Bab 12. Perasaan Xiao Jihuang, Sang Kaisar

Huang Mingxiang berlalu pergi dari Istana, hatinya sedikit merasa lega. Dia sudah menunjukkan kepada seluruh orang bahwa dia baik-baik saja dan masalah kemarin tidak akan membuatnya terpuruk. Dia juga sudah mengangkat kembali nama Xiao Muqing agar mereka yang melupakan Xiao Muqing kembali teringat akan pria itu.

Orang-orang di kekaisaran ini menurut Huang Mingxiang bukanlah menganggap remeh Xiao Muqing, tetapi mereka hanya melupakan Xiao Muqing. Walaupun kaki pria itu lumpuh, seharusnya tidak akan membuat mereka memberontak pada Xiao Muqing. Mengingat pria itu masih memiliki kekuatan mengakar kuat di Kekaisaran, baik di militer ataupun politik.

Saat ini kubu politik hanya ada dua bagian, jika Xiao Muqing kembali dan bergabung bersama mereka, maka dua kubu itu masing-masing akan terbelah dan membentuk satu kubu yang mengikuti Xiao Muqing. Walaupun mereka tahu Xiao Muqing tidak berambisi untuk menjadi Kaisar, tetapi mereka tetap patuh dan tunduk kepada Xiao Muqing. Mereka akan mengikuti apa pun yang Xiao Muqing pilih.

Tugas Huang Mingxiang sekarang hanya tersisa untuk menarik Xiao Muqing keluar dari Xiao Wangfu, pria itu harus muncul kembali ke permukaan. Tetapi akan sulit karena pria itu selalu mempermasalahkan kakinya, namun ini akan Huang Mingxiang pikirkan nanti. Huang Mingxiang bertekad untuk menyembuhkan kaki Xiao Muqing. Huang Mingxiang tidak peduli pada diagnosa tabib yang mengatakan hal itu mustahil atau tidak.

"Su Mama, sekarang kita pergi ke Chuan Wuqi," ujar Huang Mingxiang saat menaiki kereta kuda dengan lambang Xiao Wangfu.

Su Mama mengangguk. "Baik, Wangfei." Kemudian dia memberitahukan apa yang Huang Mingxiang katakan kepada sang kusir.

Saat kereta kuda Huang Mingxiang hendak melaju, tiba-tiba seorang kasim muda menghentikan mereka. Hal ini membuat Su Mama marah.

"Apa yang anda lakukan? Ini adalah kereta Xiao Wangfei!"

Kasim muda itu terlihat takut, kemudian buru-buru membungkuk. "Bawahan rendah ini mohon ampun, Wangfei. Bawahan rendah ini diperintahkan untuk menyampaikan pesan kepada Wangfei langsung."

"Pesan dari siapa?" tanya Huang Mingxiang dari dalam kereta kuda, alis kirinya sedikit terangkat.

"Yang mulia, izinkan anda berbisik pada anda. Ini perintah dari atasan hamba," jawab Kasim muda itu.

"Wangfei, ini ...." Su Mama melirik ke dalam kereta, ragu-ragu. Tetapi begitu mendapatkan isyarat mengangguk dari Huang Mingxiang, Su Mama pun segera membuka kembali pintu kereta kuda dan perlahan membantu Huang Mingxiang untuk duduk dekat dengan pintu kereta.

Kasim muda itu dengan hati-hati berbisik di telinga Huang Mingxiang, hal ini membuat senyum kecil muncul di bibir Huang Mingxiang. Huang Mingxiang menatap dingin Kasim muda itu, lalu berkata,"Sampaikan kepada atasanmu, aku sibuk dan memiliki urusan lain yang harus segera ditangani, karena itu tidak dapat memenuhi perintahnya. Dan lagi, suamiku telah menungguku di rumah."

Tanpa mempedulikan reaksi Kasim muda tersebut, Huang Mingxiang segera masuk kembali lebih dalam dan menutup pintu kereta dengan tangannya sendiri. Melihat sikap Huang Mingxiang yang sepertinya sudah tidak membutuhkan Kasim muda itu lagi, Su Mama dengan gesit menarik Kasim muda itu menjauh dan memerintahkan sang kusir untuk melajukan kereta kuda-nya.

