Bab 17. Baili Ruyi Yang Ceria

Di tengah kecanggungan Xiao Muqing dan Huang Mingxiang, dari arah luar, terdengar suara wanita ceria yang penuh energi.

"Gege Muqing!!"

Tak lama, muncul seorang wanita dengan hanfu kuning cerah, di ikat pinggang milik wanita itu, terdapat belati yang menggantung cantik.

Huang Mingxiang sedikit terkejut, kemudian memperhatikan wanita itu dari atas sampai bawah. Wanita itu terlihat manis, kulitnya sedikit gelap karena sering terkena sinar matahari.

"Anda pasti Xiao Wangfei!" ujar wanita itu sembari menunjuknya, kemudian dia kembali bicara,"Karena Gege dan seluruh Wangfu ini menyukai anda dan mengkonfirmasi rumor itu salah, maka Ruyi juga akan menyukai anda!"

"Ruyi!" tegur Xiao Muqing, dia menatap galak ke arah Baili Ruyi, membuat wanita itu mengerutkan keningnya kesal dan berjalan bersembunyi di belakang Huang Mingxiang sambil berbisik,"Gege sangat galak, kamu harus bersabar, Wangfei."

Tak lama setelah in, Gu Sinjie tiba-tiba muncul dengan napas yang terengah-engah. Pria itu lalu membungkuk ke arah Xiao Muqing dan Huang Mingxiang. "Tolong ... tolong maafkan bawahan ini yang tidak ... tidak bisa mengejar Nona Baili. Saya ... saya tidak bisa mencegah--"

"Kau memang lemah, Sinjie," potong Baili Ruyi, meledek Gu Sinjie.

"Kau--!" Gu Sinjie melotot ke arah Baili Ruyi, napasnya masih terengah-engah.

Di tengah suasana yang ramai tiba-tiba karena Baili Ruyi dan Gu Sinjie, mereka semua terkejut karena suara tertawa lembut Huang Mingxiang. Mereka semua menatap ke arah Huang Mingxiang, khususnya Xiao Muqing. Pria itu menatap lekat-lekat wajah Huang Mingxiang yang tengah tertawa.

"Maaf ... maaf, aku tidak bisa mengontrol tertawaku. Kalian berdua sangat lucu," ucap Huang Mingxiang sambil menutup mulutnya menggunakan telapak tangan kanannya. Dia sama sekali tidak menyangka, bahwa Baili Ruyi adalah Nona muda yang terbuka dan polos. Dia berpikir Baili Ruyi memiliki sifat yang menyebalkan, karena merasa bangga dirinya menjadi satu-satunya wanita yang dapat berkunjung ke Xiao Wangfu di saat seorang Kaisar Istana saja diusir oleh Xiao Muqing. Dan ... raut wajah Gu Sinjie yang biasanya tenang bisa menjadi kewalahan karena Baili Ruyi, mereka berdua seperti anak kecil.

Mendengar kalimat itu dari Huang Mingxiang, Baili Ruyi tersenyum lebar. "Benar, Wangfei. Saya lucu, tetapi Sinjie tidak. Dia dari dulu tidak memiliki kemampuan bela diri yang baik, bahkan humornya terlalu jelek."

Gu Sinjie kesal, dia menunjuk Baili Ruyi marah. Gu Sinjie menoleh ke arah Xiao Muqing, yang ditatap hanya fokus menatap Huang Mingxiang. Gu Sinjie mendengus tipis, kemudian berkata,"Wangye, bisakah anda mengusir wanita itu dari Wangfu ini? Mengapa anda mengizinkan dia masuk kemari? Terakhir kali dia kemari, wanita itu hampir membuat Wangfu ini runtuh!"

"Tch, mengadu pada Gege? Kalau begitu aku akan mengadu pada Wangfei!" Baili Ruyi tidak mau kalah, suasana meja makan Xiao Muqing menjadi sangat ramai karena kedatangan Baili Ruyi dan Gu Sinjie yang bertengkar.

