudah anda lakukan dengan Han Hutou?" tanya Huang Mingxiang.

"Diurus Gu Sinjie ke pengadilan. Mati," jawab Xiao Muqing, Huang Mingxiang yang mendengar ini pun mengangguk-anggukkan kepalanya.

"Wangye, sarapan pagi anda sudah siap." Seorang pelayan senior laki-laki masuk, seluruh pelayan yang ada di kediaman Xiao Muqing adalah laki-laki.

Huang Mingxiang mempercepat gerakan tangannya untuk merapikan rambut Xiao Muqing, lalu menaruh sisir tersebut dan mendorong kursi roda Xiao Muqing menuju meja makan.

Huang Mingxiang duduk berhadapan dengan Xiao Muqing, wanita itu menuang air ke dalam cangkir minum Xiao Muqing. "Nah, Wangye. Sekarang anda harus makan."

"Tau." Xiao Muqing membalas ketus, dia antara kesal dan biasa saja. Kesal karena Huang Mingxiang memperlakukannya seperti anak kecil, biasa saja karena dia pikir ... seharusnya dia tidak sekesal ini.

Ketika Huang Mingxiang sibuk memperhatikan Xiao Muqing, tiba-tiba pria itu menyodorkan mangkuk yang berisi setengah dari nasinya. "Makan ini, benwang tahu anda belum sarapan." Xiao Muqing mengatakan itu sambil menaruh beberapa lauk ke dalam mangkuk nasi Huang Mingxiang, mereka berdua berbagi nasi.

Huang Mingxiang tertegun, dari mana pria itu tahu? Benar, dia memang belum sarapan karena terburu-buru ingin menemui Xiao Muqing. Su Mama sudah mengomelinya sepanjang perjalanan kemari tadi, namun Huang Mingxiang lebih memilih langsung membuatkan minuman herbal untuk Xiao Muqing.

Huang Mingxiang dengan enggan mengambil makanan yang diberikan Xiao Muqing, kemudian mengambil sendok yang tidak digunakan Xiao Muqing untuk menyendok makanannya.

"Wangye." Di tengah kesibukan mengunyah mereka, Huang Mingxiang lagi-lagi bicara.

"Diam. Fokus dengan makananmu," balas Xiao Muqing.

Huang Mingxiang menggelengkan kepalanya. "Tidak, ini penting."

Xiao Muqing menatap Huang Mingxiang datar. "Apa?"

"Apa artinya anda sudah menerima saya sebagai istri Wangye?" tanya Huang Mingxiang takut-takut.

"Ya, setelah urusanmu selesai kau bebas pergi," jawab Xiao Muqing acuh.

Huang Mingxiang yang mendengar ini pun kembali menggelengkan kepalanya. "Tidak, saya tidak akan pergi."

"Kenapa?"

"Bukankah suami saya di sini?"

Mendengar jawaban Huang Mingxiang, Xiao Muqing terdiam dengan tatapannya yang sulit. Hanya Tuhan dan pria itu yang tahu apa yang sedang Xiao Muqing pikirkan di dalam kepalanya.

"Masih banyak pria lain yang akan menjadi suamimu, ben--" Belum selesai Xiao Muqing bicara, Huang Mingxiang memotong cepat. "Bagaimana mungkin? Saya hanya akan menikah sekali seumur hidup."

"Kau akan menyesal."

"Tidak!"

"Akan."

Tak!

Huang Mingxiang meletakkan sendoknya kasar ke atas meja, membuat Xiao Muqing sedikit terkejut. Pria itu memperdalam kerutan di dahinya, mengapa tiba-tiba wanita itu terlihat lebih emosional?

"Wangye, apa anda sedang mencintai seorang?" tanya Huang Mingxiang, dia ingin memastikan hal ini. Dia takut alasan Xiao Muqing terus menerus menolaknya karena sebenarnya di dalam hati pria itu ada wanita lain. Jika benar, maka Huang Mingxiang tidak akan memaksa lagi.

Xiao Muqing menjawab singkat. "Tidak."

