Di tengah kecanggungan Xiao Muqing dan Huang Mingxiang, dari arah luar, terdengar suara wanita ceria yang penuh energi.
"Gege Muqing!!"
Tak lama, muncul seorang wanita dengan hanfu kuning cerah, di ikat pinggang milik wanita itu, terdapat belati yang menggantung cantik.
Huang Mingxiang sedikit terkejut, kemudian memperhatikan wanita itu dari atas sampai bawah. Wanita itu terlihat manis, kulitnya sedikit gelap karena sering terkena sinar matahari.
"Anda pasti Xiao Wangfei!" ujar wanita itu sembari menunjuknya, kemudian dia kembali bicara,"Karena Gege dan seluruh Wangfu ini menyukai anda dan mengkonfirmasi rumor itu salah, maka Ruyi juga akan menyukai anda!"
"Ruyi!" tegur Xiao Muqing, dia menatap galak ke arah Baili Ruyi, membuat wanita itu mengerutkan keningnya kesal dan berjalan bersembunyi di belakang Huang Mingxiang sambil berbisik,"Gege sangat galak, kamu harus bersabar, Wangfei."
Tak lama setelah in, Gu Sinjie tiba-tiba muncul dengan napas yang terengah-engah. Pria itu lalu membungkuk ke arah Xiao Muqing dan Huang Mingxiang. "Tolong ... tolong maafkan bawahan ini yang tidak ... tidak bisa mengejar Nona Baili. Saya ... saya tidak bisa mencegah--"
"Kau memang lemah, Sinjie," potong Baili Ruyi, meledek Gu Sinjie.
"Kau--!" Gu Sinjie melotot ke arah Baili Ruyi, napasnya masih terengah-engah.
Di tengah suasana yang ramai tiba-tiba karena Baili Ruyi dan Gu Sinjie, mereka semua terkejut karena suara tertawa lembut Huang Mingxiang. Mereka semua menatap ke arah Huang Mingxiang, khususnya Xiao Muqing. Pria itu menatap lekat-lekat wajah Huang Mingxiang yang tengah tertawa.
"Maaf ... maaf, aku tidak bisa mengontrol tertawaku. Kalian berdua sangat lucu," ucap Huang Mingxiang sambil menutup mulutnya menggunakan telapak tangan kanannya. Dia sama sekali tidak menyangka, bahwa Baili Ruyi adalah Nona muda yang terbuka dan polos. Dia berpikir Baili Ruyi memiliki sifat yang menyebalkan, karena merasa bangga dirinya menjadi satu-satunya wanita yang dapat berkunjung ke Xiao Wangfu di saat seorang Kaisar Istana saja diusir oleh Xiao Muqing. Dan ... raut wajah Gu Sinjie yang biasanya tenang bisa menjadi kewalahan karena Baili Ruyi, mereka berdua seperti anak kecil.
Mendengar kalimat itu dari Huang Mingxiang, Baili Ruyi tersenyum lebar. "Benar, Wangfei. Saya lucu, tetapi Sinjie tidak. Dia dari dulu tidak memiliki kemampuan bela diri yang baik, bahkan humornya terlalu jelek."
Gu Sinjie kesal, dia menunjuk Baili Ruyi marah. Gu Sinjie menoleh ke arah Xiao Muqing, yang ditatap hanya fokus menatap Huang Mingxiang. Gu Sinjie mendengus tipis, kemudian berkata,"Wangye, bisakah anda mengusir wanita itu dari Wangfu ini? Mengapa anda mengizinkan dia masuk kemari? Terakhir kali dia kemari, wanita itu hampir membuat Wangfu ini runtuh!"
"Tch, mengadu pada Gege? Kalau begitu aku akan mengadu pada Wangfei!" Baili Ruyi tidak mau kalah, suasana meja makan Xiao Muqing menjadi sangat ramai karena kedatangan Baili Ruyi dan Gu Sinjie yang bertengkar.