Huang Mingxiang mendengus tipis. Kasim muda itu adalah suruhan Kaisar, Xiao Jihuang. Pria itu mengajaknya bertemu diam-diam di suatu tempat, Huang Mingxiang tanpa pikir panjang pun menolaknya. Pria itu sudah menjadi Kaisar, bagaimana bisa dia berbuat hal konyol seperti itu? Bertemu diam-diam seperti sepasang kekasih yang melakukan skandal terlarang. Seingat Huang Mingxiang juga dia dan Xiao Jihuang tidak memiliki urusan apa pun selain dendam Huang Mingxiang padanya karena mengizinkan Huanghou menjatuhkan dekrit itu.

Sebelum pria itu menjadi Kaisar, dia dan Xiao Jihuang sering kali bertemu karena Huanghou, namun hubungan mereka tidak cukup dekat. Mereka semakin jarang bertemu setelah pria itu naik takhta. Jadi, hubungan mereka bisa dibilang tidak begitu dekat dan penting sampai bisa bertemu diam-diam.

Kereta kuda Huang Mingxiang terus melaju, sementara itu Xiao Jihuang yang sudah berada di ruangan kerjanya mendengarkan laporan dari Kasim muda suruhannya. Wajah pria itu terlihat buruk saat mendengarkan.

"Wanita itu pasti membenci Zhen," ujar Xiao Jihuang, matanya menatap kosong ke arah tumpukkan dokumen pekerjaannya.

"Yang mulia, mengenai hal itu belum pasti. Bagaimana jika Xiao Wangfei benar-benar memiliki kesibukan yang mendesak?" timpal Kasim Yi, Kasim pribadi Kaisar.

Xiao Jihuang menggeleng. "Dia memang telah membenci Zhen. Ini salah Zhen karena tidak bisa melindunginya." Xiao Jihuang beralih menatap kotak perhiasan yang terbuka di atas meja kerjanya. Kotak perhiasan itu berisi tusuk rambut yang terbuat dari emas terbaik dengan ukiran burung Phoenix dan terdapat batu merah delima langka sebagai hiasan utamanya.

"Dan lagi, dia menyebut paman Kekaisaran sebagai 'suaminya'?" Mata Xiao Jihuang beralih menatap Kasim muda yang ada di hadapannya.

Kasim muda itu mengangguk sambil membungkuk. "Benar, yang mulia."

Xiao Jihuang tersenyum kecut, kemudian melirik Kasim Yi yang berdiri di belakangnya. "Kasim Yi, mengapa dada Zhen merasa tidak nyaman mendengar ini?"

Kasim Yi segera menampilkan raut wajah sedih ke arah Xiao Jihuang. Patah hati. Kaisar itu patah hati. Dia cemburu.

"Yang mulia, masih ada kesempatan--" Saat Kasim Yi tengah berbicara, Xiao Jihuang dengan cepat memotong dengan nada mengandung emosional yang kental.

"Kesempatan apa Kasim Yi? Setiap mengingat fakta bahwa dia sekarang adalah bibi kekaisaran Zhen, itu benar-benar terasa memuakkan. Zhen merasa ... senyuman wanita itu semakin menjauh."

"Yang mulia, anda harus tenang terlebih dahulu. Pikirkan kembali, apakah Xiao Wangfei benar-benar bahagia bersama Xiao Wangye atau tidak? Apakah anda yakin bahwa Xiao Wangfei benar-benar bahagia? Bagaimana jika Xiao Wangfei hanya berbohong agar tidak mendapatkan tatapan merendahkan dari orang-orang sekitar? Bagaimana jika hubungan mereka berdua sebenarnya tidak baik? Masih ada celah untuk anda, Yang mulia. Setelah kekuatan anda stabil, anda dapat 'menjemput' beliau kemari." Kasim Yi berusaha menenangkan Xiao Jihuang.