Huang Mingxiang menghela napas lega mendengar jawaban Xiao Muqing, kemudian beralih menunjuk dirinya sendiri. "Kalau begitu, anda harus mencintai saya. Saya akan menjadi istri hidup dan mati anda. Tidak peduli kondisinya nanti seperti apa, hal itu tidak mengubah fakta kalau saya adalah istri anda." Xiao Muqing melupakan tatakrama untuk sesaat.

Xiao Muqing membuang tatapannya ke samping. "Kondisi--" baru satu kata yang keluar dari mulut Xiao Muqing, namun Huang Mingxiang telah menebak ke arah mana hal itu akan tertuju.

"Bahkan tangan anda patah pun saya akan tetap menjadi istri anda, Wangye. Wangye, percayalah, saya akan membuat anda kembali berjalan dan membayar tertawaan orang-orang di luar sana. Saya benar-benar tidak peduli pada fisik anda, itu tidak akan menghalangi perasaan dan ambisi saya."

"Kenapa kamu sangat bersikeras?"

"Karena saya mencintai anda, Wangye. Tidakkah anda melihat ketulusan saya?"

Jawaban Huang Mingxiang, sukses membuat Xiao Muqing kembali terdiam. Tetapi tak lama kemudian, Xiao Muqing tersenyum dingin. "Tidak. Kau masih ragu dengan jawabanmu sendiri."

Kali ini, Huang Mingxiang yang terdiam.

Terpopuler

Comments

Onyah Nie

Onyah Nie

owhhh cm su mama dn tukang masak yg permpuan ya

2023-04-15

0

Onyah Nie

Onyah Nie

slma ini mndi sma pelyan.. wow.. pelyan permpuan ap laki2 neh 🥴🥴

2023-04-15

0

Ida Blado

Ida Blado

gue lbh suka ceweknya ini acuh,bodo amat.di banding terkesan menel dgn atas nama kewajiban