"Diam. Atau kalian berdua yang benwang usir dari sini!" Xiao Muqing menaruh sumpitnya sambil mengancam Gu Sinjie dan Baili Ruyi, kemudian matanya menatap Baili Ruyi dan berkata,"Keluar dari sini, jangan membuat keributan." Lalu mata Xiao Muqing menatap Gu Sinjie. "Kau juga."
Kedua wajah dua manusia itu pun segera layu, mereka berdua sedih diusir Xiao Muqing. Tetapi Baili Mingxiang tidak menyerah, dia menatap Huang Mingxiang penuh harap. "Wangfei, bisakah--"
"Tidak bisa. Wangfei sibuk. Kalian berdua, cepat keluar!" Xiao Muqing memotong tajam Baili Ruyi, hal ini membuat Gu Sinjie langsung menarik lengan Baili Ruyi untuk menjauh dari Huang Mingxiang dan membungkuk ke arah Xiao Muqing, kemudian Gu Sinjie menyeret Baili Ruyi keluar.
Huang Mingxiang terkekeh melihat interaksi lucu mereka, lalu secara tidak sengaja menangkap raut wajah Xiao Muqing yang saat ini tengah tersenyum samar. Huang Mingxiang segera terhenti dari tertawanya, fokus memperhatikan Xiao Muqing.
Huang Mingxiang menopang dagunya menggunakan lengan kanannya yang bersandar di meja makan, matanya menatap wajah Xiao Muqing. Sesaat kemudian, Xiao Muqing tersadar bahwa Huang Mingxiang tengah memperhatikan lekat-lekat wajahnya. Xiao Muqing mengerutkan keningnya. "Alihkan pandangan anda atau sumpit ini akan menancap di kedua matamu."
Huang Mingxiang mengangkat kedua bahunya. "Suami saya sangat tampan, mengapa tidak boleh saya pandangi? Padahal anda sangat tampan saat tersenyum, namun mengapa anda lebih sering memasang raut wajah tanpa ekspresi?"
Xiao Muqing mengalihkan pandangannya. "Omonganmu semakin tidak dapat dimengerti."
Huang Mingxiang terkekeh, kemudian berdiri dan berdiri di belakang kursi roda Xiao Muqing. "Bagaimana jika sekarang kita mengunjungi perpustakaan Xiao Wangfu? Sepertinya akan banyak buku menarik di sana."
Xiao Muqing seperti biasa tidak menjawab, dan Huang Mingxiang tidak peduli langsung mendorong kursi roda Xiao Muqing keluar dari kamar. Di perjalanan menuju perpustakaan, Su Mama tiba-tiba muncul.
"Salam yang mulia Wangye dan Wangfei," ucap Su Mama, wajah wanita itu terlihat sangat bahagia melihat Huang Mingxiang dan Xiao Muqing terus berdekatan.
"Ada apa, Su Mama?" tanya Huang Mingxiang, tidak biasanya Su Mama tiba-tiba datang di saat dia dan Xiao Muqing tengah bersama.
"Menjawab, Wangfei. Barusan Nubi mendapat pesan dari penjaga gerbang Xiao Wangfu. Penjaga tersebut berkata bahwa Tuan muda Rong mengirimkan anda sebuah barang dan berkata harus diantar pada anda saat ini juga," jawab Su Mama, lalu menyerahkan bungkusan kotak yang dibungkus oleh kain bergambar ... dua pasangan angsa?
Melihat Huang Mingxiang terkejut karena bungkusan kain dari Rong Wangxia, Su Mama dengan cepat menjelaskan. "Tuan muda Rong juga ingin menyampaikan maaf, karena beliau membungkus barang ini dengan kain yang terkesan tidak sopan. Sebab, Tuan muda Rong berkata bahwa stok kain di toko-toko habis, hanya tersisa ini. Mengingat sebentar lagi akan tiba hari kasih sayang."
Raut wajah Huang Mingxiang lega, wanita itu mengangguk pelan dan berkata,"Baik, terima kasih banyak, Su Mama."