"Diam. Atau kalian berdua yang benwang usir dari sini!" Xiao Muqing menaruh sumpitnya sambil mengancam Gu Sinjie dan Baili Ruyi, kemudian matanya menatap Baili Ruyi dan berkata,"Keluar dari sini, jangan membuat keributan." Lalu mata Xiao Muqing menatap Gu Sinjie. "Kau juga."

Kedua wajah dua manusia itu pun segera layu, mereka berdua sedih diusir Xiao Muqing. Tetapi Baili Mingxiang tidak menyerah, dia menatap Huang Mingxiang penuh harap. "Wangfei, bisakah--"

"Tidak bisa. Wangfei sibuk. Kalian berdua, cepat keluar!" Xiao Muqing memotong tajam Baili Ruyi, hal ini membuat Gu Sinjie langsung menarik lengan Baili Ruyi untuk menjauh dari Huang Mingxiang dan membungkuk ke arah Xiao Muqing, kemudian Gu Sinjie menyeret Baili Ruyi keluar.

Huang Mingxiang terkekeh melihat interaksi lucu mereka, lalu secara tidak sengaja menangkap raut wajah Xiao Muqing yang saat ini tengah tersenyum samar. Huang Mingxiang segera terhenti dari tertawanya, fokus memperhatikan Xiao Muqing.

Huang Mingxiang menopang dagunya menggunakan lengan kanannya yang bersandar di meja makan, matanya menatap wajah Xiao Muqing. Sesaat kemudian, Xiao Muqing tersadar bahwa Huang Mingxiang tengah memperhatikan lekat-lekat wajahnya. Xiao Muqing mengerutkan keningnya. "Alihkan pandangan anda atau sumpit ini akan menancap di kedua matamu."

Huang Mingxiang mengangkat kedua bahunya. "Suami saya sangat tampan, mengapa tidak boleh saya pandangi? Padahal anda sangat tampan saat tersenyum, namun mengapa anda lebih sering memasang raut wajah tanpa ekspresi?"

Xiao Muqing mengalihkan pandangannya. "Omonganmu semakin tidak dapat dimengerti."

Huang Mingxiang terkekeh, kemudian berdiri dan berdiri di belakang kursi roda Xiao Muqing. "Bagaimana jika sekarang kita mengunjungi perpustakaan Xiao Wangfu? Sepertinya akan banyak buku menarik di sana."

Xiao Muqing seperti biasa tidak menjawab, dan Huang Mingxiang tidak peduli langsung mendorong kursi roda Xiao Muqing keluar dari kamar. Di perjalanan menuju perpustakaan, Su Mama tiba-tiba muncul.

"Salam yang mulia Wangye dan Wangfei," ucap Su Mama, wajah wanita itu terlihat sangat bahagia melihat Huang Mingxiang dan Xiao Muqing terus berdekatan.

"Ada apa, Su Mama?" tanya Huang Mingxiang, tidak biasanya Su Mama tiba-tiba datang di saat dia dan Xiao Muqing tengah bersama.

"Menjawab, Wangfei. Barusan Nubi mendapat pesan dari penjaga gerbang Xiao Wangfu. Penjaga tersebut berkata bahwa Tuan muda Rong mengirimkan anda sebuah barang dan berkata harus diantar pada anda saat ini juga," jawab Su Mama, lalu menyerahkan bungkusan kotak yang dibungkus oleh kain bergambar ... dua pasangan angsa?

Melihat Huang Mingxiang terkejut karena bungkusan kain dari Rong Wangxia, Su Mama dengan cepat menjelaskan. "Tuan muda Rong juga ingin menyampaikan maaf, karena beliau membungkus barang ini dengan kain yang terkesan tidak sopan. Sebab, Tuan muda Rong berkata bahwa stok kain di toko-toko habis, hanya tersisa ini. Mengingat sebentar lagi akan tiba hari kasih sayang."