Xiao Jihuang, pria itu mencintai Huang Mingxiang tanpa diketahui siapa pun, termasuk ibunya sendiri sang Huangtaihou. Jika ada yang mengetahui perasaannya pada Huang Mingxiang pun, perasaan Xiao Jihuang jauh lebih dalam dari yang orang-orang itu ketahui.

Pria itu telah menyiapkan segalanya untuk menyambut Huang Mingxiang ke dalam Harem-nya. Dia telah memesan tusuk rambut khusus dan menyiapkan sebuah istana paling dekat dengan istana tempat tinggalnya agar Huang Mingxiang mudah untuk menemuinya. Tetapi, semua itu berantakan karena ulang Rong Xuan dan Huang Liyue.

Rong Xuan tidak mengetahui perasaannya, wanita itu hanya khawatir dengan posisinya karena ada Huangtaihou di belakang Xiao Mingxiang, jadi dia menolak kehadiran Huang Mingxiang di dalam Harem.

Xiao Jihuang tidak bisa berbuat apa pun saat fitnah itu mengenai Huang Mingxiang dan permintaan Rong Xuan untuk menurunkan dekrit tersebut. Dia belum sekuat itu untuk melindungi Huang Mingxiang. Tidak, jangankan melindungi orang lain, melindungi dirinya sendiri agar aman berdiri di atas takhta pun Xiao Jihuang masih agak kesulitan. Hal inilah yang membuat Xiao Jihuang membenci dirinya sendiri. Dia gagal melindungi orang yang dia cintai.

Kembali ke Huang Mingxiang, wanita itu telah sampai di Chuan Wuqi. Begitu sampai, kereta kuda miliknya ini langsung menarik perhatian banyak orang. Para pelayan Chuan Wuqi dengan cepat berlarian keluar, mereka semua terkejut atas kedatangan Huang Mingxiang. Tidak mereka sangka, tiga hari setelah pernikahan mereka berlangsung, Huang Mingxiang langsung gencar aktif mengerjakan pekerjaan yang ada di Xiao Wangfu. Itu pikir mereka.

Huang Mingxiang berjalan masuk tanpa mempedulikan para pelayan munafik yang menyambut kedatangannya. Saat para pelayan itu tersadar bahwa Huang Mingxiang hendak menuju ruang kerja Han Hutou, pengelola Chuan Wuqi, mereka semua kebingungan. Sampai akhirnya, salah satu pelayan senior di sana berjalan mendekat ke arah Huang Mingxiang dan berkata,"Wangfei yang terhormat, mohon maaf Wangfei, anda tidak bisa masuk ke dalam ruangan Tuan Han terlebih dahulu. Beliau sedang ada urusan lain di luar, jika tidak--"

Belum selesai pelayan itu bicara, Huang Mingxiang sudah meliriknya tajam dan memotong,"Berisik. Mulai hari ini, kau dipecat."

"A--apa?" Pelayan itu terbata, dia terkejut dengan kalimat tiba-tiba Huang Mingxiang.

Huang Mingxiang kemudian menoleh ke belakang, berdiri tegak menghadap para pegawai Chuan Wuqi. "Dengar, saya tidak perlu izin siapapun untuk menelusuri toko suami saya sendiri. Lancang sekali kalian berani menghentikan langkah Wangfei ini? Ingat baik-baik siapa atasan kalian!" Kemudian Huang Mingxiang melanjutkan langkahnya menuju ruangan kerja Han Hutou.

Para pegawai toko itu mulai gelisah, mereka bingung harus melakukan apa. Mereka tidak menyangka Huang Mingxiang sangat berani, ini benar-benar masalah besar bagi mereka.

Terpopuler

Comments

Libra3

Libra3

ngangkat si MC buat dijadiin selir doang cih, dan lagi ada pasti namanya julukan SELIR KESAYANGAN wkwkw afaan tuh gak guna banget tau gak. belum lagi kalau si permaisuri, ratu atau selir" yg lain cemburu buhh ganasnya tuh bukan maeennn wkwkwk. main bunuh"an gak tuhh ujung"ya wkwk.