"Dengan senang hati, Wangfei. Bawahan ini pamit undur diri."
Setelah kepergian Su Mama, Huang Mingxiang kembali menatap Xiao Muqing. Saat melihat wajah pria itu, dia terkejut karena Xiao Muqing tengah menatap tajam kotak bungkusan yang diberikan oleh Rong Wangxia.
"Ada apa, Wangye?" tanya Huang Mingxiang.
Tatapan mata Xiao Muqing beralih pindah ke Huang Mingxiang, lalu membuang tatapannya lagi dari wanita itu. "Tidak. Cepat jika ingin pergi ke Perpustakaan."
Huang Mingxiang mengerutkan keningnya, dia merasa aneh dengan sikap Xiao Muqing. Tetapi dia tidak tahu apa penyebabnya, pria itu sulit dimengerti.
"Wangye, apa Mingxiang boleh meminta bantuan anda untuk membawa bungkusan ini?" tanya Huang Mingxiang, dia kesulitan jika harus mendorong kursi roda Xiao Muqing yang berat sambil tetap membawa barang lain.
Xiao Muqing menanggapi barang dari Rong Wangxia itu, Huang Mingxiang tersenyum lega karena Xiao Muqing mau menolongnya. Kemudian, Huang Mingxiang mulai mendorong kursi roda Xiao Muqing.
"Apa sebelumnya kamu memiliki koneksi dengan Rong Wangxia?" tanya Xiao Muqing.
Huang Mingxiang menggeleng. "Tidak, Nubi baru saja bertemu dengannya kemarin. Tuan Muda Rong jarang muncul di perkumpulan para Nona dan Taun Muda bangsawan, pria itu sibuk pergi ke negara Barat, dan pulang hanya dua tahun sekali. Mingxiang hanya sering mendengar sebatas nama saja."
Bruk!
Huang Mingxiang menghentikan laju kursi roda Xiao Muqing, dia terkejut karena tiba-tiba bungkusan kiriman Rong Wangxia jatuh ke tanah. Isi dalam bungkusan itu berceceran, isinya adalah manisan dan ... tunggu, ada tusuk rambut emas Huang Mingxiang yang hilang.
"Wa ... Wangye ...." Huang Mingxiang tidak bisa berkata-kata, tidak mungkin dia membentak Xiao Muqing di luar seperti ini.
"Oh, sayang sekali. Bungkusan itu tergelincir dari tangan benwang." Hanya itu jawaban dari Xiao Muqing, membuat Huang Mingxiang menghela napas.
Huang Mingxiang mau tidak mau membersihkan tumpahan manisan itu ke dalam wadah asalnya, lalu mengambil tusuk rambut emasnya. Karena kue itu sudah jatuh ke tanah, tentu saja tidak bisa dimakan. Huang Mingxiang menyerahkannya kepada pelayan yang kebetulan lewat dan meminta mereka untuk membuangnya.
"Aku harus meminta maaf pada Tuan Muda Rong," gumam Huang Mingxiang, membuat Xiao Muqing menatapnya semakin lekat terang-terangan. Tatapan matanya terlihat sulit, seperti ingin mengatakan sesuatu yang sulit dikatakan.
Huang Mingxiang bingung, mengapa tiba-tiba Xiao Muqing menatapnya seperti itu? Apa dia melakukan sesuatu yang salah?
"Ada apa, Wangye?" tanya Huang Mingxiang bingung.
Xiao Muqing membuang tatapannya lagi, entah ini sudah yang keberapa kali. "Tidak."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 114 Episodes
Comments
Hasan
🤣🤣🤣wangye cemburu nih
2023-06-10
0
Biduri Aura
Huang Mingxiang tdk faham dan tidak mengerti,, klau merasa punya suami jgn terlalu dekat pada pria lain walaupun teman 😌😌😌😌
2023-05-30
0
momazcha
udah mulai cemburu nih 😅😅
2023-05-27
0