Raut wajah Huang Mingxiang lega, wanita itu mengangguk pelan dan berkata,"Baik, terima kasih banyak, Su Mama."

"Dengan senang hati, Wangfei. Bawahan ini pamit undur diri."

Setelah kepergian Su Mama, Huang Mingxiang kembali menatap Xiao Muqing. Saat melihat wajah pria itu, dia terkejut karena Xiao Muqing tengah menatap tajam kotak bungkusan yang diberikan oleh Rong Wangxia.

"Ada apa, Wangye?" tanya Huang Mingxiang.

Tatapan mata Xiao Muqing beralih pindah ke Huang Mingxiang, lalu membuang tatapannya lagi dari wanita itu. "Tidak. Cepat jika ingin pergi ke Perpustakaan."

Huang Mingxiang mengerutkan keningnya, dia merasa aneh dengan sikap Xiao Muqing. Tetapi dia tidak tahu apa penyebabnya, pria itu sulit dimengerti.

"Wangye, apa Mingxiang boleh meminta bantuan anda untuk membawa bungkusan ini?" tanya Huang Mingxiang, dia kesulitan jika harus mendorong kursi roda Xiao Muqing yang berat sambil tetap membawa barang lain.

Xiao Muqing menanggapi barang dari Rong Wangxia itu, Huang Mingxiang tersenyum lega karena Xiao Muqing mau menolongnya. Kemudian, Huang Mingxiang mulai mendorong kursi roda Xiao Muqing.

"Apa sebelumnya kamu memiliki koneksi dengan Rong Wangxia?" tanya Xiao Muqing.

Huang Mingxiang menggeleng. "Tidak, Nubi baru saja bertemu dengannya kemarin. Tuan Muda Rong jarang muncul di perkumpulan para Nona dan Taun Muda bangsawan, pria itu sibuk pergi ke negara Barat, dan pulang hanya dua tahun sekali. Mingxiang hanya sering mendengar sebatas nama saja."

Bruk!

Huang Mingxiang menghentikan laju kursi roda Xiao Muqing, dia terkejut karena tiba-tiba bungkusan kiriman Rong Wangxia jatuh ke tanah. Isi dalam bungkusan itu berceceran, isinya adalah manisan dan ... tunggu, ada tusuk rambut emas Huang Mingxiang yang hilang.

"Wa ... Wangye ...." Huang Mingxiang tidak bisa berkata-kata, tidak mungkin dia membentak Xiao Muqing di luar seperti ini.

"Oh, sayang sekali. Bungkusan itu tergelincir dari tangan benwang." Hanya itu jawaban dari Xiao Muqing, membuat Huang Mingxiang menghela napas.

Huang Mingxiang mau tidak mau membersihkan tumpahan manisan itu ke dalam wadah asalnya, lalu mengambil tusuk rambut emasnya. Karena kue itu sudah jatuh ke tanah, tentu saja tidak bisa dimakan. Huang Mingxiang menyerahkannya kepada pelayan yang kebetulan lewat dan meminta mereka untuk membuangnya.

"Aku harus meminta maaf pada Tuan Muda Rong," gumam Huang Mingxiang, membuat Xiao Muqing menatapnya semakin lekat terang-terangan. Tatapan matanya terlihat sulit, seperti ingin mengatakan sesuatu yang sulit dikatakan.

Huang Mingxiang bingung, mengapa tiba-tiba Xiao Muqing menatapnya seperti itu? Apa dia melakukan sesuatu yang salah?

"Ada apa, Wangye?" tanya Huang Mingxiang bingung.

Xiao Muqing membuang tatapannya lagi, entah ini sudah yang keberapa kali. "Tidak."