2024-07-13

0

Libra3

Libra3

kaisarnya tolol jg, gak pantes emg buat si MC. cuman berlindung diketiak org lain pecundang, kalau emg gak bisa lindungin si mc yah gak usah sok nglindungin diri lu sendiri aja gak bisa. posisi lu jg sebagai kaisar jg pasti banyak yg mau belum lagi intrik politik internal yg ganas, perebutan tahta ck.

2024-07-13

0

Libra3

Libra3

inilah namanya kerajaan apalagi kalau si kaisar punya selir belum lagi ada pertarungan diantara selir sama permaisuri bahkan ratu buat saling jatuhkan demi dapatkan posisi tertinggi. gilaknya yg anak"nya jg ikut dicuci otaknya atau emg bawaan sifatnya ntah dari ibu atau ayahnya dan jg lingkungannya yg salah buat saling jatuhkan.

hahaha persaingan antar pangeran jg pasti sering terjadi demi jadi putra mahkota bahkan saling bunuh, belum lagi pro kontra politik dari kubu" masing pangeran. demi memperkuat posisi tentu aja mereka pasti ngambil selir selain istri sah buat pertahanin posisi biar gak jatuh wkwk

2024-07-13

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Dekrit Pernikahan Dengan Xiao Wangye
2 Bab 2. Xiao Wangfu Dikepung Pembunuh!
3 Bab 3. Mengunjungi Xiao Muqing
4 Bab 4. Meyakinkan Xiao Wangye
5 Bab 5. Bakpao Untuk Xiao Wangye
6 Bab 6. Pembunuh 2
7 Bab 7. Saya Akan Membuat Xiao Wangfu Bersinar
8 Bab 8. Hanya Orang-Orang Terpilih Yang Dapat Tinggal Di Xiao Wangfu
9 Bab 9. Apakah Anda Mencintai dan Menyayangi Wangye Dengan Tulus, Wangfei?
10 Bab 10. Berbincang-Bincang Dengan Huangtaihou
11 Bab 11. Menghina Huang Mingxiang, Sama Dengan Menghina Xiao Muqing!
12 Bab 12. Perasaan Xiao Jihuang, Sang Kaisar
13 Bab 13. Kalian Tidak Akan Bisa Membunuh Suamiku!
14 Bab 14. Rong Wangxia
15 Bab 15. Sudah Mengakui Keberadaannya Di Sini Sebagai Wangfei?
16 Bab 16. Perasaan Yang Ragu
17 Bab 17. Baili Ruyi Yang Ceria
18 Bab 18. Rencana Perjodohan Yang Telah Gagal
19 Bab 19. Mantan Tunangan Rong Wangxia?
20 Bab 20. Wangfei Menangis
21 Bab 22. Menjalani Semuanya Sendirian Memang Lebih Baik
22 Bab 22. Bunga Tua Terakhir Huang Fu
23 Bab 23. Menjalin Bisnis Dengan Wu Guifei
24 Bab 24. Patuhilah Seluruh Perkataanku, Xiang'er ....
25 Bab 25. Tradisi Memakan Buah Suci
26 Bab 26. Penolakan Para Bangsawan Terang-Terangan
27 Bab 27. Jika Wangfei Meminta Kekaisaran Ini Terbalik, Maka Wangye Akan Melakukan
28 Bab 28. Jika Ingin Menjadi Jahat, Maka Jadilah Jahat Sepenuhnya
29 Bab 29. Istana Tidak Akan Bisa Menjangkau Nyawanya, Bahkan Helai Rambutnya
30 Bab 30. Karena Anda, Wangfei
31 Bab 31. Saya Mencintai Anda, Wangye
32 Bab 32. Tenang! Aku Di Sini!
33 Bab 33. Pagi Yang Panas
