Huang Mingxiang berlalu pergi dari Istana, hatinya sedikit merasa lega. Dia sudah menunjukkan kepada seluruh orang bahwa dia baik-baik saja dan masalah kemarin tidak akan membuatnya terpuruk. Dia juga sudah mengangkat kembali nama Xiao Muqing agar mereka yang melupakan Xiao Muqing kembali teringat akan pria itu.
Orang-orang di kekaisaran ini menurut Huang Mingxiang bukanlah menganggap remeh Xiao Muqing, tetapi mereka hanya melupakan Xiao Muqing. Walaupun kaki pria itu lumpuh, seharusnya tidak akan membuat mereka memberontak pada Xiao Muqing. Mengingat pria itu masih memiliki kekuatan mengakar kuat di Kekaisaran, baik di militer ataupun politik.
Saat ini kubu politik hanya ada dua bagian, jika Xiao Muqing kembali dan bergabung bersama mereka, maka dua kubu itu masing-masing akan terbelah dan membentuk satu kubu yang mengikuti Xiao Muqing. Walaupun mereka tahu Xiao Muqing tidak berambisi untuk menjadi Kaisar, tetapi mereka tetap patuh dan tunduk kepada Xiao Muqing. Mereka akan mengikuti apa pun yang Xiao Muqing pilih.
Tugas Huang Mingxiang sekarang hanya tersisa untuk menarik Xiao Muqing keluar dari Xiao Wangfu, pria itu harus muncul kembali ke permukaan. Tetapi akan sulit karena pria itu selalu mempermasalahkan kakinya, namun ini akan Huang Mingxiang pikirkan nanti. Huang Mingxiang bertekad untuk menyembuhkan kaki Xiao Muqing. Huang Mingxiang tidak peduli pada diagnosa tabib yang mengatakan hal itu mustahil atau tidak.
"Su Mama, sekarang kita pergi ke Chuan Wuqi," ujar Huang Mingxiang saat menaiki kereta kuda dengan lambang Xiao Wangfu.
Su Mama mengangguk. "Baik, Wangfei." Kemudian dia memberitahukan apa yang Huang Mingxiang katakan kepada sang kusir.
Saat kereta kuda Huang Mingxiang hendak melaju, tiba-tiba seorang kasim muda menghentikan mereka. Hal ini membuat Su Mama marah.
"Apa yang anda lakukan? Ini adalah kereta Xiao Wangfei!"
Kasim muda itu terlihat takut, kemudian buru-buru membungkuk. "Bawahan rendah ini mohon ampun, Wangfei. Bawahan rendah ini diperintahkan untuk menyampaikan pesan kepada Wangfei langsung."
"Pesan dari siapa?" tanya Huang Mingxiang dari dalam kereta kuda, alis kirinya sedikit terangkat.
"Yang mulia, izinkan anda berbisik pada anda. Ini perintah dari atasan hamba," jawab Kasim muda itu.
"Wangfei, ini ...." Su Mama melirik ke dalam kereta, ragu-ragu. Tetapi begitu mendapatkan isyarat mengangguk dari Huang Mingxiang, Su Mama pun segera membuka kembali pintu kereta kuda dan perlahan membantu Huang Mingxiang untuk duduk dekat dengan pintu kereta.
Kasim muda itu dengan hati-hati berbisik di telinga Huang Mingxiang, hal ini membuat senyum kecil muncul di bibir Huang Mingxiang. Huang Mingxiang menatap dingin Kasim muda itu, lalu berkata,"Sampaikan kepada atasanmu, aku sibuk dan memiliki urusan lain yang harus segera ditangani, karena itu tidak dapat memenuhi perintahnya. Dan lagi, suamiku telah menungguku di rumah."
Tanpa mempedulikan reaksi Kasim muda tersebut, Huang Mingxiang segera masuk kembali lebih dalam dan menutup pintu kereta dengan tangannya sendiri. Melihat sikap Huang Mingxiang yang sepertinya sudah tidak membutuhkan Kasim muda itu lagi, Su Mama dengan gesit menarik Kasim muda itu menjauh dan memerintahkan sang kusir untuk melajukan kereta kuda-nya.