Terpopuler

Comments

Hasan

Hasan

🤣🤣🤣wangye cemburu nih

2023-06-10

0

Biduri Aura

Biduri Aura

Huang Mingxiang tdk faham dan tidak mengerti,, klau merasa punya suami jgn terlalu dekat pada pria lain walaupun teman 😌😌😌😌

2023-05-30

0

momazcha

momazcha

udah mulai cemburu nih 😅😅

2023-05-27

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Dekrit Pernikahan Dengan Xiao Wangye
2 Bab 2. Xiao Wangfu Dikepung Pembunuh!
3 Bab 3. Mengunjungi Xiao Muqing
4 Bab 4. Meyakinkan Xiao Wangye
5 Bab 5. Bakpao Untuk Xiao Wangye
6 Bab 6. Pembunuh 2
7 Bab 7. Saya Akan Membuat Xiao Wangfu Bersinar
8 Bab 8. Hanya Orang-Orang Terpilih Yang Dapat Tinggal Di Xiao Wangfu
9 Bab 9. Apakah Anda Mencintai dan Menyayangi Wangye Dengan Tulus, Wangfei?
10 Bab 10. Berbincang-Bincang Dengan Huangtaihou
11 Bab 11. Menghina Huang Mingxiang, Sama Dengan Menghina Xiao Muqing!
12 Bab 12. Perasaan Xiao Jihuang, Sang Kaisar
13 Bab 13. Kalian Tidak Akan Bisa Membunuh Suamiku!
14 Bab 14. Rong Wangxia
15 Bab 15. Sudah Mengakui Keberadaannya Di Sini Sebagai Wangfei?
16 Bab 16. Perasaan Yang Ragu
17 Bab 17. Baili Ruyi Yang Ceria
18 Bab 18. Rencana Perjodohan Yang Telah Gagal
19 Bab 19. Mantan Tunangan Rong Wangxia?
20 Bab 20. Wangfei Menangis
21 Bab 22. Menjalani Semuanya Sendirian Memang Lebih Baik
22 Bab 22. Bunga Tua Terakhir Huang Fu
23 Bab 23. Menjalin Bisnis Dengan Wu Guifei
24 Bab 24. Patuhilah Seluruh Perkataanku, Xiang'er ....
25 Bab 25. Tradisi Memakan Buah Suci
26 Bab 26. Penolakan Para Bangsawan Terang-Terangan
27 Bab 27. Jika Wangfei Meminta Kekaisaran Ini Terbalik, Maka Wangye Akan Melakukan
28 Bab 28. Jika Ingin Menjadi Jahat, Maka Jadilah Jahat Sepenuhnya
29 Bab 29. Istana Tidak Akan Bisa Menjangkau Nyawanya, Bahkan Helai Rambutnya
30 Bab 30. Karena Anda, Wangfei
31 Bab 31. Saya Mencintai Anda, Wangye
32 Bab 32. Tenang! Aku Di Sini!
33 Bab 33. Pagi Yang Panas
34 Bab 34. Surat Wu Zeyuan
35 Bab 35. Wangfei Yang Sibuk
36 Bab 36. Bagaimana Jika Saya Mati?
37 Bab 37. Kekayaan Xiao Wangfu
38 Bab 38. Kesepakatan Bisnis Bersama Rong Wangxia
39 Bab 39. Salju Akhir Tahun Yang Dinanti
40 Bab 40. Sang Kunci
41 Bab 41. Perasaan Kacau Rong Xuan
42 Bab 42. Cinta Itu Buta
43 Bab 43. Menjadi Istri Xiao Muqing Yang Sesungguhnya
44 Bab 44. Menikah Denganku, Apalagi?
45 Bab 45. Pandai Memainkan Kondisi dan Kesempatan
46 46. Wangye Berjanji Akan Bertanggung Jawab
47 Bab 47. Keyakinan Hati
48 Bab 48. Peraturan Kecil Wajib Istana