34 Bab 34. Surat Wu Zeyuan
35 Bab 35. Wangfei Yang Sibuk
36 Bab 36. Bagaimana Jika Saya Mati?
37 Bab 37. Kekayaan Xiao Wangfu
38 Bab 38. Kesepakatan Bisnis Bersama Rong Wangxia
39 Bab 39. Salju Akhir Tahun Yang Dinanti
40 Bab 40. Sang Kunci
41 Bab 41. Perasaan Kacau Rong Xuan
42 Bab 42. Cinta Itu Buta
43 Bab 43. Menjadi Istri Xiao Muqing Yang Sesungguhnya
44 Bab 44. Menikah Denganku, Apalagi?
45 Bab 45. Pandai Memainkan Kondisi dan Kesempatan
46 46. Wangye Berjanji Akan Bertanggung Jawab
47 Bab 47. Keyakinan Hati
48 Bab 48. Peraturan Kecil Wajib Istana
49 Bab 49.Wanita Yang Dia Cintai dan Wanita Yang Memegang Masa Depan Kekaisaran-nya
50 Bab 50. Posisi Sulit Xiao Jihuang
51 Bab 51. Masa Lalu 1: Janji Menjadi Huanghou
52 Bab 52. Masa Lalu 2: Dekrit Pertunangan Xiao Jihuang dan Rong Xuan
53 Bab 53. Cerita Menarik Tuan Muda Rong Yang Patah Hati
54 Bab 54. Aku Tidak Memiliki Hati Untuk Melukaimu, Sayang
55 Bab 55. Entah Saya Yang Gila Atau Dunia Yang Sudah Gila
56 Bab 56. Perubahan
57 Bab 57. Salju dan Kita
58 Bab 58. Tikus-Tikus
59 Bab 59. Aku Akan Menghancurkanmu!
60 Bab 60. Hadiah Salju Akhir Tahun
61 Bab 61. Wanitanya
62 Bab 62. Melupakan Luka Lama
63 Bab 63. Pedang Legendaris Xiao Muqing
64 Bab 64. Dendam Yang Harus Terbayar!
65 Bab 65. Berhasil Mengurus Satu Badai Besar
66 Bab 66. Panas di Musim Dingin
67 Bab 67. Tekad
68 Bab 68. Jantung Tao Tie
69 Bab 69. Anda lah Yang Pertama Kali Merusaknya!
70 Bab 70. Masa Lalu 3 Huang Mingxiang & Huang Liyue
71 Bab 71. Masa Lalu 4 Siapa Yang Akan Menjadi Istri Pangeran Kelima?
72 Bab 72. Masa Lalu 5 Awal Keretakan dan Kebencian
73 Bab 73. Cinta Yang Dewasa
74 Bab 74. Rahasia Kita Berempat
75 Bab 75. Tawa dan Senyum Bahagia
76 Bab 76. Bagaimana Jika Besok Saya Menghilang?
77 Bab 77. Persiapan Menuju Gunung Lang Tao
78 Bab 78. Menguji Cinta Mereka
79 Bab 79. Gunung Lang Tao
80 Bab 80. Latar Belakang Yui
81 Bab 81. Naga Shenlong
82 -VISUAL-
83 Bab 82. Manusia Pilihan Kesayangan Tuhan
84 Bab 83. Kebingungan Para Penduduk
85 Bab 84. Cinta Yang Tulus
86 Bab 85. Bunga Gold God dan Setengah Nyawa
87 Bab 86. Ucapan Cinta Yang Pertama Kali
88 Bab 87. Mengubah Target
89 Bab 88. Tanda Bukti Ketulusan
90 Bab 89. Berdebat di Istana
91 Bab 90. Tidak Akan Pernah Membenci Apa Yang Kamu Sukai
92 Bab 91. Demi Huang Mingxiang
93 Bab 92. Wanita Tercantik di Ibu Kota
94 Bab 93. Terus Menggigit
95 Bab 94. Aku Menyukai Wanita Sepertimu
96 Bab 95. Cantik Seperti Bunga
97 Bab 96. Akhir Yang Bahagia
98 Bab 97. Chen Taifei Agung
99 Bab 98. Air Mata Pertama Yang Diizinkan Muncul
100 Bab 99. Tangan Yang Memberikan Kasih Sayang