2023-04-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Dekrit Pernikahan Dengan Xiao Wangye
2 Bab 2. Xiao Wangfu Dikepung Pembunuh!
3 Bab 3. Mengunjungi Xiao Muqing
4 Bab 4. Meyakinkan Xiao Wangye
5 Bab 5. Bakpao Untuk Xiao Wangye
6 Bab 6. Pembunuh 2
7 Bab 7. Saya Akan Membuat Xiao Wangfu Bersinar
8 Bab 8. Hanya Orang-Orang Terpilih Yang Dapat Tinggal Di Xiao Wangfu
9 Bab 9. Apakah Anda Mencintai dan Menyayangi Wangye Dengan Tulus, Wangfei?
10 Bab 10. Berbincang-Bincang Dengan Huangtaihou
11 Bab 11. Menghina Huang Mingxiang, Sama Dengan Menghina Xiao Muqing!
12 Bab 12. Perasaan Xiao Jihuang, Sang Kaisar
13 Bab 13. Kalian Tidak Akan Bisa Membunuh Suamiku!
14 Bab 14. Rong Wangxia
15 Bab 15. Sudah Mengakui Keberadaannya Di Sini Sebagai Wangfei?
16 Bab 16. Perasaan Yang Ragu
17 Bab 17. Baili Ruyi Yang Ceria
18 Bab 18. Rencana Perjodohan Yang Telah Gagal
19 Bab 19. Mantan Tunangan Rong Wangxia?
20 Bab 20. Wangfei Menangis
21 Bab 22. Menjalani Semuanya Sendirian Memang Lebih Baik
22 Bab 22. Bunga Tua Terakhir Huang Fu
23 Bab 23. Menjalin Bisnis Dengan Wu Guifei
24 Bab 24. Patuhilah Seluruh Perkataanku, Xiang'er ....
25 Bab 25. Tradisi Memakan Buah Suci
26 Bab 26. Penolakan Para Bangsawan Terang-Terangan
27 Bab 27. Jika Wangfei Meminta Kekaisaran Ini Terbalik, Maka Wangye Akan Melakukan
28 Bab 28. Jika Ingin Menjadi Jahat, Maka Jadilah Jahat Sepenuhnya
29 Bab 29. Istana Tidak Akan Bisa Menjangkau Nyawanya, Bahkan Helai Rambutnya
30 Bab 30. Karena Anda, Wangfei
31 Bab 31. Saya Mencintai Anda, Wangye
32 Bab 32. Tenang! Aku Di Sini!
33 Bab 33. Pagi Yang Panas
34 Bab 34. Surat Wu Zeyuan
35 Bab 35. Wangfei Yang Sibuk
36 Bab 36. Bagaimana Jika Saya Mati?
37 Bab 37. Kekayaan Xiao Wangfu
38 Bab 38. Kesepakatan Bisnis Bersama Rong Wangxia
39 Bab 39. Salju Akhir Tahun Yang Dinanti
40 Bab 40. Sang Kunci
41 Bab 41. Perasaan Kacau Rong Xuan
42 Bab 42. Cinta Itu Buta
43 Bab 43. Menjadi Istri Xiao Muqing Yang Sesungguhnya
44 Bab 44. Menikah Denganku, Apalagi?
45 Bab 45. Pandai Memainkan Kondisi dan Kesempatan
46 46. Wangye Berjanji Akan Bertanggung Jawab
47 Bab 47. Keyakinan Hati
48 Bab 48. Peraturan Kecil Wajib Istana
49 Bab 49.Wanita Yang Dia Cintai dan Wanita Yang Memegang Masa Depan Kekaisaran-nya
50 Bab 50. Posisi Sulit Xiao Jihuang
51 Bab 51. Masa Lalu 1: Janji Menjadi Huanghou
52 Bab 52. Masa Lalu 2: Dekrit Pertunangan Xiao Jihuang dan Rong Xuan
53 Bab 53. Cerita Menarik Tuan Muda Rong Yang Patah Hati
54 Bab 54. Aku Tidak Memiliki Hati Untuk Melukaimu, Sayang
55 Bab 55. Entah Saya Yang Gila Atau Dunia Yang Sudah Gila
56 Bab 56. Perubahan
57 Bab 57. Salju dan Kita
58 Bab 58. Tikus-Tikus
59 Bab 59. Aku Akan Menghancurkanmu!
60 Bab 60. Hadiah Salju Akhir Tahun
61 Bab 61. Wanitanya
62 Bab 62. Melupakan Luka Lama
63 Bab 63. Pedang Legendaris Xiao Muqing
64 Bab 64. Dendam Yang Harus Terbayar!
65 Bab 65. Berhasil Mengurus Satu Badai Besar
66 Bab 66. Panas di Musim Dingin
67 Bab 67. Tekad
68 Bab 68. Jantung Tao Tie
69 Bab 69. Anda lah Yang Pertama Kali Merusaknya!
70 Bab 70. Masa Lalu 3 Huang Mingxiang & Huang Liyue
71 Bab 71. Masa Lalu 4 Siapa Yang Akan Menjadi Istri Pangeran Kelima?