49 Bab 49.Wanita Yang Dia Cintai dan Wanita Yang Memegang Masa Depan Kekaisaran-nya
50 Bab 50. Posisi Sulit Xiao Jihuang
51 Bab 51. Masa Lalu 1: Janji Menjadi Huanghou
52 Bab 52. Masa Lalu 2: Dekrit Pertunangan Xiao Jihuang dan Rong Xuan
53 Bab 53. Cerita Menarik Tuan Muda Rong Yang Patah Hati
54 Bab 54. Aku Tidak Memiliki Hati Untuk Melukaimu, Sayang
55 Bab 55. Entah Saya Yang Gila Atau Dunia Yang Sudah Gila
56 Bab 56. Perubahan
57 Bab 57. Salju dan Kita
58 Bab 58. Tikus-Tikus
59 Bab 59. Aku Akan Menghancurkanmu!
60 Bab 60. Hadiah Salju Akhir Tahun
61 Bab 61. Wanitanya
62 Bab 62. Melupakan Luka Lama
63 Bab 63. Pedang Legendaris Xiao Muqing
64 Bab 64. Dendam Yang Harus Terbayar!
65 Bab 65. Berhasil Mengurus Satu Badai Besar
66 Bab 66. Panas di Musim Dingin
67 Bab 67. Tekad
68 Bab 68. Jantung Tao Tie
69 Bab 69. Anda lah Yang Pertama Kali Merusaknya!
70 Bab 70. Masa Lalu 3 Huang Mingxiang & Huang Liyue
71 Bab 71. Masa Lalu 4 Siapa Yang Akan Menjadi Istri Pangeran Kelima?
72 Bab 72. Masa Lalu 5 Awal Keretakan dan Kebencian
73 Bab 73. Cinta Yang Dewasa
74 Bab 74. Rahasia Kita Berempat
75 Bab 75. Tawa dan Senyum Bahagia
76 Bab 76. Bagaimana Jika Besok Saya Menghilang?
77 Bab 77. Persiapan Menuju Gunung Lang Tao
78 Bab 78. Menguji Cinta Mereka
79 Bab 79. Gunung Lang Tao
80 Bab 80. Latar Belakang Yui
81 Bab 81. Naga Shenlong
82 -VISUAL-
83 Bab 82. Manusia Pilihan Kesayangan Tuhan
84 Bab 83. Kebingungan Para Penduduk
85 Bab 84. Cinta Yang Tulus
86 Bab 85. Bunga Gold God dan Setengah Nyawa
87 Bab 86. Ucapan Cinta Yang Pertama Kali
88 Bab 87. Mengubah Target
89 Bab 88. Tanda Bukti Ketulusan
90 Bab 89. Berdebat di Istana
91 Bab 90. Tidak Akan Pernah Membenci Apa Yang Kamu Sukai
92 Bab 91. Demi Huang Mingxiang
93 Bab 92. Wanita Tercantik di Ibu Kota
94 Bab 93. Terus Menggigit
95 Bab 94. Aku Menyukai Wanita Sepertimu
96 Bab 95. Cantik Seperti Bunga
97 Bab 96. Akhir Yang Bahagia
98 Bab 97. Chen Taifei Agung
99 Bab 98. Air Mata Pertama Yang Diizinkan Muncul
100 Bab 99. Tangan Yang Memberikan Kasih Sayang
101 Bab 100. Perang Sesungguhnya Akan Segera Dimulai
102 Bab 101. Rong Lingxie
103 Bab 102. Ingin Menggunakan Orang Lain Untuk Bertarung Denganku?
104 Bab 103. Permaisuri-ku
105 Bab 104. Kamu Akan Berakhir!
106 Bab 105. Sidang Pengadilan
107 Bab 106. Tanda Cinta Pertama
108 Bab 107. Tunas Baru
109 Bab 108. BonChap: Rong Xuan
110 Bab 109. BonChap: Rong Xuan 2
111 Bab 110. BonChap: Rong Xuan 3
112 Bab 111. BonChap: Rong Xuan 4
113 TERIMA KASIH
114 THE NEXT OF PHOENIX
Episodes