Huang Mingxiang mendengus tipis. Kasim muda itu adalah suruhan Kaisar, Xiao Jihuang. Pria itu mengajaknya bertemu diam-diam di suatu tempat, Huang Mingxiang tanpa pikir panjang pun menolaknya. Pria itu sudah menjadi Kaisar, bagaimana bisa dia berbuat hal konyol seperti itu? Bertemu diam-diam seperti sepasang kekasih yang melakukan skandal terlarang. Seingat Huang Mingxiang juga dia dan Xiao Jihuang tidak memiliki urusan apa pun selain dendam Huang Mingxiang padanya karena mengizinkan Huanghou menjatuhkan dekrit itu.
Sebelum pria itu menjadi Kaisar, dia dan Xiao Jihuang sering kali bertemu karena Huanghou, namun hubungan mereka tidak cukup dekat. Mereka semakin jarang bertemu setelah pria itu naik takhta. Jadi, hubungan mereka bisa dibilang tidak begitu dekat dan penting sampai bisa bertemu diam-diam.
Kereta kuda Huang Mingxiang terus melaju, sementara itu Xiao Jihuang yang sudah berada di ruangan kerjanya mendengarkan laporan dari Kasim muda suruhannya. Wajah pria itu terlihat buruk saat mendengarkan.
"Wanita itu pasti membenci Zhen," ujar Xiao Jihuang, matanya menatap kosong ke arah tumpukkan dokumen pekerjaannya.
"Yang mulia, mengenai hal itu belum pasti. Bagaimana jika Xiao Wangfei benar-benar memiliki kesibukan yang mendesak?" timpal Kasim Yi, Kasim pribadi Kaisar.
Xiao Jihuang menggeleng. "Dia memang telah membenci Zhen. Ini salah Zhen karena tidak bisa melindunginya." Xiao Jihuang beralih menatap kotak perhiasan yang terbuka di atas meja kerjanya. Kotak perhiasan itu berisi tusuk rambut yang terbuat dari emas terbaik dengan ukiran burung Phoenix dan terdapat batu merah delima langka sebagai hiasan utamanya.
"Dan lagi, dia menyebut paman Kekaisaran sebagai 'suaminya'?" Mata Xiao Jihuang beralih menatap Kasim muda yang ada di hadapannya.
Kasim muda itu mengangguk sambil membungkuk. "Benar, yang mulia."
Xiao Jihuang tersenyum kecut, kemudian melirik Kasim Yi yang berdiri di belakangnya. "Kasim Yi, mengapa dada Zhen merasa tidak nyaman mendengar ini?"
Kasim Yi segera menampilkan raut wajah sedih ke arah Xiao Jihuang. Patah hati. Kaisar itu patah hati. Dia cemburu.
"Yang mulia, masih ada kesempatan--" Saat Kasim Yi tengah berbicara, Xiao Jihuang dengan cepat memotong dengan nada mengandung emosional yang kental.
"Kesempatan apa Kasim Yi? Setiap mengingat fakta bahwa dia sekarang adalah bibi kekaisaran Zhen, itu benar-benar terasa memuakkan. Zhen merasa ... senyuman wanita itu semakin menjauh."
"Yang mulia, anda harus tenang terlebih dahulu. Pikirkan kembali, apakah Xiao Wangfei benar-benar bahagia bersama Xiao Wangye atau tidak? Apakah anda yakin bahwa Xiao Wangfei benar-benar bahagia? Bagaimana jika Xiao Wangfei hanya berbohong agar tidak mendapatkan tatapan merendahkan dari orang-orang sekitar? Bagaimana jika hubungan mereka berdua sebenarnya tidak baik? Masih ada celah untuk anda, Yang mulia. Setelah kekuatan anda stabil, anda dapat 'menjemput' beliau kemari." Kasim Yi berusaha menenangkan Xiao Jihuang.
Xiao Jihuang, pria itu mencintai Huang Mingxiang tanpa diketahui siapa pun, termasuk ibunya sendiri sang Huangtaihou. Jika ada yang mengetahui perasaannya pada Huang Mingxiang pun, perasaan Xiao Jihuang jauh lebih dalam dari yang orang-orang itu ketahui.
Pria itu telah menyiapkan segalanya untuk menyambut Huang Mingxiang ke dalam Harem-nya. Dia telah memesan tusuk rambut khusus dan menyiapkan sebuah istana paling dekat dengan istana tempat tinggalnya agar Huang Mingxiang mudah untuk menemuinya. Tetapi, semua itu berantakan karena ulang Rong Xuan dan Huang Liyue.