72 Bab 72. Masa Lalu 5 Awal Keretakan dan Kebencian
73 Bab 73. Cinta Yang Dewasa
74 Bab 74. Rahasia Kita Berempat
75 Bab 75. Tawa dan Senyum Bahagia
76 Bab 76. Bagaimana Jika Besok Saya Menghilang?
77 Bab 77. Persiapan Menuju Gunung Lang Tao
78 Bab 78. Menguji Cinta Mereka
79 Bab 79. Gunung Lang Tao
80 Bab 80. Latar Belakang Yui
81 Bab 81. Naga Shenlong
82 -VISUAL-
83 Bab 82. Manusia Pilihan Kesayangan Tuhan
84 Bab 83. Kebingungan Para Penduduk
85 Bab 84. Cinta Yang Tulus
86 Bab 85. Bunga Gold God dan Setengah Nyawa
87 Bab 86. Ucapan Cinta Yang Pertama Kali
88 Bab 87. Mengubah Target
89 Bab 88. Tanda Bukti Ketulusan
90 Bab 89. Berdebat di Istana
91 Bab 90. Tidak Akan Pernah Membenci Apa Yang Kamu Sukai
92 Bab 91. Demi Huang Mingxiang
93 Bab 92. Wanita Tercantik di Ibu Kota
94 Bab 93. Terus Menggigit
95 Bab 94. Aku Menyukai Wanita Sepertimu
96 Bab 95. Cantik Seperti Bunga
97 Bab 96. Akhir Yang Bahagia
98 Bab 97. Chen Taifei Agung
99 Bab 98. Air Mata Pertama Yang Diizinkan Muncul
100 Bab 99. Tangan Yang Memberikan Kasih Sayang
101 Bab 100. Perang Sesungguhnya Akan Segera Dimulai
102 Bab 101. Rong Lingxie
103 Bab 102. Ingin Menggunakan Orang Lain Untuk Bertarung Denganku?
104 Bab 103. Permaisuri-ku
105 Bab 104. Kamu Akan Berakhir!
106 Bab 105. Sidang Pengadilan
107 Bab 106. Tanda Cinta Pertama
108 Bab 107. Tunas Baru
109 Bab 108. BonChap: Rong Xuan
110 Bab 109. BonChap: Rong Xuan 2
111 Bab 110. BonChap: Rong Xuan 3
112 Bab 111. BonChap: Rong Xuan 4
113 TERIMA KASIH
114 THE NEXT OF PHOENIX
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1. Dekrit Pernikahan Dengan Xiao Wangye
2
Bab 2. Xiao Wangfu Dikepung Pembunuh!
3
Bab 3. Mengunjungi Xiao Muqing
4
Bab 4. Meyakinkan Xiao Wangye
5
Bab 5. Bakpao Untuk Xiao Wangye
6
Bab 6. Pembunuh 2
7
Bab 7. Saya Akan Membuat Xiao Wangfu Bersinar
8
Bab 8. Hanya Orang-Orang Terpilih Yang Dapat Tinggal Di Xiao Wangfu
9
Bab 9. Apakah Anda Mencintai dan Menyayangi Wangye Dengan Tulus, Wangfei?
10
Bab 10. Berbincang-Bincang Dengan Huangtaihou
11
Bab 11. Menghina Huang Mingxiang, Sama Dengan Menghina Xiao Muqing!
12
Bab 12. Perasaan Xiao Jihuang, Sang Kaisar
13
Bab 13. Kalian Tidak Akan Bisa Membunuh Suamiku!
14
Bab 14. Rong Wangxia
15
Bab 15. Sudah Mengakui Keberadaannya Di Sini Sebagai Wangfei?
16
Bab 16. Perasaan Yang Ragu
17
Bab 17. Baili Ruyi Yang Ceria
18
Bab 18. Rencana Perjodohan Yang Telah Gagal
19
Bab 19. Mantan Tunangan Rong Wangxia?
20
Bab 20. Wangfei Menangis
21
Bab 22. Menjalani Semuanya Sendirian Memang Lebih Baik
22
Bab 22. Bunga Tua Terakhir Huang Fu
23
Bab 23. Menjalin Bisnis Dengan Wu Guifei
24
Bab 24. Patuhilah Seluruh Perkataanku, Xiang'er ....
25
Bab 25. Tradisi Memakan Buah Suci
26
Bab 26. Penolakan Para Bangsawan Terang-Terangan
27
Bab 27. Jika Wangfei Meminta Kekaisaran Ini Terbalik, Maka Wangye Akan Melakukan
28
Bab 28. Jika Ingin Menjadi Jahat, Maka Jadilah Jahat Sepenuhnya
29
Bab 29. Istana Tidak Akan Bisa Menjangkau Nyawanya, Bahkan Helai Rambutnya
30
Bab 30. Karena Anda, Wangfei
31
Bab 31. Saya Mencintai Anda, Wangye
32
Bab 32. Tenang! Aku Di Sini!
33
Bab 33. Pagi Yang Panas
34