Updated 114 Episodes

1
Bab 1. Dekrit Pernikahan Dengan Xiao Wangye
2
Bab 2. Xiao Wangfu Dikepung Pembunuh!
3
Bab 3. Mengunjungi Xiao Muqing
4
Bab 4. Meyakinkan Xiao Wangye
5
Bab 5. Bakpao Untuk Xiao Wangye
6
Bab 6. Pembunuh 2
7
Bab 7. Saya Akan Membuat Xiao Wangfu Bersinar
8
Bab 8. Hanya Orang-Orang Terpilih Yang Dapat Tinggal Di Xiao Wangfu
9
Bab 9. Apakah Anda Mencintai dan Menyayangi Wangye Dengan Tulus, Wangfei?
10
Bab 10. Berbincang-Bincang Dengan Huangtaihou
11
Bab 11. Menghina Huang Mingxiang, Sama Dengan Menghina Xiao Muqing!
12
Bab 12. Perasaan Xiao Jihuang, Sang Kaisar
13
Bab 13. Kalian Tidak Akan Bisa Membunuh Suamiku!
14
Bab 14. Rong Wangxia
15
Bab 15. Sudah Mengakui Keberadaannya Di Sini Sebagai Wangfei?
16
Bab 16. Perasaan Yang Ragu
17
Bab 17. Baili Ruyi Yang Ceria
18
Bab 18. Rencana Perjodohan Yang Telah Gagal
19
Bab 19. Mantan Tunangan Rong Wangxia?
20
Bab 20. Wangfei Menangis
21
Bab 22. Menjalani Semuanya Sendirian Memang Lebih Baik
22
Bab 22. Bunga Tua Terakhir Huang Fu
23
Bab 23. Menjalin Bisnis Dengan Wu Guifei
24
Bab 24. Patuhilah Seluruh Perkataanku, Xiang'er ....
25
Bab 25. Tradisi Memakan Buah Suci
26
Bab 26. Penolakan Para Bangsawan Terang-Terangan
27
Bab 27. Jika Wangfei Meminta Kekaisaran Ini Terbalik, Maka Wangye Akan Melakukan
28
Bab 28. Jika Ingin Menjadi Jahat, Maka Jadilah Jahat Sepenuhnya
29
Bab 29. Istana Tidak Akan Bisa Menjangkau Nyawanya, Bahkan Helai Rambutnya
30
Bab 30. Karena Anda, Wangfei
31
Bab 31. Saya Mencintai Anda, Wangye
32
Bab 32. Tenang! Aku Di Sini!
33
Bab 33. Pagi Yang Panas
34
Bab 34. Surat Wu Zeyuan
35
Bab 35. Wangfei Yang Sibuk
36
Bab 36. Bagaimana Jika Saya Mati?
37
Bab 37. Kekayaan Xiao Wangfu
38
Bab 38. Kesepakatan Bisnis Bersama Rong Wangxia
39
Bab 39. Salju Akhir Tahun Yang Dinanti
40
Bab 40. Sang Kunci
41
Bab 41. Perasaan Kacau Rong Xuan
42
Bab 42. Cinta Itu Buta
43
Bab 43. Menjadi Istri Xiao Muqing Yang Sesungguhnya
44
Bab 44. Menikah Denganku, Apalagi?
45
Bab 45. Pandai Memainkan Kondisi dan Kesempatan
46
46. Wangye Berjanji Akan Bertanggung Jawab
47
Bab 47. Keyakinan Hati
48
Bab 48. Peraturan Kecil Wajib Istana
49
Bab 49.Wanita Yang Dia Cintai dan Wanita Yang Memegang Masa Depan Kekaisaran-nya
50
Bab 50. Posisi Sulit Xiao Jihuang
51
Bab 51. Masa Lalu 1: Janji Menjadi Huanghou
52
Bab 52. Masa Lalu 2: Dekrit Pertunangan Xiao Jihuang dan Rong Xuan