101 Bab 100. Perang Sesungguhnya Akan Segera Dimulai
102 Bab 101. Rong Lingxie
103 Bab 102. Ingin Menggunakan Orang Lain Untuk Bertarung Denganku?
104 Bab 103. Permaisuri-ku
105 Bab 104. Kamu Akan Berakhir!
106 Bab 105. Sidang Pengadilan
107 Bab 106. Tanda Cinta Pertama
108 Bab 107. Tunas Baru
109 Bab 108. BonChap: Rong Xuan
110 Bab 109. BonChap: Rong Xuan 2
111 Bab 110. BonChap: Rong Xuan 3
112 Bab 111. BonChap: Rong Xuan 4
113 TERIMA KASIH
114 THE NEXT OF PHOENIX
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1. Dekrit Pernikahan Dengan Xiao Wangye
2
Bab 2. Xiao Wangfu Dikepung Pembunuh!
3
Bab 3. Mengunjungi Xiao Muqing
4
Bab 4. Meyakinkan Xiao Wangye
5
Bab 5. Bakpao Untuk Xiao Wangye
6
Bab 6. Pembunuh 2
7
Bab 7. Saya Akan Membuat Xiao Wangfu Bersinar
8
Bab 8. Hanya Orang-Orang Terpilih Yang Dapat Tinggal Di Xiao Wangfu
9
Bab 9. Apakah Anda Mencintai dan Menyayangi Wangye Dengan Tulus, Wangfei?
10
Bab 10. Berbincang-Bincang Dengan Huangtaihou
11
Bab 11. Menghina Huang Mingxiang, Sama Dengan Menghina Xiao Muqing!
12
Bab 12. Perasaan Xiao Jihuang, Sang Kaisar
13
Bab 13. Kalian Tidak Akan Bisa Membunuh Suamiku!
14
Bab 14. Rong Wangxia
15
Bab 15. Sudah Mengakui Keberadaannya Di Sini Sebagai Wangfei?
16
Bab 16. Perasaan Yang Ragu
17
Bab 17. Baili Ruyi Yang Ceria
18
Bab 18. Rencana Perjodohan Yang Telah Gagal
19
Bab 19. Mantan Tunangan Rong Wangxia?
20
Bab 20. Wangfei Menangis
21
Bab 22. Menjalani Semuanya Sendirian Memang Lebih Baik
22
Bab 22. Bunga Tua Terakhir Huang Fu
23
Bab 23. Menjalin Bisnis Dengan Wu Guifei
24
Bab 24. Patuhilah Seluruh Perkataanku, Xiang'er ....
25
Bab 25. Tradisi Memakan Buah Suci
26
Bab 26. Penolakan Para Bangsawan Terang-Terangan
27
Bab 27. Jika Wangfei Meminta Kekaisaran Ini Terbalik, Maka Wangye Akan Melakukan
28
Bab 28. Jika Ingin Menjadi Jahat, Maka Jadilah Jahat Sepenuhnya
29
Bab 29. Istana Tidak Akan Bisa Menjangkau Nyawanya, Bahkan Helai Rambutnya
30
Bab 30. Karena Anda, Wangfei
31
Bab 31. Saya Mencintai Anda, Wangye
32
Bab 32. Tenang! Aku Di Sini!
33
Bab 33. Pagi Yang Panas
34
Bab 34. Surat Wu Zeyuan
35
Bab 35. Wangfei Yang Sibuk
36
Bab 36. Bagaimana Jika Saya Mati?
37
Bab 37. Kekayaan Xiao Wangfu
38
Bab 38. Kesepakatan Bisnis Bersama Rong Wangxia
39
Bab 39. Salju Akhir Tahun Yang Dinanti
40
Bab 40. Sang Kunci
41
Bab 41. Perasaan Kacau Rong Xuan
42
Bab 42. Cinta Itu Buta
43
Bab 43. Menjadi Istri Xiao Muqing Yang Sesungguhnya
44
Bab 44. Menikah Denganku, Apalagi?
45
Bab 45. Pandai Memainkan Kondisi dan Kesempatan
46
46. Wangye Berjanji Akan Bertanggung Jawab
47
Bab 47. Keyakinan Hati
48