Bab 34. Surat Wu Zeyuan
35
Bab 35. Wangfei Yang Sibuk
36
Bab 36. Bagaimana Jika Saya Mati?
37
Bab 37. Kekayaan Xiao Wangfu
38
Bab 38. Kesepakatan Bisnis Bersama Rong Wangxia
39
Bab 39. Salju Akhir Tahun Yang Dinanti
40
Bab 40. Sang Kunci
41
Bab 41. Perasaan Kacau Rong Xuan
42
Bab 42. Cinta Itu Buta
43
Bab 43. Menjadi Istri Xiao Muqing Yang Sesungguhnya
44
Bab 44. Menikah Denganku, Apalagi?
45
Bab 45. Pandai Memainkan Kondisi dan Kesempatan
46
46. Wangye Berjanji Akan Bertanggung Jawab
47
Bab 47. Keyakinan Hati
48
Bab 48. Peraturan Kecil Wajib Istana
49
Bab 49.Wanita Yang Dia Cintai dan Wanita Yang Memegang Masa Depan Kekaisaran-nya
50
Bab 50. Posisi Sulit Xiao Jihuang
51
Bab 51. Masa Lalu 1: Janji Menjadi Huanghou
52
Bab 52. Masa Lalu 2: Dekrit Pertunangan Xiao Jihuang dan Rong Xuan
53
Bab 53. Cerita Menarik Tuan Muda Rong Yang Patah Hati
54
Bab 54. Aku Tidak Memiliki Hati Untuk Melukaimu, Sayang
55
Bab 55. Entah Saya Yang Gila Atau Dunia Yang Sudah Gila
56
Bab 56. Perubahan
57
Bab 57. Salju dan Kita
58
Bab 58. Tikus-Tikus
59
Bab 59. Aku Akan Menghancurkanmu!
60
Bab 60. Hadiah Salju Akhir Tahun
61
Bab 61. Wanitanya
62
Bab 62. Melupakan Luka Lama
63
Bab 63. Pedang Legendaris Xiao Muqing
64
Bab 64. Dendam Yang Harus Terbayar!
65
Bab 65. Berhasil Mengurus Satu Badai Besar
66
Bab 66. Panas di Musim Dingin
67
Bab 67. Tekad
68
Bab 68. Jantung Tao Tie
69
Bab 69. Anda lah Yang Pertama Kali Merusaknya!
70
Bab 70. Masa Lalu 3 Huang Mingxiang & Huang Liyue
71
Bab 71. Masa Lalu 4 Siapa Yang Akan Menjadi Istri Pangeran Kelima?
72
Bab 72. Masa Lalu 5 Awal Keretakan dan Kebencian
73
Bab 73. Cinta Yang Dewasa
74
Bab 74. Rahasia Kita Berempat
75
Bab 75. Tawa dan Senyum Bahagia
76
Bab 76. Bagaimana Jika Besok Saya Menghilang?
77
Bab 77. Persiapan Menuju Gunung Lang Tao
78
Bab 78. Menguji Cinta Mereka
79
Bab 79. Gunung Lang Tao
80
Bab 80. Latar Belakang Yui
81
Bab 81. Naga Shenlong
82
-VISUAL-
83
Bab 82. Manusia Pilihan Kesayangan Tuhan
84
Bab 83. Kebingungan Para Penduduk
85
Bab 84. Cinta Yang Tulus
86
Bab 85. Bunga Gold God dan Setengah Nyawa
87
Bab 86. Ucapan Cinta Yang Pertama Kali
88
Bab 87. Mengubah Target
89
Bab 88. Tanda Bukti Ketulusan
90
Bab 89. Berdebat di Istana
91
Bab 90. Tidak Akan Pernah Membenci Apa Yang Kamu Sukai
92
Bab 91. Demi Huang Mingxiang
93
Bab 92. Wanita Tercantik di Ibu Kota
94
Bab 93. Terus Menggigit
95
Bab 94. Aku Menyukai Wanita Sepertimu
96
Bab 95. Cantik Seperti Bunga
97
Bab 96. Akhir Yang Bahagia
98
Bab 97. Chen Taifei Agung
99
Bab 98. Air Mata Pertama Yang Diizinkan Muncul
100
Bab 99. Tangan Yang Memberikan Kasih Sayang
101
Bab 100. Perang Sesungguhnya Akan Segera Dimulai
102
Bab 101. Rong Lingxie
103
Bab 102. Ingin Menggunakan Orang Lain Untuk Bertarung Denganku?
104
Bab 103. Permaisuri-ku
105
Bab 104. Kamu Akan Berakhir!
106
Bab 105. Sidang Pengadilan
107
Bab 106. Tanda Cinta Pertama
108
Bab 107. Tunas Baru
109
Bab 108. BonChap: Rong Xuan
110
Bab 109. BonChap: Rong Xuan 2
111
Bab 110. BonChap: Rong Xuan 3
112
Bab 111. BonChap: Rong Xuan 4
113
TERIMA KASIH
114
THE NEXT OF PHOENIX

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!