53
Bab 53. Cerita Menarik Tuan Muda Rong Yang Patah Hati
54
Bab 54. Aku Tidak Memiliki Hati Untuk Melukaimu, Sayang
55
Bab 55. Entah Saya Yang Gila Atau Dunia Yang Sudah Gila
56
Bab 56. Perubahan
57
Bab 57. Salju dan Kita
58
Bab 58. Tikus-Tikus
59
Bab 59. Aku Akan Menghancurkanmu!
60
Bab 60. Hadiah Salju Akhir Tahun
61
Bab 61. Wanitanya
62
Bab 62. Melupakan Luka Lama
63
Bab 63. Pedang Legendaris Xiao Muqing
64
Bab 64. Dendam Yang Harus Terbayar!
65
Bab 65. Berhasil Mengurus Satu Badai Besar
66
Bab 66. Panas di Musim Dingin
67
Bab 67. Tekad
68
Bab 68. Jantung Tao Tie
69
Bab 69. Anda lah Yang Pertama Kali Merusaknya!
70
Bab 70. Masa Lalu 3 Huang Mingxiang & Huang Liyue
71
Bab 71. Masa Lalu 4 Siapa Yang Akan Menjadi Istri Pangeran Kelima?
72
Bab 72. Masa Lalu 5 Awal Keretakan dan Kebencian
73
Bab 73. Cinta Yang Dewasa
74
Bab 74. Rahasia Kita Berempat
75
Bab 75. Tawa dan Senyum Bahagia
76
Bab 76. Bagaimana Jika Besok Saya Menghilang?
77
Bab 77. Persiapan Menuju Gunung Lang Tao
78
Bab 78. Menguji Cinta Mereka
79
Bab 79. Gunung Lang Tao
80
Bab 80. Latar Belakang Yui
81
Bab 81. Naga Shenlong
82
-VISUAL-
83
Bab 82. Manusia Pilihan Kesayangan Tuhan
84
Bab 83. Kebingungan Para Penduduk
85
Bab 84. Cinta Yang Tulus
86
Bab 85. Bunga Gold God dan Setengah Nyawa
87
Bab 86. Ucapan Cinta Yang Pertama Kali
88
Bab 87. Mengubah Target
89
Bab 88. Tanda Bukti Ketulusan
90
Bab 89. Berdebat di Istana
91
Bab 90. Tidak Akan Pernah Membenci Apa Yang Kamu Sukai
92
Bab 91. Demi Huang Mingxiang
93
Bab 92. Wanita Tercantik di Ibu Kota
94
Bab 93. Terus Menggigit
95
Bab 94. Aku Menyukai Wanita Sepertimu
96
Bab 95. Cantik Seperti Bunga
97
Bab 96. Akhir Yang Bahagia
98
Bab 97. Chen Taifei Agung
99
Bab 98. Air Mata Pertama Yang Diizinkan Muncul
100
Bab 99. Tangan Yang Memberikan Kasih Sayang
101
Bab 100. Perang Sesungguhnya Akan Segera Dimulai
102
Bab 101. Rong Lingxie
103
Bab 102. Ingin Menggunakan Orang Lain Untuk Bertarung Denganku?
104
Bab 103. Permaisuri-ku
105
Bab 104. Kamu Akan Berakhir!
106
Bab 105. Sidang Pengadilan
107
Bab 106. Tanda Cinta Pertama
108
Bab 107. Tunas Baru
109
Bab 108. BonChap: Rong Xuan
110
Bab 109. BonChap: Rong Xuan 2
111
Bab 110. BonChap: Rong Xuan 3
112
Bab 111. BonChap: Rong Xuan 4
113
TERIMA KASIH
114
THE NEXT OF PHOENIX

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!