Rong Xuan tidak mengetahui perasaannya, wanita itu hanya khawatir dengan posisinya karena ada Huangtaihou di belakang Xiao Mingxiang, jadi dia menolak kehadiran Huang Mingxiang di dalam Harem.
Xiao Jihuang tidak bisa berbuat apa pun saat fitnah itu mengenai Huang Mingxiang dan permintaan Rong Xuan untuk menurunkan dekrit tersebut. Dia belum sekuat itu untuk melindungi Huang Mingxiang. Tidak, jangankan melindungi orang lain, melindungi dirinya sendiri agar aman berdiri di atas takhta pun Xiao Jihuang masih agak kesulitan. Hal inilah yang membuat Xiao Jihuang membenci dirinya sendiri. Dia gagal melindungi orang yang dia cintai.
Kembali ke Huang Mingxiang, wanita itu telah sampai di Chuan Wuqi. Begitu sampai, kereta kuda miliknya ini langsung menarik perhatian banyak orang. Para pelayan Chuan Wuqi dengan cepat berlarian keluar, mereka semua terkejut atas kedatangan Huang Mingxiang. Tidak mereka sangka, tiga hari setelah pernikahan mereka berlangsung, Huang Mingxiang langsung gencar aktif mengerjakan pekerjaan yang ada di Xiao Wangfu. Itu pikir mereka.
Huang Mingxiang berjalan masuk tanpa mempedulikan para pelayan munafik yang menyambut kedatangannya. Saat para pelayan itu tersadar bahwa Huang Mingxiang hendak menuju ruang kerja Han Hutou, pengelola Chuan Wuqi, mereka semua kebingungan. Sampai akhirnya, salah satu pelayan senior di sana berjalan mendekat ke arah Huang Mingxiang dan berkata,"Wangfei yang terhormat, mohon maaf Wangfei, anda tidak bisa masuk ke dalam ruangan Tuan Han terlebih dahulu. Beliau sedang ada urusan lain di luar, jika tidak--"
Belum selesai pelayan itu bicara, Huang Mingxiang sudah meliriknya tajam dan memotong,"Berisik. Mulai hari ini, kau dipecat."
"A--apa?" Pelayan itu terbata, dia terkejut dengan kalimat tiba-tiba Huang Mingxiang.
Huang Mingxiang kemudian menoleh ke belakang, berdiri tegak menghadap para pegawai Chuan Wuqi. "Dengar, saya tidak perlu izin siapapun untuk menelusuri toko suami saya sendiri. Lancang sekali kalian berani menghentikan langkah Wangfei ini? Ingat baik-baik siapa atasan kalian!" Kemudian Huang Mingxiang melanjutkan langkahnya menuju ruangan kerja Han Hutou.
Para pegawai toko itu mulai gelisah, mereka bingung harus melakukan apa. Mereka tidak menyangka Huang Mingxiang sangat berani, ini benar-benar masalah besar bagi mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Libra3
ngangkat si MC buat dijadiin selir doang cih, dan lagi ada pasti namanya julukan SELIR KESAYANGAN wkwkw afaan tuh gak guna banget tau gak. belum lagi kalau si permaisuri, ratu atau selir" yg lain cemburu buhh ganasnya tuh bukan maeennn wkwkwk. main bunuh"an gak tuhh ujung"ya wkwk.
2024-07-13
0
Libra3
kaisarnya tolol jg, gak pantes emg buat si MC. cuman berlindung diketiak org lain pecundang, kalau emg gak bisa lindungin si mc yah gak usah sok nglindungin diri lu sendiri aja gak bisa. posisi lu jg sebagai kaisar jg pasti banyak yg mau belum lagi intrik politik internal yg ganas, perebutan tahta ck.
2024-07-13
0
Libra3
inilah namanya kerajaan apalagi kalau si kaisar punya selir belum lagi ada pertarungan diantara selir sama permaisuri bahkan ratu buat saling jatuhkan demi dapatkan posisi tertinggi. gilaknya yg anak"nya jg ikut dicuci otaknya atau emg bawaan sifatnya ntah dari ibu atau ayahnya dan jg lingkungannya yg salah buat saling jatuhkan.
hahaha persaingan antar pangeran jg pasti sering terjadi demi jadi putra mahkota bahkan saling bunuh, belum lagi pro kontra politik dari kubu" masing pangeran. demi memperkuat posisi tentu aja mereka pasti ngambil selir selain istri sah buat pertahanin posisi biar gak jatuh wkwk
2024-07-13
0