Bab 48. Peraturan Kecil Wajib Istana
49
Bab 49.Wanita Yang Dia Cintai dan Wanita Yang Memegang Masa Depan Kekaisaran-nya
50
Bab 50. Posisi Sulit Xiao Jihuang
51
Bab 51. Masa Lalu 1: Janji Menjadi Huanghou
52
Bab 52. Masa Lalu 2: Dekrit Pertunangan Xiao Jihuang dan Rong Xuan
53
Bab 53. Cerita Menarik Tuan Muda Rong Yang Patah Hati
54
Bab 54. Aku Tidak Memiliki Hati Untuk Melukaimu, Sayang
55
Bab 55. Entah Saya Yang Gila Atau Dunia Yang Sudah Gila
56
Bab 56. Perubahan
57
Bab 57. Salju dan Kita
58
Bab 58. Tikus-Tikus
59
Bab 59. Aku Akan Menghancurkanmu!
60
Bab 60. Hadiah Salju Akhir Tahun
61
Bab 61. Wanitanya
62
Bab 62. Melupakan Luka Lama
63
Bab 63. Pedang Legendaris Xiao Muqing
64
Bab 64. Dendam Yang Harus Terbayar!
65
Bab 65. Berhasil Mengurus Satu Badai Besar
66
Bab 66. Panas di Musim Dingin
67
Bab 67. Tekad
68
Bab 68. Jantung Tao Tie
69
Bab 69. Anda lah Yang Pertama Kali Merusaknya!
70
Bab 70. Masa Lalu 3 Huang Mingxiang & Huang Liyue
71
Bab 71. Masa Lalu 4 Siapa Yang Akan Menjadi Istri Pangeran Kelima?
72
Bab 72. Masa Lalu 5 Awal Keretakan dan Kebencian
73
Bab 73. Cinta Yang Dewasa
74
Bab 74. Rahasia Kita Berempat
75
Bab 75. Tawa dan Senyum Bahagia
76
Bab 76. Bagaimana Jika Besok Saya Menghilang?
77
Bab 77. Persiapan Menuju Gunung Lang Tao
78
Bab 78. Menguji Cinta Mereka
79
Bab 79. Gunung Lang Tao
80
Bab 80. Latar Belakang Yui
81
Bab 81. Naga Shenlong
82
-VISUAL-
83
Bab 82. Manusia Pilihan Kesayangan Tuhan
84
Bab 83. Kebingungan Para Penduduk
85
Bab 84. Cinta Yang Tulus
86
Bab 85. Bunga Gold God dan Setengah Nyawa
87
Bab 86. Ucapan Cinta Yang Pertama Kali
88
Bab 87. Mengubah Target
89
Bab 88. Tanda Bukti Ketulusan
90
Bab 89. Berdebat di Istana
91
Bab 90. Tidak Akan Pernah Membenci Apa Yang Kamu Sukai
92
Bab 91. Demi Huang Mingxiang
93
Bab 92. Wanita Tercantik di Ibu Kota
94
Bab 93. Terus Menggigit
95
Bab 94. Aku Menyukai Wanita Sepertimu
96
Bab 95. Cantik Seperti Bunga
97
Bab 96. Akhir Yang Bahagia
98
Bab 97. Chen Taifei Agung
99
Bab 98. Air Mata Pertama Yang Diizinkan Muncul
100
Bab 99. Tangan Yang Memberikan Kasih Sayang
101
Bab 100. Perang Sesungguhnya Akan Segera Dimulai
102
Bab 101. Rong Lingxie
103
Bab 102. Ingin Menggunakan Orang Lain Untuk Bertarung Denganku?
104
Bab 103. Permaisuri-ku
105
Bab 104. Kamu Akan Berakhir!
106
Bab 105. Sidang Pengadilan
107
Bab 106. Tanda Cinta Pertama
108
Bab 107. Tunas Baru
109
Bab 108. BonChap: Rong Xuan
110
Bab 109. BonChap: Rong Xuan 2
111
Bab 110. BonChap: Rong Xuan 3
112
Bab 111. BonChap: Rong Xuan 4
113
TERIMA KASIH
114
THE NEXT OF PHOENIX

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!